Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 39


Setelah Arka sampai rumah, Ia masuk dengan keadaan terlihat prustasi, saat sampai diruang keluarga ia melihat Orangtua, adik dan adik iparnya sedang bersantai sambil mengobrol.


ia langsung mendudukkan dirinya di sofa dekat ayah Fikram dan Bunda Hani.


ruang keluarga



Arka langsung membaringkan dirinya disofa menutup wajahnya dengan bantal sofa.


" Ada apa lu kak ?" Tanya Diva mengalihkan pandangannya dari ponsel Kenan.


karena Diva sedang melihat Kenan sedang mengecek email dari office.


" Tidak apa-apa. " Jawab Arka yang masih menutup wajahnya dengan bantal sofa.


" Elu diputusin kak Vara, galau amat muka lu kak ?" Tanya Diva.


" Apa gue bilang, dia pasti nyesel pacaran sama orang kayak elu. " sahut Diva lagi setelah tadi ia beranjak mengambil remot TV di atas meja.


Arka tidak lagi menanggapi ocehan adiknya itu, ia lebih memilih memejamkan matanya.


Tak lama Arka bangun dan memperbaiki posisi duduknya dan beralih menatap kedua orangtuanya.


" Yah, Bunda, ada yang ingin aku bicarakan. " Sahut Arka.


" Apa, sepertinya serius ?" Tanya ayah Fikram menatap putranya itu.


" Besok aku mau Ayah sama Bunda melamar Vara untukku. " Jawab Arka.


" Tapi Kenapa secepat itu, Kalian kan belum lulus ?" Tanya ayah Fikram sedikit kaget dengan permintaan anaknya itu.


" Tapi sebentar lagi kami lulus, Yah. " Sahut Arka.


" Kami akan melamarnya untukmu, tapi bukan besok, kami akan melamarnya setelah kalian lulus. " Ujar ayah Fikram dan kembali membaca koran setelah berujar.


" Tapi aku maunya besok, Yah, lagian kami bentar lagi lulus. " Sahut Arka setelah ia terdiam beberapa saat.


" Ada baiknya itu kalian nikah itu setelah lulus, mengurus Pernikahan itu tidak gampang, Ayah tidak mau kuliah kalian terganggu karena sibuk mengurus Pernikahan. " Jelas Ayah Fikram.


" Tapi kenapa kamu pengennya secepat ini, apa lagi mendadak, Kamu tidak merusak anak orang kan, Nak ?" Tanya Bunda Hani, setelah lama ia melihat obrolan suami dan anaknya.


Arka langsung diam mendengar pertanyaan bundanya, Ia menundukkan kepalanya berpikir apa ia harus mengatakan yang sebenarnya, Tapi kalau ia tidak mengatakannya, orang tuanya pasti akan menunggu mereka lulus dulu, dan itu membuat Vara mengira kalau dirinya benar-benar hanya dipermainkannya.


" ARKA, apa benar yang dikatakan bundamu itu ada benarnya ?" Tanya Ayah Salman penuh selidik.


" Sekarang kamu jelaskan. " Perintah ayah Salman dengan suara tegas dan penuh penekanan Sekarang ia yakin kalau yang dikatakan istrinya itu benar, terlihat dari Arka yang diam dan menundukkan kepalanya tidak berani menatap mereka.


" Ak... Aku khilaf, Yah. " Sahut Arka setelah ia diam cukup lama.


Bunda Hani yang mendengar putranya berkata seperti itu lemas seketika, dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa, Diva segera berpindah didekat bundanya, mengusap pelan bahunya.


" Aku tidak menyangka kalau kau akan berbuat seperti itu. " Ucap Bunda Hani lirih dan meneteskan air matanya.


"Bunda tenang, dengarkan penjelasan kakak dulu. " Ucap Diva menghapus air mata bundanya menggunakan ibu jarinya.


Sedangkan Kenan hanya terdiam melihat ayah mertuanya itu menahan emosinya, terlihat dari rahannya yang mengeras, dan wajahnya memerah, Ayah Salman sebisa mungkin menahan agar tidak menyakiti putranya itu, ia hanya mengepalkan tangannya.


" APA INI YANG SELAMA INI SAYA AJARKAN KEKAMU, HAH. " bentak ayah Fikram, sampai terdengar di seluruh ruangan itu.


" Jelaskan semuanya bagaimana ini bisa terjadi. " perintah ayah Fikram setelah menjeda perkataannya.


Arka pun mulai menceritakan semua dari mulai mereka ditaman, ia juga berniat untuk melamar Vara saat Diva keluar dari rumah sakit, sampai ia menemukan Vara dijalan dengan keadaan pingsan karena keserempet motor hingga ia membawa Vara ke apartemennya sampai ia berani berbuat lebih jauh dan melakukan hal yang tak seharusnya mereka lakukan.


