Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 25 Season 3 ( Next Generatoin )


Di Hilgschool, dimana Kia bersekolah, yang masih satu lingkup dengan area kampus, namun jika terlihat masih sangat berjauhan.


Terlihat Sita sedang duduk sendiri di taman sekolah sambil mengerjakan beberapa tugasnya, di samping itu ia juga sedang menunggu kakaknya Alex untuk menjemputnya. Saat sedang sibuk menulis ponselnya tiba-tiba berbunyi tanda notif chat masuk, ia segera membuka pesannya yang ternyata dari Alex kakaknya.


"Aku sedikit terlambat untuk menjemputmu, kakak masih ada pelajaran tambahan dari dosen kakak."


Sita kembali meletakkan ponselnya dimeja, ia melihat di sekelilingnya, tampak beberapa siswa sedang memperhatikannya, bahkan ada juga yang mengedipkan mata untuk menggodanya, membuatnya gemetar ketakutan, ia buru-buru merapikan buku-bukunya dan memasukkan kedalam tasnya sembarangan, lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.


...----------------...


Prilly terlihat menaiki anak tangga satu persatu menuju kelasnya, karena ia melupakan beberapa bukunya disana, Prilly tampak berbicara dengan seseorang di telfon.


📞 "Iya Mom, aku akan mendapatkan nilai yang bagus semester ini." Ucap Prilly terdengar manja.


📞 "........


📞 "Iya, mommy aku akan selalu mendengarkan kakak." Jengah Prilly, saat ini ia berbicara dengan mommy nya yang tinggal diluar negeri, Prilly hanya tinggal bersama kakaknya yang berkerja menjalankan perusahaan keluarganya di negara ini.


📞 ".......


📞 "Aku juga merindukan kalian." Ucapnya kemudian sambungan telepon berakhir.


Saat sampai di depan kelas yang berada tepat di depan tangga, ia terkejut saat melihat Sita duduk sendirian disana, seperti orang yang sedang ketakutan, sambil memeluk tasnya.


Sita yang melihat kedatangan Prilly buru-buru meninggalkan tempat tersebut, dan bergegas turun kebawah, saat tiba di pertengahan tangga lagi-lagi Sita berpapasan dengan Kia, yang sedang menatapnya aneh.


"Aneh.." Ucap Kia terus mengikuti arah Kemana gadis itu pergi.


"Bukankah itu anak baru yang kemarin ?" Tanya Kia kepada Prilly kembali melanjutkan langkahnya.


"Iya." Sahut Prilly terus melihat Sita menuju pintu gerbang, yang masih jelas terlihat dari tempatnya berada.


Kia pun tak mau ambil pusing, ia teringat tujuannya mengikuti sahabatnya sampai disini.


Kia mengeluarkan beberapa lembar foto milik Abangnya Khay, dengan cepat Prilly ingin merebut foto-foto tersebut, namun dengan cepat Kia menjauhkannya.


"Jangan lupa dengan janjimu, tapi kali ini gue minta di terakhir di restoran atau dimana pun, tapi kali ini gue minta kamu beliin gue pelek yang gue mau sekarang." Jelas Kia membuat kesepakatan.


"Ok, gue bakal beliin, tapi siniin dulu fotonya." Ucap Prilly menengadahkan tangannya.


"Tidak, siniin dulu uangnya." Sahut Kia.


Prilly mengeluarkan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu rupiah dan memberikan kepada sahabatnya itu.


Prilly benar-benar sangat mengagumi kakak dari sahabatnya itu, namun sayang Khay tak pernah menghiraukannya saat ia berkunjung kerumah pria itu.


"Ini enggak cukup !" Ucap Kia setelah menghitung uang yang diberikan Prilly.


"Emang berapa sih harganya, disitu ada dua juta loh ?" Tanya Prilly.


"Ini kurang tiga juta lagi." Jawab Kia santai.


"What ? Pelet apaan mahal banget, kamu mau pelet siapa sih ? Kalau kamu suka enggak usah make pelet-pelet segala." Ujar Prilly mengeluarkan ponselnya untuk mengirim uang kepada Kia lewat mobile banking.


"Siapa juga mau pelet, maksud gue itu pelek bukan pelet, markonah." Kesal Kia.


"Oh.... tempat ban motor atau mobil itu ya ?" Tanya Prilly asal.


"Iya... Iya... buruan transfer !" Kia mengiyakan saja apa yang dikatakan sahabatnya itu, toh dia juga enggak bakalan ngerti soal sperpak motor.


"Nih udah..." Prilly memperlihatkan bukti transfernya ke rekening Kia, dan Kia langsung memberikan beberapa lembaran foto-foto Abangnya itu, kemudian dengan cepat meninggalkan tempat tersebut.


"Kiaaaa...." Teriak Prilly setelah melihat lembaran terakhir.


Prilly mengejar sahabatnya itu, hingga ke lantai bawah.


"Ini foto siapa ?" Tanya Prilly menunjukkan foto pernikahan Khay dan Enzy.


"Oh itu foto Abang gue sama istrinya." Jawab Kia santai tanpa ada rasa bersalah.


"Oh iya gue harus cabut, thanks ya bayarannya." Tambah Kia lalu pergi menuju parkiran tanpa mempedulikan teriakan Prilly yang mampu memecahkan gendang telinga.


Di parkiran terlihat Alex baru turun dari mobilnya, lalu mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada adiknya itu.


"Dek, sekarang kamu dimana ? Aku sudah ada di parkiran sekarang." Isi pesan yang ia tujukan pada Sita adiknya.


"Dek kamu dimana, kenapa tidak menjawab pesan kakak ?" Alex kembali mengirim pesan untuk adiknya itu karena tak mendapatkan balasan sejak tadi, ia mencoba mencari di sekitar parkiran namun ia tak menemukan keberadaan Sita.


