Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 69 Season 3 ( Next Generatoin )


''Ngomong-ngomong, siapa yang memberitahumu soal itu ? Apa Clarie ?"


"Emmm..." Enzy hanya berdehem mengiyakan.


"Berhenti mengucapkan nama itu padaku !"


"Jadi, apa kamu ingin tahu cerita sebenarnya bagaimana aku bisa sampai menciumnya?" Tanya Khay mengeratkan pelukannya.


"Tidak usah ! Aku sudah tahu semuanya." Sahut Enzy.


"Tapi aku rasa tidak semuanya kamu tahu, karena tidak mungkin kamu sekesal ini jika tau ya sebenarnya." Ujar Khay.


"Apa kamu melakukan lebih dari berciuman ?" Enzy menoleh menatap Khay juga melepas paksa pelukan suaminya.


"Makanya dengar dulu, sayang ! Jangan langsung berspekulasi sendiri !" Imbuh Khay, kembali menarik Enzy, dan kali ini ia mendudukkan wanitanya itu di pangkuannya.


"Saat itu, aku, Kia juga Clarie sedang mengobrol di halaman dekat kolam renang di rumah utama, saat itu aku masih kelas XI, Tanpa sengaja Kia mendorong Clarie masuk kedalam kolam, karena Clarie tak bisa berenang, dia hampir saja tenggelam, untung saja Kia dengan cepat membantunya keluar, tapi saat Clarie berhasil dikeluarkan Clarie sudah tak sadarkan diri, aku dan Kia saat itu sangat panik, mengingat kejadian serupa pernah di alami saat dirumah kamu di kota Z, dan dia sampai dirawat di rumah sakit, sampai beberapa hari, karena kami takut kejadian itu terulang, aku berinisiatif untuk memberinya nafas buatan, awalnya aku menyuruh Kia memberinya namun Kia tidak mau, jadi, mau tak mau akulah yang melakukannya." Jelas Khay panjang lebar.


"Bener apa yang kamu katakan itu ?" Tanya Enzy.


"Beneran sayang, aku berani bersumpah, atau kamu tanya saja Kia, dia juga berada disana kan ?" Ucap Khay mengeratkan pelukannya di pinggang istrinya itu.


"Lagian ya, itu juga tidak bisa dikatakan berciuman, karena saat itu Clarie tak sadarkan diri." Ujar Khay lagi.


"Emm...aku percaya, tapi kamu jangan terlalu dekat sama dia lagi ya !" Rengek Enzy menyandarkan kepalanya di bahu Khay.


"Iya sayang." Sahut Khay menahan tangan Enzy yang membuat pola abstrak di dadanya karena itu membuatnya merasa geli.


"Ngomong-ngomong, apa aku bisa menikmati hadiah ulangtahunku ?" Ujar Khay mengusap lembut paha Enzy yang terkekspos sempurna karena saat ini Enzy sengaja memakai lingerie yang saat itu ia beli.


"Khay jangan seperti ini, geli tahu !" Ujar Enzy menahan lengan Khay agar berhenti mengusap pahanya.


"Apa kamu sengaja memakai pakaian seperti ini untuk menggodaku, Hem ?" Tanya Khay mengangkat dagu Enzy, membuat Enzy mendongak menatapnya.


"Ti...tidak !" Sahut Enzy gugup.


"Apa ini hadiah aku yang tertunda sayang ?" Tanya Khay kemudian mencium bibir istrinya sekilas.


Baru saja Enzy akan menjawab, Khay kembali mencium, dan m****at bibir milik istrinya itu, lama kelamaan Enzy juga sudah mulai mengimbangi permainan Khay, saat Khay akan melepaskan tali jubah lingerie Enzy, tiba-tiba Enzy menahannya.


"Jangan disini !" Ucap Enzy.


Khay tersenyum, lalu mencium kening istrinya itu, kemudian Khay mengangkat tubuh Enzy ala bridal style, membawanya masuk ke kamar yang ada di lantai atas.


Saat tiba di kamar Khay langsung merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur, tanpa basa basi lagi Khay langsung melanjutkan permainannya yang sempat tertunda.


...----------------...


