Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 127 Season 3 (Next Generasi)


Rendra dan Nendra yang di tugaskan Kenan untuk menemani Enzy di apartemen tempat tinggalnya sekarang, merasa terusik dengan suara di luar, Rendra beranjak dari tempat tidurnya.


"Mau kemana ?" Tanya Nendra serak khas bangun tidur, dengan mata masih setengah terbuka.


"Itu diluar ada suara." Jawab Rendra setengah berbisik.


Nendra terdiam sejenak lalu mendengar suara yang dimaksud Rendra.


"Ayo kita lihat !" Ujar Nendra.


"Lah ayo, buruan bangun !" Sahut Rendra menepuk lengan saudara kembarnya itu.


Keduanya keluar kamar dengan mengendap-endap, tanpa menyalakan lampu, saat tiba di ruang tamu, saudara kembar itu saling berpandangan.


"Enzy, ngapain jam segini belum tidur ?" Tanya Rendra kemudian menyalakan lampu, lalu ikut duduk bersama Enzy.


"Kita kirain apa tadi, ngapain sih ?" Gerutu Nendra juga ikut bergabung, namun Nendra membaringkan tubuhnya di sofa panjang yang ada di sana.


"Aku merasa lapar tadi, makanya kebangun." Jawab Enzy santai sambil memperhatikan video di ponselnya.


"Terus kenapa kamu belum tidur lagi setelah makan ?" Tanya Rendra.


"Aku udah gak bisa tidur." Sahut Enzy masih tak beralih dari ponselnya.


"Ckk...Ngapain sih Nzy, masih melihat video itu ? Lebih baik kamu tidur sekarang, ingat kondisi kamu !" Seru Nendra menimpali.


"Apa yang kalian lakukan di sini, lebih baik kalian berdua tidur aja lagi sana, bentar lagi aku juga akan tidur." Enzy malah mengabaikan perkataan Nendra.


"Nzy, jika semua yang kamu lakukan itu untuk Khay...


"Iya tentu, ini semua demi orang yang aku cinta Rend, kalaupun nantinya dia membenciku karena sudah meninggalkannya." Enzy menyela ucapan Rendra.


"Khay tidak akan pernah membencimu, Nzy." Sahut Nendra di angguki Rendra.


"Tapi aku merasa dia akan membenciku setelah ini." Sahut Enzy mentap sendu kedepannya.


"Nzy.." Ucap Rendra.


"Iya Rend, karena Khay sangat membenci kata pisah dari seseorang yang ia cintainya, karena kata pisah itulah Khay sampai menutup hatinya untuk Sita dulu." Ujar Enzy matanya mulai berkaca-kaca.


"Tidak Nzy, percaya sama kita, kita ini sudah sangat mengenal Khay lebih dari kamu, Khay tidak akan membencimu, mungkin Khay membenci kata itu, tapi jika terhadap dirimu ia tidak akan sampai menutup hatinya untuk kamu kembali lagi, cerita Sita sama kamu itu beda Nzy, Sita mungkin orang yang pernah ia cintai, tapi aku yakin cintanya Khay kepadamu lebih dari saat ia mencintai Sita dahulu, apalagi ikatan kalian lebih kuat dari masa lalunya itu." Ucap Nendra panjang lebar.


"Aku setuju dengan apa yang dikatakan Nendra Nzy, percayalah !" Sahut Rendra mengiyakan apa yang dikatakan saudaranya itu.


"Kalian pergilah tidur, karena kalian harus membantuku besok !" Seru Enzy.


"Sebenarnya, aku tidak ingin membantumu, tapi karena mengingat aku di tugaskan oleh tuan Kenan yang terhormat maka aku dengan sangat terpaksa membantumu." Ujar Rendra sedikit candaannya untuk menghibur Enzy, karena melihat wanita itu sangat stres akhir-akhir ini, Rendra juga takut terjadi sesuatu dengan kandungannya.


"Apa kamu sudah tidak ingin menjadi sahabatku sekarang ?" Tatapan tajam yang Enzy perlihatkan.


"Sudah terlambat jika berhenti menjadi sahabatmu sekarang." Ujar Rendra menampilkan cengirannya.


"Terimakasih banyak, kalian selalu ada di saat aku terpuruk seperti ini, kalian bukan hanya sahabatku, tapi juga saudaraku." Ucap Enzy tersenyum.


"Sama-sama, kamu tidak perlu berterimakasih karena sudah seharusnya kita selalu seperti ini, iya nggak Nend." Ujar Rendra lalu beralih pada saudaranya.


"Ya elah, dia malah ketiduran." Ucap Rendra jengah mendapati Nendra sudah tertidur di sofa itu.


"Nzy, jika tiba giliranku butuh bantuan, jangan lupa untuk membantuku juga." Lanjut Rendra.


"Itu pasti." Sahut Enzy.


"Ya sudah sekarang kita kembali tidur, jangan lupa besok kita harus berhasil, karena aku tahu kamu pasti sudah sangat merindukan suamimu itu." Ujar Rendra beranjak dari duduknya.


"Sok tahu lu !" Sahut Enzy juga ikut beranjak.


"Jangan lupa bangunkan Nendra, jangan sampai ia tertidur di sini." Lanjut Enzy lalu ia berjalan lebih dulu untuk masuk ke kamarnya.


"Biarkan saja ! Dia sangat sulit dibangunkan jika sudah seperti ini." Sahut Rendra berjalan meninggalkan Nendra tertidur sendirian disana, tak lupa Rendra mematikan lampu di ruangan tersebut.


...----------------...


Priska, Doni, juga Leo berjalan beriringan keluar dari kelas sambil membicarakan Khay, mereka berencana untuk mengunjungi Khay yang sudah beberapa hari ini tidak masuk kampus.


"Tidak ! Khay tidak bisa seperti ini terus, kita harus membantunya." Ucap Priska kepada kedua sahabatnya.


"Hay Pris..." Sapa Enzy datang menghampiri saat ketiganya baru saja akan menuruni tangga lobi.


"Enzy, ada apa ?" Tanya Priska sedikit dengan keterkejutannya saat melihat Enzy yang kini berada di hadapannya.


"Sudah cukup lama aku tidak menemuimu Pris, apa kabar ?" Tanya Enzy dengan nada santainya seprti biasa.


"Aku baik-baik saja, kamu sendiri bagaimana ?" Tanya Priska balik.


"Pris, kita duluan ya, kita ketemu disana aja nanti." Ucap Doni, pasalnya Doni menyalahkan Enzy yang telah pergi meninggalkan sahabatnya, padahal Enzy jelas-jelas tahu kalau Khay hanya di jebak, karena Doni juga Leo belum mengetahui sifat asli dari Priska.


Enzy menatap kepergian Doni dan Leo acuh, Enzy mengerti kenapa kedua pria itu bersikap dingin padanya, bahkan tak menyapanya seperti biasa.


"Nzy, kupikir kamu harus mempertimbangkan kembali dengan keputusanmu untuk berpisah dengan Khay." Ucap Enzy.


"Apa kamu benar-benar berpikir seperti itu ?" Tanya Enzy menaikkan sebelah alisnya.


"Apa maksudmu ?" Tanya Priska mulai curiga Enzy sudah mengetahui semuanya.


"Jika, aku meminta maaf dan meminta untuk kembali, apakah Khay akan memaafkanku dan mau menerima ku kembali." Ujar Enzy.


Priska tampak menghela nafasnya.


"Aku memang sudah memperingatkan mu sebelumnya, untuk berpikir hati-hati tentang mengambil keputusan berpisah." Ucap Priska menjeda ucapannya.


"Sepertinya terlambat untuk menyesal sekarang." Lanjutnya.


"Pertama, Khay tidak bisa melupakannya, dan sekarang dia sudah lebih baik dari sebelumnya." Ucapnya lagi.


Sedangkan Enzy hanya diam mengangguk-angguk mendengar semua ocehan Priska tanpa ingin menyelanya.