Alex mulai terlihat panik dan khawatir, ia mencoba untuk masuk ke dalam sekolah Alex menanyakan Sita kepada siswa ataupun siswi yang ia temui, karena sudah merasa cukup lelah mencarinya Alex memutuskan untuk kembali ke mobilnya, di saat tiba di lobi ia bertemu dengan seorang guru yang kebetulan guru yang mengajar dikelas Sita di jam terakhir.


"Maaf Bu, apa ibu melihat adik saya, Sita ?" Tanya Alex.


"Baiklah Bu, terimakasih." Ucap Alex kemudian pergi meninggalkan lobi dan kembali ke mobilnya.


Sementara Prilly masih saja membahas soal pernikahan Khay, ia masih belum percaya dan tak menyangkanya.


"Putus sudah harapan gue Ki, buat jadi kakak ipar kamu, mana gue udah keluar duit banyak banget lagi." Ucap Prilly terlihat seolah ia baru saja diputuskan kekasihnya.


"Lagian kamu juga, mau-mau aja keluarin duit buat foto doang." Sahut Kia santai duduk di bangku yang ada di parkiran.


"Ki apa kamu benar-benar serius dengan pernikahan bang Khay ?" Tanya Prilly sekali lagi rasanya ia belum yakin seratus persen pasalnya ia tak mendengar kabar pernikahan Khay di media, apalagi Khay adalah putra sulung dan calon penerus dari pengusaha ternama, yaitu Tuan Kenan Al Fariziq.


"Kalau kamu kagak percaya, kamu main aja kerumah gue, kamu bakal dapat bukti-bukti dari sana, kamu bakal melihat foto-foto pernikahan mereka yang terpajang di dinding rumah gue, dan tanyakan langsung pada Bunda gue." Ucap Kia sudah jengah melihat sahabatnya itu yang terlihat menyedihkan.


"Terus duit lima juta gue gimana dong ?" Tanya Prilly menanyakan perihal uang yang sudah ia berikan kepada Kia.


"Ya... Udah masuk direkening gue, dan itu sudah menjadi milik gue seutuhnya." Sahut Kia beranjak dari duduknya.


"Mau kemana Ki ?" Tanya Prilly.


"Cabut, gue mau ke bengkel langganan gue, gue mau langsung beli pelek yang gue mau." Jelas Kia menaiki motornya.


"Entar Gie main ke rumah kamu ya Ki, mungkin malaman dikit, gue mau nginap." Ujar Prilly di angguki Kia.


Saat akan menjalankan motornya ia melihat Alex masuk ke mobilnya dengan terburu-buru.


"Kak Alex ?" Ucap Kia.


Mobil Alex melesat keluar dari lingkungan sekolah.


Saat di parkiran tadi Alex mendapatkan pesan dari Sita kalau dia sudah pulang kerumah, makanya Alex buru-buru ingin segera pulang untuk memastikan keadaan adik kesayangannya itu.


Setelah sampai rumah Alex langsung berlari menuju kamar adiknya.


"Sit, ini kakak buka pintunya." Seru Alex di depan pintu kamar adiknya itu.


"Sita....Aku bilang buka pintunya ! Seru Alex kembali memanggil adiknya itu sambil mengetok pintunya.


"Sit, jangan membuat kakak kesal, apa kau tau kakak sangat panik dan khawatir saat kau tak ada di sekolah." Ujar Alex mulai kesal karena Sita menghiraukannya.


Tak lama Sita membuka pintu kamarnya perlahan, dengan mata sembab habis menangis.


"Kita perlu bicara !" Seru Alex dingin dan hanya diangguki Sita.


"Kenapa kau tak menungguku, kakak sangat khawatir dan panik saat kau tak berada di sekolah, bahkan kakak mencarimu di setiap sudut sekolahan." Ucap Alex.


"Jika aku menunggu entah apa yang terjadi padaku, mungkin aku tidak akan berdiri di hadapan kakak sekarang." Ucap Sita.


"Sita !" Bentak Alex.


"Tadi aku sangat ketakutan." Ucapnya mulai menangis.


"Bukankah kakak bilang, agar menungguku ! Aku hanya bilang sedikit terlambat, karena ada tambahan materi dari dosen, dan aku tidak bisa ninggalin kelas begitu aja." Jelas Alex mulai menurunkan nada bicaranya.


Sita terus saja menangis, karena takut melihat kekesalan Alex barusan, membuat Alex merasa kasihan dengan adiknya itu.


"Ya sudah sini sama kakak." Ujar Alex menarik adiknya itu masuk kedalam pelukannya.


"Maafkan kakak, kakak hanya khawatir tadi, kakak takut hal buruk terjadi padamu." Ucap Alex menenangkan adik kesayangannya itu.


"Lain kali jika kakak terlambat lagi, kamu jangan kemana-mana, kamu tunggu kakak dikelas, atau di tempat yang membuat mu nyaman, Ok ?" Tambah Alex di jawab anggukan oleh Sita.


"Sekarang kamu ganti baju, kakak akan masak, kita akan makan setelahnya." Seru Alex melepaskan pelukannya pada Sita lalu menghapus jejak air mata gadis itu.


Bersambung.......


Alex dan Sita sebenarnya ada apakah dengan mereka, ada apa Kia kenapa dia selalu saja memperhatikan Alex, dan apa membuat Alex keluar dari tim sepak bola Khay....


Ini ada apa sebenarnya 🤔🤔🤔


Semuanya akan saling berhubungan, makanya tetap ikuti terus jalan ceritanya, ini akan menjadi cerita yang menarik.


Like


Komen


Vote


Love You All ❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