
Satu minggu kemudian
Seperti rencana mereka sebelumnya yang akan piknik keluarga di sebuah villa, kini semuanya telah berada dalam perjalanan menuju Villa yang mereka sudah sewa sebelumnya, mereka semua mengendarai sebuah bus karena tidak mungkin untuk membawa mobil pribadi yang hanya bisa memuat beberapa orang saja, jadi mereka memutuskan untuk menyewa sebuah mobil bus khusus untuk keluarga karena mengingat jumlah mereka di tambah lagi kedua pasangan Noval Jova, dan juga Rafa Hera.
Di dalam perjalanan semuanya nampak bergembira, para anak muda menyanyi bersama sambil memainkan gitar, sedangkan baby Raydan dan juga baby Khay seolah mengerti akan pergi bersenang-senang, kedua baby tersebut nampak anteng-anteng saja di pangkuan para Oma.
Hanya perlu 30 menit mereka tiba di villa dengan suasana yang sangat asri dengan latar pegunungan, danau yang luas dan juga hamparan rumput hijau yang membentang luas, padahal letak villa tersebut tidak jauh dari pusat kota negara tersebut.
Mereka langsung masuk ke dalam villa menuju kamar masing-masing dengan pasangan mereka, kecuali kedua pasangan yang belum sah yaitu. jadinya Rafa Noval sekamar, sedangkan Hera sekamar dengan Jova.
"Han, kita masak apa untuk makan siang ?" Tanya bunda Vivian saat berada di dapur untuk menyiapkan makan siang mereka.
"Kita masak, ayam goreng, capcay, dan sayur sop aja." Sahut Bunda Hani sambil membersihkan beberapa potong ayam di wastafel.
"Kalau ikannya bagusnya kita apakan ?" Bunda Vivian kembali bertanya saat membuka kulkas dan melihat ada banyak ikan.
"Sebagian kita goreng aja, sebagian lagi kita simpan saja untuk sebentar malam." Ujar bunda Hani.
Di tengah kesibukan para oma, Diva, Lani, Hera, Jova, dan juga Vara masuk kedapur berniat untuk membantu menyiapkan makan siang.
"Apa yang bisa kami bantu Bun ?" Tanya Diva.
"Anak-anak mana ?" Bunda Hani malah balik bertanya.
"Sama ayah mereka Bun." Sahut Vara sambil mengeluarkan beberapa pisau dari laci dapur untuk memotong sayuran.
"Bun, ini sayurannya mau di buat apa ?" Tanya Vara saat sudah duduk di meja yang terdapat banyak sayuran.
"Sebagian untuk sayur sop, dan sebagian lagi untuk campuran capcay Nak." Sahut bunda Vivian sambil menggoreng ikan.
Vara, Diva, dan juga Hera sibuk memotong-motong sayuran, sedangkan Jova dan juga Lani membantu menyiur-nyiur ayam yang sudah di goreng untuk membuat capcay.
Para wanita sibuk di dapur sedangkan para laki-laki berkumpul di halaman belakang sambil mengajak baby Raydan dan baby Khay bermain walaupun sebenarnya kedua baby tersebut belum bisa memahami apa yang di katakan mereka, namun baby Raydan sudah bisa tersenyum jika di ajak berbicara,karena sudah berumur 4bulanan. sedangkan baby Khay belum cukup sebulan.
Kini tiba saatnya mereka makan siang, semuanya telah berkumpul di halaman belakang, mereka sengaja makan siang di halaman tersebut karena kebetulan juga di sana terdapat sepasang meja yang lumayan panjang dan muat untuk mereka semua. Mereka menikmati makan siang mereka dengan semilir angin yang sejuk, acara makan siang mereka terlihat sangat seru karena sesekali terdengar candaan dari Ray dan Rafa yang mengundang tawa semuanya keributan mereka sama sekali tidak menggangu tidur nyenyak kedua bayi yang tertidur di stroler masing-masing.
"Kalau begitu aku bawa baby Khay masuk ke kamar ya yank, takut kelamaan dia di sini nanti dianya masuk angin." Ucap Kenan sambil beranjak dari duduknya, kemudian membawa serta anaknya.
"Iya by', entar aku nyusul." Sahut Diva.
Begitupun dengan Arka ikut masuk membawa baby Raydan.
Setelah semuanya makan siang, para laki-laki masuk ke kamar untuk beristirahat sejenak, sebelum nanti malam mereka menggelar acara barbeque. Sedangkan para wanita membersihkan sisa makan siang mereka kemudian mempersiapkan bahan-bahan makanan untuk acara nanti malam.
Setelah semua pekerjaan mereka beres semuanya menyusul untuk beristirahat di kamar masing-masing.
