Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 42 Season 2


Jam tiga sore Calista maupun Diva kembali ke kota Xx, yang hanya menempuh perjalanan kurang lebih satu jam. Calista mengikuti mobil yang di kendarai Diva, Calista mengirimkan pesan pada seseorang lalu tersenyum smirk, manatap mobil Diva Kendari.


"Nona ada apa ?" Tanya Reni sekertarisnya yang melihat gelagat bosnya yang menurutnya aneh.


"Tidak ada apa-apa." Sahut Calista masih tetap menatap ke depan, Reni ikut melihat kearah depan dan ia hanya melihat mobil Diva yang melaju cukup kencang.


Sekitar 30 menit perjalanan, mobil Diva hampir tiba di sebuah perempatan jalan, sekitar 10 meter lagi mobil yang di kendarai Diva akan berbelok ke arah kanan tiba-tiba ada sebuah mobil truk dari arah berlawanan, yang melaju sangat kencang ke arah mobil Diva.


Ciiittttt...." Anggap saja itu suara ban mobil yang mengerem mendadak.


"By." Diva membulatkan matanya saat mobil Kenan tiba-tiba berhenti di antara mobil yang ia kendarai dan truk yang melaju tersebut, sedikit saja terlambat truk tersebut untuk mengerem sudah pasti Kenan sudah kenapa-napa, bahkan mobil bagian samping Kenan lecet karena ke tabrak truk.


Kenan segera turun dari mobil dan menghampiri sopir truk tersebut.


"Turun !!" Teriak Kenan terlihat sangat emosi membuat mukanya memerah.


Diva ikut turun langsung menghampiri suaminya untuk menenangkannya, karena Diva tahu Kenan sangat emosi, tak lama mobil Calista juga berhenti dan langsung ikut bergabung.


"Ada apa ?" Tanya Calista.


Kenan yang mendengar suara Calista langsung menoleh kearah wanita tersebut, dengan tatapan penuh dengan amarah, tapi sebisa mungkin ia menahannya, ia tak mau gegabah mengambil tindakan sebelum ia menemukan bukti.


"Tidak apa-apa, hanya saja truk tadi tiba-tiba saja melaju sangat kencang, dan mengarah ke mobil saya, padahal jalanan cukup lenggang, dan juga luas." Jelas Diva.


"Oh, mungkin saja remnya blong, atau sopirnya mengantuk." Ujar Calista.


Kenan terus menggedor-gedor pintu truk agar sopirnya segera turun, tak lama sopir tersebut keluar dengan wajah sangat ketakutan melihat Kenan.


"Apa kau bo*""h, kau hampir saja mencelakai istriku." Sarkas Kenan menarik kerah baju sopir truk tersebut.


"Maaf Pak, tadi saya sedikit mengantuk, dan saya tidak menyadari kalau di depan ternyata ada mobil " Terang sopir tersebut ketakutan.


"Kalau ngantuk ngapain masih menyetir, kamu bisa membahayakan nyawa pengendara lain, sedikit saja saya terlambat saya tidak tau apa yang akan terjadi dengan istri saya, dan kamu tidak akan saya beri ampun." Emosi Kenan ingin meninju wajah sang sopir, tapi buru-buru Diva menahan lengan Kenan.


"Sudah by, bapak ini tidak sengaja, dan mungkin ia sangat kelelahan, yang penting kita semua tidak kenapa-napa kan, ayo pulang !" Ajak Diva lalu melepaskan tangan suaminya yang masih mencengkram di kerah baju sang sopir tersebut.


"Pak, lain kali kalau kelelahan atau mengantuk sebaiknya bapak berhenti untuk beristirahat, agar tak terjadi lagi kejadian seperti ini." Ucap Diva tersenyum ramah kepada sopir truk.


"Iya non, terimakasih, dan saya sangat meminta maaf atas kelalaian saya." Ucap sopir tersebut menyatukan kedua tangannya meminta maaf.


"Iya pak, saya sudah maafkan bapak, lebih baik bapak istirahat saja dulu, lalu melanjutkan perjalanan.


Calista mengepalkan tangannya, menatap tajam kearah sopir truk, sopir itupun menunjukkan wajahnya tak berani menatap mata Calista.


"Ayo Calista, lebih baik kita lanjutkan perjalanan kita maaf karena menghalangi perjalanan kamu." Ucap Diva.


"Iya tidak apa-apa." Sahut Calista.


"Kalau begitu kami duluan." Pamit Diva merangkul lengan suaminya, masuk kedalam mobil bagian kemudi.


"Pak biar saya yang bawa mobil ini, dan mobil saya langsung di bawa ke bengkel biasa." Seru Kenan kepada Pak sopir yang mengantarkan Diva yang sedang berdiri di samping mobil.


"Iya Tuan." Sahut Pak supir lalu berjalan ke arah mobil Kenan.


Dalam perjalanan Kenan terus terdiam, ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Diva jika ia terlambat sedikit saja.


"By..." Ucap Diva memegang pundak Kenan, yang terus terdiam sambil fokus menyetir, tapi Diva yakin, Kenan memikirkan sesuatu.


"Emmm...." Tiba-tiba saja setetes air mata Kenan terjatuh, hal itu tak luput dari pandangan Diva.


"By, kamu Kenapa ?" Tanya Diva lembut sambil mengusap lengan suaminya itu.


"Masih bisa kamu bertanya aku kenapa ? Aku takut yank, takut kamu meninggalkan aku dan juga baby Khay, sedikit saja aku terlambat tadi, aku tak tahu dengan apa yang terjadi dengan mu." Ucap Kenan masih melihat ke arah jalan di depannya, tapi kini air matanya tak lagi menetes melainkan mengalir deras sampai-sampai membasahi kemeja yang ia kenakan di bagian dadanya.


"Stop by', aku yang akan menyetir !" Ujar Diva karena melihat ke adaaan suaminya.


"Enggak Yank, aku enggak apa-apa." Ucap Kenan menoleh ke arah istrinya dengan senyuman kembali mengembang di wajahnya tapi jelas terlihat sedikit di paksakan, lalu mengusap air matanya kasar.


"Beneran sayang." Ucap Kenan lalu mengusap pucuk kepala Diva lalu kembali fokus pada kemudiannya.


Diva tersenyum, lalu menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


"By, kok tiba-tiba kamu berada di sana tadi ?" Tanya Diva sedikit mendongak melihat wajah Kenan dari arah samping.


"Aku dapat info sama orang suruhan aku Yank untuk mengawasi Calista, dan orang aku itu mengatakan kalau Calista terlihat sangat mencurigakan, dan sesekali ia melihat wanita itu menatapmu dengan tatapan membenci dengan penuh amarah dalam dirinya, tapi entah apa rencana sampai ia bersikap seolah ia baik dan profesional dalam bekerjasama dengannya kita." Jelas Kenan panjang lebar.


"Aku juga curiga by, tadi kami juha mengobrol banyak."


"Mengobrol ?" Kenan melihat kearah Diva lalu kembali fokus menyetir.


"Iya." Diva pun menceritakan soal obrolannya dengan Calista, Diva juga memberitahukan kalau ia mengetahui soal Calista yang pernah menggoda Kenan bahkan mengancamnya.


"Dan kamu ingat yank, kamu enggak usah bersikap baik kepada wanita itu !" Ujar Kenan.


"Aku sengaja balikin dia by', dengan begitu aku bisa tau gerak-gerik dia, aku mau liat apa rencananya dan sampai kapan ia berpura-pura seperti itu." Ucap Diva.


"Dan satu lagi aku akan bersikap aku wanita yang polos dan gampang percaya begitu saja dengannya, kamu juga jangan heran jika sewaktu-waktu aku marah-marah kepadamu, itu bagian dari sandiwara aku By', saat kita sering pura-pura bertengkar di depannya dan aku akan menggap dia sahabat baik, dengan sering curhat kepadanya tentang hubungan rumah tangga kita, dengan begitu dia merasa akan punya kesempatan untuk mendekati kamu, di saat itulah kita akan memiliki kesempatan untuk mengungkapkan kelicikannya." Diva memberitahukan rencananya dengan senyuman mengeringkan, membuat Kenan sedikit bergidik ngeri.


"Kamu benar-benar istri hebat yank, sudah hebat hal seperti ini, juga hebat di kasur, benar-benar istri sempurna pokoknya, beruntung banget aku dapat istri seperti kamu yang, bar-bar !!" Oceh Kenan tersenyum bahagia.


"Kamu juga suami yang benar-benar pakai banget Mesum !!! Pasti enggak pernah jauh dari arah begituan." Ujar Diva jengah.


"Tapi aku mesumnya sama yang halal yank, dan itu sangat berpahala, kata orang-orang sih, 2in1 yank."


"2in1 ?" Bingung Diva.


"Iya Yank, dapat enaknya dapat pula pahalanya, dan bisa juga jadi 3in1, dapat anak juga Yank."


"Subhanallah, nikmat mana lagi yang kau dustakan." Tambahnya.


"Benar-benar tidak waras !!" Ujar Diva geleng-geleng Kepala.


Bersambung....


Budayakan like, komen, juga vote. Jangan lupa klik profil Author untuk mampir ke karya Author lainnya tak kalah seru dengan cerita Kenan dan Diva.


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️