
Enzy keluar dari rumah dengan ekspresi yang sulit di artikan, sebelum keluar dari pintu utama, Enzy menoleh kembali, menatap setiap sudut rumah, terakhir melihat kearah tangga, dimana jalan menuju kamarnya bersama Khay.
Enzy menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian menghembuskannya perlahan, setelah itu Enzy kembali melanjutkan langkahnya keluar menuju garasi dimana mobilnya berada.
"Non, non Enzy mau kemana ?" Tanya bi Lilis salah satu pekerja dirumah tersebut.
"Saya mau pergi bi, tolong jaga Khay untukku !" Sahut Enzy.
"Apa ada masalah non ?" Tanyanya lagi.
"Tidak kok bi, ya sudah saya pergi dulu ya bi, ingat pesan saya !" Ujar Enzy lalu pergi tanpa mendengar jawaban dari Bi Lilis.
Saat baru saja sampai di garasi, ia bertemu dengan Priska, yang baru saja keluar dari mobilnya.
"Enzy ? Apa yang terjadi ? Kenapa kamu membawa koper ?" Tanya Priska.
Enzy tak langsung menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang di lontarkan wanita dihadapannya itu, Enzy diam beberapa detik menatapnya dengan tatapan yang datar yang sulit di artikan.
"Aku memutuskan untuk berpisah dengan Khay, apa kau berharap aku akan tetap bersamanya setelah apa yang aku lihat ?" Ujar Enzy datar tak seperti biasa jika ia berbicara dengan Priska.
"Nzy, aku pikir kamu tenang dulu sekarang, kamu sedang marah, jangan terburu-buru mengambil keputusan !" Kata Priska.
"Jika kamu memikirkan ini dengan baik, mungkin kamu akan memaafkannya." Lanjut Priska.
Enzy menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak berpikiran seperti yang kamu katakan, entah sekarang ataupun nanti....." Enzy menjeda ucapannya kemudian melanjutkannya kembali.
"Aku akan tetap akan berpisah dengannya, mungkin ini jalan yang terbaik buat kami berdua, karena jujur aku memang telah menerimanya sebagai suamiku, tapi jujur sampai saat ini aku belum mencintainya, selama ini aku hanya menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri, aku tidak ingin menyakitinya terlalu dalam jika hubungan ini terus berlanjut." Ucap Enzy, dalam hatinya ia merasa sangat bersalah karena harus meninggalkan suami yang di cintainya, tapi ini harus ia lakukan.
"Lalu, bagaimana keadaan Khay ?" Tanya Priska prihatin memikirkan keadaan Khay saat ini.
"Aku tidak tahu, dan tak mau peduli lagi dengannya, aku harap kamu sebagai SAHABATNYA bisa menjaganya dengan baik." Ucap Enzy menekankan kata sahabat.
"Tapi apa kamu sudah benar-benar yakin dengan keputusan yang telah kamu ambil, apalagi kamu dalam keadaan hamil seperti itu ?" Tanya Priska.
"Iya." Jawab Enzy sembari menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, jika itu sudah menjadi keputusan mutlak kamu, aku janji akan menjaga Khay dengan sangat baik." Ucap Priska.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Enzy meninggalkan tempat tersebut, menuju dimana mobilnya berada, saat melewati Priska, Enzy tersenyum miring, entah apa yang dipikirkan atau rencana apa yang wanita hamil itu rencanakan.
Sedangkan Priska menatap kepergian Enzy, sampai Enzy masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan rumah tersebut, sepertinya wanita itu juga memiliki rencana, terlihah saat dia menampilkan smirknya.
"Dasar !" Gumam Priska.
Saat sibuk dengan memikirkan sesuatu, tiba-tiba ponsel Priska berdering yang berada dalam tasnya, dengan segera ia merogoh tasnya lalu menjawab panggilan tersebut.
📞 "Aku melakukan semuanya sesuai permintaan mu, sekarang berikan semua rekaman itu !" Seru Sita diseberang sana.
Ya, yang menelfon Priska tak lain iyalah Sita, gadis yang Priska telah manfaatkan.
📞 "Tentu, aku akan mengirimkan rekaman aslinya untukmu, terimakasih atas semua kerjasama juga kerja kerasmu selama ini." Ujar Priska dengan tatapan liciknya.
📞 "Kak Khay, tak akan pernah menyukaimu." Seru Sita diseberang sana dengan suara meningginya.
📞 "Apa yang kau katakan ?
📞 "Aku tahu semuanya, bahwasanya kaulah dalang dibalik semuanya, aku memang diam selama lebih dari setahun ini, tapi asalkan kamu tahu, bahwa saya tahu benar kalau semua yang telah terjadi itu karena perbuatanmu." Seru Sita.
📞 "Priska, seberapa keras kamu berusaha, tapi bisa aku pastikan kalau kak Khay tidak akan pernah menyukaimu !" Tambah Sita.
📞 "Lagian, mana mau dia dengan seseorang yang sudah tidur dengan pria lain." Lanjut Priska tersenyum mengejek, walaupun Sita tak dapat melihatnya.
📞 "Itu semua karenamu, kamu telah menjebak ku, dan menyuruh seorang preman untuk memperkosaku, dasar wanita iblis, enyalah kau dari dunia ini, segeralah pergi ke neraka !!" Geram Sita di seberang sana.
