Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 22


Diva sedang memainkan ponselnya tiba-tiba seorang wanita yang cantik nan anggun masuk keruangan Kenan, Diva hanya tersenyum menanggapi wanita itu dan lanjut memainkan ponselnya, dan sosok wanita itu membuat Kenan kaget dengan kehadiran wanita itu.


" Sarla. " Sahut Kenan saat melihat gadis itu, ternyata ialah Sarla, mantan kekasih nya.


Diva yang mendengar Kenan menyebut nama Sarla, langsung mengalihkan atensinya kearah meja kerja Kenan, dimana Sarla sekarang sedang berdiri.


" Silahkan duduk. " Ucap Kenan mempersilahkan Sarla duduk menunjuk kursi yang berada depan meja kerja Kenan.


" Kamu ada keperluan apa kesini ?" Tanya Kenan to the poin saat Sarla sudah duduk.


" Saya kesini mewakili YOSI FASION Pak Kenan, untuk membicarakan soal kerja sama antara perusahaan Anda. " Jawab Sarla dengan formal.


Kenan yang mendengar jawaban Sarla mengenyitkan keningnya pertanda bingung, karena sekertarisnya belum memberitahunya.


" Kamu keruangan saya sekarang. " Ucap Kenan dengan sekertarisnya, menggunakan telepon yang diatas meja Kenan, yang tersambung langsung dengan Lusi.


tok...tok...tok...


Lusi masuk setelah mengetuk pintu.


" Ada yang bisa saya bantu pak ?" Tanya Lusi.


" Kamu belum memberitahu saya soal pengajuan kerjasama dari YOSI FASSION. " Ucap Kenan kepada Lusi.


" Maaf pak, soal itu saya belum mengatakan karena bapak sibuk dengan acara pernikahan bapak, dan tidak berada di kota xx beberapa hari ini.


" Baiklah, kamu boleh keluar. " Sahut Kenan.


setelah Lusi keluar, Kenan langsung mengalihkan atensinya ke arah Sarla.


" Jadi kerjasama bagaimana yang anda ajukan ke perusahaan kami ?" Tanya Kenan.


Sarla menyodorkan map berwarna hitam ke arah Kenan.


" Ini berkas pengajuan kerjasama kami, anda bisa mempelajari nya dulu, Kami mengajukan kerjasama untuk memasok produk kami ke setiap outlet distro Anda, karena kami melihat kalau distro Anda sangat berkembang pesat, walau anda baru merintis nya. " Ucap Sarla menjelaskan.


Kenan membaca berkas sambil mendengarkan penjelasan Sarla.


" Baiklah bu' Sarla, saya akan mempelajari semua detail permohonan kerjasama anda, setelah saya pelajari, pihak kami akan menghubungi anda secepatnya, untuk membicarakannya kembali. " Ucap Kenan sambil meletakkan map itu di depannya.


" Baiklah kalau begitu kami, tunggu informasi selanjutnya. " Jawab Diva.


" Kalau begitu saya permisi pak Kenan. " Ucap Sarla berdiri, kemudian menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Kenan.


Kenan berdiri menerima uluran tangan Sarla, sedikit tersenyum.


Sarla berbalik untuk segera pergi, namun tiba-tiba Sarla menghentikan langkah kakinya, saat melihat seorang wanita yang juga menatap dan tersenyum kearahnya.


Kenan Berjalan kearah Diva, langsung memeluk pinggang Diva dari samping kemudian tersenyum, melihat Diva menatapnya karena tiba-tiba Kenan memeluk pinggangnya.


" Kenalkan dia istri saya, Bu' Sarla. " Ucap Kenan melihat kearah Sarla memperkenalkan Diva.


Kenan menuntun Diva berjalan kearah Sarla tanpa melepaskan pelukannya.


" Diva. " Sahut Diva mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


" Sarla. " Jawab Sarla menerima uluran tangan Diva, dengan senyum yang dipaksakan.


" Jadi ini istrinya Kenan, gara-gara dia Kenan meninggalkan ku, aku jauh lebih dari segalanya dibandingkan dia, aku akan membuat kalian berpisah. " Batin Sarla dengan tatapan penuh dengan kebenciannya, dengan sepasang pasutri itu.


Tapi sebisa mungkin Sarla menutupi rasa bencinya itu, dengan cara profesional kerjanya.


(Sarla saat menatap tidak suka sama Kenan dan Diva. )



Kenan yang memperhatikan Sarla karena melihat Sarla terus memperhatikan Diva, dengan tak biasa.


Kenan merasa curiga dengan Sarla.


" Baiklah saya permisi pak Kenan dan ibu Diva, semoga kalian selalu bahagia. " Ucap Sarla langsung meninggalkan ruangan Kenan


Setelah Sarla keluar Kenan, langsung duduk di sofa, di ikuti Diva duduk disamping Kenan.


Kenan terus menatap Diva, Diva yang merasa terus di liatin terus membalikkan badannya melihat Kenan.


