Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 104 Season 3 ( Next Generasi )


Setelah melakukan perjalanan darat yang cukup panjang juga macet karena adanya kecelakaan lalu lintas, akhirnya pukul delapan malam Kenan baru saja tiba di rumah orangtuanya, Kenan benar-benar berangkat sendiri, bahkan tanpa sopir.


"Assalamualaikum." Ucap Kenan langsung masuk keruang tengah, dimana orangtuanya selalu bersantai di jam-jam segini.


"Walaikumsalam, Kenan ?" Semua yang ada diruangan itu menjawab salam Kenan kebetulan mertuanya juga ada disana, tanpa terkecuali Raydan yang tengah duduk bersama Kia, kemudian Oma Vivian memekik melihat kedatangan putranya itu secara tiba-tiba.


"Kenapa kalian sekaget itu, aku tahu kalian semua menyembunyikan sesuatu dariku." Ucap Kenan datar kemudian ikut bergabung, langsung mendudukkan dirinya disamping putrinya.


Sedangkan Kia sudah mulai ketakutan melihat ayahnya, ia sudah menyangka hal ini pasti akan terjadi, Kia sudah bersiap-siap untuk mendapatkan kemarahan dari sang ayah larena tak mematuhinya.


"Dek, apa kabar ? Apa kamu tidak ingin memeluk ayahmu ini ?" Tanya Kenan pada putrinya.


"Ayah." Tangisan Kia pecah dan langsung memeluk erat tubuh ayahnya dengan sangat erat.


"Maafkan aku, aku telah menjadi anak yang tak penurut, aku telah menjadi anak pembangkang yang tak mematuhi aturan ayahnya, maafkan aku yah." Ucap Kia terisak di pelukan sang Ayah.


"Kia, sayang, kamu tidak salah buat apa kamu meminta maaf seperti itu, dan siapa bilang kamu menjadi anak pembangkang ? Kamu adalah cucu opa dan Oma paling baik sayang, sini sama opa, lepaskan saja pelukan kamu dari pria yang kau sebut ayah itu, ayah yang egois, ayah yang tak mengerti dengan perasaan putrinya, ayah yang tidak bisa berpikiran logis, ayah yang selalu menilai semua dengan apa yang telah terjadi pada dirinya, padahal tidak semua kehidupan orang itu sama." Ucap Opa Salman kesal melihat kedatangan putranya, dan sudah ia pastikan Kenan datang untuk membawa kembali putrinya itu.


Kenan terdiam sejenak menerima semua cemoan yang ia dapatkan dari ayahnya sendiri, ia benar-benar merasa di pojokan, di kota Xx istrinya juga tak mendukungnya, terlebih lagi di kota ini, semua keluarganya tak ada satupun yang mendukungnya dan mengerti dirinya.


"Ayah, kenapa ayah mengatakan itu semua, aku bersikap seperti ini, bukannya aku ingin menyakiti putriku sendiri, tapi aku ingin menjaganya, memberikan yang terbaik padanya." Ucap Kenan.


"Memberikan yang terbaik katamu, bahkan kamu tak tahu sama sekali apa kemauan putri kamu sendiri, bahkan kamu tak pernah peka akan perasaannya, kamu hanya bisa selalu memberikan hal-hal pikiran yang akan membuatnya semakin introvet, apa kamu ingin putri kamu satu-satunya tak mengenal dunia luar, Hem ? Apa kamu pikir tindakanmu itu sudah benar ? Apa kamu pikir dengan bertindak seperti itu tidak mengganggu sikologisnya, hah ?" Bentak opa Salman sudah sangat jengah melihat kebodohan putranya itu.


"Sudah cukup ayah membiarkanmu mengambil keputusan sendiri, sudah cukup ayah saat menyetujui keputusanmu untuk tidak memperkenalkan cucu Perempuanku di khalayak umum, apa kamu pikir dengan keputusanmu itu tidak mengganggu kehidupannya, apa kamu masih bisa di sebut dengan seorang ayah dari seorang putri." Tambah opa Salman.


"Yah, dia putriku, aku tahu bagaimana cara melindunginya." Kenan sudah mulai tersulut emosi karena ayahnya terus saja memojokkannya juga menyalahkannya.


"Tapi dia cucuku, dan bahkan kamu sudah bisa melawanku, apa kamu sudah merasa lebih hebat, hah ?" Opa Salman lagi-lagi membentak putranya itu.


"Jika kau tidak bisa memberinya kebahagiaan juga tak bisa memberikan kebebasan pada cucuku, biarkan dia bersamaku, aku bisa memberikan semuanya." Lanjut opa Salman benar-benar sudah murka.


Ruangan tersebut tiba-tiba memanas akibat perdebatan sengit antara ayah dan anak itu, sedangkan opa Fikram dan yang lainnya hanya bisa menyimak, opa Fikram belum saatnya angkat bicara, sementara Kia sudah menangis di pelukan Oma Hani juga Oma Vivian yang kini di apik oleh keduanya.


"Aku akan membawa putriku malam ini juga, ada atau tidaknya persetujuan dari ayah." Ucap Kenan masih kekeh pada pendiriannya.


