Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 53 Season 2


Kini Kenan maupun Noval sudah berada di mobil menuju ke gedung Office untuk meninjau keadaan. Dalam perjalanan Kenan terus terdiam memikirkan Sarla, entah kenapa ia terus kepikiran kepada wanita yang pernah mengisi hatinya sebelum ia bertemu dengan Diva, bahkan saat awal-awal pertemuannya dengan Diva ia masih memiliki perasaan terhadap Sarla.


"Sepertinya kau benar-benar sudah berubah Sar." Entah kenapa kalimat itu muncul dalam hatinya.


Noval yang melihat Bosnya itu sedang terdiam sejak mereka keluar dari restoran hingga saat ini mereka hampir sampai ke tempat tujuan mereka.


"Nan, apa ada masalah ?" Tanya Noval memecahkan keheningan dan berhasil menyadarkan lamunan Kenan mengenai Sarla.


"Eh... Val sorry-sorry saya Melamun tadi." Ucap Kenan memperbaiki posisi duduknya, yang tadinya terus menatap keluar jendela kini ia menatap lurus kedepan.


"Apa ada masalah ?" Noval kembali mengulangi pertanyaannya.


"Tidak ada apa-apa." Sahut Kenan sedikit tersenyum.


"Apa kamu mengenal nona Sarla, sepertinya sejak pertemuan kita dengannya kamu lebih banyak diam." Noval mencoba untuk menanyakan soal Kenan juga Sarla, karena Noval merasa kalau keduanya saling mengenal.


"Iya, dia teman saya waktu SMA namun karena ada suatu hal kami tidak pernah lagi berhubungan dengan baik." Jelas Kenan.


"Saya dengar-dengar dia pernah di penjara, karena ada masalah dengan seseorang, bahkan saat ini perusahaan keluarganya sudah bangkrut sejak saat ia masuk bui, dan lebih parahnya kedua orangtuanya sudah meninggal saat lima bulan Sarla di penjara karena sudah sakit-sakitan, dan tidak memiliki biaya untuk pengobatan mereka." Noval menjelaskan perihal kehidupan Sarla sekarang, karena ia sudah mencari tahu soal Sarla saat ia tahu kalau Sarla adalah mantan narapidana, ia tidak mau mengambil resiko yang akan merugikan perusahaan, dan kebetulan ada teman Noval yang bekerja di Galaxy fashion yang sangat mengenal baik Sarla.


Kenan yang mendengarkan penjelasan Noval sedikit tersentak dan merasa sedikit merasa bersalah karena ia terlalu kejam memberikan Sarla dan keluarganya pelajaran saat mengusik rumah tangganya.


"Maaf." Kenan bergumam dengan sangat pelan Noval pun tak dapat mendengar jelas apa yang di katakan bosnya itu.


"Apa kamu mengatakan sesuatu ?" Noval sedikit menoleh kepada Kenan lalu kembali fokus pada kemudiannya.


"Tidak apa-apa, apa kamu memiliki kontak nona Sarla ?" Tanya Kenan dengar ekspresi datar.


"Ada, apa perlu saya mengirimkannya ?" Tanya Noval dan di angguki Kenan.


Tak lama mobil yang dikendarai Noval pun tiba di depan sebuah gedung bertingkat 4 yang lumayan besar, gedung tersebut yang nantinya menjadi Office beberapa Outlet Distro di negara tersebut.


"Saya sudah mengirimkan kontak yang tuan minta." Ujar Noval setelah mengirimkan kontak Sarla ke ponsel milik Kenan.


Kenan mengangguk kemudi memeriksa ponselnya dengan ekspresi yang sulit di artikan.


Kenan yang baru saja memasuki gedung tersebut, ia di sambut oleh beberapa pekerja yang menata beberapa set meja, dan beberapa kursi, ada juga yang sedang memasang AC di berbagai ruangan. Serta beberapa karyawan yang sudah di rekrut sudah mulai bekerja walaupun masih belum resmi di buka tapi sejak kedatangan Kenan dan sudah banyak suplaiyer administrasi Office sudah mulai berjalan.


Seperti biasa Kenan hanya mengangguk, dan tak banyak bicara jika ada yang menyapanya.


"Permisi." Ucap Kenan kepada salah satu pekerja menghalangi jalannya, karena tak melihat keberadaan Kenan yang sedang berada di belakangnya, sepertinya pekerja tersebut memasang sebuah knop pada pintu Kaca pada jalan penengah ruangan yang menuju ruangan beberapa staf dari lobi.


"Maaf...Maaf... Tuan telah menghalangi jalan tuan." Ujar Pekerja tersebut, lalu sedikit ke pinggir untuk memberikan jalan untuk bos besar perusahaan tersebut.


Kenan hanya tersenyum menanggapi permintaan maaf pekerjaannya, lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangannya, yang memang sengaja ia siapkan di lantai bawah.


Setibanya di ruangannya, Noval memberikan beberapa berkas untuk di tandatangani Kenan, Setelah memberikan berkas-berkas tersebut Noval pamit kepadanya untuk memeriksa para pekerja dan pekerjaan para karyawan, karena Noval sendiri belum memiliki sekertaris karena ia belum memikirkan sampai ke sana, ia akan merekrut sekertaris jika nanti Office nya berjalan lancar.


Setelah menandatangani semua berkas-berkas yang di tinggalkan Noval tadi, Kenan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya, memejamkan matanya sambil memijit pelan keningnya. Ia terus memikirkan nasib Sarla ia terus kepikiran kalau ia benar-benar merasa sangat bersalah pada wanita itu. Di tengah-tengah lamunannya tiba-tiba ponselnya berdering tanda panggilan video masuk terdengar dari nada deringnya yang sudah ia atur khusus untuk panggilan dari istrinya, Kenan menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskan nya pelan, setelah cukup merasa lebih baik ia segera menjawab panggilan video tersebut.


📞 "Assalamualaikum by', kok lama jawabnya, lagi sibuk ?" Tanya Diva dan wajahnya dan baby Khay terlihat jelas di layar ponsel Kenan.


📞 "Walaikumsalam Yank, aku sibuk kok, hanya saja tadi aku lagi nandatanganin beberapa berkas." Jelas Kenan sedikit senyum.


📞 "Oh, emang sekarang kamu lagi di mana by'?" Tanya Diva.


📞 "Lagi di Office Yank." Kenan hanya menjawab seadanya, membuat Diva heran, karna tak biasanya ia menghubungi Kenan seperti itu, biasanya Kenan selalu bertanya balik jika ia di tanya, walaupun Kenan sesibuk apapun Kenan selalu mengedepankan Diva dan anaknya, apalagi saat ini Kenan sepertinya mengabaikan baby Khay, yang pastinya wajah baby Khay terlihat jelas di layar ponselnya.


📞 "By, apa kamu ada masalah ?" Tanya Diva menyelidik.


📞 "Tapi kenapa aku merasa kalau ada hal yang mengganggu pikiran kamu, tidak biasanya kamu di hubungi seperti ini, kamu sepertinya mengabaikan kami by', jika kamu sibuk selesaikan saja dulu urusan kamu, nanti kami hubungi kembali, atau kamu yang menghubungi kami, Assalamualaikum." Setelah berkata panjang lebar Diva langsung memutuskan sambungan video call nya dengan Kenan.


Kenan yang mendengar perkataan yang di ucapkan dan langsung memutuskan sambungan teleponnya, ia baru sadar kalau ia terlalu larut dengan pikirannya mengenai Sarla sampai-sampai mengabaikan istri dan anaknya.


Kenan lagi-lagi menghela nafas panjangnya, lalu mencoba menghubungi istrinya kembali, ia yakin kalau saat ini istrinya tengah merajuk.


Berkali-kali Kenan mencoba menghubungi Diva, namun Diva tak pernah menjawabnya, hingga ini panggilan ke delapannya sepertinya Diva sudah mamatikan ponselnya.


"Akkhhhh...." Kenan mengusap wajahnya kasar.


"Kenapa, apa ada masalah?" Tanya Noval sudah berdiri di ambang pintu ruangan Kenan.


Kenan langsung mengalihkan atensinya kearah asal suara Noval.


"Tidak ada apa-apa, tapi sepertinya Diva sedang marah kepadaku." Ucap Kenan sejujurnya.


"Marah ?" Tanya Noval kemudian berjalan menuju kursi di depan meja kerja Kenan.


"Iya, sepertinya Diva sedang marah, karena tadi saat ia video call saya mengabaikannya, sampai-sampai ia memutuskan sepihak sambungan teleponnya." Jelas Kenan masih terus mencoba menghubungi istrinya.


"Kenapa enggak hubungi balik ?" Usul Noval.


"Iya ini sejak tadi saya mencoba menghubunginya tapi Diva sama sekali tak menjawabnya, bahkan sepertinya ia mematikan ponselnya." Ujar Kenan prustasi kembali mengusap kasar wajahnya.


"Selamat siang semuanya." Sapa Jova yang tiba-tiba masuk di ruangan Kenan.


Kenan maupun Noval kaget melihat kedatangan Jova, pasalnya ia tak memberitahu kalau ia akan datang ke Office, apalagi saat ini sudah menunjukkan pukul setengah 4 sore, Kenan dan Noval pun sebentar lagi akan balik ke apartemen.


"Sore by', ." Balas Noval sedangkan Kenan hanya menampilkan ekspresi datarnya.


"Oh sore, sorry-sorry berarti aku salah by'." Ucap Jova lalu ikut duduk di kursi samping Noval kekasihnya.


"Baru pulang by' ?" Tanya Noval dan langsung di angguki Jova.


"Woi Nan, ngapa tu muka, lecet amat mana datar kek tembok lagi ?" Ujar Jova melihat Kenan menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya sambil memainkan ponselnya.


"Bininya lagi ngambek by'." Noval menjawab pertanyaan Jova, karena Kenan terus memainkan ponselnya tanpa berniat menjawab pertanyaan Jova.


"Bisa ngambek juga tuh si bar-bar." Ucap Jova santai.


"Pulang yuk by' !!" Lanjut Jova mengajak Noval pulang.


"Woi, yang bos di sini siapa sih sebenarnya ? Bos masih di sini, seenaknya elu ngajak-ngajak karyawan saya pulang." Ujar Kenan menatap Jova dengan tatapan dingin.


"Siap pak bos, lagian setelah kamu balik kandang, yang bos di sini, juga bebep gue, iya kan ?" Ucap Jova.


"Terserah kamu ! Pokoknya ini belum waktunya jam pulang, masih ada 7 menit lagi." Ujar Kenan tegas sambil memperlihatkan jam di tangannya kepada Jova.


"Siap pak bos !" Ucap Noval dan Jova serentak sambil memberikan tanda hormat kepada Kenan kemudian sama-sama tertawa. Sedangkan Kenan hanya mencebikkan bibirnya lalu memutar bola matanya malas melihat tingkah pasangan yang ada di hadapannya.


Bersambung....


Budayakan like, Komen, dan vote seikhlasnya.


Klik juga profil Author, Jika berkenan mampir juga ke karya Author lainnya.


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️