
Kini keluarga Pak Salman sudah tiba di gedung ERLANGGA GROUP, Mereka semua masuk beriringan masuk ke kantor tersebut langsung menuju aula kantor, di ikuti Pak Anton juga Luci dari belakang, terlihat baby Khay sangat menggemaskan yang menggunakan stelan kemeja putih juga celana bahan hitam, yang berada di gendongan Kenan yang berjalan berdampingan dengan Pak Salman.
Sedangkan Diva berjalan berdampingan dengan Bunda Hani di belakang para suami. Para karyawan pada mengagumi keluarga atasan mereka yang terlihat sangat harmonis.
Hari ini Pak Salman akan mengadakan konferensi pers sekaligus mengumumkan kalau perusahaannya kembali normal seperti dulu lagi. Dan juga meresmikan penggabungan antara ERLANGGA GROUP dengan Office D & KA yang akan berubah menjadi D & KA GROUP yang di pimpin oleh Kenan. Pak Salman memilih pensiun dari pekerjaannya dan menyerahkan kepemimpinan terhadap putra semata wayangnya yaitu Kenan Al Fariziq. Pak Salman akan kembali ke kota Z dengan mengurus perkebunan yang baru-baru ini ia beli.
Pak Salman sudah memikirkan ini jauh-jauh hari, ia akan menikmati masa tuanya bersama sang istri di kota kelahirannya, walaupun masih bisa dikatakan kalau pak Salman belum tua-tua banget karena masih berumur 42 tahunan, begitupun Bunda Vivian masih berumur 41 tahun.
Bunda Vivian juga tidak masalah dengan keputusan suaminya, ia tahu kalau suaminya sudah tak lagi meragukan kemampuan Kenan. Toh selama perusahaan menurun yang bekerja keras adalah Kenan.
Apalagi di kota Z bunda Vivian memiliki sahabat sekaligus besannya yaitu Bunda Hani.
Berita mengenai pensiunnya Pak Salman menggemparkan dunia bisnis, mereka tak menyangka dengan keputusan yang di ambil raja bisnis tersebut, banyak yang menyayangkan hal ini, karena sebagian dari mereka belum mengetahui kemampuan Kenan, mereka masih meragukannya karena melihat Kenan masih sangat mudah bahkan masih berumur 19 tahun.
"Selamat Pak Kenan." Ucap salah satu direktur di perusahaan tersebut sambil mengulurkan tangannya.
"Terimakasih Pak, saya harap kita bisa bekerjasama dengan baik." Ucap Kenan dengan wibawanya menrima uluran tangan dari direktur Keuangan yang bernama Pak Yudi.
Para karyawan memberikan ucapan selamat kepada Kenan, khusus hari ini seluruh karyawan mulai dari petinggi karyawan sampai ke bagian OB dan cleaning berkumpul di aula kantor untuk menikmati jamuan makan siang, untuk merayakan atas kepimpinan baru yang di sandang Kenan. sekaligus acara memperkenalkan Diva dan juga baby Khay kepada semua karyawan perusahaan.
Banyak karyawan yang baru melihat Kenan, dan sangat mengagumi ketampanannya, apalagi saat ini baby Khay tak mau lepas dari ayahnya, bahkan saat konferensi pers baby Khay terus saja berada di pangkuan Kenan.
Saat Kenan akan menyampaikan sepatah katapun saat konferensi pers berjalan Diva mencoba mengambil baby Khay dari Kenan, namun baby Khay menangis kencang tak mau lepas dari ayahnya, sehingga mengundang tawa para wartawan dan para hadirin yang melihat kelucuan baby Khay yang menjadi anak Ayah.
"Duhhhh Pak Kenan ternyata masih muda banget ya, sayang dia sudah menikah bahkan sekarang sudah menjadi hot Daddy banget." Ucap salah satu pegawai baru yang terlihat masih muda.
"Iya, istrinya juga sangat cantik, dan masih terlihat sangat mudah, dengar-dengar umur mereka masih 19 tahun loh." Timpal salah satu karyawan yang memang sudah sedikit mendengar info tentang atasan barunya itu.
"Berarti dia baru tahun ini dong tamat SMA nya ?"
"Iya, tapi dengar-dengar setelah ujian Pak Kenan mengidap penyakit gitu dan harus di rawat intensif selama hampir setahun, dan saat itu istrinya sedang mengandung anaknya itu." Terang karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan tersebut.
Begitulah obrolan-obrolan para karyawan, Diva yang sedikit mendengar obrolan mereka hanya tersenyum.
Setelah acara selesai Pak Salman mengajak keluarganya naik keruangannya yang akan di tempati Kenan.
"Ayah harap kamu bisa menjalankan kepimpinan kamu ini dengan amanah." Uacp Pak Salman memeluk putranya.
"Iya yah, dan aku masih butuh bimbingan ayah." Ucap Kenan membalas pelukan ayahnya.
"Ayah dengan bunda akan menetap di kota Z, jika ada waktu sempatkanlah mengunjungi kami."
"Iya Yah, tapi kapan ayah akan berangkat ?" Tanya Kenan lalu keduanya berjalan menuju sofa di mana bunda Vivian juga Diva duduk baby Khay sudah tertidur dan sudah di tidurkan di salah satu ruangan istirahat yang ada di ruangan itu.
"Minggu depan kami akan berangkat, setelah kalian pindahan." Ucap Pak Salman membuat Diva kaget.
"Iya Yah, mungkin tiga hari lagi kami akan pindah." Sahut Kenan kemudian meletakkan lengannya di sandaran kursi yang di sandari Diva.
"Kamu belum cerita Nan ?" Pak Salman malah balik bertanya kepada Kenan.
"Belum Yah, rencananya sih aku mau kasih kejutan tapi ayah sudah membicarakan hal ini saat ini."
"Jadi maksudnya apa ?" Diva kembali bertanya.
"Sayang, Kenan telah menyiapkan rumah untuk kalian, kalian tidak akan lagi tinggal di apartemen." Jelas Bunda Vivian.
"Apa ?" Diva kaget mendengar perkataan ibu mertuanya itu.
"Iya Yank, tidak mungkin juga kan kita terus tinggal di apartemen, apalagi baby Khay juga butuh lingkungan yang cocok untuknya, agar dia bisa lebih mengenal dunia luar, kalau di apartemen mana bisa yank, yang ada dia hanya bisa menghitung gedung-gedung bertingkat aja." Ucap Kenan tersenyum.
Diva hanya mengangguk mendengar ucapan suami dan mertuanya, ia sedikit merasa senang karena sudah tidak lagi tinggal di apartemen, karena sejujurnya Diva merasa kurang nyaman tinggal di apartemen, ia merasa jiwa bersosialisasi nya kurang, apalagi penghuni apartemen rata-rata para pemuda-pemudi yang hanya ada di unit mereka saat sudah malam, Diva juga merasa kesepian jika di apartemen, karena tidak ada yang ia kenal, kalau di perumahan kan biasanya ada tetangga, walaupun hanya bertegur sapa setidaknya mereka saling mengenal, dan bisa mengobrol saat ada acara-acara tertentu di komplek, itulah pikiran Diva saat setelah tinggal dirumah sendiri.
🍀🍀🍀
Di Gedung perusahaannya, tepatnya di ruang wakil CEO Calista tampak tersenyum menyeringai, melihat berita hari ini mengenai ERLANGGA GROUP yang kini menjadi D&KA GROUP. Calista tampak sangat mengagumi Kenan di layar Tabnya, di tambah lagi Kenan sedang memangku bebynya, menambah aura Kenan Sakin membuatnya tergila-gila dan terobsesi untuk memilikinya.
"Aku beri kesempatan kalian untuk menikmati masa-masa bahagia kalian untuk sebentar, setelah itu akan aku rebut semua kebahagiaan kamu ADIVA." Gumam Calista menatap tajam gambar Diva yang di layar Tabnya.
Calista membayangkan dirinya berada di sisi Kenan sambil tersenyum-senyum sendiri, sepertinya Calista sudah benar-benar gila karena pesona pria muda beristri anak satu itu.
Bersambung....
Visual
Kenan
Diva
Calista
**Terus dukung Author dengan cara LIKE, KOMENTAR, dan VOTE sebanyak-banyaknya, agar Authornya tetap semangat Up.
Jangan lupa mampir juga ke karya Ke dua dan ke tiga Author yaitu : PERMATA HATI dan CINTA YANG KUNANTIKAN.
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏😘😘😘**