Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 36


Kamu kenapa by', liatin nya gitu banget ?" Tanya Diva.


Kenan tak menghiraukan pertanyaan Diva, ia terus menatap Diva, seolah-olah ia akan menelannya hidup-hidup Dengan tatapan membunuhnya, Diva bergidik ngeri melihat Kenan terus menatapnya seperti itu ia sedikit memundurkan badannya dari Suaminya itu.


" Daffa siapa ? Pertanyaan itu lolos dari mulut Kenan, tetap menatap Diva dingin.


" It...itu teman sekolah aku, dia suka ngejar-ngejar aku, tapi aku tidak pernah tanggepin kok by'. " Jawab Diva gugup tidak berani menatap mata membunuh suaminya.


" Bener ?" Tanya Kenan masih dengan suara dingin.


" Be... beneran by'. " Jawab Diva gugup.


" Tapi kenapa kamu segugup itu ?" Tanya Kenan lagi.


" Aku takut liat kamu seperti itu by'. Jawab Diva menundukkan kepalanya.


Kenan yang melihat istrinya seperti itu, ia langsung merengkuh tubuh Kecil Diva, memeluknya erat, sesekali mencium pucuk kepala istrinya, ia teringat bahwa mereka akan segera bersekolah kembali setelah libur usai ujian semester, Kenan merasa berat harus tinggal terpisah dengan Diva.


" Yank Minggu depan aku balik ke kota xx. " Ucap Kenan memecah keheningan, setelah mereka terdiam dengan pemikiran masing-masing.


" Yank pasti berat aku jalanin hari-hari aku tanpa kamu, kamu jangan macam-macam ya yank. " lanjut Kenan kemudian meraih dagu istrinya supaya menghadap dirinya.


" Lebay. " sahut Diva kemudian memeluk suaminya erat.


" Aku tidak akan macam-macam, aku akan selalu jaga hati aku buat kamu By'. " Ucap Diva melanjutkan kata-katanya tadi.


" Kok lebay sih Yank, nyatanya emang gitu. " Ucap Kenan mempererat pelukannya.


Tiba-tiba diva nangis, dan membuat kaos yang dipakai Kenan basah dibagian dadanya.


Kenan membiarkan istrinya itu menangis, agar Diva bisa merasa lebih baik, dari pada ia menahan kesedihannya, Kenan terus mengusap pelan bahu Diva sampai ia tertidur dalam dekapannya.


Kenan terus memandang langit-langit ruangan rawat Diva, tak lama Kenan pun ikut tertidur sambil mendekap istrinya.


Kenan dan Diva



Disisi Arka dan Vara


Kini Arka dan Vara duduk di bangku taman, dengan ditemani banyak bunga yang bermekaran.


Vara bersandar di bahu Arka sedangkan Arka memeluk bahu kekasihnya itu dari samping, sedangkan tangan satunya memainkan jari-jari kekasihnya itu.


" Bee secepatnya aku akan melamar kamu. " ucap Arka tiba-tiba.


Vara yang mendengar ucapan Arka langsung mendongakkan kepalanya melihat arah kekasihnya, yang juga menatapnya.


"Tapi kita belum lulus Bee. " Sahut Vara.


" Tidak masalah, aku juga sudah kerja di perusahaan Ayah, dan lagian bentar lagi kita akan lulus. " Ucap Arka melepaskan pelukannya dan beralih menggenggam tangan kekasihnya.


Vara tersenyum, dan langsung melepaskan genggaman tangan Arka dan langsung memeluknya.


" Setelah Diva keluar dari rumah sakit aku dan Keluargaku akan kerumah kamu, untuk melamarmu dengan benar. " Sahut Arka membalas pelukan Vara.


" Secepat itu ?" Tanya Vara melepaskan pelukannya.


" Iya bee, aku tidak mau berlama-lama lagi, aku takut kamu diambil orang. " Jawab Arka Menangkup wajah kekasihnya itu.


" Tidak akan ada orang yang berani ngambil aku dari kamu bee. " Sahut Vara.


" Emangnya kenapa ?" Tanya Arka menaikkan kedua alisnya.


" Orang pada takut liat wajah kamu bee, takut beku. " Jawab Diva mengejek kekasihnya itu.


Itu karena Vara tau kekasihnya itu terkenal sangat dingin seantero kampus, dan tidak akan segan-segan menghajar orang-orang yang berani mengusiknya.


Arka di dalam lingkungan keluarganya aja terlihat hangat, tapi kalau diluar ia sangat dingin, tidak ada bedanya dengan Kenan.


" Kamu bisa aja bee. " Ucap Arka gemas sambil menarik hidung mancung kekasihnya.


" Bee, kamu ingat tidak, orang satu kelas aku, yang kamu hajar habis-habisan, karena mencoba mendekatiku ?" Tanya vara.


" Emangnya dia Kenapa, gangguin kamu lagi ?" Arka malah bertanya kembali dengan mode on dingin.


" Tidak, dia tidak pernah lagi muncul, kira-kira dia kemana ya ?" Jawab Vara kemudi mempertanyakan orang itu.


" Kenapa tiba-tiba kamu menanyakan keberadaannya, kamu suka dia deketin kamu." Tanya Arka tiba-tiba marah.


" Bukan begitu maksud aku. " Jawab Vara kemudian menatap Arka yang tiba-tiba marah.


" Terus kenapa kamu menanyakan dia, Hah ?" Tanya Arka meninggikan suaranya.


" Ka, kenapa kamu jadi ngebentak aku sih, Maksud ak...."


" Ya, sudah kamu cari saja sana. " Ucap Arka menyela Ucapan Vara, dan meninggalkannya sendirian ditaman.


Vara hanya melihat punggung Arka yang meninggalkannya ditaman sendirian, ia hanya bisa menangis karena Arka tega meninggalkannya, Hanya karena ia salah paham.


" Bagaimana aku pulang, tas dan ponsel aku tertinggal di mobil Arka. " Gumam Vara kemudi menundukkan kepalanya dan menangis.


Diva beranjak dari duduknya, dan menyusuri trotoar ia memutuskan untuk berjalan kaki, tiba-tiba Hujan turun sangat lebat membuat seluruh badan Vara basah kuyup.


Arka terus melajukan mobilnya meninggalkan taman tersebut, tiba-tiba Hujan saja hujan turun dengan lebatnya, ia langsung mengkhawatirkan Vara, ia segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi kekasihnya itu, namun saat telponnya tersambung ia mendengar ponsel Vara berdering di jok sebelahnya, ia langsung menoleh dan mendapati tas dan ponsel Vara berada di jok sebelahnya.


Tanpa pikir panjang Arka langsung berbelok begitu saja tanpa menghiraukan pengendara lain meneriakinya.


setelah Arka sampai ia tidak melihat Vara berada disana.


" Bo**h lu, Arka kenapa lu meninggalkannya sendirian. " Gumam Arka sambil berlari menuju mobilnya.


" Sekarang dia pasti sangat merasa sangat sedih, G****ok..g****ok..." Gumam Arka menundukkan kepalanya di kemudi mobilnya sambil merutuki dirinya.


Arka kembali menjalankan mobilnya untuk mencari keberadaan kekasihnya itu.


Tak jauh dari taman ia melihat kerumunan orang-orang di pinggir jalan tersebut, ia segera menepikan mobilnya dan segera keluar.


" Ada apa ya Bu ?" Tanya Arka kepada seorang ibu, yang melintas dekat mobilnya.


" Itu dek katanya ada seorang wanita pingsan, kata orang yang milihat, orang itu keserempet motor. " Jawab seorang ibu itu.


