
Kini Kenan sudah sampai di bandara kota Z. setelah tadi pagi jam 5:30 dia berangkat dari kota xx, kekota Z.
" Yank... Tunggu aku, aku akan menjelaskan semuanya. " gumam Kenan.
Supir sekaligus orang yang biasa tinggal di rumah keluarga Salman di kota Z, sudah berada didepan lobi bandara untuk menjemput Kenan.
" Den, silahkan. " Sahut pak supir yang bernama pak Tono, membukakan pintu bagian belakang mobil untuk Kenan.
Namun Kenan malah menuju kebagian kemudi.
" Bapak masuk aja, biar aku yang mengemudi." Sahut Kenan, saat membuka pintu mobil bagian kemudi.
" Tapi den. ?" Ucap pak Tono tak enak hati.
" Tidak apa-apa pak, saya lagi buru-buru soalnya. " Jawab kenan.
pak Tono segera masuk, di bagian depan, setelah pak Tono duduk, Kenan langsung melakukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, Dan Kenan tidak lagi mempedulikan rambu-rambu lalulintas. Tak sampai satu jam Kenan sampai dikediaman keluarga Fikram.
Kenan langsung masuk meninggalkan pak Tono yang masih mengatur nafasnya. Kenan mendapati bi'Asih menyiram tanaman dihalaman depan rumah keluarga Fikram.
Bi'Asih yang melihat kedatangan Kenan terlihat terkejut, karena sebelumnya Arka sudah memberi tahu kepadanya kalau Kenan datang untuk mencari Diva, jangan biarkan Kenan untuk menemui Diva.
" Bi', apa Diva ada didalam ?" Tanya Kenan.
" Tidak ada den, tadi non Diva keluar. " Jawab bi'Asih.
" Keluar kemana bi' ?" Tanya Kenan lagi.
" Dia keluar nai...."
sebelum bi'Asih melanjutkan ucapannya, Arka segera keluar dengan tatapan dingin, dan tajam, seolah-olah ia akan memakan hidup-hidup Kenan.
" Ada apa kau mencarinya lagi, apa kau belum puas menyakitinya ?" Tanya Arka dengan raut wajah menahan amarahnya, dengan mengepalkan tangannya.
" Kak, kak Arka salah paham, ak..."
"Aku apa, Hah ?" Tanya Arka menyela ucapan Kenan, dan langsung melayangkan tinjunya kearah muka Kenan dengan beruntun.
" Saya sudah peringatkan kamu, sebelum kalian menikah, jangan pernah coba-coba untuk menyakiti adik saya. " Ucap Arka mencengkeram kerah baju Kenan.
" Saya dan ayahku, telah salah memilih seseorang untuk Diva, kamu bukan laki-laki yang tepat untuk menjaga dan menyayangi nya, seperti kami memperlakukan dia, dan ingat aku tidak akan memaafkanmu, jika terjadi sesuatu kepada adik saya. " Jelas Arka penuh penekanan disetiap kata-katanya.
Arka melepaskan kerah baju Kenan dan mendorong tubuh Kenan sehingga Kenan terjatuh kebelakang.
Bi'Asih yang melihat kejadian itu, hanya menatap kasian kepada Kenan, karena bibirnya sudah mengeluarkan darah yang banyak.
" Tapi kak, beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya, aku hanya dijebak kak. " Ucap Kenan sambil berlutut didepan Arka.
Arka tidak menghiraukan ucapan Kenan, dan berjalan kearah mobilnya, karena ia akan segera kekantor.
" Sebaiknya kamu pergi dari sini. " Ucap Arka sebelum masuk ke mobilnya.
Arka melajukan mobilnya meninggalkan kenan yang masih tertunduk dihalaman rumah keluarga Fikram.
Kenan segera berdiri melangkah kakinya meninggalkan tempat itu, ia segera masuk kedalam mobilnya, karena pak Tono masih menunggunya, karena ia sempat melihat kejadian itu.
Ternyata Diva sedari tadi memperhatikan Kenan dan Arka dari balik jendela kamarnya, Diva merasa kasihan saat melihat Kenan dihajar oleh Arka, namun ia tidak bisa keluar karena ia masih merasa sangat sakit dikala ia mengingat foto Kenan dan juga Sarla didalam sebuah hotel.
Kina Diva duduk bersimpuh dibawah jendela menundukkan kepalanya menatap lantai, Diva terus menangis dengan rasa sakit yang ia rasakan disaat ia mengingat pengkhianatan yang Kenan lakukan.
" Kenan aku sangat mencintaimu, tapi kenapa kau tega mengkhianatiku, KENAPA. ?" Ucap Diva sambil terisak mengusap air matanya yang terus keluar.
" KAMU BOHONG KENAN, SEMUA YANG TELAH KAU UCAPKAN SEMUA HANYA BOHONG, kamu pembohong kenan" teriak Diva dengan suara lirih diakhir kalimatnya, ia langsung berbaring dibawah jendela dengan memeluk kedua lututnya.
Di sisi Kenan
Kenan kembali dikediaman keluarga Salman yang berada dikota Z.
