Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 14 Season 3 (Next Generatoin)


Sinar matahari mulai menampakkan dirinya dari peraduannya, sinarnya menembus masuk ke kamar seseorang, sehingga menerpa wajah tampan pada sosok pria yang tertidur lelap di Sofa.


"Ekmmmm.... Khay menggeliat sambil merenggangkan otot-ototnya yang kaku saat baru bangun tidur.


"Oh sudah pagi ternyata." Khay berbicara sendiri lalu bangun dan duduk menelisik sudut kamarnya.


Sejak menikah Khay baru kali ini ia tidur di kamar, itupun ia tak tidur di tempat tidur melainkan di Sofa. Malam-malam sebelumnya Khay tidur di sofa yang ada di ruang tengah.


"Kemana Enzy, apa dia sudah berangkat ke kampus, tapi masa sepagi ini sih." Khay bertanya-tanya kemana Enzy pergi, pasalnya ia tak melihat Enzy tidur di tempat tidur, dan tidak mungkin juga ke kampus, karena jam baru menunjukkan pukul 7 pagi, pikir Khay.


Khay mencoba untuk ke bawah mencari keberadaan istrinya itu, saat tiba di ruang tengah ia tak menemukannya, bahkan di dapurpun tidak ada, Khay kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang tamu, dan ia melihat Enzy disana sedang tertidur sambil meringkuk.


Khay berjongkok di depan Sofa dimana Enzy sedang tertidur, ia mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Enzy, Khay sejenak menatap wajah lelap wanita yang kini menjadi istrinya itu, Khay merapikan anak rambutnya yang menutupi sebagian wajahnya.


"Kamu cantik Nzy..." Gumam Khay.


Enzy merasa terganggu, dan merasakan deru nafas Khay yang menerpa wajahnya, karena posisi Khay sangat dekat dengannya, perlahan ia membuka matanya, dan betapa kagetkan saat melihat wajah Khay tepat di depannya.


"Kamu sudah bangun ?" Tanya Khay tersenyum.


"Kamu mau ngapain, kamu jangan macam-macam !" Ujar Enzy dengan cepat ia beranjak duduk.


"Aku mau bangunin kamu tadi, ngapain kamu tidur disini ? Entar kamu sakit." Ucap Khay ikut duduk disamping Enzy.


"Apa pedulimu ? Lagian aku tidak butuh perhatian dari kamu." Ucap Enzy sisnis.


"Dengar ya Nzy, aku enggak mau cari ribut sama kamu, niat aku baik buat kamu, aku hanya ingin membangunkan mu, jangan sampai kamu telat masuk kampus, lagian aku juga enggak terlalu peduli soal kamu mau sakit atau tidak, hanya saja jika kamu sakit, bunda pasti akan memarahiku, jadi kamu enggak usah kepedean !" Ucap Khay kesal melihat sikap Enzy yang selalu saja berpikiran negatif terhadapnya.


"Aku harap kamu rubah sikap kamu itu, jangan terlalu membenci seseorang karena bisa saja rasa bencimu itu berubah malah sebaliknya !" Tambah Khay lalu pergi menuju kamarnya untuk bersiap-siap ke kampus.


Sementara Enzy hanya terdiam mencerna baik-baik semua yang dikatakan Khay terhadapnya.


...----------------...


Khay berjalan menuju lapangan sepak bola yang masih berada di area kampus, hari ini Khay ada jadwal latihan, tapi sepertinya ia datang terlambat.


"Sorry gue telat." Ucap Khay duduk di bangku yang berada di pinggir lapangan.


"Tumben kamu telat, enggak biasanya ?" Tanya salah satu teman setimnya.


"Gue ada urusan dulu tadi." Sahut Khay.


"Oh iya Khay bagaimana keadaan kamu sekarang, apa sudah lebih baik ?" Tanya Leo baru selesai berlari mengitari lapangan bareng Doni.


"Emang Khay kenapa ?" Tanya Priska yang juga berada disana.


"Semalam dia mabuk berat." Sahut Doni.


"Enggak biasanya kamu mabuk, ada apa sih sebenarnya Khay ?" Tanya Priska seolah tak percaya.


"Enggak ada apa-apa." Jawab Khay lalu berdiri.


"Kamu mau kemana ?" Tanya Doni.


"Gue mau ke loker, gue mau ganti baju." Sahut Khay lalu berjalan menuju loker dimana pakaian yang biasa ia pakai main bola dia taruh disana.


...----------------...


Di sekolah


Kia dan seorang temannya berjalan menyusuri koridor sekolah menuju parkiran.


"Ki, bagaimana kabar bang Khay ?" Tanya Prilly sahabat Kia disekolah.


"Dia baik kok, akhir-akhir ini dia sibuk berlatih sepak bola, dia juga enggak pernah pulang ke rumah sejak ia pindah ke apartemen." Jelas Kia.


Kia hampir saja terjatuh saat dia tidak sengaja menginjak tali sepatunya yang terlepas.


"Shit.." Umpat Kia, lalu berjongkok mengikat kembali tali sepatutnya yang terlepas. Saat sedang sibuk mengikat tali sepatunya, tiba-tiba saja seorang siswi menabraknya dari belakang, sehingga Kia hampir saja tersungkur kedepan.


"Maaf...Maaf..." Ucap Siswi yang tanpa sengaja menabraknya, lalu bergegas pergi.


"Apa-apaan sih, main tabrak aja, mana langsung pergi gitu aja lagi." Omel Kia Kemudian kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti.


"Ada apa dengannya ? Timpal Prilly bingung melihat siswi itu terburu-buru.


"Kagak tau gue, kagak jelas banget." Sahut Kia kembali berdiri.


"Eh...eh... liat deh ! Apa dia pacarnya ? Gue perhatiin pria itu yang selalu mengantar jemput nya." Prilly menghentikan Kia yang ingin melanjutkan jalannya.


"Ada apalagi sih, apa yang mau diliat ?" Tanya Kia agak kesal.


"Noh... Siswi yang barusan menabrakmu." Jawab Prilly menunjuk kearah parkiran menuju dagunya.


Kia pun mengikuti arah tunjuk sahabatnya itu, dan dia mengernyitkan keningnya.


"Itu sih anak baru itu kan ?" Tanya Kia.


"Iya benar, dia yang menabrak kamu tadi." Jawab Prilly membenarkan.


"Kok dia bisa bareng kak Alex ?" Tanya Kia penasaran.


"Pria yang menjemput siswi baru itu, namanya kak Alex, teman bang Khay juga." Terang Kia sambil memperhatikan siswi itu masuk ke mobil dengan Alex membantunya membukakan pintu mobil.


"Keren juga." Ujar Prilly memperhatikan Alex.


"Siapa ?" Tanya Kia menoleh kearah Sahabatnya itu.


"Kak Alex, tapi lebih keren bang Khay sih." Jelas Prilly, pasalnya dia sangat mengagumi kakak dari sahabatnya itu.


"Berhenti mengagumi kakakku, sekarang dia sudah punya pawang, dan pawangnya itu lebih jauh diatas kamu." Ujar Kia.


"Terserah gue dong, dan jangan lupa janji kamu, kamu kirim foto bang Khay yang terbaru, dan gue teraktik kamu belanja apa saja." Seru Prilly.


Kia benar-benar adek kagak ada akhlak, pasalnya ia sering menjual foto-foto kakaknya kepada teman-teman sekolahnya.


...----------------...


Mobil Mercedes jenis sedan tiba disebuah rumah yang cukup mewah, tak lama orang yang mengendarainya turun, dan ternyata itu adalah Alex dan saudara perempuannya, yaitu siswi yang menabrak Kia tadi.


Saat akan masuk ke rumah, tiba-tiba ponsel Alex berdering tanda panggilan masuk.


"Kamu masuk duluan aja dek ! Aku angkat telepon mama dulu." Ucap Alex.


"Ya sudah kalau gitu aku langsung masuk kamar ya kak." Sahut Sita kemudian masuk kedalam rumah.


📞 "Hallo ma." Sapa Alex setelah menjawab telepon dari mamanya yang berada diluar negeri.


📞 "........


📞 "Kami baik-baik saja, sekarang dia sudah lebih sering keluar kamar.


📞 ".......


📞 "Aku bisa menjaganya ma, mama enggak usah khawatir.


📞 ".......


📞 "Iya, papa mana ma ?"


📞 ".......


📞 "Iya, mama sama papa juga hati-hati, jaga kesehatan kalian.


Setelah mengobrol di telpon, Alex pun masuk ke rumah.


"Katanya mau langsung ke kamar, kenapa langsung nyiapin makanan, apa kamu enggak capek ?" Tanya Alex saat melihat adiknya itu sedang menyajikan roti lapis kesukaan Alex diatas meja.


"Tiba-tiba saja aku malas langsung ke atas tadi kak, sekarang cicipi ini dulu, aku ingin tahu apakah ini enak atau tidak !!" Seru Sita.


"Kalau dilihat dari penampilan sih enak, tapi enggak tahu deh rasanya.


"Makanya buruan cicipin !" Seru Sita lagi.


"Ok, tuan putri." Sahut Alex mengambil roti lapis dan langsung melahapnya.


Alex terdiam menatap adiknya itu dengan tatapan sulit diartikan.


"Bagaimana ?" Tanya Sita penasaran.


Alex masih saja diam, ia masih mengunyah makanan yang ia suap tadi.


"Kak, kok ekspresinya gitu, apa tidak enak ?" Karena melihat Alex meletakkan rotinya kembali, lalu meneguk air yang sudah ia siapkan.


"Tapi aku sudah buat sesuai yang mama ajarkan loh." Tambahnya lagi.


"Ha...ha...ha..." Tawa Alex pecah, melihat ekspresi adiknya, ia berhasil berhasil sudah menjahili adik kesayangannya itu.


"Kak..." Seru Sita kelihatan kesal.


"Ini enak kok, sangat enak persis seperti buatan mama." Ucap Alex masih di sisa-sisa tawanya.


"Kakak nyebelin tau enggak." Ucap Sita cemberut kesal karena kakaknya itu mengerjainya.


"Iya deh, maaf..." Ucap Alex mengajak rambut adiknya itu.


"Sudah ya, jangan ngambek ok, makan gih, entar kalau dingin udah enggak enak." Ujar Alex.


"Emang makanannya dingin kok." Ucap Sita masih merajuk.


"Oh iya, kakak lupa tuan putri, maafkan hamba." Ucap Alex sambil menundukkan kepalanya dengan kedua tangan ia satukan.


Hal itu membuat Sita mengembangkan senyumnya, keduanya pun kembali makan makanan mereka.


"Kakak akan selalu jagain kamu dek." Ucap Alex memperhatikan adik kesayangannya itu makan.


Bersambung.....


Jangan lupa like, Komen, dan Vote.


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️