"Terserah apa katamu, tapi sebelum kamu membawanya, coba kau tanyakan dulu apa mau putri kamu yang sebenarnya, bagaimana perasaannya selama ini atas semua sikapmu padanya !" Seru Opa Salman.


"Denger tuh apa kata mertua kamu, kamu bisa belajar darinya, bahkan mertuamu telah mendidik putrinya menjadi wanita kuat dan tangguh seperti istrimu, hanya saja kamu terlalu bodoh, apa kamu ingin merasakan kehilangan seseorang yang kamu cintai lagi, apa kamu ingin kali ini putri kamu yang akan meninggalkan mu atas kebodohanmu, hah ?" Lagi-lagi opa Salman membentaknya.


"Tapi yah, kalian tidak mengerti, aku sangat mengenal siapa Kavi, dia sahabat aku yah, dia bahkan banyak di gilai wanita-wanita diluaran sana, aku hanya tidak ingin putriku merasakan hal yang sama dengan yang pernah Diva rasakan." Terang Kenan merunduk mengingat masa lalunya, ia tak pernah membayangkan bagaimana hancurnya istrinya saat itu, bahkan sampai saat ini jika Kenan mengingat kebodohannya itu hatinya masih merasakan sakit yang teramat, dan bagaimana mungkin ia membiarkan putri kesayangannya merasakan hal sepedih itu.


"Kamu sahabat Kavi bukan ? Apa kamu pernah melihat Kavi bersikap brensek, apa kamu pernah melihat Kavi bersikap bodoh, ayah rasa tidak, ayah menyetujui ini karena ayah tahu Kavi itu seperti apa, dia benar-benar pria yang selalu berpikir panjang sebelum memutuskan sesuatu, ayah tak habis pikir dengan kamu, kenapa kamu semakin tua semakin dongo seperti ini, mana Kenan yang dulu, Kenan yang selelu bersikap tegas dan bijaksana, apa otakmu sudah rusak seiringan bertambahnya usiamu, tapi perasaan ayah saja yang sudah tua tak pernah merubah sikap ayah, ayah selalu bersikap logis." Ucap opa Salman jengah.


"Bun, lebih baik kamu bawah cucu kita istrirahat, ayah tidak ingin cucu kita melihat kebodohan ayahnya !" Seru opa Salman pada istrinya.


"Dan kamu Kenan jika kamu masih ingin mendengar perkataan dan menganggap ayahmu ini, segeralah istirahat, dan jangan coba-coba membawa cucuku pergi dari sini." Ujar opa Salman.


"Atau kamu bisa langsung pergi dari sini !" Tambahnya tanpa melihat wajah bodoh putranya itu.


"Ayah mengusirku ?" Tanya Kenan.


"Iya, apa ada masala ?" Sahut opa Salman sarkas.


"Man, sudahlah man, kamu tak perlu bersikap berlebihan seperti itu, Kenan juga melakukan karena ada alasannya, semua ayah akan melakukan caranya sendiri untuk melindungi putri mereka, mungkin ini cara Kenan untuk itu." Ucap opa Fikram.


"Cara apa, alasan apa maksudmu Fik, apa cara yang salah seperti itu ?" Sahut opa Salman masih dengan emosinya.


"Sudahlah, saya tak habis pikir dengan itu, dari sejak ia memindahkan dan menceritakan soal Kavi yang mengejar-ngejar Kia, aku sudah sangat geram Fik, tapi aku mencoba untuk sabar, aku ingin juga melihat kesungguhan Kavi, dan yang aku lihat akhir-akhir Kavi benar-benar bersungguh-sungguh untuk cucu kita, pria bodoh ini saja yang menutup dirinya dan masih terbelenggu dengan pikiran bodohnya." Ucap Opa Salman.


"Apa dia pernah memikirkan dengan sikapnya itu, apa dia pernah peka, kalau sebenarnya putrinya selalu merasa dibedakan dengan Abangnya yaitu Khay, apa pernah ia merasakan kesedihan yang selama ini putrinya itu tutupi dengan sikap kegembiraan yang selelu ia tunjukkan dihadapan kita, aku saja yang opanya sangat peka akan perasaan cucuku, apa dia bisa disebut ayah dari seorang putri Fik, ?" Mata opa Salman berkaca-kaca mengingat ia pernah memergoki cucunya berbicara sendiri dikamarnya, saat Kenan memindahkannya di kota ini, opa Salman jelas mendengar keluh kesah cucunya yang selama ini ia tanggung sendiri.


"Sebenarnya aku ini anak ayah apa bukan sih, kenapa ayah selalu lebih memanjakan Abang dibandingkan diriku, siapa sebenarnya aku ini, apa aku tidak di anggap penting bagi ayah, Bahkan ayah tak pernah bertanya bagaimana perasaanku, apa yang kumaua, berbeda dengan Abang, ayah selelu membebaskan semuanya." begitulah keluhan Kia yang opa Salman dengar saat itu.


Bersambung.......


Jangan lupa ya readers, like, Koment dan Votenya, Author sangat berharap pada kalian....


Jangan lupa juga untuk mampir ke cerita baru ku, yang sudah sembilan chapter, dengan judul DENDAM MEMBAWAH CINTA....


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...