
Sampai malam tiba Khay belum juga pulang, bahkan Kenan sudah menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan pria itu namun tak juga mendapatkan jejaknya. Entah kemana perginya pria itu, bahkan Kenan memerintahkan anak buahnya untuk mencarinya di club yang biasa Khay kunjungi.
"Kemana sih perginya anak itu ?" Ujar Diva mulai gusar, apalagi Enzy tak pernah keluar kamar sejak siang tadi.
"Yah, perbanyak lagi itu orang suruhan kamu !" Seru Diva pada suaminya.
"Ini sudah banyak Bun, sebagian lagi ada yang keluar kota." Terang Kenan juga mulai khawatir.
"Nan, apa kamu sudah mencarinya di tempat sahabat-sahabatnya ?" Tanya opa Salman.
"Sudah yah, kata Doni juga Leo Khay tidak sama mereka." Jawab Kenan.
"Kalau begitu biar aku pergi mencarinya juga Yah." Usul Kavi.
"Tidak perlu Kav, lagian kamu mau cari dia kemana ? Semua tempat yang biasa ia datangi sudah di datangi." Jawab Kenan.
"Yah, makam anaknya bangkhay !" Ujar Kia tiba-tiba teringat tempat itu mungkin belum di datangi.
"Tidak mungkin dia kesana dek, lagian tidak mungkin juga dia tinggal disana sampai malam begini." Ucap Diva.
"Baiklah, Kav kamu temani saya kesana !" Seru Kenan beranjak dari duduknya.
"Baik Yah." Sahut Kavi ikut berdiri.
...----------------...
Tak butuh waktu lama Kenan dan Kavi tiba di pemakaman elite yang berada di pusat kota Xx.
"Bang." Kenan terkejut saat melihat Khay berada disana, terbaring di samping makam anaknya dengan keadaan yang sangat kacau.
Kenan dan Kavi segera berlari mendekati Khay, saat Kenan dan Kavi mendekat keduanya langsung mengibaskan tangan mereka di depan hidungnya karena aroma alkohol yang menyengat dari Khay, sepertinya Khay sudah sangat mabuk berat, bahkan botol alkohol dengan kadar yang tinggi berserakan di dekatnya hingga empat botol sedang.
"Bantu saya buat ngangkat dia Kav !" Seru Kenan.
"Baik Yah." Sahut Kavi kemudian membantu ayah mertuanya itu membopong Khay yang sudah tak sadarkan diri, keduanya membawa Khay ke mobil yang terparkir cukup jauh.
"Astaga bang, kenapa mesti seperti ini sih." Ujar Kenan setelah tubuh Khay ia masukkan kedalam mobil bagian belakang.
"Ayo Khay buruan kita pulang." Seru Kenan di angguki Kavi, Kenan masuk ke bagian jok samping kemudi, sedang Kavi bertugas mengemudi.
"Apa perlu kita bawah ke rumah sakit aja Yah, sepertinya dia sudah mabuk parah, jangan sampai ada sesuatu yang buruk terjadi dengan kesehatannya." Usul Kavi.
Kenan tampak berpikir sejenak, kemudian menoleh kebelakang melihat Khay terbaring tak sadarkan diri.
"Baiklah Kav sekarang juga bawah dia ke rumah sakit." Sahut Kenan.
Kenan kembali mengadap jalan di depannya, lalu memberikan kabar kepada keluarganya kalau ia sudah menemukan Khay dalam keadaan mabuk parah tak sadarkan diri dan sedang dalam perjalanan membawanya langsung ke salah satu rumah sakit swasta ternama di kotanya.
...----------------...
"Bagaimana keadaan putra saya Dok ?" Tanya Kenan tak sabar ketika dokter tersebut keluar dari ruangan UGD tempat Khay di tangani.
"Alhamdulillah dia sudah melewati masa kritisnya tuan."
"Apa kritis ?" Kaget Kenan mendengar kalau putranya sempat kritis.
"Iya tuan, akibat meminum alkohol terlalu banyak juga kadar alkohol tinggi membuatnya sedikit mengalami gangguan lambung juga pencernaannya, untung saja tuan membawanya cepat ke rumah sakit, atau bisa saja membuatnya kerusakan pada lambungnya dan lebih parahnya lagi pada hati." Jelas dokter.
"Astagafirullah." Ucap Kenan mengusap wajahnya sedikit kasar.
"Yah, Khay mana yah, bagaimana keadaannya apa dia baik-baik saja ?" Tanya Enzy datang menghampiri ayah mertuanya itu dengan wajah sembabnya, panik bercampur raut kekhawatiran.
"Tenang nak, sekarang dia sudah baik-baik saja, dia sempat kritis tadi." Jelas Kenan menenangkan menantu perempuannya itu.
"Apa yah, kritis ?" Kaget Enzy juga Diva bersamaan.
"Iya Bun, nak, karena kebanyakan minum beralkohol kadar tinggi, makanya sedikit ada gangguan pada lambungnya, untung saja cepat dibawa ke sini." Jelas Kenan.
"Terus Khay dimana yah, bunda mau lihat ?" Ujar Diva.
"Dok, apa boleh saya menemui putraku ?" Tanya Diva pada dokter yang menangani Khay.
"Sebaiknya dipindahkan saja dulu diruang perawatan nyonya, setelah itu baru bisa di temui, karena maaf di dalam ada pasien lain." Jelas dokter.