Ayah Fikram mengusap wajahnya kasar setelah mendengar cerita putranya yang berani melakukan dosa besar seperti itu.


" Baiklah besok kami akan melamarnya untukmu, Pernikahan akan segera dilakukan secepatnya, saya tidak mau nama keluarga kita tercoreng Karena kebodohanmu itu. " Putus Ayah Fikram dan berlalu meninggalkan ruangan tamu, kemudian disusul Bunda Hani.


setelah kepergian orangtuanya, Arka pun beranjak meneju kamarnya, begitupun dengan Kenan dan Diva.


Diva sedang bersandar disandaran tempat tidur, terdiam memikirkan permasalahan Arka.


Kenan yang baru keluar dari kamar mandi ikut naik ketempat tidur, dan berbaring di pangkuan Diva.


" Mikirin apa sih Yank" Tanya Kenan sambil memeluk pinggang Diva dan menenggelamkan wajahnya diperut istrinya itu.


" Aku memikirkan kak Arka, aku tidak menyangka kak Arka melakukan kesalahan seperti itu. " Jawab Diva tanpa mengalihkan pandangannya keluar jendela.


" Yank, kamu tidak mikirin aku, besok aku kembali kekota xx loh. " Ucap Kenan mendongakkan kepalanya menatap Diva, yang terus saja memikirkan kakaknya.


" Aku tahu. " Jawab Diva santai terus saja memandang keluar.


" Kamu tidak sedih yank ?" Kenan kembali bertanya.


Diva menundukkan kepalanya mengusap pelan rambut suaminya kemudian barkata.


" Jelas aku sedih by', tapi mau bagaimana lagi, kita harus menyelesaikan sekolah kita.


" Yank, aku pasti akan sangat-sangat merindukanmu. " Sahut Kenan membalikkan badannya menghadap perut rata Diva dan memeluk pinggang istrinya itu dengan erat.


" By', geli ih..." sahut Diva mendorong kepala Kenan dari perutnya.


" Jam berapa kamu berangkat by' ?" Tanya Diva kembali mengusap rambut suaminya.


" Jam 4 Sore yank ?" Jawab Kenan terus memeluk pinggang Diva sambil memejamkan matanya.


" Ray sekarang dimana ?" Tanya Diva karena ia tidak melihat Ray setelah kepulangan teman-temannya.


" Dia ikut Rafa Yank, sepertinya mereka akan jadi soulmate yang cocok deh yank, mereka sama-sama kagak ada akhlak. " Sahut Kenan kemudian berbaring disamping Diva, dan menarik Diva berbaring dan memeluknya.


" Yank aku kangen..." Ucap Kenan mempererat pelukannya.


" By'... by'...kepala aku, jahitannya masih belum kering sepenuhnya..." sahut Diva saat Kenan tidak sengaja mengenai kepala bagian belakang Diva yang memiliki jahitan.


" Maaf yank. " Ucap Kenan merasa bersalah.


" Tidak apa-apa. " Jawab Diva tersenyum kearah suaminya.


Kenan terus memandangi wajah istrinya dan terus maju mengikis jarak diantara keduanya, Kenan sedikit memiringkan kepalanya dan mendaratkan ciumannya dibibir ranum Diva sedikit m*****tnya, lama-lama ciuman kenan menginginkan lebih, Kenan melepas ciumannya menatap Diva dengan tatapan berkabut gairah.


" Yank boleh ?" Tanya Kenan.


Diva tersenyum dan mengangguk.


Kenan kembali memulai aksinya, mulai dari ia mengecup kening, kedua mata Diva, turun kehidung, dan lanjut m*****t bibir Diva, dan merekapu hanyut dalam permainan panasnya, mereka melakukannya hingga terdengar suara adzan Ashar.


Mereka menghentikan aktivitasnya, dan langsung masuk kekamar mandi untuk mandi besar dan menjalankan Ibadah sholat Ashar mereka.


Dikamar Arka


Terlihat Arka sedang memikirkan Vara, dari tadi ia mondar-mandir tidak jelas didekat tempat tidurnya, kemudian ia kembali duduk ditepi tempat tidur, karena sedari tadi, ia Tidak bisa menghubungi Vara.


Arka merebahkan badannya dikasur king sizenya, menarik rambutnya prustasi kemudian menatap langit-langit kamarnya.


"Bee kamu dimana, kenapa kamu tidak bisa dihubungi...." Gumam Arka memejamkan matanya.


*Bersambung....


Budayakan


like


coment


vote


🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏*