Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 71 Season 2


"Apa ini tuan Kenan ?" Tanya salah satu investor yang terlihat seumuran dengan pak Salman.


"Terserah Anda mau percaya dengan apa yang kalian lihat sekarang, dan ya, foto yang ada di layar tersebut benar adanya itu benar-benar nyata dan bukan rekayasa, gadis yang bersamaku di foto tersebut juga ada di sini dia sebagai sekrtarisku sekarang." Jelas Kenan dengan ekspresi biasa-biasa saja.


"Jadi maksud tuan, Anda membenarkan jika Anda mengkhianati keluarga Anda sendiri ?" Tanya salah satu investor.


"Saya tidak pernah membenarkan kalau saya telah mengkhianati keluarga saya." Sargah Kenan.


"Tapi jika Anda benar tidak mengkhianati istri Anda, bagaimana bisa istri Anda pergi dari rumah Anda tuan dengan membawa putra kalian, dan juga bagaimana bisa Anda mendapatkan luka seperti itu diwajah Anda." Ucap Calista.


Kenan hanya menanggapi perkataan Calista dengan senyuman mengejeknya.


"Bukannya itu yang Anda dan sepupu Anda inginkan ?" Tanya Kenan.


"Saya tahu rencana Anda dari dulu nona Calista, Anda ingin melihat keluarga saya hancur karena balas dendam sepupu Anda yang bernama Disti itu kan Nona ?" Tambah Kenan.


"Sa...Saya sama sekali tidak tahu akan hal itu." Gugup Calista.


"Anda tidak perlu gugup seperti ini nona, saya akan membuktikan ucapan saya barusan." Ucap Kenan.


"Pak Anton tolong tunjukkan semua bukti-bukti yang seudah kita kumpulkan selama ini, dan kopiannya berikan ke masing-masing orang yang ada disini !!" Seru Kenan kepada pak Anton.


Pak Anton langsung menuruti perintah dari atasannya tersebut, tak lupa Sarla ikut menampilkan ke layar proyektor bukti-buktinya dan mulai menjelaskan bagaimana ia bisa ada di foto bersama dengan Kenan, Sarla menjelaskan kalau itu hanya sandiwara untuk menjebak dan membongkar kebusukan Calista karena dari awal Kenan sudah mencurigai wanita itu, dengan bersandiwara seperti itu Kenan melindungi istrinya dari rencana jahat Calista yang akan melenyapkan Diva jika Kenan dan Diva masih bersama.


"Itu tidak benar, semuanya bohong." Elak Calista.


Sedangkan pak Burhan hanya bisa diam di tempat, karena sudah ikut terlibat dengan masalah ini, ia sudah dimanfaatkan oleh Calista agar mengacaukan proyek di kota S.


"Apanya yang tidak benar nona Calista ? Semuanya sudah terbukti." Sahut Pak Anton.


"Pak tolong panggilkan polisi untuk segera menangkap orang-orang yang terlibat ! Seru Kenan.


"Apa perlu saya mengatakan orang-orang yang sudah terlibat sekarang ?" Tanya Kenan menatap satu persatu petinggi perusahaannya, khususnya orang-orang yang bertanggungjawab pada proyek kota S.


Tidak ada yang berani angkat bicara semuanya hanya terdiam.


Tak lama beberapa polisi masuk keruangan rapat tersebut, dan menyebutkan beberapa nama yang terlibat, semuanya ada 4 orang sudah termasuk Calista dan pak Burhan.


Calista berontak saat salah seorang polisi ingin menangkapnya, sehingga membuat ruang rapat tersebut yang tadinya dingin tiba-tiba jadi memanas.


"Saya tidak akan mengampuni mu Kenan, kau telah menghancurkan masa depan sepupuku." Ucap Calista geram.


"Sepupu Anda sendiri yang membuat dirinya seperti itu, karena dia telah mencoba menghancurkan keluarga saya dulu." Bantah Kenan.


"Pak segera bawa wanita ini pergi dari sini, kalau bisa beri dia hukuman yang seberat-beratnya, karena dia juga berencana mencelakai istri dan anak saya !" Seru Kenan kepada salah satu anggota polisi yang sudah memborgol tangan Calista.


"Baik tuan serahkan semuanya pada kami, kalau begitu kami permisi." Ucap komandan kepolisian.


"Silahkan pak !" Seru Kenan lalu menjabat tangan komandan kepolisian tersebut.


Setelah kepergian Calista dan beberapa orang lainnya yang terlibat dalam masalh ini Kenan melanjutkan kembali rapat tersebut.


"Bagaimana tuan-tuan, apakah kalian masih ingin melanjutkan investasi Anda atau benar-benar akan menarik kembali ?" Tanya Kenan.


Semuanya tampak merundingkan hal tersebut, tak lama salah seorang dari mereka mulai angkat bicara untuk mewakili semua investor.


"Kami akan tetap melanjutkan kerjasama antar perusahaan kami dengan tuan Kenan, kami juga benar-benar minta maaf karena sempat meragukan Anda tuan." Ucapnya.


"Jadi keputusan akhirnya semua pada setuju menanam modal di proyek kita ini, aku juga meminta maaf atas semuanya, karena saya sudah mencampur adukkan antara pekerjaan dan masalah pribadi saya." Ujar Kenan.


