Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 28 Season 3 ( Next Generatoin )


Satu minggu telah berlalu, masalah Enzy belum juga berakhir, dan masih menjadi perbincangan hangat di media kampus. Sudah seminggu ini juga Enzy tak berani masuk kampus, karena menghindari hujatan-hujatan yang ia dapatkan dari teman sekampusnya.


"Anak-anak apakah kalian sudah mengerti dengan materi yang sudah saya sampaikan, atau ada pertanyaan" Tanya seorang dosen wanita paru baya, setelah menyampaikan materi dikelas Khay.


"Baiklah karena waktunya sudah habis, jika ada yang ingin ditanyakan, datang dan temui saya diruangan ! Kelas di bubarkan, selamat bertemu kembali di pertemuan selanjutnya, terimakasih." Ucap dosen tersebut lali pergi meninggalkan kelas tersebut.


"Khay...." Priska memulai pembicaraan.


"Emm" Sahut Khay sibuk merapikan buku-bukunya kedalam tasnya.


"Apa kau mengenal gadis yang viral dikampus saat ini ? Dengar-dengar dia tinggal disalah satu unit apartemen milik keluarga mu." Tanya Priska penasaran.


"Wanita siapa yang kamu maksud ? Dan kenapa juga kamu harus kepo dengan urusannya.?" Seru Khay santai.


""Wanita yang di kabarkan jual diri itu, dan melakukan kekerasan pada seniornya." Jelas Priska.


Tak lama Leo dan Doni ikut bergabung, kebetulan hari ini mereka datang terlambat dan tak mengikuti mata kuliahnya.


"Khay, kamu kenal enggak wanita yang viral itu, gue baru liat fotonya, ternyata dia benar-benar cantik, tapi sayang..." Timpal Leo langsung duduk dihadapan Khay.


"Tapi bisalah gue deketin, buat hiburan." Tambahnya tersenyum jahil.


Khay yang mendengar perkataan Leo mengepalkan tangannya, tiba-tiba wajahnya memerah menahan emosi, yang mendengar sahabatnya sendiri ikut-ikutan menghina istrinya.


"Iya Le, Khay gue pernah papasan pas di lobi, dia benar-benar cantik, kalau dilihat dari penampilannya enggak mungkin sih dia seperti itu, tapi jaman sekarang tuh, kita tidak bisa menilai seseorang dari penampilannya, kadang menipu." Timpal Doni.


"Kalian bisa diam enggak ! Tidak usah kepo dengan urusan orang, dan satu lagi jangan terlalu cepat berasumsi jika kamu belum mengenal baik orang itu, bisa sajakan berita itu tidak lah benar." Ujar Khay berusaha sebisanya agar tak terpancing emosi.


"Kenapa kau jadi sekesal itu sih Khay ?" Tanya Priska melihat raut wajah Khay yang tiba-tiba saja berubah.


"Lebih baik sekarang kalian fokus saja dengan mata kuliah kalian yang bermasalah, atau kalian mau tidak ikut ujian, tidak perlu mengurusi urusan pribadi orang, enggak ada faedahnya juga kan ?" Khay mengalihkan pembicaraan.


"Apa kamu benar-benar sudah tobat Khay ? Tumben banget kamu enggak mau berurusan dengan wanita seperti itu, dia cantik loh Khay, bis..."


"Stop Leo ! Gue peringatkan sekali lagi jangan coba-coba kamu mempermainkan wanita lagi, sekarang gue cabut, gue capek !" Peringat Khay lalu pergi meninggalkan sahabat-sahabatnya.


Sore harinya Khay tiba di apartemennya mendapati, Enzy sedang duduk di balkon kamarnya sambil menikmati pemandangan sore kota Xx.


Khay berjalan menuju balkon, dan duduk di kursi sebelah Enzy, ikut melihat pemandangan gedung-gedung bertingkat yang menghiasi kota Xx.


"Khay...." Panggil Enzy tanpa beralih dari pandangannya kedepan.


Khay menoleh sejenak lalu kembali melihat kedepan.


"Apa kau akan meninggalkan ku, setelah apa yang sebenarnya kau inginkan dariku sudah kau dapatkan" Tanya Enzy.


"Apa maksudmu ?" Tanya Khay tak mengerti arah pembicaraan Enzy.


"Apa kau akan meninggalkanku setelah kita melakukan hal yang harusnya dilakukan pasangan suami istri !" Sahut Enzy menoleh menatap Khay dari samping.


"Siapa yang mengatakan itu ?" Tanya Khay kesal ikut menatap Enzy yang duduk berdampingan dengannya yang hanya dihalangi sebuah meja kecil.


"Ke dua wanita itu, dia mengatakan padaku kalau kamu melakukan hal itu padanya." Jawab Enzy.


"Apa kau percaya apa yang mereka katakan ?"


"Aku tidak tau Khay, aku harus percaya atau tidak, tapi saat ini aku berpikir kalau kau masih sama dengan Khay yang dulu, aku belum benar-benar yakin kalau kamu telah berubah." Terang Enzy beralih menatap keluar jendela.


"Aku tahu, pria seperti dirimu tidak mungkin bisa berubah, maka dari itu sebelum kau melakukan itu padaku, lebih baik kita berpisah, aku ingin menjalani kehidupan yang lebih baik, Khay." Tambahnya lagi membuat Khay benar-benar geram.


"Terserah kamu Nzy, aku sudah capek dengan semuanya." Ujar Khay lalu pergi meninggalkan apartemennya, saat ini ia benar-benar sudah jengah dengan sikap Enzy itu.


...----------------...


Khay tak langsung masuk ke kamarnya, ia berjalan menuju dapur, untuk menyajikan makanan yang ia bawa, ia tahu Enzy pasti belum makan. Setelah menyajikan dipiring ia pun pergi ke kamarnya, saat masuk ia mendapati Enzy tengah berbaring membelakangi pintu, Enzy yang belum tidur merasakan Khay masuk ke kamar, ia langsung memejamkan matanya berpura-pura tertidur. Khay meletakkan piring dan segelas air di atas nakas.


"Aku ketemu Rendra tadi, katanya kamu bolos lagi hari ini ?" Tanya Khay.


"Aku tahu kamu belum tidur." Ucap Khay melihat Enzy tak meresponnya.


Enzy pun membuka matanya.


"Emmm..." Sahutnya membuat Khay tersenyum melihat tingkah Enzy yang kadang-kadang membuatnya merasa lucu, tapi kadang juga membuatnya kesal.


"Kata Rendra besok kamu harus ke kampus, kamu di panggil dekan buat menghadap." Terang Khay.


"Dan satu lagi, banyak mata kuliah kamu tidak beres karena membolos seminggu ini, kamu juga harus menyelesaikannya, karena sebentar lagi ujian." tambahnya.


"Emmm...." Sahut Enzy


"Apa kamu sudah bisu, atau kamu mau bisu beneran, kalau di ajak bicara ya liat orangnya, atau seenggaknya jawab, jangan cuma emmm emmm doang !" Seru Khay.


"Berisik ihh..." Sahut Enzy menarik selimut menutupi dirinya.


"Aku tahu, sekarang kamu lagi mikirin masalah kamu, tapi aku harap besok kamu ke kampus buat berhadap dengan dekan, dan selesaikan nilai-nilai kamu !"


"Apa kamu sungguh mengkhawatirkan ku ?" Tanya Enzy dengan posisi masih sama, masih menutupi dirinya.


"Iya..." Sahut Khay.


"Sekarang kamu bangun ayo, makan malam dulu ! Aku tahu kamu belum makan sejak tadi." Kemudian Khay mengajak Enzy buat makan, sambil menarik selimut yang wanita itu gunakan.


"Aku tidak lapar !" Seru Enzy menahan selimutnya agar tidak tertarik oleh Khay.


"Enzy bangunlah, dan makan sesuatu !" Serunya lagi langsung menarik lengan istrinya itu agar terbangun.


"Aku bilang aku enggak lapar, dan menjauhlah dariku ! Aku tak pernah memintamu untuk memberiku makan, dan aku juga tak pernah memintamu untuk bersikap baik kepadaku, aku tahu kamu melakukan ini hanya karena ingin sesuatu dariku kan, setelah itu kamu benar-benar akan meninggalkanku juga." Enzy bangun dari tidurnya lalu membentak Khay.


"Apa maksud kamu Enzy, hah ?" Bentak Khay mendorong tubuh Enzy sampai Enzy setengah bersandar di kepala tempat tidur.


Khay memeluk Enzy membenamkan wajahnya di celuruk leher wanita itu, membuat Enzy mencoba untuk berkontak.


"Khay apa yang kau lakukan, lepaskan aku Khay !!" Seru Enzy berusaha mendorong bahu Khay agar Khay melepaskannya.


"Maafkan aku." Enzy kaget saat mendengar Khay malah meminta maaf kepadanya.


"Tolong ! Aku enggak peduli jika kamu selalu menganggapku seorang ba*"""ngan, atau hal apapun itu yang membuatmu sangat membenciku, tapi makanlah sesuatu, pleaseee !!" Ucap Khay melemah, bahkan deru nafasnya terasa sangat jelas di celuruk leher Enzy, membuat Enzy kegelian namun ia berusaha menahannya.


"Aku mohon padamu." Tambah Khay.


"Kamu sampai memohon pada wanita angkuh dan sombong seperti ku ?" Tanya Enzy.


Khay melepaskan pelukannya dan menatap Enzy, begitupun Enzy balik menatapnya.


Bersambung......


Jangan lupa dukungan readers.


Penasaran apa yang telah di alami Enzy dimasa lalunya sehingga sangat membenci seorang playboy atau pria yang suka mempermainkan wanita, di episode selanjutnya Enzy akan menjawab semuanya, dia akan menceritakan masa lalunya...yuksss ikutin terus gaessss...


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏


Love you all ❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