Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 06 Season 2


Tepatnya di RS kota Z, Noval sedang menanyakan pasien atas nama Lastri Pasien penyakit jantung kepada salah satu perawat yang bertugas di meja resepsionis. Di saat Noval sedang menunggu perawat itu mencari nama yang ia sebutkan, seorang wanita menghampirinya dengan raut wajah kesal.


"Sedang apa kamu kesini ? Tiba-tiba Kiki bertanya dengan dingin.


"Mas Ruangannya ada di lantai tiga tepatnya di bansal 4." Sebelum Noval menjawab pertanyaan Kiki, perawat tersebut menyebutkan di mana ruangan nenek Lastri di rawat.


"Buat apa kamu mencari ruangan nenek saya ? Kamu tidak perlu repot-repot, kami tidak sama sekali membutuhkan kamu disini, dan satu lagi kamu bukan siapa-siapa kami, jadi tidak usah sok baik dengan keluarga saya." Ucap Kiki sinis.


"Ki, saya kesini berniat baik ke kamu, saya ingin membantu biaya pengobatan nenek kamu sekalian biaya operasinya." Jelas Noval.


"Saya tidak butuh bantuan dari orang asing sepertimu." Setelah berkata seperti itu, Kiki langsung pergi dari hadapan Noval.


Tapi sebelum Kiki melangkah jauh, Noval tiba-tiba menahan lengan Kiki, mau tak mau Kiki terpaksa berhenti tanpa melihat kearah Noval.


"Kamu jangan egois Ki, pikirkan juga nenek kamu ! Apa kamu ingin melihatnya terus-menerus kesakitan seperti itu ? Jadi tolong biarkan saya menanggung semua biaya pengobatan nenek kamu, demi kesembuhannya !"


Kiki terdiam memikirkan tawaran Noval, tapi ia juga tidak mau lagi berhubungan yang berkaitan dengan Noval dan semua keluarganya.


"Ki.... Pikirkan dengan baik-baik !" Noval masih membujuk Kiki untuk menerima tawarannya.


"Tidak, saya tidak akan menerima bantuan dari kamu, saya masih sanggup bekerja dan bertanggungjawab dengan keluarga saya sendiri."


"Tapi....


"Tidak ada tapi-tapian, dan satu lagi kamu tidak perlu mengasihani kami, kami tidak perlu rasa kasihan dari kelaurga seperti kalian. !" Ujar Kiki menekankan setiap kata-katanya kemudian berlalu meninggalkan Noval yang masih berdiri mematung memperhatikan langkah Kiki.


"Benar-benar keras kepala kamu Ki." Gumam Noval.


🍀🍀🍀


Di kota Xx


Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, akhirnya Kenan beserta anak istrinya tiba di kediaman keluarga Salman.


Saat masuk kedalam rumah betapa terkejutnya Kenan saat melihat Bundanya menangis di pelukan Ayahnya, di ruang tengah dengan beberapa koper di samping mereka.


"Ayah, Apa yang terjadi ?" Tanya Kenan.


Bunda Vivian yang mendengar suara putranya, ia langsung melepaskan pelukannya dari suaminya kemudian beranjak memeluk Kenan yang masih berdiri di depan mereka. Bunda Vivian semakin terisak di pelukan Kenan, Kenan pun membalas pelukan Bundanya mengusap punggungnya lembut.


"Ayah..." Panggil Kenan kepada ayahnya yang duduk di sofa sambil menundukkan wajahnya.


"Nan, sepertinya rumah kita harus kita jual beserta tiga unit apartemen di kawasan KKK, untuk menutupi semua kerugian perusahaan dan menambah untuk menggaji karyawan." Jelas Pak Salman.


"Apa tidak ada cara lain Yah ?"


"Hanya itu jalan satu-satunya, dan kita mulai lagi dari Nol, sebagian karyawan terpaksa kita keluarkan, dan beberapa investor besar telah menarik saham mereka karena karena masalah ini." Terang Pak Salman.


"Baiklah Yah, jika itu sudah menjadi keputusan Ayah, aku hanya bisa mengikut saja.


"Dan mulai sekarang kita tinggal di apartemen di kawasan Xx, di sana kita masih memiliki dua unit kan, satunya lagi kita bisa sewakan dengan orang lain." Ujar Ayah.


"Iya Yah, bagaimana menurut ayah baik, ya sudah kalau begitu, aku ke kamar dulu Yah, Bun, buat mengemasi barang-barang kami." Kenan melepaskan pelukan bundanya, sembari tersenyum.


Ayah dan Bunda kemudian mengangguk.


Kenan berjalan menaiki tangga rumahnya di ikuti Diva di belakangnya, Kenan merasa teriris dengan cobaan yang telah menimpah keluarganya.


Setelah masuk ke kamarnya, bukannya langsung mengemasi barang-barangnya, Kenan malah mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur, menundukkan kepalanya tanpa terasa setetes air matanya jatuh di punggung tangannya yang sedang ia pangku.


Diva ikut mendudukkan dirinya di sisi tempat tidur di mana suaminya sedang duduk yang hanya terdiam sedari tadi. Kemudian berinisiatif menarik kepala Kenan dan langsung ia sandarkan di dadanya, sambil mengusap lembut kepala bagian belakang suaminya, dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya memeluk tubuh Kenan.


"By' Aku sangat mengerti dengan keadaan yang menimpa keluarga kita, tapi cobalah untuk ikhlas, ini semua cobaan, dan yakinlah pasti ada hikmah di balik semua ini, Pasti Allah telah merencanakan yang lebih dari yang dulu." Ujar Diva.


"Kamu tau nggak by', semua yang telah kita dapatkan, itu semua hanya sebuah titipan yang di titipkan Allah untuk kita by', dan sewaktu-waktu dia bisa saja mengganti titipannya itu." Tambah Diva.


Kenan yang mendengar semua yang di ucapkan istrinya itu sedikit lebih tenang, dan sadar semua hanya titipan, yang membuatnya sedikit kecewa, kenapa cobaan yang Allah berikan begitu bertubi-tubi, baru saja ia sembuh dari penyakit yang mematikan, dan harus mendapatkan lagi cobaan seperti ini.


"By'.... Panggil Diva lembut karena melihat suaminya hanya terdiam tanpa menanggapi perkataannya.


"By', kamu tidak boleh lemah seperti ini, ingat kamu masih punya Office juga kan, yang bisa kamu pertahankan ! Lagian perusahaan Ayah juga tidak benar-benar bangkrut kan, masih bisa beroperasi."


"Tapi yank, Office juga memiliki banyak kerugian, dan terpaksa menutup beberapa Outlet, bertujuan untuk mengurangi modal dan biaya-biaya lainnya, terus bagaimana nasib karyawan pada outlet yang akan di tutup ? Kenapa cobaan tak henti-hentinya datang menimpah Keluarga kita ? Keluh Kenan.


"Ya sudah kan tidak semuanya outlet tutup kan ? Dan cobaan yang bertubi-tubi, anggap saja Allah menyayangi kita ! Dan satu lagi kamu harusnya bersyukur by', karena masih ada yang bisa di pertahankan, anggap saja saja sebagian yang kita punya rejeki orang lain ! Ucap Diva, sedikit memberi pencerahan kepada suaminya.


Kenan mendongak menatap wajah istrinya yang kini memberikan senyuman yang selalu menghangatkan hatinya.


Kenan menatap wajah istrinya dengan sangat lekat.


"Yank, maaf karena masalah ini, mungkin aku tidak bisa mencukupi kebutuhan kamu seperti dulu lagi, sampai perusahaan dan Office kembali normal, dan untuk beberapa tabungan harus kepakai untuk membayar pesangon beberpa karyawan di beberapa outlet yang akan di tutup." Jelas Kenan.


"Aku tidak pernah mempermasalahkan itu by', yang terpenting kamu dan keluarga kita selalu tetap dalam keadaan sehat-sehat saja, dan kita harus selalu saling mendukung, dan aku yakin, nanti ada waktunya akan kembali seperti dulu, aku percaya kalau suamiku ini pekerja keras." Ucap Diva mengusap pipi suaminya itu.


Kenan meraih tangan Diva yang masih menempel di pipinya, ia genggam dan mengecupnya.


"Aku benar-benar beruntung memiliki istri atau pendamping hidup seperti kamu Yank." Ucap Kenan bergantian kini Kepala Diva yang ia sandarkan di dadanya, kemudian ia kecup pucuk kepala istrinya itu.


"Aku juga sangat beruntung memiliki suami yang sangat penyayang keluarga dan tentunya sangat bertanggungjawab jawab seperti kamu by'." Balas Diva mengeratkan pelukannya di pinggang Kenan.


"Ya sudah ayo kita berkemas !" Ajak Diva kemudian melepaskan pelukannya.


"Yank....


"Apa lagi by'. ?"


"Apa kamu tidak apa-apa tinggal di apartemen ? Tanya Kenan menatap wajah istrinya.


"Dimana pun aku tinggal, jika itu bersama kamu dan juga baby Khay, aku tidak mempermasalahkan itu." Sahut Diva.


"Ya sudah by', Samapi kapan kita duduk, ayo kita mengemasi barang-barang, nanti keburu baby Khay terbangun, nanti aku nggak bisa bantu banyak loh." Diva beranjak dari duduknya kemudian menarik lengan suaminya.


Dengan sedikit berat hati Kenan beranjak mengemasi semua barang-barangnya, di lubuk hatinya paling dalam merasa tidak rela meninggalkan rumah masa kecilnya itu.


Bersambung......


Jangan lupa tinggalkan jejak, setiap membaca setiap episodenya.


Like


Coment


Vote


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️