Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 59 Season 3 (Next Generation )


Ke esokan harinya, Kavi terlebih dahulu pergi ke sekolah Kia, ia ingin menemui Kia dan bicara padanya, ia ingin mengutarakan isi hatinya pada gadis kecil yang ia cintainya itu. Kavi tahu kalau hari ini Kenan tidak dapat menjemput putrinya karena setaunya Kenan ada jadwal seminar di luar kota, harusnya hari ini Kavi juga berangkat, tapi ia memutuskan untuk tidak menghadiri seminar tersebut karena ia akan mengambil kesempatan ini untuk bertemu dengan Kia.


Kavi sejak tadi menunggu di dalam mobil, melihat setiap siswa-siswi yang keluar dari lobi sekolah, tak lama mobil yang diyakini itu jemputan Kia, dengan cepat Kavi turun dan menghampiri sopir yang membawa mobil tersebut.


"Maaf pak, izinkan saya untuk bicara dengan Kia sebentar, ada hal penting yang harus saya bicarakan dengannya." Ucap Kavi pada sopir tersebut yaitu mang Diman.


"Maaf tuan, saya tidak bisa membiarkan non Kia bertemu dengan orang lain, apalagi dengan Anda." Ucap mang Diman.


"Tapi pak, saya memohon kepada bapak untuk kali ini saja, saya benar-benar ingin berbicara penting dengannya, saya janji, saya tidak akan berbuat apa-apa padanya." Mohon Kavi.


"Maaf tuan, tap....


"Ayo mang, kita pulang." Tiba-tiba Kia datang dan langsung masuk kedalam mobil tanpa mempedulikan Kavi.


"Ki, om mohon dengarkan om sebentar, om mau bicara dengan kamu Ki, adahal penting yang ingin om sampaikan." Kavi terus mengetuk jendela mobil agar Kia mau keluar menemuinya.


"Pak saya mohon pak biarkan saya bicara dengannya sebenar." Kavi mencegah mang Diman yang ingin masuk kedalam mobil.


"Maaf tuan Anda jangan seperti ini, saya merasa tak pantas tuan bersikap seperti ini kepada saya, karena saya juga tidak bisa melawan perintah tuan Kenan." Ucap mang Diman secara perlahan melepaskan tangan Kavi yang menahan lengannya.


"Maaf pak sepertinya saya harus melakukan ini." Ucap Kavi langsung memutar lengan mang Diman, lalu merampas kunci mobilnya.


Dengan cepat Kavi masuk kedalam mobil yang dibawa mang Diman, langsung melajukannya kesuatu tempat, di dalam perjalanan Kavi tak mengatakan apa-apa begitupun dengan Kia yang berusaha bersikap biasa-biasa saja, seolah iya tak mengetahui permasalahan Kavi dan ayahnya, pasalnya Kenan juga tak pernah menjelaskan secara spesifik bagaimana Kenan menyuruhnya berhenti bekerja sebagai asisiten Kavi, Kenan hanya mengatakan kalau kia harus fokus pada sekolahnya karena sebentar lagi ujian, dan hukuman karena sudah menabrak mobil Kavi, Kenan menyita semua motor, dan ponsel miliknya.


Mobil yang dikendarai Kavi tiba di sebuah rumah mewah, yang tak kalah besar dari rumahnya, Kia mulai khawatir apa yang akan dilakukan om Kavi kepadanya, jangan-jangan om-om ini akan berbuat yang tidak-tidak kepadanya. Pikir Kia.


"Om, ini rumah siapa, ngapain om membawaku kesini, saya mau pulang om, please sekarang om antar saya pulang !" Ucap Kia mulai ketakutan.


Sementara Kavi tak menghiraukan ucapan gadis kecil itu, ia terus melajukan mobilnya, hingga kesebuah garasi, disana juga banyak koleksi mobil mewah yang terparkir rapi disana. Setelah memarkirkan mobilnya tanpa sepatah katapun Kavi turun lebih dulu lalu mengitari mobil kemudian membuka pintunya untuk Kia.


"Ayo keluar !" Seru Kavi, namun Kia malah diam, ia tak ingin keluar dari mobil tersebut ia takut om-om didepannya ini berbuat aneh-aneh padanya.


"Bagaimana ini, bagaimana gue menghubungi seseorang, ponsel gue aja masih disita sana ayah, please bantu aku ya Allah, jangan biarkan om-om ini melakukan yang tidak-tidak kepadaku." Ucap Kia dalam hatinya, terus meminta pertolongan agar ia tetap dilindungi dari Kavi.


"Ki, Kia..." Panggilan Kavi membuyarkan lamunan Kia.


"Sss...sa..saya tidak mau keluar om, saya mau pulang, bunda pasti menunggu ku, apalagi saat ia tahu kalau saya dibawah sama om, dia pasti sangat khawatir."


"Kamu tidak usah takut, saya tidak akan berbuat yang tidak-tidak kepadamu, saya hanya ingin bicara sesuatu yang penting kepadamu." Ucap Kavi.


"Om bicara disini saja, saya tidak ingin masuk kedalam sana." Ujar Kia.


"Tidak bisa disini Kia, kita harus masuk kedalam." Ujar Kavi mulai prustasi dengan sikap keras kepala gadis kecil dihadapannya itu.


"Kenapa tidak bisa sih om, toh om hanya ingin bicarakan, apa salahnya jika kita bicara disini." Ujar Kia masih tetap pada pendiriannya.


Kavi yang sudah jengah menghadapi sikap keras Kia, tanpa aba-aba ia langsung menggendong gadis kecil itu masuk, karena perlakuannya itu membuat Kia berontak sambil terus memukuli pria yang tiba-tiba menggendongnya itu, namun Kavi tak peduli dengan pukulan Kia, ia terus membawanya masuk kedalam rumah, Asisiten rumah tangga yang bekerja disana kaget melihat tuanya itu membawa seorang gadis kecil yang masih berseragam SMA dengan cara seperti itu.


"Bi, kamar yang diatas tolong dibuka, saya mau masuk kesana." Imbuh Kavi pada salah satu orang kepercayaannya untuk membersihkan kamar yang sudah lama ia tidak tempati, sejak kematian istrinya, bahkan Kavi sangat jarang pulang kerumah itu, ia lebih memilih tinggal disalah satu rumah miliknya, yang tak jauh dari perusahaannya.


"Ba...Baik tuan." Sahut bi sulfi, lalu dengan cepat berjalan mendahului Kavi naik ketangga menuju kamar yang dimaksud.


"Om, lepaskan saya om, saya tidak mau ikut om kesana, saya mau pulang om, ayah saya pasti sangat marah jika om melakukan ini pada saya om, please tolong lepaskan saya om." Kia terus berontak di gendong Kavi agar pria itu melepaskannya.


"Kamu jangan bergerak, nanti kamu jatuh." Seru Kavi tak mempedulikan Kia terus memintanya agar diturunkan.


Setelah sampai kamar, Kavi langsung menurunkan Kia di sofa yang ada dikamar tersebut, setelah itu Kavi berjalan menuju pintu lalu menguncinya, tak lupa ia mengambil kuncinya lalu ia kantongi, takut Kia akan kabur.


"Om, ngapain pakai kunci pintu segala, sebenarnya om mau apa dari saya, apa saya pernah melakukan kesalahan sama om, jika itu benar tolong maafkan saya om, dan juga maafkan ayah saya jika dia juga salah kepada om, please om, biarkan saya pergi dari sini." Ucap Kia beranjak dari duduknya lalu menjauh dari om Kavi yang terus saja berjalan mendekatinya.


"Kamu tidak salah apa-apa, yang salah wajah kamu." Sahut Kavi terus berjalan mendekati Kia, hingga Kia mentok pada lemari yang berukuran sangat besar disana.


"Ma... maksud Om apa ? Tanya Kia mulai ketakutan melihat ekspresi Kavi yang sangat menakutkan, seolah om Kavi akan menerkamnya hidup-hidup.


"Wajah kamu ini, terlihat sangat cantik, dan saya sangat menyukainya." Ucap Kavi mengelus pipih mulus Kia dengan telunjuknya, membuat Kia memalingkan wajahnya.


"Om jangan macam-macam om, ayah saya akan membuat om menyesal, karena melakukan ini padaku." Ucap Kia gemetar.


"Saya tidak perduli, apa kamu tahu, wajah kamu ini sangat mirip dengan almarhumah istri saya, makanya saya menyukainya." Ucap Kavi lalu mencium sekilas pipi kanan Kia, membuat Kia semakin ketakutan, Kia berusaha mendorong dada Kavi agar menjauhinya, namun kekuatannya kalah kuat dengan pria dewasa itu.


Kavi langsung mengakat tubuh Kia naik ketempat tidur, lalu mendudukkannya disana.


"Kamu tunggu disini, saya ingin memperlihatkan sesuatu padamu." Imbuh Kavi, kemudian berjalan kesalah satu lemari kecil yang ada disudut kamar tersebut, lalu mengeluarkan sebuah kotak berukuran sedang, membuat Kia kebingungan melihat itu.


"Itua apa om ?" Tanya Kia memberanikan dirinya.


"Ini yang akan saya jelaskan ke kamu." Sahut Kavi lalu duduk berhadapan dengan Kia diatas tempat tidur.


Kia mengernyitkan keningnya, Kavi membuka penutup kotak tersebut, Kia kaget saat melihat isi kotak tersebut, sebuah bingkai berukuran 15R dengan foto wanita cantik dan anggun, Kia mengeryitkan keningnya setelah memperhatikan lekat-lekat foto wanita tersebut.


"Ke..kenapa dia sangat mirip denganku, hanya saja ia terlihat lebih tua dariku?" Seru Kia.


Visual


Kia



Om Kavi



Bersambung.......


Terus ikuti jalan cerita selanjutnya, bagaimana perjuangan Kavi mendapatkan cinta dan restu dari sahababatnya Kenan karena telah menyukai putrinya yang sangat jauh lebih mudah darinya yang sudah berumur 30 tahun, apakah Kia membalas cinta om Kavi dan Kenan akan merestuinya ???? Makanya tetap pantengin terus jalan ceritanya.


Jangan lupa beri dukungan buat author dengan memberikan like, komen, dan Vote...


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