
Kini Lani sudah di pindahkan di ruang perawatan, Lani sudah terlihat lebih segar paska operasi Cesar.
Ray dan Kenan duduk di sofa sambil mengobrol tentang bisnis mereka, dan sesekali terdengar di pendengaran Diva dan Lani kedua pria itu membahas soal Calista.
Sedangkan Diva duduk di sebuah kursi samping brangkar Lani, yang tak jauh dari box kedua bayi kembar tersebut.
"Lan pantesan aja perut kamu besar banget enggak kayak aku dulu, padahal perut aku dulu termasuk besar juga loh kata dokter, Tau-taunya kamu hamil baby twins." Ujar Diva terus memperhatikan kedua baby twins Lani yang sedang tertidur.
"Iya aku juga enggak nyangka, karena pada saat USG terakhir dokternya enggak bilang apa-apa." Sahut Lani ikut melihat kearah baby kembarnya.
"Oh iya kamu udah siapain nama belum ?" Tanya Diva.
"Kami baru siapin nama untuk satu bayi soalnya kami enggak tau kalau mereka kembar, dan nama kami siapkan RENDRA ADIANTARA PRAMONO." Jelas Lani.
"Satunya lagi NENDRA yank." Sahut Ray menimpali saat mendengar obrolan kedua wanita itu.
"Bagaimana bagus enggak ?" Tanya Ray.
"Bagus kok yank." Jawab Lani.
Tak lama jam sudah menunjukkan pukul 10 malam Kenan dan Diva pun pamit, karena sudah larut malam, ia takut baby Khay rewel.
"Ya sudah kalau begitu kami pamit pulang dulu ya, takut Abangnya rewel." Ucap Diva memeluk Lani.
"Iya terimakasih ya, kalian sudah repot-repot kesini temenin kita, sampai harus meninggalkan baby Khay." Ucap Lani.
"Iya sama-sama, kamu tidak perlu sungkan, kita bahkan sudah seperti saudara." Ucap Diva.
"Ray kita pamit." Ucap Kenan kepada sahabatnya.
"Iya Terimakasih ya bro." Ucap Ray dan di angguki Kenan.
🍀🍀🍀
Setibanya dirumah Kenan dan Diva melihat putra mereka di kamarnya sebentar, karena baby Khay terlihat sudah nyenyak mereka pun pergi ke kamar, setelah mengganti pakaian mereka dengan pakaian tidur Kenan dan Diva beristirahat karena sudah merasa sangat leleh, tak lama keduanya pun tertidur sambil berpelukan satu sama lain.
Ke esokan paginya seperti biasa rutinitas Diva selalu menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya, walaupun bukan sepenuhnya ia menyiapkan karena di bantu bi Ratih.
Hari ini Diva akan pergi ke kantor bersama Kenan untuk mengerjakan pekerjaannya mengenai proyek kota S.
"By', hari ini setelah dari kantor aku dan Calista berencana ke kota S ya ?" Ujar Diva saat mereka sarapan.
Kenan mengerutkan keningnya melihat Diva, pasalnya ia tak mengetahui hal tersebut sebelumnya.
"Kok aku enggak tau yank ?" Tanya Kenan
"Iya, baru tadi pagi Calista menghubungi ku, karena katanya beberapa minggu kedepan ia tidak bisa fokus ke proyek ini, karena dia ada pekerjaan di luar kota." Jelas Diva.
"Ya sudah tapi kamu hati-hati yank !!" Ujar Kenan terlihat khawatir.
"Iya kamu enggak usah khawatir, insyaallah aku bisa jaga diri." Diva mengusap bahu suaminya yang duduk di sampingnya. Sedangkan Kenan hanya mengangguk sedikit memaksakan senyumnya.
Setelah menyelesaikan sarapannya Kenan maupun Diva menghampiri baby Khay yang masih di suapi bubur oleh bi Siti di gazebo samping rumah mereka.
"Bi, Abangnya masih belum selesai ? Tanya Diva kepada bi Siti yang asik menyuapi baby Khay.
"Iya non, ini sedikit lagi." Ucap bi Siti.
"Anak ayah pinter banget sih makannya, pengen cepat-cepat gede ya ?" Kenan berjongkok di depan bangku khusus bayi milik Baby Khay.
Baby Khay yang di ajak bicara oleh ayahnya seolah mengerti, ia melambai-lambaikan tangan mungilnya itu seperti minta di gendong oleh Kenan.
Tapi Kenan hanya memegang anaknya itu, ia tidak mungkin menggendongnya, soalnya badan baby Khay kotor karena banyak sisa bubur yang menempel pada pakaiannya. Karena Kenan tak kunjung menggendongnya baby Khay menangis.
"By, sepertinya dia minta di gendong kamu deh !" Ucap Diva.
"Iya Yank, sebentar !" Kenan melepaskan jasnya.
"Tolong yank ! Kenan memberikan jasnya kepada Diva agar memegangnya, Diva pun menerimanya.
Setelah Kenan menggendong baby Khay tangisan bayi menggemaskan itu berhenti. Cukup lama ia menggendong anaknya itu Kenan kembali mendudukkan baby khay pada tempatnya semula, tapi tiba-tiba ia kembali menangis.
"Ayah ke kantor dulu ya sayang, nanti kita main lagi Ok !" Ucap Kenan berusaha menenangkan putranya yang tak mau lepas darinya, sedangkan ia harus berangkat ke kantor, karena ada pertemuan penting dengan klaiyen.
