
Di saat Khay dan Enzy menyaksikan acara pertunangan Kia dan Kavi lewat video call dengan Raydan, tiba-tiba Khay mendapat telpon dari seseorang yang mengaku klaiyen yang akan bekerjasama dengan club olahraganya, orang tersebut mengatakan kalau saat ini juga meminta Khay agar bertemu di hotel Helios, salah satu hotel berbintang di kota Xx. Tanpa merasa curiga Khay langsung menyetujui ajakan orang tersebut karena orang itu adalah kenalan dari Priska sahabatnya.
"Sayang sepertinya aku harus menemui klaiyen di hotel Helios." Ucap Khay pada istrinya.
"Kamu pergi aja, bukannya itu klaiyen penting !" Seru Enzy tersenyum manis.
"Tapi sayang apa kamu tidak apa-apa ?" Tanya Khay mengkhawatirkan Enzy jika ia tinggal.
"Aku tidak apa-apa Yank, kamu pergi aja, toh disini juga banyak bibi yang bisa aku mintai tolong jika aku butuh sesuatu, jadi kamu tidak usah mengkhawatirkan ku !" Ujar Enzy.
"Ya sudah, kalau gitu aku ganti baju dulu ya sayang." Khay berdiri dari duduknya, kemudian berjalan menuju walk in closed, kebetulan keduanya berada dikamar mereka sejak tadi.
...----------------...
Di hotel
Khay mengedarkan pandangannya sambil menghubungi orang yang menghubunginya tadi, tapi orang tersebut tak menjawabnya, Khay memutuskan untuk masuk dan menunggu di lobi.
^^^β’Khay^^^
^^^"Sayang sepertinya aku sedikit terlambat, soalnya klaiyennya belum juga datang.^^^
Khay mengirimkan pesan untuk istrinya, agar Enzy tak menunggunya jika ia pulang terlambat.
β’Istriku β€οΈ
"Ya, tidak apa-apa, selesaikan saja urusanmu, semoga berhasil yank πͺπͺ
^^^β’Khqy^^^
^^^"Ingat jangan terlalu kelelahan sayang, aku cinta kamu ππ^^^
Saat Khay selesai mengirimkan pesan untuk istrinya, Khay mengedarkan pandangannya tiba-tiba ia melihat Sita berjalan dengan seorang pria yang sepertinya umur pria itu seumuran dengan ayahnya.
Khay mengernyitkan keningnya, pasalnya Khay sama sekali tak mengetahui pria yang bersama Sita.
"Ngapain Sita disini, lalu siapa pria itu ?" Khay bermonolog sendiri sambil terus memperhatikan Sita dan pria bersamanya sampai di depan lift.
"Ehh... bentar ! Kok Sita seperti ditarik gitu ya, apa yang terjadi padanya, jangan-jangan...." Tanpa meneruskan ucapannya Khay langsung menyusul Sita, hingga Khay tiba di lantai lima, saat tiba disana ia melihat Sita ditarik paksa untuk masuk kedalam kamar.
"Lepaskan aku, kau menipuku, kakakku tidak ada disini !" Berontak Sita saat ia dipaksa masuk.
Pria itu terus menarik Sita agar masuk tanpa mendengar Sita yang kini sudah menangis.
"Tolong lepaskan !" Mohon Sita.
Tanpa pikir panjang Khay menghampiri keduanya, menarik kerah baju pria tersebut dari belakang lalu menghajarnya tanpa ampun.
"Apa yang kau lakukan padanya, hah ?" Bentak Khay masih memukuli pria tersebut hingga terjatuh kelantai.
"Siapa kamu, berani sekali kau ikut campur dengan urusan ku !" Pria itu berdiri ingin memukul Khay namun dengan cepat Sita berdiri ditengah-tengah mereka, sampai Sita lah yang terkenal pukulan pria tersebut, menyebabkan pipi Sita membiru.
"Saya mengenalnya, jadi kau tetap diam disitu atau saya akan menghubungi pihak berwajib !" Sahut Khay membawa Sita kebelakangnya.
"Laporkan saja ! Karena saya sudah membayar wanita J***Ng itu." Ujar pria tersebut.
"Tidak kak, dia berbohong mana mungkin aku menjual tubuhku, dia berbohong kak." Ucap Sita memegang lengan Khay dari belakang.
"Apa-apaan ini ? Tanya seseorang pengunjung lain yang tiba-tiba keluar dari kamar.