Kenan langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintunya.
Kenan terduduk menyandarkan kepalanya dibalik pintu, menengadah keatas menatap langit-langit kamarnya, tak terasa air matanya turun dikala ia mengingat kebersamaannya dengan Diva.
" Yank, aku sangat mencintaimu, aku tidak bisa hidup tanpa kamu Yank. " gumam Kenan.
Kenan mengeluarkan ponselnya memandangi foto dirinya dan Diva, yang saat ini jadi wallpaper di ponselnya.
📞 " Assalamualaikum Yah. " Ucap Kenan setelah menjawab panggilan dari ayahnya.
,📞 " Apa kamu sudah menemui Diva ?" Tanya ayah Salman dari seberang telepon.
📞 " Belum yah, tadi kata bi'Asih diva lagi keluar. " Jawab Kenan.
📞 " Ayah, dan ibu mertuamu, sekarang mereka berada diluar negeri, ayah sudah memberitahu masalah ini dan menjelaskan semuanya, besok mereka segera pulang, dan membantu kamu menjelaskannya kepada istrimu.
📞 " Tapi yah, kak Arka sangat marah kepadaku. " Ucap Kenan lirih.
📞 " Kamu Jangan khawatir dia hanya salah paham, Sekarang kamu istirahat saja dulu. " ucap ayah Salman.
📞 " Baik yah, Ucap Kenan dan setelah itu sambung telpon terputus.
Siangnya Kenan kembali kerumah keluarga Fikram, namun belum ia sampai, Kenan melihat Diva keluar, dengan menggunakan motor.
tanpa Diva ketahui Kenan mengikutinya dari belakang, Kenan yang melihat Diva membawa motor dengan kecepatan diatas rata-rata sedikit khawatir, apa lagi dengan keadaan Diva yang sekarang.
setelah 30 menit Diva sampai di sirkuit, disana sudah ada teman-teman komunitas motor Diva.
termasuk Rafa, dan seorang wanita didekatnya, mungkin itu pacar Rafa, pikir Kenan.
kali ini Lani tidak datang, mungkin karena dia lagi kumpul sama teman-teman cewek rempong.
Kenan duduk agak jauh dari Diva kumpul dengan teman-temannya. namun masih terlihat jelas oleh Kenan, terlihat diva tertawa, tapi dibalik tawanya kalau Diva sangat terluka.
Di sisi Diva
Diva saat ini terlihat ceria, dengan dia berkumpul dengan teman-temannya, sedikit menghilangkan kesedihannya sejenak.
" Woi dari mana saja lu, baru nongol, mentang-mentang pengantin baru lu. " sahut Tio sedikit menggoda Diva, sambil menaik turunkan alisnya.
Diva hanya tersenyum menanggapi ucapan Tio, ia malas membahas soal pernikahannya.
" Mau ngetrck bareng gue nggak, sudah lama nih, gue nggak ngetrck. " sahut Diva mengalihkan pembicaraan.
" Ok siapa takut. " sahut Panji dan Reza bersamaan.
" Gue nggak ikutan dulu, Motor gue kagak stabil. " sahut Tio angkat tangan.
" Jadi kita hanya bertiga doang ini, Ok siapa takut. " Ucap Panji
Rafa hanya melihat Diva, Rafa tau kalau Diva sedang ada masalah, namun saat ini ia tidak bisa mencegahnya, karena saat ini Diva sedang dalam mode on keras kepala.
Diva, Panji, Reza, menuju garis star dengan motor masing-masing.
Kenan yang melihat Diva sedikit khawatir karena keadaan Diva tidak memungkinkan untuk ikut balapan.
Kini Diva sudah melajukan motornya, dengan kecepatan penuh.
Kenan segera menghampiri Rafa, menarik tangan Rafa, dan sedikit menjauh dari tempat Rafa, takut Diva melihatnya, karena saat ini posisi Rafa dipinggir perlintasan.
" Ada apa ?" Tanya Rafa bingung.
Kenan menceritakan masalahnya yang ia alami dengan Diva saat ini, Kenan menceritakan soal kesalahpahaman Diva.
Rafa sempat melayangkan tinjunya diwajah Kenan, tepat pada bekas dari pukulan Arka tadi pagi, hal itu membuat luka Kenan kembali mengeluarkan darah, ditambah memar di bagian pipi kanan dan kirinya karena ulah Arka.
dengan cepat Kenan menjelaskan semua, dan itu membuat Rafa mengerti.
" Baiklah kali ini gue percaya sama lu, tapi sekali lagi lu, sakiti Diva, lu tau sendiri akibatnya. " Ucap Rafa menekankan disetiap kata-katanya.
Saat ini Diva melajukan motornya dua belokan lagi ia, akan memenangkan balapan ini, Diva menambah kecepatan motornya, Hingga 200Km/jam.
Tiba-tiba Diva teringat dengan foto Kenan dan Sarla, Diva terus menatap kosong dibalik helmnya dan Brraaakkkkkk....
*Bersambung....
jangan lupa
like
coment
vote
🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏*