
Kenan dan Diva benar-benar menikmati kebersamaan nya, yang sudah lama mereka tidak lakukan.
Kini keduanya berada di Marlion Park, menikmati pemandangan Landscape kota Singapore yang spektakuler. Diva dan Kenan duduk di sebuah bangku yang tidak jauh dari patung berbentuk kepala singa berwarna putih, Salah satu icon di negara tersebut.
Diva menyandarkan kepalanya di bahu Kenan, sedangkan Kenan asik mengabadikan momen dan juga beberapa tempat yang menurutnya bagus jika di abadikan lewat sebuah foto.
Marlion Park
Setelah puas menikmati tempat tersebut, keduanya meninggalkan tempat tersebut, menuju ke salah satu icon negara Singapore lainnya yaitu Marina bay sands, yang tak jauh dari Marlion Park.
Marina bay sands
Marina bay sands salah satu tempat pusat hiburan dan resort. Kenan mengajak Diva kesebuah restoran yang berada di Marina bay sands.
"By', ini sudah sore, kita sudah terlalu lama meninggalkan baby Khay." Ucap Diva saat sudah berada di restoran.
"Iya sayang, setelah dari sini kita pulang. Ok !" Sahut Kenan.
Diva hanya mengangguk, dan langsung memakan makanannya yang sudah di antarkan oleh pelayan restoran.
Keduanya makan dengan tenang, tanpa mengucapkan kata sepata katapun. Setelah menyelesaikan makanan mereka, Kenan mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya yaitu sebuah kotak beludru berwarna biru, berbentuk persegi panjang.
"Ini apa by' ?" Tanya Diva saat menerima kotak tersebut.
"Buka aja yank !" Pinta Kenan sambil menampilkan senyumnya.
"Persaan aku nggak lagi ulang tahun loh." Ucap Diva sambil membuka kotak tersebut.
Diva mengernyitkan keningnya, lalu beralih menatap heran Kenan.
"Kalaung ini ! Bukannya kalung ini, yang waktu itu kamu beli buat Bunda ?" Tanya Diva.
Kenan meraih tangan Diva, mengenggamnya.
"Yank ... Sebenarnya waktu itu aku beli buat kamu, untuk hadiah ulang tahun kamu, pesta yang kami maksud waktu itu, sengaja kami buat untuk kejutan untuk kamu, tapi semuanya gagal karena aku masuk kerumah sakit, dan butuh perawatan yang intensif. Kenan beranjak dari duduknya, kemudian berlutut di depan Diva.
"Aku minta maaf, kalau waktu itu aku tidak sempat memberikan apa-apa di hari ulang tahun kamu Yank, hari ini aku ingin memberikan ini untukmu, tapi bukan lagi hadiah ulangtahun mu, tapi sebagai hadiah karena kamu telah melahirkan baby Khay di tengah-tengah keluarga kita." Ucap Kenan menggenggam tangan Diva.
Diva sangat terharu mendengarkan penjelasan suaminya itu, tanpa terasa air matanya kini membasahi pipinya yang tampak cubby, Diva langsung memeluk Kenan dengan erat tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Kenan tersenyum kemudian membalas pelukan istrinya, sambil mengusap punggungnya.
Setelah dirasa cukup, Kenan melepaskan pelukannya, lalu mengambil kalung yang berada di atas meja, dan memakaikan di leher Diva. Setelah itu, Kenan menangkup wajah Diva kemudian memberikan kecupan di kening istri yang sangat ia cintai itu.
"I love you Bundanya baby Khay." Ucap Kenan menatap wajah sembab istrinya.
"I love you to Ayahnya babu Khay." Balas Diva tersenyum.
"Pulang Yuk." Ajak Kenan menghapus sisa-sisa air mata Diva.
Diva mengangguk menyetujui ajakan Kenan, kemudian tersenyum.
Kenan segera beranjak dari hadapan Diva, dan membantu istrinya itu untuk beranjak dari kursinya. Keduanya pun pergi meninggalkan restoran tersebut, Diva merangkul lengan Kenan sambil berjalan menuju mobilnya, yang terparkir cukup jauh dari tempatnya.
🍀🍀🍀
Jam 4 sore Kenan dan Diva tiba di apartemen, kedua keluarga besar tersebut telah berkumpul di ruang tengah, sambil mengobrol, dan mengajak baby Raydan dan baby Khay bermain.
Jova juga sudah berada di sana bersama dengan seorang pria yang duduk di sampingnya.
"Assalamualaikum..." Sapa Kenan dan Diva bersamaan.
"Walaikumsalam...." Sahut mereka serentak.
"Cieee .... Yang habis pacaran, bahagia banget." Ejek Arka.
"Iya, tampak berseri-seri banget tuh muka, nggak ingat anak kayaknya." Sahut Ray.
"Kayak Kak Arka enggak aja." Ujar Diva.
"Gue nggak pacaran, tapi qualiti time bareng keluarga namanya, soalnya gue bawa anak." Eles Arka.
"Sama aja..." Ucap Diva tak mau kalah.
"Jelas beda dong." Celetuk Arka.
"Terserah..." Sahut Diva jengah.
Diva ingin langsung duduk di dekat baby Khay namun cepat-cepat Bunda Hani menahannya.
"Jangan langsung dekat-dekat sama baby Khay, kamu habis dari luar !" Ujar Bunda Hani.
Diva hanya mengangguk mendengar peringatan dari bundanya.
"Oh iya Div, Nan, kenalkan ini Noval teman kampus gue !" Sahut Jova mengenakan pria yang berada di sampingnya.
Kenan mengulurkan tangannya kepada teman Jova tersebut.
"Kenan, dan ini istri saya Diva." Ucap Kenan.
"Noval, teman kampusnya Jova." Noval menerima uluran tangan Kenan, kemudian tersenyum kearah Diva.
Diva hanya mengangguk, dan membalas senyuman Noval.
Kenan yang melihat Diva membalas senyuman Noval, langsung merangkul pinggang istrinya itu dengan posesif.
"Yank, ayo masuk dulu, bersih-bersih !" Ajak Kenan datar.
"Iya sayang, benar yang di katakan Kenan, lebih baik kalian mandi dulu, setelah itu baby Khay di beri Mimi, sepertinya dia haus sayang, stok ASInya juga sudah habis !" Ujar Bunda Vivian.
"Iya Bun, kalau begitu kami pamit dulu ke kamar." Pamit Diva.
🍀🍀🍀
20 menit kemudian Diva dan juga Kenan kembali menghampiri mereka yang di ruang tengah. Diva langsung mendudukkan dirinya di dekat kasur baby Khay, begitupun dengan Kenan.
"Perasaan seharian keluar pacaran, tapi kok masiiihhh aja nempel seperti perangko." Sindir Ray kepada Kenan, karena melihat sahabatnya itu, tidak mau jauh dari istrinya.
Kenan tak menghiraukan sindiran Ray, Kenan malah menyibukkan dirinya dengan ponselnya. Kini Kenan mulai aktif lagi memantau officenya lewat email yang di kirimkan sekertarisnya.
"Iyya nih, dia masih posesif aja." Tambah Arka.
"Div, sepertinya kamu punya dua bayi." Ucap Ray.
"Maksudnya ?" Tanya Diva tak mengerti.
"Itu satu baby Khay, satunya lagi bayi gede baby Kenan, hahaha." Sahut Ray.
Kenan yang mendengar ucapan Ray, langsung memberikan tatapan tajam kepada sahabatnya, terlebih lagi semua yang berada di ruangan tersebut ikut menertawakan nya.
Namun seperti biasa Ray tetap tak menghiraukan tatapan tajam dari sahabatnya itu.
"Nak Noval, maaf ya, kelakuan mereka memang seperti itu jika mereka sudah berkumpul." Ucap Bunda Hani.
"Nggak apa-apa kok Tante, saya senang ikut bergabung dengan kalian, saya ikut terhibur."
"Emang kita topeng monyet." Sahut Ray.
"Ray...." Tegur Pak Salman.
"Maaf Yah, bercanda doang.
"Maaf ya Nov, gue bercanda aja tadi." Ucap Ray kepada Noval.
"Bay the way, Nov jomblo nggak ?" Tanya Lani tiba-tiba, sambil tersenyum kepada Noval.
"Maksudnya apa nih?" Tanya Ray kepada Lani.
"Jangan salah paham dulu !"
"Nov, jomblo nggak ?" Lani mengulang pertanyaan nya kepada Noval.
"I...iya..." Jawab Noval.
"Bagus deh, tuh sahabat gue juga jomblo, kalian cocok kok !" Lani menunjuk Jova dengan dagunya.
Jova yang merasa di tunjuk Lani membelalakkan matanya, menatap Noval sedikit tak enak hati.
"Jangan dengerin Nov, dia sedikit stres !" Ucap Jova sambil memiringkan telunjuknya di keningnya.
"Gue setuju, dengan elu Lan, lagian cocok kok, satu Jov, satunya lagi Nov. Hahaha." Sahut Diva.
"Kak Vara, setuju nggak, Jova sama Noval ?" Tanya Lani kepada Vara selaku kakaknya Jova.
"Saya sih setuju-setuju aja, kalau mereka cocok." Sahut Vara.
"Tunggu apalagi sih, udah dapat lampu hijau tuh dari kakaknya. Buruan bro tancap gas ! Entar di dahului orang baru tau rasa." Ucap Ray.
Sedangkan para orang tua hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan para anak muda di hadapannya. Hanya Kenan yang terlihat dingin, dan sibuk dengan urusannya sendiri.
"Kalau begitu saya pamit dulu, buat bersih-bersih, sebentar lagi juga magrib." Pamit Pak Fikram, di ikuti Bunda Hani.
"Iya, nanti malam kita kumpul di sini lagi, buat makan malam." Sahut Pak Salman.
"Nak Noval, di sini aja dulu, nanti ikut makan malam bersama kami, lagian Jova juga masih di sini kan !" Pinta Bunda Vivian kepada Noval.
"Apa tidak apa-apa Tante?" Tanya Noval.
"Nggak apa-apa, anggap aja keluarga sendiri !"
"Baiklah Tante, terimakasih." Ucap Noval.
Keluarga Pak Fikram kembali ke unit apartemennya, begitupun dengan Kenan dan Diva masuk ke kamarnya membawa baby Khay.
Sedangkan Noval dan Jova ikut ke apartemennya Pak Fikram.
Jova
Noval
Bersambung....
Alhamdulillah akhirnya bisa juga sampai di episode 💯, ini semua berkat dukungan dari kalian para readers tersayang, jika tanpa dukungan kalian, karya pertama saya ini tidak akan mungkin saya bisa menyelesaikan sampai ke episode 💯. TERIMAKASIH SEBANYAK-BANYAKNYA UNTUK PARA READERS YANG SUDAH SETIA MENGIKUTI CERITAKU INI. 🙏🙏🙏🙏
Jangan lupa tetap terus dukung author agar saya bisa tetap semangat nulis, dan bisa memberi cerita yang dapat menghibur kalian 🙏🙏🙏
Like
Coment
Vote
Favorit
Rate
Sekali lagi Terimakasih 🙏🙏🙏 🙏🙏🙏
🤗🤗🤗🤗🤗🤗❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️