"Baiklah dok, segera urus administrasinya, saya akan ikut dengan dokter." Ujar Kenan.
"Baik tuan, mari ikut keruangan saya untuk mengurus semuanya." Sahut dokter kemudian mengajak Kenan untuk keruangannya.
...----------------...
"Kav, lebih baik kamu pulang sekarang aja, kasian Kia sendirian di rumah." Seru opa Salman kepada cucu menantu laki-lakinya itu.
Pasalnya Kia tidak ikut karena merasa kelelahan akibat acara pernikahannya kemarin pagi sampai malamnya.
"Baik opa, kalau begitu saya pamit, maaf tidak bisa menemani kalian disini." Ucap Kavi sedikit merasa tak enak hati.
"Gak apa-apa nak, lagian istri kamu juga kasihan sendirian di rumah." Sahut Oma Vivian.
"Ya sudah Oma, Opa, bunda, Yah, aku pamit dulu." Pamit Kavi menyalami tangan seluruh mertuanya secara bergantian.
...----------------...
Setibanya di rumah Kavi langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Kia yang kini juga sudah menjadi kamar mereka. Sebenarnya Kavi sudah menyiapkan rumah untuk mereka berdua namun Kenan meminta untuk sementara tinggal di rumahnya, dengan alasan dia akan kesepian karena Khay dan Enzy lebih memilih tinggal di apartemen.
"Sayang." Panggil Kavi langsung mendudukkan dirinya di samping Kia yang sedang duduk di sofa dalam kamarnya sambil membaca majalah otomotif.
"Ehhh...udah pulang mas ? Bangkhay bagaimana sekarang ?" Ucap Kia tersentak karena tak menyadari suaminya itu masuk dikamar, lalu menanyakan keberadaan kakaknya.
"Tadi pas aku mau pulang, dia sudah mau di pindahkan di ruang rawat, dia sempat kritis karena terlalu banyak minum alkohol kadar tinggi." Jelas Kavi melingkarkan lengan kekarnya di pinggang Kia.
"Mas, mandi dulu gih, kamu lengket banget tau nggak, mana kamu bau alkohol juga." Ucap Kia mencium aroma alkohol yang menempel pada pakaian Kavi, saat membopong tubuh Khay tadi sepertinya alkohol yang di badan Khay menempel pada pakaiannya.
"Ya sudah kalau gitu mas mandi dulu ya sayang, btw pakaian mas di taro dimana ?" Ujar Kavi beranjak dari duduknya.
"Oh itu ada di walk in closed mas sudah aku susun tadi di lemari, biar aku yang ambilkan, kamu mandi aja dulu !" Ucap Kia ikut beranjak dari duduknya kemudian berjalan menuju walk in closed dimana didalam sana berjejer lemari pakaian keduanya yang menjulang tinggi dan memanjang, tak hanya itu disana juga ada lemari khusus sepatu keduanya, jam dan tas mereka, bahkan lemari khusus dasi Kavi juga ada disana, kamar Kia memang sudah di dekor ulang oleh Diva, karena dulu tidak terlalu luas karena menurut Kia iya tidak memerlukan ruangan yang luas karena hanya tinggal sendiri, tapi berbeda dengan sekarang, sekarang Kia sudah tinggal sekamar dengan suaminya tentu butuh ruangan yang luas untuk barang-barang mereka.
Tak butuh waktu lama, Kavi keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan jubah handuknya, langsung menghampiri Kia yang sepertinya masih berada di walk in closed.
"Udah selesai mas ?" Tanya Kia saat melihat Kavi masuk, dan hanya di jawab anggukan serta senyuman yang mengembang dari pria tersebut.
"Ini pakaiannya sudah aku siapkan." Ujar Kia menyodorkan piama tidur untuk suaminya itu.
"Terimakasih sayang." Ucap Kavi menerima piama tersebut.
Tanpa tahu malunya Kavi membuka jubah handuknya di depan Kia, membuat Kia memekik dan langsung menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya, karena melihat tubuh polos suaminya.
"Gak usah ditutup sayang, semalam juga kamu udah lihat kan ?" Ujar Kavi menarik tangan Kia dari wajahnya.
"Mas, aku malu tahu, itu kamu kok gitu ?" Ucap Kia masih menutup wajahnya.
"Gitu bagaimana sih sayang ? Lagian kenapa juga kamu harus malu, aku ini suami kamu loh." Ujar Kavi semakin menggoda istrinya itu.
"Itu kok mengkerut gitu, perasaan semalam gak kayak gitu deh mas." Ucap Kia polos.
"Makanya siniin dulu tangannya." Ujar Kavi menarik tangan Kia sedikit memaksa namun masih dengan lembut, kemudian membawa tangan Kia ke adik kecilnya.
"Mas kok gerak ?" Tanya Kia tak berani melihat kearah bawah.
Bersambung.........
Jangan lupa terus berikan LIKE, jika layak diberikan LIKE menurut kalian, dan juga KOMENTAR, jika ada saran ataupun masukkan dari kalian, dan juga menurut perasaan readers mengenai episode ini, Dan satu lagi VOTE jangan lupa jika memang pantas bisa untuk diberikan VOTE....
Mampir juga ke cerita author berjudul DENDAM MEMBAWAH CINTA....
...TERIMAKASIH...
...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...