Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 99 Season 2


Kenan beserta istri dan anak-anaknya duduk bersantai di gazebo yang ada didalam kamarnya, sambil menikmati pemandangan sore di pantai depan sana, di temani beberapa cemilan dan segelas jus buah segar.


Kenan dan Diva duduk disalah satu kursi untuk bersantai di pinggiran kolam renang, sedangkan Abang Khay dan dedek Kia bermain dihalaman rerumputan sintesis tak jauh dari kedua orangtuanya.


"Bang hati-hati mainnya, nanti adeknya jatuh loh !!" Seru Diva kepada putra sulungnya itu.


"Iya bunda." Sahut Abang Khay kemudian kembali main lempar bola dengan adiknya.


"Yank...." Ucap Kenan sambil merangkul pundak Diva.


"Emmm...?" Diva menoleh melihat suaminya itu.


"Ada apa by' ?" Tanya Diva saat Kenan terus menatapnya dengan intens.


"Kamu cantik." Ucap Kenan mendekatkan wajahnya.


"By', ada anak-anak !!" Diva menahan wajah suaminya itu menggunakan telapak tangannya.


"Dikit doang yank, aku kangen tau." Ujar Kenan menarik tangan Diva lalu mencium bibir Diva sekilas.


"By..." Pekiki Diva lalu menoleh kearah anak-anaknya, takut kedua anaknya itu melihat tingkah Kenan.


"Mereka enggak liat kok yank, mereka asik dengan permainannya sendiri." Ucap Kenan menarik Diva agar bersandar di bahunya.


Diva pun melingkarkan lengannya di pinggang Kenan.


"Oh iya Yank, tari kamu mau bicara apa ?" Tanya Kenan mengingat apa yang ada di katakan Diva saat perjalanan ke bandara menuju Bali.


Diva terdiam sejenak, ia takut jika suaminya mengetahui akan hal itu akan merasa kecewa.


"Yank kenapa diam, Hem ?" Tanya Kenan lembut sambil merapikan anak rambut Diva yang menutupi sebagian wajahnya.


"By', sebenarnya aku...." Diva menghentikan perkataannya, ia masih ragu untuk mengatakan semuanya.


"Apa ? Apa ada hal yang kamu sembunyikan yank ?" Tanya Kenan mengangkat dagu Diva menggunakan telunjuknya.


Keduanya saling menatap mata Diva mulai berkaca-kaca, membuat Kenan mengernyitkan keningnya.


"Ada apa, cerita sama aku Yank !!" Seru Kenan dengan lembut.


Diva langsung memeluk suaminya dengan sangat erat, tangisannya sudah tak bisa lagi ia tahan, Diva menangis terisak di pelukan suaminya sampai kaos yang digunakan Kenan basah di bagian dadanya.


"Yankk...." Ucap Kenan mengusap punggung istrinya.


"By', maaf...." Ucap Diva masih belum bisa meredahkan tangisannya.


"Maaf untuk apa ?" Tanya Kenan masih dengan lembutnya.


"Maaf, aku tidak bisa lagi mengandung anak kita, ak....aku...." Akhirnya Diva mengatakan apa yang membuatnya bersedih.


"Maksud kamu apa Yank, kamu kenapa ?" Ucap Kenan kaget, Kenan khawatir dengan istrinya, ia takut terjadi sesuatu dengan istrinya.


"Ak....aku....sudah tidak bisa hamil lagi by', rahim aku sudah diangkat saat melahirkan dedek, karena benturan keras sehingga rahim aku harus di angkat." Jelas Diva, membuat Kenan menegang kaget mendengar penjelasan dari Diva, Kenan merenggangkan pelukannya, membuat Diva takut jika suaminya akan kecewa karena Kenan masih ingin menambah momongan.


"Maaf..." Ucap Diva menundukkan wajahnya air matanya kembali keluar dengan sangat derasnya.


Kenan menangkup wajah Diva, mengusap air matanya menggunakan kedua ibu jarinya, sambil menatap lekat manik mata istrinya itu dengan ekspresi yang sulit untuk di artikan.


"Maaf karena mengecewakan mu by', tapi jika kamu masih ingin menambah momongan aku ikhlas kamu menikah lagi, aku sadar dengan kekurangan ku ini." Ucap Diva tak sanggup melihat Kenan yang masih diam menatapnya dengan tatapan datar.


"Maaf...." Ucap Kenan pelan.


Diva yang mendengar perkataan maaf dari Kenan langsung membulatkan matanya, ia bingung kenapa suaminya itu meminta maaf.


Diva memberanikan diri untuk menatap suaminya itu, sampai kedua manik mata keduanya bertemu.


"Maaf, karena aku tidak bisa berada di samping kamu saat kamu hamil, aku tidak bisa menjadi suami yang baik, suami yang menjaga istrinya, sampai kamu mengalami hal seperti ini sendirian." Kenan menjeda ucapannya.


"Kamu pasti melawati masa-masa sulit itu sendiri yank, kamu pasti sangat terluka akan hal ini, aku benar-benar meminta maaf..." Lanjut Kenan dengan air matanya yang mulai keluar.


Diva kembali memeluk sambil menenggelamkan wajahnya di dada bidang Kenan.


"Kamu tidak perlu minta maaf By', harusnya aku yang meminta maaf karena tidak bisa menjaga diriku sendiri, sampai tidak bisa lagi memberimu keturunan." Ucap Diva.


"Aku enggak masalah dengan itu Yank, toh kita juga sudah memiliki putra dan putri yang sangat lucu, dan pintar, kalaupun seandainya kita belum di berikan keturunan aku tidak akan pernah mencari wanita lain, karena wanita aku cuma kamu Yank, tidak ada yang bisa menggantikan kamu di hatiku." Ucap Kenan mencium pucuk kepala istrinya itu.


"Terimakasih by'..." Ucap Diva.


"Iya, sekarang kamu tidak perlu memikirkan hal itu lagi, sekarang yang perlu kita pikirkan, bagaimana caranya agar kita bisa honiemoon tanpa gangguan Abang dan dedek nanti." Ucap Kenan membuat Diva langsung merenggangkan pelukannya lalu mendongak menatap Kenan.


"By, tujuan kita liburan bukan itu ya, tujuan kita liburan untuk berkumpul menghabiskan waktu dengan keluarga kecil kita, asalkan kamu lupa." Ucap Diva.


"Tidak ada salahnya juga Yank, mumpung kita lagi di Bali." Ujar Kenan tersenyum mesum menatap Diva.


"Anak-anak masuk yuk, udah mau malam !!" Panggil Diva lalu meninggalkan Kenan sendirian duduk di pinggir kolam.


"Yank, aku enggak kamu panggil juga ?" Teriak Kenan terus memperhatikan Diva yang menggandeng anak-anaknya masuk.


"Enggak, kamu di situ aja !" Sahut Diva.


"Bang, liat bunda tuh, masa ayah disuru tinggal disini." Adu Kenan kepada putranya.


Abang Khay melepaskan tangannya dari gandengan Bundanya.


"Bunda jahat !!" Seru Abang Khay lalu berlari kearah Kenan.


Kenan yang melihat sikap anaknya itu tersenyum mengejek kearah Diva.


"Ayah ayo kita masuk, kita balengan aja." Abang Khay menarik tangan ayahnya itu lalu menariknya masuk kedalam.


"Ya sudah kalau ada apa-apa jangan suruh-suruh bunda, kamu suruh aja tuh ayah kamu !!" Ucap Diva pura-pura kesal.


"Ayo dek, habis ini kita beli cake vanila." Ucap Diva.


Abang Khay yang mendengar kata cake Vanila langsung melepaskan tangan Kenan lalu berjalan kearah bundanya.


"Aku sama bunda juga deh..." Ucap Abang Khay memperlihatkan pupy eyesnya.


"Dasar !" Ucap Diva jengah, karena jika sudah mendengar kata cake vanila, pasti Abang langsung teralihkan karena ia sangat menyukai cake tersebut.


"Bener ya Bun, nanti kita beli cake nya ?" Tanya Abang Khay.


"Iya." Sahut Diva.


"Bang terus ayah bagaimana ?" Tanya Kenan pura-pura sedih.


"Ayah tinggal aja sendiri !" Ucap Abang Khay santai lalu meraih tab nya yang ada di atas meja.


"Bundaaaa, ayah enggak sayang ayah lagi." Adu Kenan manja lalu berjalan langsung memeluk Diva.


"Ayah cengeng..." Sahut dedek Kia tiba-tiba.


Membuat Diva menertawakan Kenan, karena dikatai oleh anaknya sendiri.


"Biarin, wleee, orang bunda ayah." Ucap Kenan menjulurkan lidahnya kearah putrinya itu.


"Bunda aku yah.." Ucap dedek Kia ikut memeluk Diva yang duduk di pinggir tempat tidur.


"Enak aja, bunda aku dedek..." Ucap Kenan melepaskan pelukan putrinya dari Diva.


"Ayah cudah besal, jangan manja !!" Seru dedek Kia kembali memeluk Diva.


"Bundanya ayah dek." Diva ikut menggoda putri kecilnya itu.


"Enak aja, kata Oma, bundanya ayah itu Oma Vivi." Ucap dedek Kia tak mau kalah.


"Tapi sekarang bunda ayah, ya bunda Diva." Ucap Kenan.


"Atu bilangin Oma loh." Ucap dedek Kia mulai berkaca-kaca.


"Bilangin aja wleee...." Lagi-lagi Kenan menggodanya sambil menjulurkan lidahnya.


Seketika itu juga tangisan dedek Kia pecah.


"Ya sudah sini anak bunda, awas Yah, aku bundanya dedek." Ucap Diva meraih putrinya dan langsung memeluknya.


"Ayah jahat bunda." Adu dedek Kia.


"Iya nanti bunda kasi hukuman, Ok !! Tapi dedeknya senyum dulu dong !" Ujar Diva.


"Ayahnya enggak boleh ikutan kita nanti kalau kita jalan-jalan." Ucap dedek Kia menatap tak suka kepada Kenan.


"Iya, nanti kita ayah tinggal, Ok ! Tos dulu dong !!" Ucap Diva mengangkat tangannya agar dibalas putri kecilnya.


Dedek Kia langsung bertos ria dengan Diva, dan memeluk erat bundanya itu.


"Anak pintar...." Ucap Diva mengusap lembut rambut dedek Kia.


Bersambung.....


Jangan lupa like, Komen,dan juga vote sebanyak-banyaknya......


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️