Ke esokan harinya, Enzy terbangun karena merasa sangat lapar, perlahan Enzy membuka matanya, dan melihat jam yang tergantung di kamarnya, jam baru saja menunjukkan pukul 6 pagi, Enzy menoleh ke sampingnya, melihat Khay yang masih tertidur lelap, karena masih terlalu pagi Enzy tak berniat membangunkan suaminya itu, dengan perlahan Enzy menurunkan lengan Khay yang melingkar di atas perutnya. Setelah berhasil Enzy mengutip lingerienya yang ada di samping tempat tidur lalu memakainya, kemudian masuk ke kamar mandi.


Setelah beberapa menit Enzy sudah siap dengan pakaian santainya, ia berencana untuk membeli sesuatu di supermarket depan gedung apartemen.


...----------------...


"Sudah lama aku gak makan mie instan rasa ini, aku jadi gak sabar sampai apartemen." Ucap Enzy berbicara sendiri, sambil melangkah kakinya menuju lobi apartemen, saat tiba di depan pintu masuk lobi, Enzy menjatuhkan kantong belanjaannya, melihat apa yang terjadi di hadapannya, membuat Enzy geram, wajahnya berubah memerah sambil mengepalkan tangannya.


"Kuarang ajar kalian." Ucak Enzy dengan kilatan amarah di matanya, Enzy langsung menghampiri Khay dan Clarie yang sedang berpelukan di depan lift.


"Clarie apa yang kau lakukan ?" Bentak Khay melepas paksa pelukan gadis itu.


Khay kaget saat tiba-tiba Enzy langsung menarik lengannya dan menamparnya cukup keras.


"Sayang aku bisa jelaskan semuanya." Ucap Khay namun Enzy mengabaikan perkataan suaminya itu, Enzy beralih menatap tajam Clarie dan ingin menampar gadis itu, namun baru saja Enzy melayangkan tangannya, namun dengan cepat Khay menahannya.


"Sayang !" Seru Khay menurunkan tangan istrinya itu lalu memeluknya, agar Enzy tak memukul Clarie.


"Lepaskan aku !" Seru Enzy diliputi rasa marah yang memuncak, menatap tajam Khay, namun Khay tetap memeluknya.


"Aku bilang lepaskan aku Khay, aku akan memberinya pelajaran !" Geram Enzy dengan mata memrah.


"Sayang tenanglah ! Kamu salah paham, aku bisa jelaskan semuanya." Ucap Khay memegang kedua bahu istrinya itu.


"Salah paham (Tersenyum miring ) Aku liat dengan mata kepalaku sendiri lalu kamu bilang ini salah paham, kamu pikir aku ini bodoh, hah ?" Ujar Enzy.


"Apa yang kamu lihat ?" Timpal Clarie.


"Jangan pura-pura tidak tahu kalau aku telah melihat kalian berpelukan." Sahut Enzy.


"Oh, itu emang bener kita berpelukan." Sahut Clarie santai sambil melipat kedua lengannya di depan dadanya.


"Clarie diamlah ! Meski selama ini aku mengnggap dan menyayangimu sebagai adikku, tapi jika kamu mencoba membuatnya salah paham padaku, aku tidak akan pernah lagi menganggapmu seperti sebelumnya..." Seru Khay mulai tersulut emosi dengan sikap Clarie.


"Tapi Khay....


"Pleaseee, pergi dari sini" Khay dengan cepat menyela ucapan Clarie.


"Tapi Khay aku kesini buat pamitan, siang ini aku harus balik ke Singapore." Ucap Clarie memelas membuat Enzy memutar bola matanya malas melihatnya.


"Jika hanya itu kamu pergilah, sekarang, aku tidak ingin, ada lagi kesalah pahaman diantara aku dan istriku." Imbuh Khay dingin.


"Dan jangan pernah coba-coba mengusik rumah tangga kami, dia suamiku, dan selamanya akan tetap menjadi suamiku...! Timpal Enzy menekankan kata-kata terakhirnya.


Clarie yang mendengar kata-kata Enzy tersenyum, membuat Khay dan Enzy bingung melihatnya.


"Baiklah aku akan pergi, dan tidak akan pernah mengusik rumah tangga kalian lagi, dan perlu kalian tahu, aku sengaja melakukan ini, karena aku ingin melihat kak Enzy benar-benar mencintai bang Khay atau tidak, karena sebelumnya aku mendengar kabar kalau kak Enzy membenci bang Khay, dan aku belum yakin dengan cinta kak Enzy, tapi setelah melihat kak Enzy beberapa hari ini, melihat kecemburuan kak Enzy aku yakin, kalau kak Enzy benar-benar tulus mencinta kakak ku ini, bang Khay." Jelas Clarie, lalu beralih merangkul bahu Khay, namun dengan cepat Enzy menjauhkan lengan gadis itu dari bahu suaminya, membuat Clarie tertawa.


"Jangan berani mencobanya, atau kamu habis di tanganku" Ancam Enzy kesal karena merasa dipermainkan oleh gadis kecil, centil itu.


"Itu tidak akan, bang Khay akan tetap menjadi Abang aku, begitupun dengan mu kak Enzy yang cantik, kamu akan tetap menjadi kakakku." Ucap Clarie.


"Emmm, baguslah sekarang kamu pergi dari sini ! Aku sudah muak melihatmu, gara-gara ulah kamu aku dan istriku bertengkar di hari ulang tahunku, dan barusan juga aku mendapat tamparan darinya, itu karena kamu juga tiba-tiba memelukku saat aku baru keluar dari lift.


"Maaf abangku yang ganteng, sekarang adikmu yang cantik ini mau pamit, dan mungkin tahun depan baru akan kembali lagi kesini, dan saat aku balik, aku ingin menggendong ponakan aku yang lucu-lucu." Ucap Clarie mode centilnya.


"Emmm.... kamu tenang saja soal itu." Sahut Khay jengah.


"Kak aku pamit ya, maaf soal perlakuan ku beberapa hari ini." Ucap Clarie memeluk Enzy, Enzy pun membalas pelukan gadis itu.


"Emmm,,, maaf juga karena telah berburuk sangka kepadamu, sampaikan juga salam aku sama aunty dan uncle, dan kamu hati-hatilah.!" Ucap Enzy kemudian melepaskan pelukannya, namun perasaannya masih sedikit kesal karena ulah Clarie.


...----------------...


Khay dan Enzy memasuki unit apartemennya, Enzy masih tampak kesal, entah karena apa lagi, padahal masalahnya dengan Clarie sudah jelas.


"Sayang...." Rengek Khay mencegah langkah istrinya itu yang ingin masuk ke dapur.


Karena Khay menahan lengannya, Enzy mengentikan langkahnya namun ia tetap membelakangi Khay.


"Aku benar-benar kesal dan marah dengan gadis itu, aku benar-benar tidak menyukainya." Ucap Enzy masih tampak sangat kesal.


"Aku tahu, sudah jangan kesal lagi dong !" Ucap Khay.


"Aku tidak suka kalau dia mendekatimu, dan mengatakan kalau dia menyukaimu, aku tidak suka saat dia bertingkah seolah-olah dia mengetahui semua tentang dirimu....." Ucap Enzy sesekali menoleh kebelakang tanpa membalikkan badannya.


"Aku tidak suka dengan.... perasaan ini ketika melihat kalian berpelukan." Lanjut Enzy namun Khay masih diam di belakang Enzy tanpa berbiat menyela ucapan yang akan disampaikan istrinya itu.


"Dan yang paling penting.....Aku tidak suka dengan...." Enzy malu-malu untuk mengakuinya.


"Dengan apa, Hem ?" Tanya Khay meraih tangan Istrinya itu dari belakang.


"Dengan perasaan cemburu ini." Sahut Enzy malu-malu.


Khay yang mendengar perkataan istrinya itu tersenyum, lalu melangkahkan kakinya selangkah agar lebih dekat lagi, dan memeluk tubuh istrinya itu dari belakang, menjadikan bahu Enzy sebagai tumpuan dagunya.


"Ok, aku akui, aku cemburu melihatmu bersamanya, dan aku tidak ingin kamu menjauhi wanita lain selain Kia dan Bunda !" Ucap Enzy dengan rona merah diwajahnya, kemudian membalikkan badannya berhadapan dengan suaminya.


"Aku juga ingin meminta maaf kepadamu." Ucapnya lagi.


"Maaf untuk ?" Tanya Khay kembali melingkarkan lengannya di pinggang ramping milik istrinya.


"Aku minta maaf karena aku tidak pernah menjadi istri yang baik." Jelas Enzy.


"Aku juga sudah memutuskan untuk mempublikasikan hubungan kita, aku tidak ingin wanita-wanita diluaran sana mendekatimu." Ucap Enzy.


"Sebenarnya kamu tidak perlu melakukan itu hanya karena ingin membuat wanita-wanita diluaran sana menjauhiku, karena sebelum mereka mendekatiku, aku akan menjauhi mereka duluan." Jelas Khay.


"Jika kamu benar-benar belum siap, kamu juga tidak perlu melakukannya, karena aku bisa menunggumu, hingga saat tiba waktunya nanti kamu benar-benar telah siap." Tambah Khay serius dengan menatap manik mata Enzy.


"Mereka semua benar kalau aku egois, tapi wanita egois ini sungguh tak ingin pernah pisah darimu." Ujar Enzy.


"Mereka ? Merek siapa, Sayang ?" Tanya Khay menautkan kedua alisnya.


"Si kembar kepo, juga gadis centil kamu." Sahut Enzy malas ketika mengingat soal Clarie.


"Emmm, tapi kalau dipikir-pikir nih, sayang, ya, sepertinya aku harus berterimakasih deh sama Clarie." Ucap Khay ingin membuatnya istrinya itu kesal.


"Berterimakasih untuk apa, dan jangan pernah sebut-sebut namanya, dalam waktu dekat ini, aku masih kesal dan marah padanya." Seru Enzy.


"Berterimakasih untuk apa ?" Tanya Enzy dan benar saja Enzy langsung melepaskan tangan Khay yang melingkar di pinggangnya sejak tadi, dan sedikit memundurkan langkahnya sedikit menjauh.


"Karena jika bukan karena ulahnya ini, mungkin kamu tidak akan memutuskan untuk mempublish hubungan kita, sayang." Jelas Khay.


"Jangan salah, sebenarnya aku sudah memasukkan berita di media kampus soal pernikahan kita, saat di hari ulang tahunmu, aku ingin memberikan kejutan itu padamu, tapi karena ulah Clarie semuanya gagal, aku menyuruh Rendra untuk menarik kembali berita itu, agar tak di siarkan." Jelas Enzy lalu pergi dari sana, menuju pintu keluar.


"Sayang, kamu mau kemana ?" Tanya Khay mengikuti langkah istrinya itu.


Enzy menoleh sebelum ia membuka pintu apartemen mereka.


"Kebawah, aku ingin mengambil belanjaan yang aku jatuhkan tadi, aku hampir saja menggunakan itu untuk menghajar kalian berdua, tapi rasanya itu tak akan berdampak apa-apa, lebih baik jika aku menggunakan tangan ku sendiri, sepreinya hasil latihan taekwondo ku selama ini sudah cukup, membuat kalian babak belur." Oceh Enzy membuat Khay menertawakannya.


"Aku gak menyangka kalau aku memiliki, istri cantik, jagoan pula." Ucap Khay disela-sela tawanya.


"Jangan tertawa seperti itu ! Jika belanjaan aku hilang, kamu harus membayar ganti ruginya, kamu belum memberiku uang belanja untuk bulan ini !" Seru Enzy, sepreinya jiwa emak-emak wanita itu mulai keluar.


Sedangkan Khay hanya tertawa sambil menganggukkan kepalanya, ia tak menyangka istrinya juga punya sisi emak-emak yang tak mau rugi.


"Aku akan mengantarmu." Imbuh Khay.


"Tidak perlu, sekarang kamu transfer aja, uang belanjaan ku untuk bulan ini !" Imbuh Enzy lalu pergi meninggalkan unit apartemen mereka.


"Dasar emak-emak, tahu aja kalau uang belanjaan belum masuk rekening, apa semua istri seperti itu ya, perasaan bunda tidak seperti itu deh..." Ucap Khay mengeluarkan ponselnya lalu mentransfer beberapa nominasi yang tidak sedikit ke rekening milik istrinya.


Bersambung.......


Jangan lupa selalu tinggalkan jejak dukungan kalian setelah membaca episodenya, dan mohon berikan kritik dan sarannya jika masih banyak kekurangan, author bakal banyak-banyak berterimakasih jika menerima kritikan dan saran dari readers, sebagai pembelajaran untuk author, untuk membuat karya author lebih baik lagi.


Jangan lupa like, Komen, dan Vote....


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