🍀🍀🍀
Setibanya di kantor Kenan baru saja memasuki ruangannya, Pak Anton datang membawakan beberapa dokumen dan memberi tahukan kalau ia harus segera terbang ke Singapore.
"Apa perlu yang harus ke sana Pak ? Tanya Kenan.
"Iya Tuan." Jawab Pak Anton.
Kenan beralih menatap Diva yang sedang duduk di sofa yang juga sedang menatapnya.
Seakan tau dengan tatapan suaminya Diva mengangguk lalu tersenyum menandakan bahwa ia akan baik-baik saja.
"Kamu pergilah by' ! Jangan khawatirkan kami di sini !!" Ujar Diva.
"Apa sebaiknya kamu dan Abang ikut saja yank !!" Ucap Kenan.
"Enggak usah by', lagian kamu juga sibuk kan di sana ? Pasti aku bosan di apartemen terus." Terang Diva.
"Tapi kamu bisa ajak Jova ke apartemen kalau aku lagi kerja yank, kamu ikut aja ya !!"
"By', kalau aku ikut bagaimana dengan Calista, pasti dia akan curiga kalau sebenarnya rumah tangga kita baik-baik saja, karena yang aku liat dia menyangka kalau keadaan rumah tangga kita sedang merenggang." Jelas Diva.
"Maaf tuan, kalau saya telah lancang menyela pembicaraan kalian, tapi yang di katakan nona ada benarnya." Pak Anton ikut menimpali.
"Ya sudah kalau begitu, kamu urus semua keperluannya, malam ini juga kita berangkat." Seru Kenan kepada Pak Anton dengan ekspresi kurang semangat.
"Untuk tempat tinggal, kita sewa hotel saja yang dekat dari tempat kita mengadakan pertemuan selama di sana !" Tambah Kenan.
"Apartemen tuan di sana kebetulan berdekatan dengan tempat yang kita tuju tuan." Ucap Pak Anton.
"Baiklah kita akan tinggal disana." Ujar Kenan lalu melanjutkan pekerjaannya tanpa bersemangat.
Setelah kepergian Pak Anton Diva menghampiri suaminya yang sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya, ia langsung melingkarkan lengannya di leher Kenan dari belakang, lalu menjadikan pundak Kenan sebagai tumpuan dagunya.
"By', yang semangat dong ! Kamu percaya sama aku, aku akan baik-baik saja di sini." Ucap Diva.
"Yank, coba kamu hubungi wanita itu, kalau bisa batalkan pertemuan kalian hari ini, aku ingin menghabiskan waktu sama kamu sebelum aku berangkat !" Ujar Kenan menarik lengan Diva dari lehernya lalu mendudukkannya di pangkuannya.
"Ya sudah aku coba hubungi dia ya." Diva mengeluarkan ponselnya yang ada di handbag nya, lalu mencari kontak Calista, kemudian menghubunginya, tak lama Calista menerima panggilan Diva, Diva menjelaskan kalau hari ini ia tidak bisa bertemu dengannya, karena ada hal yang harus ia selesaikan, Calista pun mengiyakan.
"Sudah, katanya tidak apa-apa, karena katanya Calista akan ke luar kota siang ini juga by', katanya dia baru akan menghubungi ku." Jelas Diva meletakkan ponselnya di atas meja kerja Kenan, lalu kembali merangkulkan tangannya pada leher suaminya.
"Kamu berapa lama di sana by ?" Tanya Diva memainkan kancing kemeja Kenan.
"Mungkin sekitar satu sampai dua mingguan yank, tapi aku akan usahakan secepatnya." Jawab Kenan.
"Yank.... Kenan mengeratkan pelukannya pada pinggang lalu menyandarkan kepalanya pada dada Diva kemudian mendongak menatap wajah istrinya yang merunduk menatapnya juga.
"Apa ?
"Yank, aku pasti bakal kangen banget sama kamu sama Abang Khay." Ucapnya.
"Bukannya kita sudah sering berpisah dulu yank, kamu tinggal di sini aku di kota Z, dan waktunya lumayan lama loh, masa satu atau dua mingguan saja kamu enggak bisa." Ucap Diva menyemangati suaminya, walaupun sebenarnya ia juga merasakan hal yang sama seperti Kenan rasakan.
"Iya Yank, tapi rasanya sudah beda tau enggak." Kenan semakin mengeratkan pelukannya, sambil membenamkan wajahnya di dada istrinya yang empuk.
"By, kamu bersandar begitu kamu enggak lagi moduskan ?" Ucap Diva saat merasakan Kenan semakin ngedusel di dadanya.
"Kamu kok tau yank, kamu pasti pengen juga kan ?" Kenan mendongak menatap Diva dengan senyuman menggodanya.
"Jangan ngaur kamu !!" Seru Diva mencebikkan bibirnya.
"Yank, kita masuk keruangan istirahat yuk!'' Ajak Kenan.
"Enggak, lebih baik sekarang kamu kerja !" Diva segera beranjak dari pangkuan Kenan, tapi baru saja ingin melangkah tiba-tiba mengangkat tubuhnya dari belakang lalu membawanya ke ruang istirahat.
Bersambung....
Budayakan like, Koment, dan vote sebanyak-banyaknya, jangan lupa juga klik profil author untuk membaca karya Author lainnya. CLBK, CINTA YANG KUNANTIKAN dan PERMATA HATI di jamin tak kalah seru dan baper-baperan berjama'ah.
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️