Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 112 Season 3 (Next Generasi)


Enzy duduk tempat tidur sambil bersandar, semua lampu ia matikan, bahkan lampu tidurpun yang tak pernah ia matikan sebelumnya, juga Enzy matikan sehingga kamar tersebut menjadi gelap gulita.


Tak lama Khay masuk, dan langsung menyalakan lampu, membuat Enzy beralih menatapnya, dengan mata sembab dan memerah, tatapan penuh kilatan kemarahan, bahkan Khay tak pernah melihat istrinya terlihat seperti itu.


"Akhirnya kamu pulang juga." Ucap Enzy dingin dengan tatapan datar sulit di artikan.


"Iya, kamu kenapa, apa kamu baik-baik saja ?" Jawab Khay kemudian balik bertanya, ia berusaha tetap tenang karena Khay tahu kalau istrinya itu sedang marah, tapi ia belum tahu marah karena apa ?


"Terus kenapa kamu belum tidur, dan malah duduk di kegelapan seperti ini, Hem ? Apa kamu benar-benar menungguku ?" Tanya Khay mendekat ke arah samping tempat tidur, lalu menyalakan lampu tidur yang berada di atas nakas disana.


Tanpa menjawab pertanyaan Khay, Enzy malah turun dari tempat tidur, lalu berdiri tepat dihadapan Khay, menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.


"Darimana saja kamu, hah ?" Enzy balik bertanya dengan dingin.


"Di Cafe Leo, bukannya tadi aku sudah mengatakan itu padamu ?" Jawab Khay.


"Lalu, siapa yang kamu temui disana ?" Tanya Enzy menyelidik.


"Leo, sama Doni sayang, siapa lagi ?" Sahut Khay masih berusaha tetap tenang, lalu mencoba untuk meraih tangan Enzy, namun Enzy dengan cepat menepisnya, membuat Khay mengerutkan keningnya.


"Aku akan memberikan mu menjawab sekali lagi ! Siapa yang kau temui di cafe Leo, apa benar Leo dan Doni ?" Seru Enzy lagi-lagi dengan tatapan mengintimidasi.


"Aku menemui Alex, teman lamaku." Jawab Khay tak sepenuhnya jujur.


Enzy menarik jaket yang di kenakan Khay dengan kedua tangannya, lalu mendongak menatap tajam pria dihadapannya itu.


"Kenapa kamu tidak mengatakan kalau kamu tak hanya menemui teman lamamu itu, tapi kamu juga menemui adiknya, yang bernama Sita, wanita yang pernah menjadi kekasihmu, wanita yang pernah mengisi hatimu, bahkan wanita yang sempat membuatmu berubah, bahkan kamu sangat mencintainya ?" Geram Enzy dengan mata memerah, ia benar-benar sudah sangat muak dengan kebohongan yang dilakukan suaminya itu.


Khay membelalakkan matanya kaget, saat mendengar apa yang semua Enzy katakan, dari mana Enzy bisa tahu tentang masa lalunya itu, bagaimana ia bisa mengenali Sita ? Khay memang pernah cerita soal adik temannya dan menjadi kekasihnya, tapi Khay tak pernah mengatakan nama juga ceritanya sampai sedetail itu.


"Kamu pasti kagetkan ? Karena aku mengetahui semua tentang dia dan kamu dulu." Ujar Enzy melepas kasar cengkramannya dari jaket Khay.


"Aku bukan orang bodoh, kamu pikir kalau aku tidak tahu semuanya, termasuk kebohongan kamu padaku ? Kamu pikir aku tidak curiga dengan tingkah kamu selama beberapa minggu ini yang selalu membuatku curiga, dimana kamu menelpon dengan seseorang secara sembunyi-sembunyi, bahkan beberapa pesan dari seseorang untukmu, bahkan disaat tengah malam nomor yang sama sering menghubungimu." Jelas Enzy panjang lebar, membuat Khay semakin terkejut, tak habis pikir dengan semuanya.


Enzy berusaha agar tangisannya tak pecah, dan terlihah jelas mata wanita itu memerah, bahkan urat-urat leher dan keningnya timbul akibat semua amarahnya yang ia tahan sejak di cafe tadi, di tambah lagi cerita Priska saat perjalanan pulang tadi.


"Say......


"Stoopppp...." Sargah Enzy menaikkan tangannya di depan wajah Khay.


"Apakah dia membuatmu merasa nyaman, saat kalian masih bersama, begitu cintanya kah kamu dengannya, ataukah kamu pernah melakukan lebih bersamanya, apakah dia benar-benar selalu memuaskan mu, sehingga kamu kembali menemuinya ??" Enzy sudah tak bisa lagi membendung semua rasa sakitnya, semua yang ada dipikirannya ia keluarkan seiring dengan air matanya yang keluar begitu saja tanpa permisi.