"Dan seandainya kamu ingin kembali lagi padanya....." Priska mengehentikan ucapanya, Priska bersedekap dada melihat ke arah lain.


"Teruskan !" Seru Enzy.


"Sebaiknya aku tidak mengatakannya."


"Katakan saja ! Karena tidak akan ada yang bisa menyakitiku selain daripada aku sendiri." Ujar Enzy.


Priska tersenyum miring mendengar ucapan Enzy.


"Dia bilang, kalaupun kamu meminta atau memohon untuk kembali, Khay tidak akan lagi mau melihatmu." Kata Priska.


Enzy mengaguk-anggukkan kepalanya sambil memajukan bibir bawahnya.


"Sungguh Khay bilang begitu ?" Tanya Enzy memastikan.


"Aku mendengarnya dengan telingaku sendiri." Jawab Priska sangat percaya diri.


"Bagaimana jika aku tidak mempercayaimu." Sahut Enzy menaikkan sebelah alisnya.


"Tidak apa-apa jika kamu tidak mau mempercayaiku, Nzy, tapi asal kamu tahu, sahabatku itu bukanlah orang bodoh, kamu telah menyakitinya begitu kejam, apa kamu pikir dia akan memaafkanmu dengan begitu mudah ? Kamu bahkan jatuh dalam rencana licik Sita, aku berpikir kalau Khay tidak ingin terluka lagi...." Ucao Priska panjang lebar lalu menjeda sejenak ucapannya.


"Maaf, jika aku harus mengatakan yang sebenarnya." Lanjutnya.


"Aku mengatakan ini, bermaksud untuk kebaikan kalian berdua." Tambah Priska.


"Baik dengkulmu." Bentak Enzy mulai emosi mendengar semua ucapan busuk wanita di hadapannya itu.


Priska terkejut mendengar Enzy membentaknya.


"Enzy, ada apa denganmu ?" Ujar Priska.


Enzy maju lebih dekat lagi pada Enzy, lalu mencengkram kuat lengan Priska hingga membuatnya meringis.


"Ternyata kau lebih buruk dari yang ku kira." Ucap Enzy dengan wajah memerahnya karena emosi yang mencuak, yang sejak tadi ia tahan.


"Apa-apaan, Nzy ? Kau marah dengan suamimu, dan sekarang kau juga menyeret ku masuk kedalam masalah kalian, dan mengataiku seperti itu." Ujar Priska masih berpura-pura tidak mengerti dengan semuanya.


"Ternyata, selain munafik, kau juga penuh dengan omong kosong rupanya ?" Ujar Enzy.


"Aku benar-benar bodoh, karena sudah mempercayai semua omong kosongmu selama ini." Tambah Enzy mendorong bahu Priska hingga Priska hampir saja terjatuh dari tangga.


"Enzy, kau sudah sangat keterlaluan." Seru Priska.


"Keterlaluan ? Membayar preman untuk menyetubuhi anak pelajar SMA apa itu tidak keterlaluan menurutmu ?" Sargah Enzy.


Priska berubah panik tapi berusaha agar tak terlihat, Priska kembali berpura-pura tidak tau apapun.


"Apa yang kau bicarakan sebenarnya, aku tidak mengerti ?" Ucapnya.


"Berhenti berpura-pura ! Sita sudah mengatakan semuanya padaku, menceritakan semua apa yang telah kau lakukan padanya dimasa lalu." Seru Enzy meninggikan suaranya.


Bersambung........


Maaf jika up hari ini author sedikit terlambat, itu semua dikarenakan Author lagi ada acara kumpul keluarga.


Jangan lupa terus berikan LIKE, jika layak diberikan LIKE menurut kalian, dan juga KOMENTAR, jika ada saran ataupun masukkan dari kalian, dan juga menurut perasaan readers mengenai episode ini, Dan satu lagi VOTE jangan lupa jika memang pantas bisa untuk diberikan VOTE....


Mampir juga ke cerita author berjudul DENDAM MEMBAWAH CINTA....


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...