Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 84 Season 3 (Next Generasi)


Sepulang dari kampus, seperti biasa Khay dan Enzy pulang bersama, karena sejak Enzy hamil Khay jadi semakin posessif, dan protektif, apalagi mendengar perkataan dokter kalau Enzy tidak boleh terlalu kecapean.


"Sayang, aku izin ya, setelah aku mengatakan kamu pulang, aku ke kantor, aku ada urusan sebentar." Ijin Khay setelah mereka dalam perjalanan.


"Ikuuutttt...." Rengek Enzy manja sambil bergelayut di lengan suaminya.


"Tapi sayang, kamu harus banyak istrirahat, di kantor aku belum ada ruang istirahat seperti di kantor ayah." Ucap Khay lembut.


"Tapi aku mau ikut." Ucap Enzy.


"Tapi say....


"Pokoknya aku ikut, kalau kamu gak mau kasih ikut ya udah aku turun disini saja, aku mau pulang sendiri." Rajuk Enzy melepaskan rangkulannya dari lengan suaminya itu.


"Ya sudah, kamu ikut, tapi kamu gak boleh banyak gerak disana." Ujar Khay mengalah.


"Iya aku janji." Ucap Enzy kembali bersemangat dan menyandarkan kepalanya di bahu Khay, entah apa pengaruh hormon, Enzy sangat menyukai bau badan suaminya itu, dan rasanya tidak ingin jauh-jauh dari pria itu.


Khay hanya geleng-geleng kepala, melihat sikap istrinya yang semakin hari semakin manja.


Khay mengeluarkan ponselnya, lalu memasang headset bluetooth ke telinganya, lalu menelfon asisitenya.


📞 "Cari seseorang yang bisa merenof ruangan saya, saya mau ada sebuah ruangan istrirahat lengkap disana, saya mau dalam Minggu ini selesai !" Seru Khay pada asisitenya.


📞 "....


📞 "Persiapkan berkas untuk rapat hari ini, dua puluh menit lagi saya sampai !" Serunya lagi.


kemudian memutuskan sambungan teleponnya.


Tidak sampai dua puluh menit, mobil Khay tiba di depan lobi perusahaannya, dengan sigap security yang bertugas di sana, langsung membukakan pintu untuknya. Khay keluar lebih dahulu kemudian berjalan membukakan pintu untuk istrinya yang sedang tertidur.


"Pak tolong bawa mobil saya ke parkiran." Seru Khay sambil menggendong istrinya, karena ia tidak tega membangunkannya.


Banyak karyawan yang melihat Khay menggendong istrinya itu.


"Duhhh.... Pak Khay so sweet banget sih." Ucap salah satu karyawan.


"Iya, beruntung banget istrinya, udah tampan tajir, penyayang istri lagi." Timpal karyawan kedua.


"Tapi pak Khay juga beruntung, dapat istri cantik, bukan hanya cantik, tapi pewaris dari salah satu pengusaha perhiasan ternama di negara ini." Timpal karyawan ke tiga.


"Benar-benar keluarga serbuk berlian." Ucap karyawan dua, kemudian mereka tertawa pelan, karna takut terdengar oleh bosnya itu.


Saat tiba di ruangan, Khay perlahan menidurkan tubuh Enzy di sofa yang ada di sana, dengan sangat hati-hati, Enzy tertidur sangat pulas, karena sejak Khay menggendongnya dari lobi hingga ruangan, Enzy sama sekali tak sedikitpun merasa terganggu.


Khay menuliskan sebuah surat untuk Enzy, yang isinya kalau ia sedang ada diruang rapat yang ada di lantai atas, dari ruangannya.


Khay meletakkan surat tersebut di atas meja, lalu mengecup kening istrinya itu.


"Aku pergi duku ya sayang." Ucap Khay kemudian keluar dari ruangan tersebut, tak lupa ia mengunci ruangannya, karena tak ingin ada seorangpun yang mengganggu istrirahat Enzy.


...----------------...


"Saat ini Arus utama saham kita di media telah kami kembangkan termasuk kerjasama kita antara Chanel Line, Chanel Line saat ini adalah salah satu mendia produksi film dan periklanan yang sangat sukses di negara kita, Chanel Line saat ini mengembangkan produksinya bukan hanya di bagian perfilman, drama, series, atau periklanan saja, tapi juga sedang berkancah di dunia gemers, yang saat ini sedang trend. Namun saat ini sedikit terkendala peluncuran film-film baru mereka, karena salah satu filmnya tidak di tayangkan, karena pihak sponsor menolak keras film tersebut." Sekian penjelasan dari saya,." Ucap Seorang direksi pemasaran.


"Tuan, bagaimana menurut Anda ?" Tanyanya kepada Khay yang sedang duduk mengamati apa yang telah di sampaikan sambil menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya.


"Teruskan investasi kepada Chanel Line, saya juga sudah cukup mengenal Tuan Kavi selaku pemilik perusahaan tersebut, saya sudah tahu bagaimana kinerja perusahaan mereka.!" Ucap Khay.


"Baiklah sekian dari analisis investasi proyek ini, apa ada yang ingin ditambahkan tuan. ?" Ujar Gina selaku sekertaris di perusahaan tersebut.


"Film, drama, atau Game, sekarang lagi tred, dan banyak di gandrungi dari berbagai kalangan, dan bukan hanya sampai disitu, kami juga sudah mengetahui betul perkembangan Chanel Line ini, seprti yang tuan Khay katakan tadi, jadi kami setuju untuk bekerjasama dengan perusahaan tersebut.!" Ucap Salah satu petinggi di Winata Corpforecion.


"Untuk film yang tidak di tayangkan itu, nanti bisa di bicarakan oleh pihak Chanel Line, lagian induk perusahaan kita sudah lama bekerja dengan pihak Chanel ini, dan selama ini juga saya tidak pernah mendengar ada masalah." Sahut Khay.


Pasalnya anak perusahaan yang dijalankan Khay ini memiliki nama tersendiri, yaitu PT.PRINCE D&KA. Yang bergerak di bidang penanaman saham di berbagai perusahaan-perusahaan besar, dan saat ini Khay juga mulai menjalankan bisnis di bidang olahraga seperti membuka club-club olahraga salah satunya sepak bola, dan berbagai olahraga lainnya.


Semua petinggi perusahaan mengagukkan kepalanya pertanda setuju dengan ucapan Khay, rapat hari ini berlangsung selama satu jam lebih.


"Baiklah rapat hari ini selesai, terimakasih banyak" Ucap Gina penutup acara rapat tersebut, di meriahkan dengan tepuk tangan dari seluruh peserta rapat.


Khay beranjak dari duduknya, kemudian keluar dari ruangan rapat tersebut, ia sudah terlalu lama meninggalkan istrinya sendiri diruangannya, mungkin Enzy sudah terbangun, pikir Khay.


"Sayang." Ucap Khay setelah membuka pintu ruangannya, dan melihat Enzy tengah duduk bersandar sambil memainkan ponselnya.


"Udah selesai ?" Tanya Enzy langsung menyandarkan kepalanya, ketika Khay sudah duduk disampingnya.


"Udah, sejak kapan kamu bangun ?" Sahut Khay kemudian bertanya sambil merapikan rambut Enzy yang hampir menutupi sebagian wajahnya.


"Baru aja kok yank, yank...laper..." Rengek Enzy mengangkat kepalanya melihat Khay.


"Baiklah sayang, kamu mau makan apa ? Tanya Khay.


"Aku mau makan nasi Padang." Jawab Enzy.


"Baiklah cantik, tunggu ya aku pesenin dulu !" Seru Khay ingin mengeluarkan ponselnya.


"Aku mau makan di tempatnya langsung, yang ada di jalan.Xxx." Sahut Enzy.


"Tapi sayang, aku ada sedikit pekerjaan, dan harus diselesaikan sekarang." Ucap Khay.


"Ya sudah, kamu kerjakan aja dulu pekerjaan kamu, nanti, setelah itu baru kita akan kesana." Ujar Enzy.


"Tapi sayang, katanya kamu lapar." Ujar Khay sedikit tak enak karena istrinya itu sudah lapar.


"Enggak apa-apa, aku gak terlalu lapar kok yank, hanya saja tiba-tiba saja aku ingin makan itu, jadi kerjakan dulu pekerjaan kamu, baru kita kesana." Ujar Enzy penuh pengertian.


"Baiklah, kalau gitu aku ke meja aku dulu ya sayang, aku janji, bakalan cepat." Ujar Khay lalu mencium kening Enzy sayang, kemudian beranjak dari duduknya.


...----------------...


Di gedung D&Ka Corp's, Kenan terlihat sangat kesal setelah mendapat kabar dari salah satu anak buahnya, dengan wajah memerahnya karena emosi, Kenan meninggalkan ruangannya.


Para karyawan yang melihat raut wajah bosnya itu tak berani untuk menyapanya, ataupun tersenyum padanya seperti biasanya, mereka hanya menundukkan kepala dikala Kenan melewati mereka.


"Selamat sore tuan." Sapa seorang security yang bertugas di pintu lobi, saat membukakan pintu untuk Kenan.


Kenan hanya mengangguk pelan dengan wajah datar dan dingin.


"Antarkan saya ke Chanel Line sekarang !" Seru Kenan dingin pada sopirnya sebelum ia masuk ke mobil.


"Baik Tuan." Sahut pak sopir kemudian menutup pintu mobil kembali, lalu dengan cepat menyusul masuk ke bagian kemudinya.


Dalam perjalanan Kenan menatap ke arah jalan, memikirkan apa yang disampaikan orang suruhannya.


Bersambung............


Jangan lupa budayakan Like, Komen, dan Vote sebanyak-banyaknya, setelah membaca setiap episodenya.


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...