"Enzy !!! Tanpa sadar Khay membentak istrinya itu, mendengar apa yang dikatakannya barusan, itu terlalu berlebihan.


"Apa ?" Tantang Enzy menaikkan sebelah alisnya, mendengar Khay membentaknya, ia tak menyangka suaminya sampai membentaknya hanya karena ia berbicara seperti itu mengenai mantan kekasihnya.


"Apa yang kamu inginkan hah ? Bahkan kamu membentakkku seperti itu, apa kamu tidak suka jika aku berbicara seperti itu mengenai wanita itu, wanita yang pernah kamu cintai, atau mungkin sekarang kamu masih mencintainya, iya ? Dan yang kukatakan tadi, apa itu salah ?" Ujar Enzy berteriak dengan air mata terus saja mengalir, Enzy mengusap kasar air matanya, lalu kembali melanjutkan ucapannya.


"Tadi, wanita itu menangis dihadapan mu, bahkan kamu menyeka air matanya lembut." Enzy kembali menjeda ucapanya karena rasa sesak di dadanya mengingat dimana ia melihat sikap manis suaminya dengan wanita lain.


"Atau kamu akan memberitahuku, kalau seorang KHAYRAN yang terkenal playboy, br***ek, sebenarnya belum berubah, dan akan kembali seperti dulu, setelah mengambil semuanya dariku, begitu ?" Lanjut Enzy, bahkan suaranya sudah mulai habis dan serak, karena teriakannya, untung saja dikamar mereka kedap suara sehingga Kenan dan Diva tak dapat mendengar pertengkaran mereka.


"Jawab ! Kenapa kau hanya diam, br***ek ?" Enzy memelankan suaranya, sambil memukul-mukul dada Khay.


"Kamu bahkan tega menghancurkan hatiku, aku salah karena telah mempercayaimu, aku slaah karena aku mencintaimu." Tangis Enzy meletakkan kedua tangannya di dada Khay sambil menundukkan kepalanya, wanita itu benar-benar hancur dan sakit yang teramat, ia kecewa dengan apa yang semuanya telah terjadi.


Khay dengan perlahan memeluk istrinya, ia juga merasa sakit melihat istrinya seperti itu, dia benar-benar telah salah.


Saat Enzy merasakan pelukan Khay, Enzy menarik dirinya paksa dari pelukan Khay.


"Lepaskan !" Seru Enzy mendelik tajam.


"Sayang, itu tak seperti yang kamu pikirkan." Ucap Khay lembut, kemudian menarik tangan Enzy, lalu menggenggamnya.


"Lalu, aku harus apa Khay, aku harus memikirkan apa, setelah apa yang semua telah aku lihat ?" Teriak Enzy menarik paksa tangannya dari genggaman Khay.


"Apa kamu berharap, aku akan mempercayai seseorang yang baru saja membohongiku, begitu maksudmu ?" Tanya Enzy.


Khay lagi-lagi dibuat bungkam, ia tak tahu harus menjawab dan mengatakan apalagi, ia sadar ia salah karena tak berkata jujur, bahkan sahabat-sahabatnya selalu mengingatnya agar jujur dengan Enzy, tapi ia malah berpikir bodoh, ia benar-benar bodoh, sampai membuat kesalahan seperti ini.


"Kamu tidak bisa lagi berkata apa-apa kan, karena apa yang telah aku katakan itu semuanya benar." Lanjut Enzy tersenyum miring.


"Maafkan aku, aku akui, aku memang salah, karena sudah membohongi mu, tapi sungguh, aku tak pernah melakukan hal-hal lebih dengannya, bahkan aku tak pernah menyentuhnya lebih dari yang kamu lihat tadi." Sahut Khay mencoba untuk meyakinkan istrinya.


"Tapi apakah dia masih berarti untukmu ?" Tanya Enzy menatap manik mata Khay dengan menyelidik.


Khay lagi-lagi hanya diam, membuat Enzy kembali merasakan sakit melihat kebungkaman Khay.


"Khay jawab ! Dan katakan kalau dia tak lagi berarti untukmu, kenapa kamu hanya diam, hah ?" Seru Enzy menggoyang-goyangkan lengan Khay.


Khay perlahan menarik tangan istri lalu, menariknya masuk kedalam pelukannya, membiarkan wanita yang ia cintai itu menangis dalam dekapannya, sambil mengusap lembut bahunya dengan lembut.


"Aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku, hanya ada kamu disana, sungguh." Ucap Khay.