"By', kenapa nggak istirahat ? Tanya Diva saat mendapati Kenan bersandar di kepala tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
"Aku nungguin kamu Yank, sini !" Kenan memanggil Diva sambil menepuk tempat tidur di sampingnya.
Diva pun langsung naik ketempat tidur, menyandarkan kepalanya di dada suaminya, begitupun Kenan langsung melingkarkan lengannya di pinggang Diva dengan posesif.
"Yank, capek nggak ?" Tanya Kenan sambil menciumi pucuk kepala istrinya.
"Lumayan, tapi aku senang." Sahut Diva yang sudah melingkarkan lengannya di perut suaminya sambil memejamkan matanya.
Kenan membaringkan badannya, kemudian menarik Diva masuk dalam pelukannya kembali, Diva masih saja memejamkan matanya walaupun dapat pergerakan dari Kenan.
"Yank....! Panggil Kenan mengusap pipi Diva dengan lembut.
"Hmmmm"
"Jangan bobo dulu yank !" Ujar Kenan. Namun Diva masih saja memejamkan matanya sambil memeluk Kenan.
"Aku nggak bobo by', merem doang." Sahut Diva.
Kenan memegang dagu Diva mengarahkan wajahnya ke depan wajahnya. Seketika Diva membuka matanya saat bibir Kenan mendarat tepat di bibirnya. lama-lama kecupan itu mencadi l****an ringan Diva pun terbuai dengan permainan bibir suaminya, lama-lama l****an tersebut menjadi yang penuh hasrat, tangan Kenan pun tak tinggal diam. Diva yang menyadari segera mendorong tubuh Kenan yang tanpa sadar entah kapan Kenan sudah berada di atasnya.
"By' Stop ! Aku masih dalam masa nifas." Ucap Diva menangkup wajah Kenan.
Diva sangat mengerti suaminya, yang menginginkan lebih, terlihat jelas dari sorot matanya yang berkabut hasrat.
"Aku kangen yank, aku janji aku tidak akan melakukan lebih." Ucap Kenan menatap nanar istrinya.
Diva yang mengerti dengan suaminya hanya mengangguk menuruti permintaan suaminya, Kenan yang sudah mendapat persetujuan, dengan cepat Kenan melanjutkan aktivitasnya tanpa melakukan hal lebih. Setelah merasa cukup puas mereka pun tertidur dengan saling mendekap.
🍀🍀🍀
Setelah cukup istirahat, tepat jam 4 Sore para laki-laki sibuk membuat tenda di halaman belakang villa untuk acara nanti malam, dan juga sibuk menyiapkan alat pemanggang.
Setelah tenda selesai di buat kenan mengajak Ray dan juga Rafa bermain bulu tangkis. Kenan sudah mengambil raket yang ia dapat di ruang tengah villa.
"Bagaimana ceritanya kita mau main, raketnya aja ada satu doang." Ucap Ray dan langsung di angguki Rafa.
Rafa masuk ke dapur menghampiri Arka yang menyiapkan beberapa bahan makanan dan cemilan untuk nanti malam.
"Eh... Raf kebetulan kamu disini, ini tolong bawa ke meja taman belakang, agar nanti para wanita tidak lagi kerepotan untuk mengeluarkan ini semua !" Pinta Arka memberikan beberapa wadah yang berisi cemilan.
"Ok kak." Rafa segera membawa yang di berikan oleh Arka.
Sedangkan para Diva dan kawan-kawan pergi untuk mengitari sekitaran villa kecuali Vara tidak bisa ikut, karena baby Raydan sedikit rewel. Sedangkan baby Khay Diva titip kepada Omanya.
Hera, Diva, Jova dan Lani
Ke empat bersahabat itu tampak sangat menikmati udara sejuk sekitaran villa.
"Jov, sebenarnya elu sama Noval ada hubungan nggak sih ?" Tanya Lani.
"Dia sudah nyatain perasaannya ke gue, tapi belum gue jawab soalnya gue masih ragu sama dia." Ujar Jova.
"Ragu kenapa ?" Tanya Hera.
"Gue ragu dengan perasaannya ke gue, gue takut dia hanya mempermainkan gue."
"Tapi sepertinya tatapannya beda tau saat dia mandang elu." Ujar Diva.
"Gue nggak yakin, masalahnya dia salah satu playboy di kampus gue." Ujar Jova.
"Tapi, apa elu punya perasaan nggak sama dia ?" Kini Hera yang bertanya.
"Emmm..." Jova hanya berdehem.
"Tapi Jova ya, menurut gue dia benar-benar suka deh sama elu." Sahut Lani.
"Gue sih juga mikir gitu Lan, tapi gue nggak mau terlalu berharap, dan jika dia benar-benar serius dan juga suka ke gue dia akan melamar gue.
"Gue pernah minta dia untuk melamar gue, saat kedua kalinya ia menyatakan perasaannya ke gue, tapi semenjak itu dia tidak lagi pernah mengungkit soal perasaan atau apapun itu lah." Lanjut Jova.
🍀🍀🍀
Di sisi para laki-laki.
Kenan, Ray, Rafa, Arka dan juga Noval berkumpul di di bawah tenda yang mereka buat tadi, Ray dan Rafa yang memiliki jiwa humoris, selalu saja membuat tawa di setiap obrolan mereka.
"Nov, sebenarnya elu sama Jova ada hubungan apa sih?" Ray yang memiliki sifat ke kefoan yang lumayan tinggi, mencoba untuk menayangkan hubungan Noval dan Jova.
"Kami hanya teman." Jawab Jova.
"Teman kok, nempel terus." Ujar Ray.
"Dia maunya kita temanan doang." Sahut Noval.
"Jadi laki itu, jangan mau nyerah, coba aja Pepet terus." Usul Arka.
"Gue udah nyatain perasaan gue, sampai dua kali sih kak, tapi dia nolak, dia minta gue ngelamar dia langsung." Ujar Noval.
"Terus...
"Gue belum siap buat ngelamar dia, soalnya gue saja masih tergantung sama orangtua, kalau gue nikahin dia, mau kasih makan apa anak orang nanti." Terang Noval.
"Tapi kenapa dia minta di lamar, setau gue Jova nggak mau nikah muda." Sahut Rafa.
"Mungkin dia belum sepenuhnya percaya sama gue Raf, soalnya yang dia tau gue ini playboy kampus, padahal gue nggak seperti itu, tapi cewek-cewek aja yang malah suka ngecap kalau gue pacar mereka." Ucap Noval tidak bermaksud menyombongkan diri.
"Elu mau nggak jadi parner bisnis gue?" Tawar Kenan.
"Bisnis apa, emangnya elu punya bisnis apa ?" Tanya Noval.
"Woiii Sob, elu jangan remehin sobat gue ini, gini-gini tuh dia pebisnis handal." Ray menyombongkan sahabatnya.
"Maaf ya, Nan tapi gue masih belum yakin, soalnya umur elu aja di bawah umur gue.
Perlu kalian tau, Noval di atas tingkat Kenan maupun yang lainnya, kecuali Arka tentunya. tapi Noval pernah menganggur untuk tidak melanjutkan pendidikannya.
"Elu asli orang Indonesia kan ?" Tanya Ray.
"Iya." Sahut Noval.
"Tau distro KA yang sekarang berganti D&KA ?" Tanya Ray.
"Tau, itu salah satu distro yang sangat terkenal, walaupun bukanya masih belum terlalu lama, dan distro itu sangat berkembang pesat." Terang Noval.
"Dan pemiliknya ada di hadapan elu sekarang." Ujar Ray.
"Maksudnya ?" Noval tampak mengernyitkan keningnya.
"Iya, pemilik distro D&KA yang memiliki beberapa outlet yang tersebar di beberapa daerah baik luar kota maupun dalam kota Xx, pemiliknya yaitu Kenan Al Fariziq dan sekarang berada di depan elu." Terang Ray.
"Benarkah, Wahh gue salut sama elu Nan, wlaupun elu masih mudah banget tapi elu mampu mendirikan usaha sendiri." Puji Noval.
"Elu jangan terlalu berlebihan muji gue ! bagaimana dengan ajakan gue ?" Sahut Kenan.
"Maksudnya parner kerja bagaimana ya, gue belum ngerti soalnya.
"Gini, gue ada niatan buat buka outlet di negara sini, tapi gue mau elu yang bertanggung jawab di sini !" Terang Kenan.
"Baiklah gue setuju." Sahut Noval.
"Kalau begitu elu urus semuanya, mulai dari gedungnya, dan coba survey mengenai pasion orang-orang di sini, dan kita akan membuka outlet dari mulai kelas menengah ke atas."
Setelah cukup berbincang-bincang, para wanita datang dari acara jalan-jalan mereka, dan langsung masuk ke kamar untuk membersihkan diri masing-masing, begitupun para laki-laki ikut membersihkan diri untuk persiapan acara nanti malam....
Bersambung....
Last Episode. ..
Maaf jika alurnya berantakan..mohon terus dukungannya, supaya author tetap semangat melanjutkan season 2 nya.
Like
Coment
Vote
Favorit
Rate
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️