"Tidak ada apa-apa pak, maaf kami telah menganggu ketenangan bapak, ini hanya ada sebuah salah paham." Ucao pria tersebut, lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Maaf..." Ucap Khay kepada bapak yang keluar dari kamar tadi.
"Tidak apa-apa." Sahut bapak itu kemudian kembali masuk ke kamarnya.
Khay berbalik melihat keadaan Sita.
"Apa kau tidak apa-apa ?" Tanya Khay.
"Tidak ! Kak percayalah aku bukan wanita yang seperti yang pria itu katakan tadi, aku....
"Sudahlah, lebih baik sekarang kamu obati luka kamu !" Sela Khay kemudian ingin segera pergi dari sana, namun tiba-tiba saja Sita jatuh tak sadarkan diri.
"Sita...!" Khay berbalik lalu mengangkat tubuh Sita masuk ke sebuah kamar yang sudah terbuka, kemar yang sepertinya laki-laki pesan tadi.
...----------------...
Di sisi lain, tampak Enzy baru saja keluar dari mobil.
"Pak, bapak tunggu di sini saja, saya hanya sebentar kok !" Seru Enzy pada sopirnya.
"Baik non." Sahut mang Diman.
Enzy memasuki lobi hotel dimana tempat Khay janjian dengan klaiyennya.
^^^β’Sita^^^
^^^"Segeralah datang ke kamar 132, dan lihat semuanya sendiri !!."^^^
"Jadi begini cara bermainmu ?" Ucap Enzy geram melihat pesan yang dikirim Sita padanya.
Karena saat Enzy sedang sibuk menonton drama tadi, tiba-tiba seseorang menghubunginya entah itu siapa, mengatakan kalau ia melihat Khay juga Sita masuk kedalam hotel.
Saat Enzy akan melangkahkan kakinya, Priska juga datang.
"Pris, kau sendiri apa yang kau lakukan disini ?" Tanya balik Enzy.
"Oh...Aku dihubungi klaiyen yang akan bertemu dengan Khay, kebetulan orang ini aku yang mengenalkan Khay padanya, katanya mereka akan membicarakan kerjasama mereka, dan sepertinya Doni juga Leo belum datang, atau aku yang terlambat kali ya." Terang Priska.
"Kamu sendiri disini, ngapain ? Atau kamu ikut dengan suamimu itu, terus dimana dia sekarang ?" Tanya Priska mengedarkan pandangannya mencari sosok Khay.
"Emmm...Tapi sekarang aku tidak melihatnya, soalnya tadi aku ketoilet, pas aku balik kesini, dia sudah tidak disini, aku hubungi dia juga tidak menjawabnya." Jelas Enzy berbohong.
"Baiklah, mari kita cari dia, dasar laki-laki kurang asem, udah tahu istrinya lagi hamil, Mala ditinggal." Gerutu Priska berjalan lebih dulu.
...----------------...
Di kamar
Sita membuka matanya dan melihat Khay duduk di dekatnya di pinggiran tempat tidur.
"Apa kau sudah baik-baik saja ?" Tanya Khay.
"Aku sudah lebih baikkan sekarang." Jawab Sita.
"Syukurlah, kalau begitu biar ku telpon Alex untuk menjemputmu." Ujar Khay lalu berdiri dari duduknya, namun baru saja Khay berdiri, tiba-tiba dengan cepat Sita menariknya karena Khay tak memiliki keseimbangan, Khay terjatuh di atas tempat tidur, lalu dengan cepat Sita naik menindih Khay.
"Apa kakak sangat membenciku ?" Tanya Sita menahan dada Khay dengan kedua tangannya.
"Apa yang kau lakukan ?" Khay baru sadar kalau ia telah ditipu oleh gadis itu.
"Sita, apa kau yang telah mengatur semuanya tadi, Sita kau menipuku, tadi saya khawatir karena melihatmu diseret dan hampir saja dilecehkan, tapi apa semua ini, kamu menipuku Sita, kamu benar-benar keterlaluan." Ucap Khay.
"Setidaknya kamu masih mengkhawatirkan ku kak." Sahut Sita ingin mencium Khay, namun Khay berusaha menahannya, mencoba untuk bangun namun Sita terus menahannya.
"Sita, Sita apa kamu sadar dengan apa yang kau lakukan saat ini, hah ?" Bentak Khay mendorong bahu Sita.
Sita tak mempedulikan dengan apa yang dikatakan Khay, Sita malah semakin menjadi-jadi mencoba untuk mencium Khay.
"Sita lepaskan ! Sita !!"
