
" Yank...."
" Diva...."
Teriak Kenan dan Rafa bersamaan saat melihat Diva menabrak dinding beton pembatas podium penonton.
Kenan langsung berlari tanpa melihat sekitarnya, bahkan Kenan sempat tersandung dengan trotoar.
Kenan segera memangku kepala Diva, Helm diva sudah terlepas saat diva terjatuh, mungkin Diva lupa mengunci helmnya.
Kini Diva sedikit membuka matanya ia melihat Kenan, Kenan terus menggenggam tangan Diva.
" Ke...ke..nan. " ucapan diva terbata-bata, dengan darah yang keluar dari mulutnya, darah juga terus mengalir dari kepala bagian belakang Diva.
" Kamu harus bertahan yank, kamu tidak boleh meninggalkan aku Yank. " Ucap Kenan membawa Diva kepelukannya.
Diva tersenyum dalam pelukan Kenan, perlahan tangan Diva terlepas dari genggaman Kenan, dan tak sadarkan diri.
Kenan yang merasa tangan Diva terlepas dari genggamannya, ia segera melepas pelukannya, melihat kearah Diva.
Tak lama ambulance datang, karena tadi Tio sudah menghubungi pihak rumah sakit terdekat.
niu....niu...niu.... ( Anggap itu suara ambulance readers 😊 ).
Didalam ambulance Kenan tidak pernah melepas genggaman tangannya, dan sesekali mencium tangan istrinya itu.
sesampainya di rumah sakit Diva langsung dilarikan masuk keruang ICU, tanpa Kenan melepaskan tangan Diva.
saat sampai depan ruangan ICU Kenan tidak di izinkan untuk masuk oleh suster.
Kenan duduk bersandar dipintu depan ruangan ICU, dengan penampilan yang sangat kacau, baju Kenan dipenuhi dengan darah, dan air mata yang turus saja keluar.
Tak lama Arka datang bersama dengan Vara kekasihnya, Karena Rafa tadi sudah mengabari, kebetulan tadi Arka bersama dengan Vara.
Rafa yang sedari tadi duduk dikursi tunggu, melihat Arka datang ia langsung berdiri, karena ia melihat Arka sangat marah.
Sedangkan Kenan hanya duduk bersandar dipintu dengan tatapan kosong kedepan. Arka yang melihat Kenan mengepalkan tangannya, segera menarik kerah baju Kenan agar berdiri.
Arka langsung mendaratkan satu pukulan diwajah lebam Kenan bekas pukulannya tadi pagi.
Kenan yang dipukul hanya diam dengan tatapan kosong, ia tidak lagi merasakan sakit, walau wajah Kenan kini babak belur, Kenan hanya terus memikirkan keadaan istrinya.
Rafa yang melihat Kenan hanya terdiam, ia segera menarik lengan Arka, membawanya duduk dikursi tunggu.
" Ini semua gara-gara kamu be****k. " Ucap Arka geram menjuk Kenan sebelum ia duduk.
Vara terus mengusap punggung Arka, berusaha menenangkannya, karena ia juga kasian melihat Kenan.
Di sisi perusahaan pak Salman.
Pak Salman nampak sibuk di meja kerjanya, dengan berkas yang menumpuk.
Tok ..tok...
" Apa kamu sudah menemukan bukti-bukti yang saya minta ?" Tanya pak Salman ketika melihat asistennya yang berada di depannya.
" Sudah pak " Jawab pak Anton sambil memberikan amplop coklat.
pak Salman tanpak menyeringai setelah membaca isi amplop tersebut.
" Bener dugaan gue, dia berusaha menghancurkan Hubungan Kenan dan istrinya, ia berniat membalas sakit hatinya." Ucap pak Salman.
" Apa kamu sudah mengurus semuanya ?" Tanya pak Salman.
" Sudah pak, nona Sarla dan suruhannya, sudah ditangani oleh pihak yang berwajib Pak. " Jawab pak Anton.
" Tapi..." Tampak pak Anton mengantungkan ucapannya.
" Tapi apa ?" Tanya pak Salman menatap tajam kearah asistennya.
" Sepertinya orangtua nona Sarla akan berusaha membebaskan putrinya dengan jaminan Pak. " Jawab pak Anton.
" Kamu segera hubungi pengacara Jhon, untuk mengurus semuanya, pastikan ia tidak bisa bebas dengan jaminan apapun. " Ucap pak Salman.
Drrtt...Drrtt...
tiba-tiba ponsel pak Salman berdering tanda panggilan masuk, ia melihat bahwa besannyalah yang menghubunginya.