Entah kenapa ucapan Khay itu membuat Enzy semakin sakit, Enzy menarik dirinya dari dekapan Khay, kali ini Enzy tak lagi menangis, hanya ada tatapan datar yang ia perlihatkan.


"Apa aku harus mempercayaimu, bukan itu yang ingin aku dengar, kenapa pertanyaan sederhana saja kamu tidak bisa menjawabnya ?" Ujar Enzy dingin.


"Tapi, aku bersumpah demi apapun, aku tidak pernah melakukan apapun dengannya, bahkan pertemuan kita tadi, kami tak melakukan apapun." Jelas Khay.


"Aku janji tak akan lagi bertemu dengannya." Tambah Khay.


"Aku tidak menanyakan itu ! Dan aku juga tak ingin lagi mendengar dia disebut-sebut di depanku juga calon anakku !" Sahut Enzy.


"Enzy, sayang !" Khay ingin memeluk kembali istrinya itu, namun dengan cepat Enzy menghindar.


Enzy meraih sweaternya yang berada di atas tempat tidur yang ia kenakan tadi, lalu melangkah ingin pergi.


"Kamu mau kemana ? Ini sudah malam, tidak baik untukmu !" Tanya Khay menahan lengan Enzy.


"Tidak usah mempedulikan ku ! Pikirkan saja gadismu itu, mungkin dia akan menghubungi mu lagi nanti !" Seru Enzy menatap sinis Khay lalu menepis kasar lengannya sehingga genggaman Khay terlepas dari lengannya, lalu segera berjalan keluar.


"Jangan coba-coba mengikutiku ! Jika itu terjadi, maka jangan harap kamu akan bisa menemuiku lagi, juga calon anakku." Seru Enzy membalikkan badannya saat dirasa Khay mengikutinya.


"Tap....


"Aku bilang aku mau sendiri, jangan mengikutiku." Selah Enzy menatap tajam Khay, dengan nada bicara sedikit berteriak.


Setelah mengatakan itu, Enzy pergi meninggalkan kamar tersebut, tanpa menoleh lagi kebelakang.


"Akkhhhhh...." Teriak Khay mengusap wajah dan rambutnya prustasi.


...----------------...


Setelah pulang dari cafe, Sita langsung masuk ke kamarnya tanpa berucap sapatah katapun, lalu mengurung diri disana.


Alex yang melihat itu menjadi sangat khawatir dan prihatin atas nasib percintaan adiknya, masih muda nasibnya sudah seperti itu, bahkan ia tak tega melihat adik kesayangannya itu merasakan sakit seperti itu, yang ia takutkan, adiknya kembali depresi seperti dulu.


Di kamar, Sita terus menatap foto dirinya bersama Khay, Sita terus menangis, sampai ia berteriak histeris, melemparkan semua barang-barang yang ada dikamarnya, setelah semuanya acak-acakan Sita membaringkan dirinya di tempat tidur, menenggelamkan wajahnya pada bantal, menangis sejadi-jadinya.


Sementara Khay, ia duduk ditepi tempat tidur, menusukkan wajahnya, menjadikan kedua tangannya sebagai tumpuan kepalanya, ia menagis terisak memikirkan Enzy yang pergi entah kemana, dia terus menghubungi istrinya itu, namun tak ada jawaban, sepertinya Enzy sengaja tak menjawabnya.


"Maafkan aku, maafkan aku sayang, aku benar-benar menyesal, aku mohon jangan tinggalkan aku !" Lirih Khay.


Sedangkan di tempat Enzy, tepatnya di sebuah apartemen, apartemen yang dulunya disiapkan orangtuanya untuknya di kota Xx.


Enzy duduk menghadap jendela besar yang menyuguhkan pemandangan malam kota Xx, sesekali Enzy mengusap air matanya, air mata yang terus saja mengalir keluar, sehingga matanya membengkak karena sudah terlalu lama menangis.


Di saat sibuk memikirkan permasalahannya, tiba-tiba saja perutnya dirasa keram dan sakit, dengan susah payah dan menahan sakit ia beranjak dari kursi santai yang ia tempati, kemudian berjalan kearah ruang tengah, dimana ia meletakkan ponselnya disana, belum juga sampai disana, tiba-tiba kesadarannya mulai menurun, dan tanpa hitungan detik tiba-tiba saja tubuhnya ambruk.


Bersambung......


Jangan lupa terus tinggalkan jejak Like, Koment, dan Vote sebanyak-banyaknya, Dan di mohon mampir juga ke karya author lainnya yang berjudul DENDAM MEMBAWAH CINTA Dijamin ceritanya tak kalah menarik dan seru dari cerita PERNIKAHAN YANG TAK KUDUGA ini..


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...