"Baiklah sampai di sini rapat kita hari ini semoga kita bisa menjadi rekan yang baik." Lanjut Kenan kemudian menjabat tangan satu persatu para investor, dan langsung disambut hangat oleh mereka.


🍀🍀🍀


Ya wanita muda tersebut adalah Disti, Disti tampak menghempaskan semua barang-barang miliknya yang ada di meja riasnya, lalu berteriak histeris, kilat kemarahan dan kebencian terpancar di matanya, Disti melihat dirinya di cermin lalu menyeringai jahat.


"Tenang aja Calista, aku akan berusaha mengeluarkanmu dari penjara itu, kalaupun aku tidak bisa membebaskan mu aku akan melenyapkan orang yang sudah berani-beraninya melakukan ini semua kepadamu." Ucap Disti sudah sangat emosi wajahnya memerah karena menahan kekesalannya.


Disti mengabil ponselnya lalu menghubungi seseorang.


📞 "Segera siapkan semuanya, sudah saat saya keluar dari tempat persembunyian ini !" Seru Disti saat seseorang menjawab telponnya.


Setelah mengatakan itu Disti langsung memutuskan sambungan teleponnya, Disti memakai pakaian serba hitam tak lupa juga ia mengenakan masker kemudian keluar dari kamarnya menuju garasi, ia langsung mengendarai sebuah motor sport hitamnya dengan helm full face nya.


Disti dengan amarah yang menyeruak, ia mengendarai motornya menuju ke sebuah gedung tua, disana ia bertemu dengan seseorang yang bertubuh tegap dan besar, Disti menerima sebuah senjata.


"Apa ini dapat diandalkan ?" Tanya Disti memeriksa senjatanya.


"Iya nona, bahkan senjata ini tidak mengeluarkan suara yang nyaring jika di gunakan, sehingga memudahkan Anda untuk bersembunyi." Jelas Laki-laki bertubuh besar tersebut.


"Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu, tapi tetap perintahkan anak buah kamu untuk mengawasiku, jika aku gagal kamu dan anak buah kamu yang akan turun langsung." Seru Disti lalu meninggalkan tempat tersebut menuju ke gedung D&KA Group.


🍀🍀🍀


Setelah rapat berakhir Kenan kembali keruangannya, Kenan melonggarkan dasinya lalu mendudukkan dirinya di sofa menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa sambil menengadah keatas dengan mata terpejam. Kenan terus memikirkan istri dan anaknya yang entah kemana.


"Apakah aku harus menghubungi ayah siapa tau aja ayah tau keberadaan Diva dan Khay ?" Kenan bermonolog sendiri lalu mengeluarkan ponselnya tanpa mengubah posisinya.


"Tapi jika Ayah tau pasti ayah sudah menghubungi ku dari kemarin." Kenan kembali bermonolog kemudian memperbaiki posisi duduknya.


"Apa aku hubungi ayah Fikram ?" Gumam Kenan, namun lagi-lagi ia mengusap wajahnya kasar, ia tidak mungkin menghubungi mertuanya, saat ini mertuanya pasti sangat membencinya setelah mengetahui ke salah pahaman ini.


"Belum ada informasi mengenai Diva dan Khay ?" Tanya Sarla yang tiba-tiba duduk di depan Kenan.


Kenan hanya mengangguk sebagai jawabannya.


"Kenapa kamu tidak coba mencarinya di kota Z, siapa tau aja Diva kembali ke kotanya !" Usul Sarla.


"Tapi kata suruhan pak Anton Diva samasekali tidak pernah kesana, mereka sudah mematai-matai di sekitaran rumah mertuaku juga rumah orangtuaku." Jelas Kenan.


"Kalaupun Diva kesana orangtuaku pasti sudah mengetahui semuanya, dan sudah menghubungi ku dari kemarin-kemarin." Tambah Kenan.


"Kenapa tidak coba hubungi kakaknya aja, pasti dia tahu dimana Diva berada." Seru Sarla.


"Aku sudah menghubunginya, namun sama sekali tidak ia jawab, bahkan kata suruhan Pak Anton kak Arka juga tidak ada jejaknya begitupun dengan istri dan anaknya." Jelas Kenan.


"Lebih baik sekarang kamu ke kota Z, cari tau sendiri kebenarannya bisa saja orangtua dan mertuamu kompak menyembunyikan Diva dari kamu." Lagi-lagi Sarla memberikan usulan.


"Baiklah kamu harus menambah tetap bekerja disini untuk membantu pak Anton menghendel semuanya !" Seru Kenan lalu beranjak dari duduknya.


"Seenaknya aja loh nyuruh-nyuruh gue nambah kerjaan gue, sesuai perjanjian kita saya hanya bekerja sampai semuanya terselesaikan, gue juga punya kehidupan, bahkan calon suamiku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan ku, gue harus balik ke Singapore." Protes Sarla.


"Ya sudah balik aja sana, gue tidak akan memberikan apapun, bahkan hadia pernikahan yang sudah kau list tidak akan ada yang terwujud." Ancam Kenan.


"Dasar...!!" Seru Sarla lalu mendahului Kenan keluar dari ruangan tersebut.


Bersambung.......


Author balik lagi meminta LIKE, KOMENTAR VOTE, terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️