📞 " Assalamualaikum. " Ucap pak Salman
📞 " Man bisakah kau kekota Z sekarang, karena hari ini aku tidak dapat untuk kembali hari ini. " Ucap pak Fikram langsung to the poin tanpa menjawab salam besannya, dari suaranya, ia terdengar sangat khawatir.
📞 " Kamu tentang dulu Fik, memangnya ada apa ?" Tanya pak Salman.
📞 " Diva kecelakaan. " Jawab pak Fikram.
📞 " Baiklah sekarang juga aku kesana. " Ucap pak Salman.
setelah selesai memesan tiket, lewat online,
pak Salman keluar ruangannya dengan terburu-buru, sambil menelpon istrinya segera menyusulnya kebandara.
Karena sudah tidak sempat lagi untuk menjemputnya, karena jaraknya lumayan jauh, sedangkan penerbangannya 1 setengah Jam lagi.
Di rumah sakit
Kini Kenan sudah mengganti pakaiannya, karena tadi Rafa keluar untuk membelikannya pakaian ganti, Rafa juga sudah menceritakan permasalahan Kenan dan Diva kepada Arka, dan hal itu mbuat Arka sedikit lebih tenang, walaupun ia, belum sepenuhnya percaya karena ia belum melihat bukti.
sudah 2jam lebih dokter juga belum keluar, Kenan bahkan belum menyentuh makanan apapun, bahkan ia mengabaikan kopi yang dibeli Rafa tadi untuknya.
" Bagaimana keadaan istri saya dok, tanya Kenan memegang kedua bahu dokter itu, setelah melihat dokter itu keluar.
" Dia membutuhkan darah dengan golongan B, kebetulan stok kami tidak tersedia. " ucap dokter yang bernama tag Rian.
" ambil darah saya saja dok, saya kakaknya. " Ucap Kenan.
" Tapi Ka, bukannya golongan darah kamu AB ?" ucap Vara.
" Ambil dara aku saja dok, golongan darah aku B. " Sahut Rafa.
" Baiklah silahkan anda ikut kami. " Jawab dokter Rian.
Satu jam kemudian Ayah Salman dan Bunda Vivian datang dengan di ikuti Ray, dibelakang mereka. Tadi pas ayah Salman sampai depan kantor, ia bertemu Dengan Ray bersama papanya, untuk membahas soal kerjasama mereka.
ayah Salman menceritakan soal yang dialami Diva, Ray yang mendengar, meminta izin untuk ikut kekota Z, dan langsung memesan tiket.
bertepatan kedatangan mereka Rafa juga keluar dari ruang transfusi darah.
Pak Salman langsung duduk disamping Arka, sambil mengusap punggungnya supaya ia sabar.
Bunda Vivian langsung memeluk putranya yang terlihat sangat memprihatikan, dengan penuh luka diwajahnya, dan raut kesedihan dari matanya.
Ray mendekati sahabatnya, mengusap punggungnya.
" Sabar bro, dia wanita yang kuat. " Ucap Ray memberi semangat.
" Bunda semua ini gara-gara saya aku Bun, aku tidak bisa menjaganya, aku hanya buat dia sakit Bun. " Ucap Kenan menangis dalam pelukan bundanya.
" Aku takut dia akan meninggalkanku Bun. " Ucap Kenan dengan suara yang begitu serak akibat menangis. Tubuh Kenan luruh kelantai, dan membenamkan wajahnya dipangkuan bunda Vivian.
Ray yang melihat sahabatnya yang begitu hancur, ikut duduk didekat sahabatnya itu, ia segara merangkul punggung sahabatnya.
Dokter keluar dari ruangan ICU, dimana diva dirawat sedari tadi siang hingga sore.
Kenan langsung berdiri dan memegang kedua bahu dokter itu.
" Bagaimana keadaan istri saya dokter ?" Tanya Kenan kepada dokter Rian yang baru saja keluar.
Dokter Rian tampak menundukkan wajahnya sejenak, kemudian beralih menatap semua yang ada didepan ruang ICU.
" Dokter apa yang terjadi dengan adik saya ?" Tanya Arka sudah sedikit emosi.
" Dokter tolong jelaskan bagaimana keadaan menantuku. " Sahut ayah Salman.
" Maaf Pak, kami sudah berusaha sebaik dan semampu kami, tapi Allah berkehendak lain. " Jawab dokter Kenan, dengan sedikit rasa bersalah.
Bonus Visual
Kenan saat menagis dengan keadaan Diva.
Kesedihan Arka.
Rafa
*Bersambung.....
jangan lupa
like
coment
Vote
😭😭😭😭
🙏🙏🙏🙏🙏*