Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 51 Season 2


Diva, bunda Vivian, bunda Hani, beserta Vara kini sudah berada dalam perjalanan. Mobil Vara tampak berjalan dengan kecepatan sedang membela ke macetan kota Z. Mereka memutuskan untuk tidak menggunakan sopir. Sekitar 40 menit mobil yang mereka tumpangi sudah tiba di rumah sakit, kemudian mereka masuk berjalan beriringan, menuju ruangan dimana Hera di rawat, setelah sebelumnya Diva bertanya pada recepsionis. Dari kejauhan Diva melihat Rafa baru saja keluar dari sebuah ruangan dengan wajah lesuh, dengan pakaian lusuh.


Plaakkkk....Plaakkkk....


Diva langsung memegang lengan Rafa lalu menamparnya dengan sangat keras hingga membuat kedua pipi Rafa memerah bahkan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.


"Diva...." Pekik Bunda Hani, Bunda Vivian, dan Vara bersamaan saat Diva menampar laki-laki yang selama ini yang Diva anggap sebagai saudaranya.


"Dia pantas mendapatkan ini Bun, Kak, dia sudah menjadi laki-laki pengecut !" Ujar Diva memerah karena sudah sangat emosi.


Sedangkan Rafa hanya diam menunduk pasrah mendapatkan perlakuan Diva kepadanya, bahkan dara yang keluar dari sudut bibirnya ia biarkan saja menetes mengenai dagunya.


"Apa kau belum bisa menerima Hera di hatimu, apakah kau belum bisa menerima kepergian Sisi, apakah perasaan kamu masih ada buat Sisi, Hah ? Jika benar seperti itu lebih baik kamu mati saja untuk menyusulnya, kenapa pada saat kamu mencoba menyusulnya kamu mesti selamat, jika hanya kau menyakiti perasaan wanita lain, bahkan karena kebodohan mu, ia harus menanggung penderitaan saat ia mengandung anakmu." Diva semakin berontak, sambil memegang kerah kaos yang di kenakan Rafa.


"Maafkan aku Div, kamu benar aku tak pantas untuk berada di dunia ini yang sudah memberi luka mendalam kepada seorang wanita yang tulus mencintaiku, sekali lagi maafkan aku." Lirih Rafa menunduk tak terasa air matanya menetes, sehingga mengenai tangan Diva yang masih memegang kuat kerah kaos Rafa.


"Harusnya kamu memang sudah tiada, dan satu lagi jangan meminta maaf kepadaku, minta maaflah kepada Hera, wanita yang selama ini banyak menerima luka yang kau berikan !!" Diva mendorong keras tubuh Rafa, sehingga bahu Rafa terbentur di dinding. Diva masuk keuangan di mana Hera dirawat intensif, sedangkan kedua Bunda dan juga Vara menunggu di depan ruangan tersebut, karena tidak boleh lebih dari satu orang masuk kedalam.


"Raf, maafin sikap Diva ya nak, kamu tahukan sikap dia seperti apa !!" Ujar Bunda Hani mengusap punggung Rafa.


"Aku pantas mendapatkan ini Bun, aku benar-benar gagal menjadi pria yang bertanggung jawab." Sahut Rafa lesuh menundukkan wajahnya.


"Enggak kamu pria yang bertanggung jawab, hanya saja kamu masih larut dalam masa lalu, cobalah kamu lanjutkan hidup kamu, pikirkan masa depan kamu, apalagi saat ini ada seorang anak yang sangat membutuhkan mu, dia tidak hanya membutuhkan tanggung jawab, ataupun materi semata, tapi anak kamu juga membutuhkan keluarga yang hangat saling mencintai dan menyayangi satu sama lain." Ucap bunda Hani sedikit memberikan kecerahan untuk Rafa.


"Iya Bun, Terimakasih sudah memperhatikan ku." Lirih Rafa.


"Ya sudah selanjutnya kamu perbaiki kesalahan yang telah kamu buat kepada istrimu, cobalah beri ruang untuknya di hatimu, aku yakin Hera perempuan yang baik dan tulus." Lanjut Bunda Hani dan hanya di jawab anggukan oleh Rafa.


🍀🍀🍀


Di Singapore


Tampak Kenan baru saja keluar dari ruang pertemuannya dengan beberapa klaiyen, Kenan dan Noval jalan beriringan menuju di mana mobilnya terparkir.


"Nov, apa ada hotel yang dekat dari gedung yang akan di jadikan Office kita nanti ?" Tanya Kenan setelah keduanya sudah berada dalam mobil.


Noval yang tadinya akan menjalankan mobilnya, ia berhenti dan beralih kepada Kenan yang saat ini duduk di sampingnya.


"Kenapa emangnya ?" Noval malah balik bertanya, karena setaunya apartemen yang Kenan tempati sekarang adalah apartemen miliknya sendiri, dan tidak terlalu jauh juga dari gedung Office mereka nanti.


"Saya mau pindah ke hotel, saya tidak suka jika ada yang menggangguku." Sahut Kenan yang membuat Noval jadi tambah bingung.


"Mengganggumu ?" Noval masih terus bertanya dengan ekspresi bingungnya.


"Iya." Sahut Kenan kemudian Kenan menceritakan masalah Calista, dan kecurigaannya dengan wanita itu kepada Noval.


"Bagaimana jika kamu tinggal di apartemen saya saja !" Usul Noval.


"Enggak Nov, saya tidak mau merepotkan orang lain, lebih baik saya tinggal di hotel saja." Tolak Kenan.