"Tidak, aku tidak akan melepaskan mu lagi kak, aku sangat mencintaimu." Sahut Sita mencoba membuka kancing kemeja yang digunakan Khay.
"Sita apa yang kau lakukan, jika kau masih saja keras kepala seperti ini, maka saya tidak akan menganggapmu walaupun itu sebagai adik." Sentak Khay menahan tangan Sita.
"Tidak kak, aku tidak akan melepaskan mu, sudah ku katakan, jika aku harus melakukan ini untuk mendapatkan mu, maka akan aku lakukan."
"Sita, hentikan omong kosongmu itu, sekarang saya minta lepaskan saya, saya ada janji dengan klaiyen." Ujar Khay mulai melembut.
"Orang itu tidak akan datang." Sahut Sita membuat Khay menatapnya, Khay benar-benar merasa sudah dijebak.
"Apa maksudmu hah ? Minggir !" Sentak Khay emosi ia mendorong kuat tubuh Sita, ia sudah tak lagi peduli jika gadis itu kesakitan.
Khay beranjak dari tempat tidur.
"Kak, aku terpaksa melakukan ini, ini jalan satu-satunya agar aku bisa dekat lagi denganmu dan mendapatkanmu." Sita memeluk Khay dari belakang dengan sangat erat.
"Sira berhentilah ! Jangan sampai saya berbuat kasar kepadamu, sudah kukatakan kalau saya sangat mencintai istri saya, saya tidak akan pernah meninggalkannya." Sentak Khay melapaskan paksa pelukan Sita.
"Aku tidak peduli dengan semua itu, pokoknya Kakak harus kembali bersama ku lagi, aku akan memberikan cinta, juga anak buat kakak, ayo lakukan kak, aku akan memberikan seperti apa yang diberikan istrimu itu !" Seru Sita membuka blezer yang ia gunakan sejak tadi, kini hanya menyisakan tank top saja yang melekat ditubuhnya.
"Sita apa kau sudah benar-benar g**a ?" Bentak Khay membalikkan badannya ingin pergi dari sana.
Sita menariknya hingga Khay terjatuh kembali ke tempat tidur bersama dengan Sita, dengan posisi mereka Khay berada diatas Sita, di saat bersamaan Enzy masuk dan melihat apa yang terjadi.
"Apa yang kalian lakukan ?" Ucap Enzy menegang ditempatnya, matanya memerah dan berkaca-kaca.
Khay kaget melihat keberadaan istrinya, juga Priska ikut dibelakang Enzy.
Khay langsung memperbaiki posisinya, lalu menghampiri Enzy, mencoba untuk menjelaskan semuanya.
"Sayang, itu tak seperti yang kamu bayangkan." Ucap Khay panik, takut istrinya itu akan meninggalkannya.
"Aku tidak mempercayaimu." Ucao Enzy masih menatap kearah tempat tidur dimana disana masih ada Sita dengan pakaian seperti itu.
Hati Enzy terasa sakit, sesak hancur berkeping-keping.
"Sayang, kamu salah....Aku dan dia sudah tidak ada lagi hubungan apa-apa, percayalah !" Khay berusaha untuk menjelaskan semuanya, matanya pun juga sudah mulai berkaca-kaca, hatinya juga merasa sakit melihat istrinya hanya menatap lurus ke satu titik dengan mata yang berkaca-kaca dan tubuh tubuh bergetar.
"Ka...ka..u me..bang sekarang, apa kau senang ?" Ujar Enzy menatap Sita dengan suara bergetar.
"Aku memang bodoh, karena telah mempercayai Khay, percaya kalau dia telah berubah, aku memang bodoh kalau pria seperti dirinya bisa berubah, dan harusnya aku tahu kalau dia ( Berbalik menatap Khay ) kalau pria ini yang meruskmu." Lanjut Enzy air matanya sudah tak bisa lagi ia bendung.
"Enzy, say...."
"Stop Khay ! Khay lebih baik kita berpisah !" Sela Enzy.
"Tidak Nzy, sayang, aku tidak akan mau pisah dengan mu, aku sangat mencintaimu, sungguh!" Khay berusaha meraih tangan Enzy namun Enzy menepisnya.
Bersambung..........
Jangan lupa berikan LIKE KOMENT dan VOTE setelah membaca setiap episodenya.
Dan satu lagi mampir juga ke cerita author lainnya yang berjudul ***DENDAM MEMBAWAH CINTA.....
...TERIMAKASIH...
...πππππππππ***...