
Baru saja Kenan turun dari mobilnya untuk melihat mobil tersebut, tiba-tiba ponselnya berdering tanda panggilan dari nomor yang tak ia kenal, dengan harap-harap cemas Kenan menjawab panggilan tersebut.
📞 "Hallo, siapa ini ?" Tanya Kenan sedikit khawatir.
📞 "Apa benar ini suami dari ibu nona Adiba ?' Tanya seorang laki-laki dari seberang telfon.
📞 "Iya Pak, saya sendiri, istri saya di mana ? Tanya Kenan panik.
📞 "Istri bapak tadi mengalami kecelakaan, dan sekarang berada di rumah sakit Xx."
Tanpa berucap sepatah katapun Kenan langsung memutuskan panggilan telfon tersebut lalu bergegas masuk ke mobilnya dan melajukan dengan kecepatan sangat tinggi, untung jalanan sudah lenggang karena sudah larut malam.
Hanya butuh beberapa menit Kenan tiba di rumah sakit, langsung menuju ruang UGD dimana Diva di tangani.
"Dimana istri saya ?" Tanya Kenan terlihat sangat khawatir.
Kenan takut mendengar kabar seperti dulu saat Diva kecelakaan motor, mata Kenan kini sudah memerah ingin menangis.
"Istri Aden masih di tangani dokter, Aden bersabarlah, saat saya bawa kesini ia sudah tak sadarkan diri, tapi sepertinya tidak ada luka serius, karena saat kejadian istri Aden melompat dari dalam mobil." Jelas bapak yang melihat kejadian saat mobil Diva melaju sangat cepat dan tiba-tiba menghindari truk di depannya sehingga ia membanting mobilnya ke kanan sampai menabrak sebuah pohon besar.
Kenan dukuk di kursi tunggu, merundukkan kepalanya, sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, ia menyesal tidak dapat menemani Diva ke acara pesta Ray juga Lani.
Tak lama dokter yang menangani Diva keluar dari ruangan UGD.
"Pak dokternya sudah keluar." Ucap bapak itu menepuk punggung Kenan.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok ?" Tanya Kenan harap-harap cemas.
"Alhamdulillah dia tidak ada yang luka serius hanya saja ada beberapa luka di bagian tubuhnya, dan juga sedikit Ahok, sehingga membuatnya tak sadarkan diri tadi." Jelas Dokter.
"Apa Saya sudah bisa menemuinya Dok?" Kenan meminta izin untuk segera melihat keadaan Diva.
"Silahkan, kebetulan pasien juga sudah sadarkan diri ! Kalau begitu saya pamit, dan maaf saya hampir lupa, pasien sudah bisa pulang malam ini juga." Ucap Dokter itu lalu meninggalkan Kenan.
"Den, kalau begitu saya permisi untuk segera pulang, takut istri dan anak saya menunggu." Ucap bapak-bapak yang mengantar Diva ke rumah sakit.
"Baik Pak, maaf sudah sangat merepotkan bapak, saya sangat berterimakasih." Ucap Kenan menjabat tangan bapak itu.
"Sama-sama Den, sudah seharusnya kita saling menolong sebagai sesama."
"Oh iya pak alamat rumah bapak di mana ? Nanti setelah Diva pulih kami akan jalan-jalan untuk mengunjungi bapak." Ucap Kenan.
"Di jalan Retro no xx Den." Sahut bapak-bapak itu.
"Bapak namanya siapa, kalau boleh tau ?"
"Sujin den, panggil saja pak sujin !"
"Baik Pak Sujin, sekali lagi terimakasih banyak." Ucap Kenan.
Pak Sujin pun pergi meninggalkan depan UGD tersebut.
Kenan masuk keruang UGD melihat Diva berbaring dengan luka-luka di bagian lengan juga kepalanya, ia belum melihat luka pada bagian betisnya karena masih tertutupi selimut.
Diva yang melihat Kenan masuk langsung merubah posisinya membalakangi Kenan.
"Yank, bagian mananya yang sakit, sini coba aku periksa !" Tanya Kenan duduk di brankar Diva yang kosong di sisi belakangnya.
"Tidak usah sok peduli, aku sudah tidak apa-apa, lebih baik kamu pergi dari sini !" Ucap Diva melihat kearah jendela.
"Maaf, karena selama ini aku kurang memperhatikan Kalian, aku terlalu fokus pada pekerjaan, maaf... Jika aku tidak bisa menjadi suami yang baik." Ucap Kenan berusaha ingin membalikkan tubuh Diva yang membelakanginya, namun Diva tetap kekeh dengan posisi seperti itu.
"Tapi ini aku benar-benar berjanji Yank, aku tau aku salah karena aku lebih mementingkan pekerjaan ku dari pada kalian."
"Kamu terlambat ! Aku rasa kamu memang sudah tidak lagi mencintaiku, bahkan memperhatikan ku saja tidak pernahkan."
"Aku tidak akan berhenti meminta maaf, aku akui yank, aku bukan suami yang baik, bahkan aku suami juga ayah yang jahat, tapi perlu kamu tahu di lubuk hatiku paling dalam hanya ada kalian berdua, aku sangat mencintai kalian berdua." Ucap Kenan memeluk Diva dari belakang sambil terisak.
"Tapi maaf untuk saat ini aku benar-benar tidak bisa lagi memaafkanmu, aku akan kembali ke kota Z, aku juga baby Khay akan tinggal bersama kedua orangtuaku, mungkin dengan seperti ini kamu akan bekerja dengan tenang tak ada yang mengganggumu, tidak ada yang menghubungi mu, saat kamu sedang sibuk dengan para klaiyen-klaiyen kamu itu, tidak ada yang menunggumu sampai larut malam, kamu bebas mau pulang sampai jam berapa." Ucap Diva menggebu.
"Tapi aku bekerja itu semua untuk kalian, agar kalian tidak pernah kesusahan." Ucap Kenan tambah mengeratkan pelukannya.
"Aku sudah pernah bilang ke kamu, aku tidak butuh harta yang berlimpah, cukup dengan kesederhanaan aku sudah bahagia, asal kau selalu bersama kami, satu lagi asal kamu tahu aku sangat khawatir dengan cara kamu bekerja seperti itu aku takut kamu akan kembali sakit seperti dulu." Ucap Diva dengan air matanya sudah keluar tak terbendung lagi.
"Tapi yank aku mohon, jangan tinggalkan aku, aku sangat tidak bisa jika kalian tidak ada bersamaku." Ucap Kenan dengan suara serak karena menangis.
"Aku akui Yank, aku benar-benar suami yang buruk, suami atau ayah yang tidak bertanggungjawab, suami dan ayah yang egois, tapi aku sangat memohon Jagan tinggalkan aku Yank, aku enggak sanggup."
"Apa kamu pikir selama kamu sibuk, aku juga baby Khay sanggup dengan perlakuan kamu itu, kamu pikir kamu selalu ada buat kami, bahkan aku sakitpun kamu tidak mengetahuinya, Bahkan kamu tidak tau bagaimana perkembangan anak kamu selama 2 bulan terakhir ini, Kan ? Aku sudah lelah Nan, aku capek selalu saja bersabar, tapi apa, apa kamu memikirkan kami, kamu hanya sibuk dengan pekerjaan, ok aku egois, karena itu pekerjaan kamu, tapi apakah tidak bisa kamu meluangkan waktu untuk kami berdua, apa kamu harus setiap malam lembur seperti itu." Diva melapaskan pelukan Kenan dari perutnya, lalu beranjak dari brangkarnya.
Saat Diva berdiri Kenan langsung berlutut di hadapan Diva, sambil memegang juga bersujud di depan kaki Diva.
"Nan, apa yang kau lakukan ! Pekik Diva berjongkok ingin membantu Kenan untuk berdiri, namun Kenan tatap pada posisinya.
"Aku tidak peduli, aku bahkan akan mencium kakimu dan melakukan hal apapun asalkan kamu mau memaafkan aku dan tidak meninggalkan ku Yank." Ucap Kenan sambil terisak.
"Nan, ini tidak lucu tau nggak ! Aku tidak akan memaafkanmu jika kamu tetap seperti ini, bangun nggak !!" Bentak Diva.
Ia tidak tega melihat suaminya bersujud di depan kakinya.
"Tapi kamu janji, tidak akan meninggalkan ku Yank, aku ngerti kalau kamu tidak ingin memaafkanku, dan aku akan berusaha mendapat maaf darimu." Ucap Kenan mendongak menatap wajah Diva.
"Baiklah aku tidak akan meninggalkan apartemen, tapi jika kamu masih mengabaikanku juga baby Khay aku tidak akan segan-segan meninggalkanmu, bukan hanya ke kota Z, tapi aku akan pergi menjauh dari negara ini." Ucap Diva menegaskan.
"Baiklah yank, aku janji." Sahut Kenan lalu berdiri ingin memeluk Diva.
Dengan cepat mengangkat tangannya kedepan, menghentikan Kenan.
"Kamu akan saya beri hukuman, jangan pernah buat nyentuh atau pun meluk-meluk." Ucap Diva.
"Tapi sampai kapan yank ? Aku sudah kangen banget tau !" Ucap Kenan manja.
"Kemarin-kemarin kemana aja kamu, kamu emangnya tidak kangen ? Oh... sorry aku lupa kamu kan kangen-kangenan nya sama pekerjaan kamu, jadi sampai lupa istri dan anak." Oceh Diva lalu berjalan keluar dari ruang UGD dengan agak sedikit pincang.
"Yank... Tunggu !! Biar aku bantuin jalannya." Ucap Kenan ingin mamapah Diva untuk berjalan.
"Aku bilang jangan sentuh !! Tolak Diva menepis tangan Kenan yang berada di pundaknya.
Uuhhfffftttt....Kenan menghela nafas kasarnya.
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan jejak Like, Comen, dan Vote...
Jangan lupa mampir juga ke karya kedua aku PERMATA HATI dan CINTA YANG KUNANTIKAN.
Atau klik langsung profil aku.
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️