📞 "Aku tidak akan pergi ke neraka dengan begitu mudahnya, tak seperti dirimu yang akan mati perlahan dengan rasa sakit yang kau rasakan saat ini, karena Khay tak akan mungkin lagi kembali padamu." Sinis Priska, lalu memutuskan panggilan tersebut secara sepihak.
"Akulah satu-satunya yang tak akan pernah meninggalkan mu." Ucap Enzy dengan serigainya.
"Akulah orang satu-satunya yang tak akan pernah mengkhianati mu juga Khay, dan aku jugalah yang selalu mencintaimu dengan sepenuh hatiku juga tulus." Tambah Priska.
Setelah mengatakan itu semua, Priska berjalan masuk ke rumah.
...----------------...
Di tempat lain
Sita menghancurkan semua barang-barang yang ada dikamarnya, sambil berteriak histeris membuat Alex yang sedang menonton di ruang yang tak jauh dari kamar adiknya itu kaget, ia langsung berlari menuju kamar adiknya, namun saat ia mencoba membukanya, pintunya terkunci dari dalam, membuat Alex semakin panik dan khawatir, pasalnya ia tak tahu menahu soal kejadian tadi sore.
"Dek, dek, kamu kenapa ? Dek buka pintunya !" Teriak Alex sambil memutar-mutar knop pintu berharap segera terbuka.
Namun tak ada jawaban sama sekali, Alex berlari masuk ke kamarnya untuk mengambil kunci duplikat kamar adiknya.
Sementara di dalam kamar, Sita mengambil pigura fotonya bersama dengan Khay, Sita mengusap kaca bingkai tersebut.
"Kak Khay... Maafkan aku." Ucap Sita pilu lalu memeluk foto tersebut, Sita terus berucap kata maaf, hingga tubuhnya meringkuk dilantai bersama beberapa barang yang sudah berserakan dilantai, masih memeluk foto tersebut.
Alex yang sudah berhasil membuka pintu kamar adiknya, di kagetkan dengan keadaan adiknya yang terlihat sangat menyedihkan, ditambah keadaan kamar yang begitu berantakan.
Alex langsung membangunkan adiknya itu lalu memeluknya dengan sangat erat, sesekali ia menciumi pucuk kepala adiknya itu.
"Kenapa ? Kenapa juga kamu tidak pernah mau memberitahu apapun pada kakak ? Alex semakin mengeratkan pelukannya pada adik kesayangannya itu, sedangkan Sita bukannya bicara sepatah katapun, atau membalas pelukan kakaknya, ia malah semakin terisak, terisak dengan foto masih didalam dekapannya.
"Tak bisakah kakak untuk membantumu ? Ujar Alex lagi.
"Maaf, maafkan aku kak, maaf." Hanya itu yang mampu Sita ucapkan kepada kakaknya di sela-sela isakannya, lalu perlahan ia mulai membalas pelukan Alex.
"Kenapa kamu mesti minta maaf seperti itu, harusnya kakak lah yang harusnya meminta maaf kepadamu, karena kakak tak bisa menjaga dan melindungimu dari orang yang menyakitimu." Ucap Alex ikut menitikkan air matanya melihat keadaan adiknya, sambil mengusap lembut bahu Sita.
"Sekarang katakan ! Siapa yang telah membuatmu seperti ini ?" Seru Alex melepaskan pelukannya Setelah dirasa Sita sedikit lebih tenang.
"Tidak kak, sekarang kakak lebih baik disini, temani aku kak !" Sahut Sita.
"Tapi dek, ka....
"Tidak kak, aku akan melupakan semuanya, aku akan akan memulai semuanya kembali dari sekarang." Sita langsung menyela ucapan Alex, sambil menatapnya.
Alex mengehembuskan nafasnya kasar, kemudian mengusap air mata adiknya, lalu kembali membawanya dalam pelukannya. Sebenarnya Alex sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada adiknya, tapi ia akan membiarkan adiknya itu tenang lebih dahulu, ia akan menayangkan semuanya setelah Sita sudah lebih tenang dan siap untuk menceritakan semuanya.
Bersambung.......
Halo semuanya, maaf aku lihat semua komentar kalian, sebelumnya saya meminta maaf sekaligus untuk berterimakasih karena mungkin alurnya atau ceritanya sangat membosankan, karena pelakor2 dan pergi melulu sama halnya dengan cerita Kenan dan Diva di season sebelumnya, tapi beginilah alurnya, alur yang telah lama author rangkum, dan.....
Author juga berterimakasih karena partisipasi dan dukungan dari para reader, karena sudah mengikuti cerita yang author buat, Terimakasih atas semua pujian juga kritikan dan saran dari kalian semua, author amat sangat menghargai semuanya.🙏🙏🙏🙏
Jangan lupa terus berikan LIKE, jika layak diberikan LIKE menurut kalian, dan juga KOMENTAR, jika ada saran ataupun masukkan dari kalian, dan juga menurut perasaan readers mengenai episode ini, Dan satu lagi VOTE jangan lupa jika memang pantas bisa untuk diberikan VOTE....
...TERIMAKASIH...
...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...