Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 61 Season 2


Kenan berangkat ke kantor bersama dengan Sarla tanpa pamit terlebih dahulu dengan istrinya seperti hari-hari sebelumnya. Diva yang saat ini duduk di balkon kamar putranya sambil memperhatikan Kenan dan Sarla masuk ke mobil terlihat mereka sedang tertawa. Diva mencebikkan bibirnya melihat tingkah keduanya, kemudian kembali masuk ke kamar, karena hari ini ia berencana untuk membawa putranya jalan-jalan sekaligus berbelanja, Diva bukan tipe orang yang suka berbelanja namun kali ini ia memutuskan untuk pergi hanya untuk menghilangkan sedikit beban pikirannya, Diva sebelumnya sudah janjian dengan Calista, karena ia sempat mengajak Lani namun sepertinya Lani tidak bisa karena anaknya kurang sehat.


"Bi Siti bersiap-siaplah ! Aku dan Abang mau pergi berbelanja, lebih baik Bibi ikut saja !" Seru Diva ketika ia sudah berada di lantai bawah rumahnya setelah ia berpakaian rapi bersiap untuk berangkat.


"Baik non, saya tinggal mengganti baju saja." Sahut bi Siti kemudian berlalu ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya yang sempat terkena tumpah susu baby Khay tadi.


Setelah bi Siti kembali dengan pakaian bersihnya, merekapun segera berangkat, seperti biasa Diva mengendarai mobil sport jenis perarri milik Kenan.


Dalam perjalanan tiba-tiba ponsel Diva berdering tanda panggilan masuk, saat ia lihat ada nama My hubby yang tertera di layar ponselnya yang berarti adalah Kenan.


Diva memasangkan hendset bluetooth di telinganya lalu menjawab panggilan tersebut.


📞 "Ada apa ?" Tanpa basa basi Diva langsung bertanya dengan nada dinginnya.


📞 "Kamu di mana ?" Kenan balik bertanya.


📞 "Di jalan." Sahut Diva.


📞 "Mau kemana ? Bisa tidak ke kantor dulu adalah yang harus kamu tandatangani masalah pengalihan pertanggungjawaban proyek kota S !" Jelas Kenan.


📞 "Emmm... Lima belas menit lagi aku sampai, kamu siapkan semuanya, karena aku tidak bisa lama-lama !!" Seru Diva kemudian memutuskan panggilannya sepihak.


🍀🍀🍀


Di gedung D & KA Group.


Kenan tampak memijit keningnya ia merasa pusing dengan masalah proyek di kota S, karena ada beberapa penanam saham pada proyek tersebut menarik sahamnya secara tiba-tiba sehingga membuat kerugian yang cukup besar, di tambah ada beberapa pemasok pakainnya mengehentikan pasokannya, dengan alasan yang tidak berarti.


"Pak apa sepertinya kita harus ke kota S, hari ini juga." Ucap Sarla yang dari dari tadi berada di ruangan Kenan.


"Sepertinya wanita itu mulai bergerak, kita harus bergerak secepatnya." Ujar Kenan.


"Jadi apa rencana kamu kedepannya ?" Tanya Sarla.


"Kita jalankan saja apa yang sudah kita rencanakan." Seru Kenan.


Kenan beranjak dari kursi kebesarannya lalu ia melangkahkan kakinya menuju sofa sambil melonggarkan dasinya dan di ikuti Sarla. Kenan mendudukkan dirinya sambil menyandarkan kepalanya, Kenan terlihat sangat prustasi.


"Kamu memikirkan Diva ?" Tanya Sarla dan hanya di angguki Kenan.


"Kamu tidak usah memikirkannya, dia hanya salah paham denganmu aku yakin dia akan kembali seperti dahulu nanti, aku mengerti dengan perasaannya istri mana yang tidak marah jika suaminya berbaik hati kepada mantan kekasihnya apalagi wanita itu pernah berbuat tidak pantas dengan keluarganya." Ucap Sarla mencoba menenangkan Kenan sambil mengusap bahu pria itu.


"Terimakasih, maaf dengan sikap Diva tadi pagi dengan mu." Ucap Kenan.


"Iya tidak apa-apa, aku mengerti perasaannya, kamu santai aja !!"


"Maaf itu ada sesuatu di wajahmu, aku akan bantu memberikan nya." Ujar Sarla kemudian membersihkan wajah Kenan.



"Sarla, terimakasih dan juga aku sangat sangat meminta maaf atas perbuatan yang aku buat dengan memberimu dan keluarga mu hukuman terlalu berat, sampai kamu menderita hingga kedua orangtuamu meninggal, Maaf." Ucap Kenan merasa sangat bersalah.


"Iya, sekarang lupakan semua itu, semuanya itu sudah menjadi masa lalu, lagian itu juga salahku, aku pantas mendapatkan hukuman seperti itu, karena aku terlalu mencintaimu, sehingga aku di buatkan oleh perasaan dan egoku sendiri. Apa kamu tahu Nan, saat ini pun perasaan sayang itu masih ada dan masih belum berubah." Ujar Sarla masih sibuk membersihkan wajah Kenan, posisi keduanya sangat dekat.


"Apa maksud kamu dengan perkataan kamu tadi." Bentak Diva yang tiba-tiba wanita itu sudah berdiri di ambang pintu sambil menggendong baby Khay. Diva pun melihat kedekatan antara kedekatan suaminya dan Sarla.


Kenan dan Sarla pun kembali memperbaiki posisinya.


"Yank, ini tak seperti yang kamu lihat dan dengar, aku rasa kamu salah paham." Ujar Kenan beranjak lalu menghampiri istrinya.


"Kalaupun itu benar aku juga tidak apa-apa sih itu urusan kalian, aku kesini cuma mau menandatangani berkas yang kamu bilang tadi, sini mana berkasnya ? Aku buru-buru soalnya." Ujar Diva berjalan ke arah meja kerja suaminya itu.


"Yank, dengarkan aku dulu, aku tahu kamu pasti salah paham dengan apa yang kamu lihat dan dengar tadi." Ujar Kenan mengikuti langkah istrinya.


"Sudahlah Nan, tidak ada lagi yang perlu kamu jelaskan ! Aku sadar diri kok, karena gara-gara aku kalian jadi terpisah dulu, aku juga tahu kalian saling mencintai, yang aku dengar-dengar cinta pertama memang sangat sulit untuk di lupakan Nan." Setelah mengatakan itu Diva segera meminta berkas yang akan ia tandatangani, ia tidak mau berlama-lama berada di ruangan yang besar itu tapi membuat hatinya sangat sesak saat memergoki suaminya berduaan dengan wanita lain.


"Ini sudah aku tandatangani, sudah tidak ada lagi kan ? jika sudah tidak ada aku permisi." Diva pun beranjak dari kursinya, masih tetap menggendong putranya, baby Khay juga seakan mengerti dengan keadaan hingga bayi yang biasa Susah lepas jika ia sudah melihat ayahnya tapi berbeda kali ini ia sudah tak lagi merengek ingin di gendong ayahnya.


Kenan hanya menganggukkan kepalanya, ia terus menatap Diva dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


"Ya sudah aku permisi." Diva pun pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan perasaan yang berkecamuk.


Kenan mengusap wajahnya kasar, menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kebesarannya, Sarla yang melihat itu ia pamit untuk segera keluar.


🍀🍀🍀


"Diva.." Seru Sarla.


Diva yang hendak masuk kedalam mobilnya itu jadi mengurungkan niatnya, ia memberikan baby Khay kepada bi Siti dan menyuruh bi Siti agar menunggunya di dalam mobil.


"Kenapa ?" Tanya Diva setelah bi Siti masuk kedalam mobil bersama baby Khay.


Sarla tersenyum mengejek ke arah Diva sambil melipat kedua lengannya di depan dadanya.


"Gue kesini cuma mau memperingatkan kamu, sebentar lagi gue akan merebut posisi elu status juga di hati Kenan." Sarla berbicara dengan gaya angkuhnya sambil menunjuk di depan wajah Diva kemudian membalikkan badannya untuk kembali masuk ke kantor. Sedangkan Diva hanya bisa berdiam diri mencerna semua perkataan demi perkataan yang Sarla ucapkan. Sarla kembali membalikkan badannya ke arah Diva setelah berjalan beberapa langkah.


"Kamu lihat sendiri kan, jika Kenan benar-benar masih mencintaimu atau masih peduli denganmu, dia pasti akan mengejarmu, atau ia pasti tidak akan membiarkanmu pergi dalam keadaan seperti ini, tapi nyatanya apa ? Dia sama sekali tak peduli, bukan ?" Setelah mengatakan itu lagi-lagi Sarla tersenyum mengejek kearah Diva kemudian benar-benar pergi meninggalkan Diva yang masih berdiri mematung di samping mobilnya, dengan mata memerah menahan tangisannya.


"Nan apa benar kamu sudah melupakan cintamu kepadaku, sampai kau setegah ini menorehkan luka di hatiku, apa kau sudah melupakan bagaimana aku selalu berada di sampingmu, menemanimu saat-saat kamu dalam kesulitan, aku tidak mengharapkan balasan atas apa yang telah ku korbankan untukmu, tapi aku hanya meminta kamu tetap berada di sisiku dan jangan pernah meninggalkan ku juga putra kita. Apa begitu mudahnya kau berpaling dariku setelah kamu bertemu dengan masa laluku ? Baiklah Nan jika itu membuatmu bahagia aku akan benar-benar menjauh darimu. Selamat tinggal." Diva pun masuk kedalam mobilnya, dengan linangan air matanya ia tak lagi mempedulikan bi Siti yang melihatnya sedang menangis tersedu-sedu...


Bersambung....


Aku kembali lagi meminta dukungan LIKE, KOMEN, JUGA VOTE sebanyak-banyaknya dari kalian para reader setia, terimakasih 🙏🙏🙏🙏🤗🤗🤗🤗🤗


SARANGHE ❤️❤️❤️


Bersambung.....