" Ada apa ?" Tanya Diva kemudian kembali memainkan ponselnya.


Tanpa menjawab pertanyaan Diva, Kenan langsung menarik Diva bersandar di dadanya dan memeluk Diva dari samping.


" wanita yang tad....." Ucapan Kenan terhenti.


" Sarla, mantan kamu ?" Tanya Diva, sebelum Kenan menyelesaikan ucapannya.


" Iya, apa aku harus menerima kerjasama dengan perusahaan nya ?" Kenan menganggukkan kepalanya, kemudian menanyakan pendapat Diva mengenai kerjasama yang di ajukan Sarla.


" Kenapa kamu tanyanya sama aku, aku sama sekali tidak mengerti soal bisnis ?" Tanya Diva.


" Aku percaya sama kamu, Nan, kamu pasti tau mana yang terbaik buat kita. " Ucap Diva memeluk erat pinggang kenan, menyandarkan kepalanya di dada Kenan.



( Anggap aja mereka lagi duduk di sofa gaesss )


" Sebenarnya aku takut Nan, aku takut dia merebut kamu dari aku. " Ucap Diva Masi berada di pelukan Kenan.


" Aku tidak akan pernah buat ninggalin kamu, aku tidak akan membiarkan orang mengambil aku dari kamu, karena aku juga tidak mau kehilangan kamu Yank. " Ucap Kenan mencium pucuk kepala Diva.


" Katanya kamu mau jalan-jalan, aku ganti baju dulu, kamu tunggu sini yank, atau kamu mau ikut juga, tidak masalah, malahan aku suka yank. " Ucap Kenan melepaskan pelukan Diva, beralih menatap Diva, kemudian mengedipkan matanya sebelah.


" Ish... mesum, " cebik Diva.


Kenan segera masuk kakamar yang berada di ruangan Kenan, lima menit kemudian Kenan keluar hanya mengganti kemeja putihnya dengan kaos putih, dan juga sepatu juga ia ganti dengan cats putih.


Kenan dan Diva keluar dari kantor dengan Diva menggandeng lengan Kenan.


mereka tampak sangat serasi ,di tambah pakaian yang mereka kenakan selalu senada, mereka sama sama mengenakan pakaian putih hitam, ditambah Diva sedang mengenakan topi hitam.


Kenan dan Diva sudah sampai di parkiran namun, Diva masuk kembali untuk ke toilet, jadilah Kenan menunggu Diva diparkiran sambil menyandarkan tubuhnya nya di badan mobil, bagian depan.



Kini Kenan dan Diva sedang dalam perjalanan, menuju kepusat perbelanjaan, dikota xx.


Kenan terus menggandeng tangan Diva dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya sibuk mengemudi.


setelah beberapa menit perjalanan mereka sampai di depan pusat perbelanjaan, setelah memarkirkan mobil mereka masuk dengan Diva merangkul lengan Kenan, sedangkan kenan memasukkan tangannya di kantongnya.


Kenan mengenakan masker karena sedang berada di tempat umum.


(saat Kenan berjalan di pusat perbelanjaan)



" Yank kita kemana dulu ?" Tanya Kenan.


" bagaimana kalau kita nonton, habis nonton baru kita makan. " Jawab dalam Diva.


" Baiklah sayang. " Ucap Kenan tersenyum.


Mereka langsung menuju lantai lima, dimana bioskop berada.


setelah sampai mereka langsung menuju tempat tiket.


" Kamu mau nonton apa Yank ?" tanya Kenan sambil melihat-lihat poster film.


" Bagaimana kalau film horor ?" Tanya Diva kembali.


" Kamu berani yank ?" Tanya Kenan sedikit kaget, karena sebenarnya Kenan tidak pernah berani menonton horor.


" Beranilah. " Jawab Diva semangat.


Kenan segera memesan tiket, kebetulan waktu tayang nya segera dimulai, jadi mereka langsung masuk kedalam bioskop.


Setelah filmnya dimulai Kenan hanya terus melihat kearah Diva, Kenan tidak berani melihat arah layar didepannya.


(Saat mereka dalam bioskop, Kenan terus menatap Diva, anggap aja foto ini sedang di bioskop ) 😁😁😁.



kenan menyandarkan kepala Diva dibahunya, sambil menggenggam tangan Diva, sesekali menyuapi Diva dengan popcorn yang ia pegang.


setelah 2 Jam akhirnya filmnya selesai, mereka langsung keluar menuju tempat makan yang berada di lantai tiga.


saat sampai di restoran Kenan maupun Diva memesan makanan karena sudah merasa lapar.


Kenan sesekali menyuapi Diva, dengan makanannya, mereka nampak sangat harmonis, tidak menghiraukan orang-orang disekitarnya.


tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat kebahagiaan mereka dengan tatapan penuh kemarahan dan kebencian, sambil mengepalkan tangannya.


Bersambung...


Jangan lupa


**like


coment


vote


🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏**