Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 64 Season 2


Pagi-pagi Diva terbangun karena mendengar suara orang yang sedang mengobrol, Diva mengerjapkan matanya kemudian bangun dengan sangat pelan karena takut mengganggu putranya yang masih tertidur di sampingnya, semalam Diva tidur di brangkar yang sama dengan baby Khay.


Diva mengedarkan pandangannya di seluruh ruangan tersebut, saat matanya tertuju pada sofa ia melihat Kenan dan Sarla duduk berdampingan sambil menikmati sarapannya. Diva turun dari brangkar lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya.


"Eh... Div kami sudah bangun ? Maaf kalau pagi-pagi aku sudah kesini, mari ikut sarapan aku membawa sarapan untuk kalian." Ujar Sarla saat melihat Diva berjalan menuju kamar mandi.


"Kalian sarapan saja, aku masih belum lapar !" Seru Diva cuek lalu melanjutkan langkahnya.


Tak lama Diva kembali dari kamar mandi, lalu meraih ponselnya kemudian mencoba untuk menghubungi Lani sahabatnya.


📞 " Hallo Lan kamu di mana sekarang ?" Tanya Diva setelah sahabatnya itu menjawab panggilannya.


📞 "Aku lagi di rumah aja nih Div, kalau kamu dimana, tumben-tumbennya pagi-pagi udah nelfon.


📞 "Aku lagi di rumah sakit Lan, semalam baby Khay di bawah kesini, dia terkena DBD dan harus di rawat intensif.


📞 "Astagafirullah, ok aku dan Ray akan segera kesana kebetulan hari ini Ray tidak masuk kantor, kamu serlok aja alamat rumah sakitnya !!" Seru Lani terdengar kaget.


📞 "Kami di rumah sakit kota kok Lan, nanti aku chat ruangannya saja." Ucap Diva.


📞 "Ya sudah kalau begitu aku siap-siap dulu, kamu sudah sarapan belum, kamu mau dibawakan apa ?" Tanya Lani.


📞 "Tolong bawakan soto yang ada di dekat perempatan yang tak jauh dari rumah kamu itu, rasanya aku pengen banget makan itu." Ujar Diva.


📞 "Iya tapi aku tidak janji ya soalnya jam-jam segini biasanya belum buka Div." Jelas Lani.


📞 "Oh ya sudah, kalau tidak ada ketoprak juga boleh deh Lan, sekalian sama bubur kacang hijaunya ya !!" Diva sedikit lebih bisa tertawa saat ia berbicara dengan sahabatnya itu.


📞 "Iya....Iya....Aku siap-siap dulu, soalnya aku mau titip si twins ke rumah mama dulu."


📞 "Bukannya Tante ada di kota Z ya ?"


📞 "Kemarin mereka balik Div, papa ada yang mau di urusin, ya sudah ah kalau kamu terus bertanya kapan aku berangkatnya." Diva terdengar Jengah dan hanya dibalas tawa oleh Diva.


Setelah panggilan keduanya berakhir Diva kembali menatap putranya yang masih tertidur sambil mengusap kepalanya. Dengan posisi Diva membelakangi Kenan dan Sarla yang duduk di Sofa entah apa yang di bahas keduanya, Diva berusaha untuk mengabaikan keduanya.


Diva beranjak dari duduknya, ia ingin keluar sebentar untuk menghirup udara segar, ia sudah tak sanggup lagi menahan sesak melihat kebersamaan Kenan dan Sarla.


"Aku titip Abang sebentar, aku mau keluar." Ujar Diva kemudian berjalan keluar tanpa menunggu persetujuan Kenan.


Diva menyusuri koridor rumah sakit dengan perasaan tak menentu, entah kemana langkah kakinya membawanya, Diva berjalan sambil menundukkan kepalanya tiba-tiba ia menabrak seseorang dari belakang, membuat seorang pria yang ia tabrak itu seketika menoleh.


"Maaf...Maaf saya tidak sengaja." Ucap Diva mengatupkan kedua tangannya sambil menundukkan kepalanya.


"Diva, kamu Diva kan ?" Ucap pria tersebut sedikit menundukkan kepalanya agar bisa lebih jelas wajah Diva.


Diva yang mendengar pria itu mengenalinya langsung mendongakkan kepalanya, dan betapa kagetnya saat Diva melihat pria tersebut.


"Dafa, ngapain kamu disini ?" Tanya Diva.


"Emangnya aku enggak boleh disini, setau saya ini tempat umum loh, emangnya disini ada larangan orang cakep dilarang kesini ya ?" Dafa tak menjawab pertanyaan Diva ia malah menjawab Diva dengan candaan.


"Bukan itu maksud aku Daf, bukannya kamu di kota Z ? Dan kalaupun ada larangan orang cakep dilarang kesini, aku yakin kamu tetap bisa masuk kesini kok, dan malah sebaliknya aku yang tidak bisa masuk kesini." Diva balas candaan Dafa Seketika keduanya tertawa.


"Btw ngapain kamu kesini, siapa yang sakit ?" Tanya Dafa setelah tawa keduanya meredah, mereka berjalan menuju ke arah taman rumah sakit.


"Anak aku sekarang dirawat disini Daf, dia terkena sakit DBD." Jelas Diva.


"Aku sedikit merasa butuh udara segar, makanya aku mencoba untuk jalan-jalan sebentar, lagian di dalam ada ayahnya kok." Jelas Diva.


"Kalau kamu ngapain di sini ?" Diva balik bertanya.


"Sejak lulus sekolah aku emang pindah ke kota ini untuk melanjutkan studiku, dan kebatulan mama aku juga di rawat disini, ia sempat terjatuh di kamar mandi di rumah aku yang disini, saat mamaku mengunjungi ku." Jelas Dafa.


"Oh iya kabar Lani bagaimana, dengar-dengar dia menetap di kota ini juga ya ?" Tanya Dafa.


"Dia sekarang juga sudah punya anak dan anaknya kembar, mungkin sebentar lagi dia datang kesini, soalnya tadi dia sudah siap-siap mau kesini." Jelas Diva.


Diva sedikit melupakan luka dihatinya saat ia mengobrol seperti saat ini.


"Aku boleh jenguk anak kamu tidak, aku penasaran soalnya dengan wajah anak kamu, apa dia cakep seperti mamanya, soalnya mamanya aja cantik." Goda Dafa.


"Tetntu dong anak aku pasti cakep emaknya aja kece kayak gini." Ujar Diva menepuk dadanya sambil menaikkan kedua alisnya menyombongkan dirinya.


"Kamu masih belum berubah ya Div, walaupun kamu sudah berumah tangga." Ucap Dafa menatap Diva dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Semuanya banyak yang sudah berubah Daf, karena setiap kehidupan itu pasti semuanya ada perubahan, bahkan kamu juga banyak berubah, kamu sudah tak petakilan seperti dulu, bahkan penampilan kamu saat ini sangat berbeda."


"Emangnya penampilan aku dulu jelek ya Div, sekarang sudah enggak dong ya ?" Canda Dafa.


"Dulu tuh kamu jelek makanya aku selalu nolak kamu, dan sekarang....." Diva menggantung ucapan sambil menelisik penampilan Dafa.


"Sekarang apa Div, jangan-jangan kamu mau bilang sekarang aku tambah jelek." Ucap Dafa mencoba menebak apa yang akan di katakan Diva.


"Itu kamu tahu, dukun ya ?" Sahut Diva membuat Dafa gemes sendiri melihat sikap Diva, Dafa mencubit gemas hidung Diva.


Ternyata sejak tadi Kenan memperhatikan interaksi keduanya, wajah Kenan memerah menahan emosinya sambil mengepalkan tangannya.


Kenan berniat ingin mencari Diva, karena Lani sudah berada diruangan baby Khay, tapi saat ia mencari Diva di sekitar taman tak sengaja ia melihat Diva dan Dafa saling bercanda dan terlihat sesekali mereka tertawa.


Dengan perasaan berkecamuk Kenan melangkahkan kakinya menghampiri Diva dan Dafa.


"Ekkmmm...." Kenan berdehem membuat Diva dan Dafa yang tadinya sedang bercanda mengalihkan atensinya ke arah Kenan yang kini berdiri tepat di belakang keduanya.


"Lani dan Ray menunggumu di ruangan Abang !" Ucap Kenan dingin dengan wajah datarnya.


"Daf, kamu mau ikut masuk enggak, katanya kamu mau jenguk anak aku ?" Tanya Diva kepada Dafa.


"Emangnya enggak apa-apa Div?"Tanya Dafa karena melihat sikap dingin Kenan.


"Ya enggak apa-apa lah, semua orang boleh kok menjenguk anakku, bahkan kuman ataupun parasit juga boleh." Ucap Diva menatap kearah Kenan dengan senyuman terkesan di paksakan.


"Enggak usah banyak berpikir, Lani juga pasti seneng banget melihat kamu disini." Diva pun langsung menarik tangan Dafa lalu berjalan mendahului Kenan yang masih menatapnya dengan emosi yang menyeruak.


Kenan terus memperhatikan Diva dan Dafa yang semakin menjauh, hati Kenan sesak melihat Diva sedekat itu dengan pria lain.


"Maaf Div, karena aku sangat egois aku saja tega menorehkan luka kepadamu tapi entah kenapa aku sesak melihat kamu dengan pria lain." Gumam Kenan.


Bersambung......


Hari ini aku sudah Up tiga episode karena melihat dukungan dan komentar-komentar dari kalian, terus beri dukungan ke Author LIKE, KOMENT, VOTE sebanyak-banyaknya, agar author tetap semangat buat selalu crazy up setiap harinya.


Terimakasih...🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️