"Saya tidak merasa direpotkan sama sekali, lagian apartemen saya masih ada kamar kosong, lagian jarak dari gedung Office juga tidak terlalu jauh." Ujar Noval.


"Sekarang kita ke apartemen kamu, kita ambil semua barang-barang hari ini juga, lebih baik lebih cepat !!" Lanjut Noval kemudian langsung menjalankan mobilnya.


"Tapi Nov, ak....


"Tidak ada tapi-tapian pak bos !" Sargah Noval.


Kenan pun terpaksa menyetujuinya, ia akan tinggal di apartemen Noval, ia tidak mau satu apartemen dengan Calista, bahkan unit mereka berada di lantai yang sama.


Sekitar hampir 30 menit mobil yang di kendarai Noval tiba di basemen apartemen tempat tinggal Kenan, keduanya langsung masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lantai dimana unit Kenan berada.


Saat Kenan dan Noval akan keluar dari lift, tiba-tiba Calista ada di hadapan mereka besama dengan Reni sekertarisnya, sepertinya Calista baru akan turun ke bawah.


"Pak Kenan kebetulan sekali, kita ketemu kembali." Saapa Calista.


"Iya." Sahut Kenan singkat lalu melanjutkan langkahnya, di ikuti Noval.


"Permisi." Ucap Noval saat berlalu di depan Calista, sedangkan Calista hanya tersenyum yang terkesan di paksakan.


Calista terus menatap kepergian Kenan, ia akan bertekad akan melancarkan aksinya besok, ia tak mau mengulur-ulur waktu lagi.


"Jadi wanita yang tadi di depan lift, itu wanita yang kamu ceritakan ?" Tanya Noval menutup koper milik Kenan.


"Iya." Sahut Kenan memasukkan laptopnya ke dalam sebuah ransel, yang biasa ia gunakan menyimpan barang-barang pentingnya.


"Sepertinya dia bukan wanita biasa, terlihat jelas dari penampilannya." Tebak Noval mendudukkan dirinya di Sofa.


"Iya sekarang dia sebagai wakil CEO di salah satu perusahaan Fashion terkenal di negara kita milik orangtuanya." Jelas Kenan.


"Emmm...." Noval mengangguk-anggukan kepalanya.


"Ya sudah ayo kita pergi dari sini, sebelum ke apartemen kamu, kita makan siang terlebih dahulu !!" Ajak Kenan menyeret koper miliknya, dan juga menyelampirkan ranselnya di bahu kirinya.


Keduanya pun meninggalkan apartemen milik Kenan menuju ka salah satu restoran untuk mengisi perut mereka karena sudah lewat waktu makan siang, tapi mereka sama sekali belum makan siang.


Mereka memilih restoran yang tak jauh dari apartemen milik Kenan, hanya butuh waktu sepuluh menit perjalanan.


Saat menunggu pesanan mereka datang, Kenan maupun Noval berbincang santai, tapi di tengah-tengah obrolan mereka tiba-tiba ponsel Kenan berdering tanda panggilan masuk, dan jelas terlihat di layar ponselnya kalau Diva lah yang menelponnya.


📞 "Assalamualaikum Yank." Ucap Kenan setelah menjawab panggilan dari istrinya.


📞 "Walaikumsalam, kamu dimana?" Tanya Diva.


📞 "Lagi di resto yank bareng Noval, baru mau makan siang." Jelas Kenan.


📞 "Ini udah jam berapa, kenapa baru makan siang ?"


📞 "Iya soalnya tadi aku sama Noval ke apartemen dulu yank, buat beres-beres sin barang-barang aku."


📞 "Beres-beres, maksudnya apa ?


📞 "Iya soalnya di apartemen kita ada bakteri.


📞 "Bakteri, maksudnya apa sih by' ?"


📞 "Ada si patrner bisnis kamu Yank." Sahut Kenan.


📞 "Maksudnya Calista ?


📞 "Emmm...


📞 "Kok bisa, terus kamu pindah kemana ?"


📞 "Enggak tahu juga Yank, Tau-taunya dia ada di sini, aku pindah ke apartemen Noval." Jelas Kenan.


📞 "Oh, kapan pulangnya ?


📞 "Aku belum bisa pastikan yank, doankan saja kerjaan aku di sini cepat selesai, Ok !! Oh iya keadaan Hera bagaimana ?"


📞 "Dia masih belum sadarkan diri by'."


📞 "Semoga cepat sembuh, terus kamu kapan balik ke kota Xx ?


📞 "Kurang tau juga sih by', lagian si bakteri juga ada di sana kan, jadi pekerjaan aku bisa libur juga dong."


📞 "Ya sudah, kamu di sana aja dulu, nanti kalau aku pulang, aku kesana dulu, baru kita bareng-bareng ke kota Xx. !! Ujar Kenan.


📞 "Iya, kamu hati-hati di sana ya by', aku jadi khawatir sama kamu, kalau si bakteri ada di sana."


📞 "Kamu enggak usah mikirin dia yank, dia enggak akan bisa macam-macam sama aku, ya sudah kalau gitu entar malam aku telfon lagi ya, soalnya aku sama Noval mau makan dulu, pesanan kita sudah datang, Miss you sayang."


📞 "Miss you to by'.


Sambungan telepon merekapun terputus, Kenan melanjutkan makan siangnya.


Bersambung...


Budayakan like, Komen, juga vote, jika ikhlas berikan juga sedikit tip nya 🤭🤭🤭


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️