" Terimakasih Bu'. " Ucap Kenan dan segera pergi ke kerumunan orang itu, ia takut kalau itu Vara.


" VARA...." Teriak Arka saat melihat orang itu adalah Vara.


Tadi si saat Vara ia ingin menyeberang kesalah satu warung untuk berteduh, tiba-tiba sebuah motor melaju dan menyerempetnya, karena Vara tidak memperhatikan karena hujan sangat lebat.


" Maaf, Toloong bantu untuk membuka pintu mobil saya, dia tunangan saya pak. " Ucap Arka kepada seorang bapak-bapak saat ia mengangkat tubuh Vara.


Setelah itu Arka berniat membawa Vara kerumah sakit, tapi belum sampai, Vara sudah sadarkan diri, Kenan yang melihat Vara terbangun segera menepikan mobilnya.


Kenan langsung memeluk tubuh basah kekasihnya itu dengan erat.


" Bee, aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf. " Sesal Arka.


Vara Hanya menatap lurus kedepan tanpa berniat membalas pelukan Arka.


Arka melepaskan pelukannya, menghadapkan tubuh Vara kemudian Menangkup wajah sendu kekasihnya itu.


" Bee, Maafin aku, ya aku akui aku salah, Aku hanya takut kamu meninggalkan aku dengan orang lain. " ucap Arka menatap manik mata Vara.


Dengan mata berkaca-kaca Vara angkat bicara.


" Kau meragukan perasaan aku ke kamu, bahkan aku sangat mencintaimu, maks...."


" Usstt... aku percaya sama kamu bee, aku benar-benar minta maaf. " sahut Arka menyela Ucapan Vara dengan menaruh jari telunjuknya dibibir kekasihnya itu.


Kemudian Arka memegang dagu Vara, terus menatap kekasihnya itu, kemudian beralih kebibir pucat Vara, Arka terus mendekatkan wajahnya, sedikit memiringkan kepalanya dan mengecup bibir kekasihnya kemudian me****tnya, Vara terbuai dan membalas ciumannya kemudian ia mengalungkan tangannya keleher arka. Arka memegang kedua sisi leher Vara sampai ciuman mereka cukup lama.


setelah mereka pasokan nafas mereka mulai habis Arka melepaskan ciumannya, beralih mengusap bibir kekasihnya, kemudian pandangan mereka beradu.


" Maafin aku bee. " Ucap Arka.


Vara hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi ucapan kekasihnya.


" Kita kerumah sakit, takut ada apa-apa sama ku bee. " Kata Arka kembali melajukan mobilnya.


" Kamu antar aku pulang saja bee, aku sudah tidak apa-apa. " Sahut Vara menyandarkan kepalanya di bahu Arka yang sedang menyetir.


" Tapi dirumah tidak ada yang nemenin kamu bee, ortu kamu masih diluar negeri. " Ucap Arka.


" Kan ada bibi. " Sahut Vara.


" Atau kita keapartemen aku saja, aku yang akan merawat kami bee. " ucap Arka mengusap pelan kepala kekasihnya dan langsung melakukan mobilnya kearah apartemennya.


Setelah sampai di apartemen, Arka melihat Vara tertidur, ia tidak tega untuk membangunnya, Arka segera turun dan mengangkat tubuh Vara ala bridal style.


Setelah sampai dalam apartemen Arka membaringkan kekasihnya itu ke kamarnya.


saat membaringkan Vara, Vara terbangun dan pandangan mereka saling beradu, dan sejak kapan bibir mereka saling me****t, mereka sama-sama telah terbuai dengan gaiah, Arka menurunkan ciumannya dileher jenjang Vara, dan meninggalkan tanda kismarknya.


mereka sudah sama-sama tidak bisa mengontrol diri masing-masing, Malam itu menjadi malam yang harusnya tidak boleh mereka lakukan.


Bersambung......


Vara



Arka



Vara



Arka



*jangan lupa


like


coment


vote


🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏*