Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 88 Season 3 (Next Generasi)


Dalam perjalanan Kia lebih banyak diam, dan lebih memilih untuk tidur dibandingkan menikmati perjalanan yang menyuguhkan pemandangan indahnya pegunungan dan perbukitan ditambah cuaca yang sejuk.


"By', apa keputusan kamu tidak bisa diubah ?" Tanya Diva hati-hati.


"Kenapa, kamu bertanya seperti itu Yank ?" Tanya balik Kenan tanpa beralih pada jalanan di depan.


"Aku pikir adek, berat meninggalkan kota Xx, dan tinggal di kota Z." Terang Diva menoleh menatap Kia yang tertidur.


"Keputusan aku sudah mutlak, aku harap kamu tidak lagi menanyakan ini, aku hanya ingin tahu terbaik buat adek." Ucap Kenan penuh penekanan dan terdengar tak ingin dibantah.


Diva tak lagi bicara, ia lebih memilih diam dari pada akhirnya dia akan berdebat dengan suaminya itu, Diva berpikir kalau suaminya itu terlalu overtingking dengan kehidupan putrinya jika ia bersama Kavi, karena Diva merasa kalau putrinya itu juga menaruh perasaan kepada Kavi, hanya saja Kia tak terlalu yakin dengan perasaannya, karena mengingat Kavi bukan pria yang pantas menurut ayahnya.


...----------------...


Di tempat lain, tepatnya dimana sekolah Kavi mulai memikirkan kenapa dua hari ini Kia tak masuk, pasalnya Kavi belum mengetahui mengenai kepindahan gadis yang dicintainya itu.


"Prilly, apa kamu tahu kemana perginya Azkia ?" Tanya Kavi kepada Prilly yang kebetulan berpapasan dengannya saat berjalan di koridor.


"Maaf pak, saya juga tidak tahu, soalnya nomor ponselnya juga tidak bisa dihubungi." Jawab Prilly jujur, soalnya ia juga tidak pernah mendapatkan kabar dari sahabatnya itu.


"Ada apa ya pak ?" Prilly balik bertanya.


"Tidak ada, hanya saja sudah dua hari ini tidak masuk, dia bisa ketinggalan pelajaran." Ucap Kavi.


"Oh, baiklah pak kalau begitu saya permisi." Pamit Prilly hanya ditanggapi anggukan oleh Kavi.


Kavi berjalan menuju parkiran, ia berencana untuk pergi ke kantornya, sebelum menjalankan mobilnya ia menghubungi orang suruhannya.


📞 "Temui saya dikantor sekarang !" Seru Kavi dingin kemudian memutuskan sambungan teleponnya sepihak tanpa mendengar jawaban diseberang sana.


Setelah menelpon, Kavi menjalankan mobilnya keluar dari lingkungan sekolah menuju kantornya, dalam perjalanan ia terus memikirkan keberadaan Kia.


"Nan, apa kamu benar-benar tidak mempercayaiku, apa saya benar-benar tidak pantas untuk putrimu, tapi sayang sangat mencintainya." Gumam Kavi.


Sekitar empat puluh lima menit, mobil Kavi tiba di gedung Chanel Line, dengan langkah tegapnya ia memasuki gedung tersebut, banyak karyawan yang menyapanya, termasuk Rio sahabatnya, sepertinya pria itu baru saja tiba menemui klaiyen dari luar.


"Kusam amat tuh muka." Celetuk Rio setelah mereka masuk ke dalam lift yang sama.


"Emmm....." Kavi hanya berdehem.


"Ada apa ? Gagal lagi ?" Tanya Rio menaikkan sebelah alisnya.


"Kenan sudah mengetahuinya, sudah dua hari ini putrinya tidak masuk sekolah, sepertinya dia Kenan membuktikan ucapannya bahwa dia akan menjauhkan putrinya dariku." Jelas Kavi.


"Sudah kuduga karena kemarin, semua kontrak kerja sama kita dengan tuan Kenan sudah diputuskan, dan menarik sahamnya." Terang Rio.


"Omongan pria itu memang tak pernah main-main, beberapa tiga hari yang lalu Kenan menemuiku di kantor, dia juga mengatakan kalau akan memutuskan semua kontrak kerjasama kita dengannya." Jelas Kavi.


"Apakah perusahaan milik Khayran masih melanjutkan rencana kerjasama kita ?" Tanya Kavi.


"Maksudnya PT Prince D&Ka ?" Tanya balik Rio di angguki Kavi.


"Masih, rencananya besok kita akan melakukan penandatanganan kerjasama." Jawab Rio.


"Bagus !" Seru Kavi menampilkan senyumnya, entah apa lagi rencana pria tersebut.


...----------------...


Hari ini Enzy tidak pergi ke kampus, karena hari ini ia tak ada jadwal kampus, Enzy memilih untuk bersantai dihalaman belakang rumah besar tersebut, di temani Rendra.


"Nzy, kok om tiba-tiba memindahkan Kia ke kota Z, apa ada masalah ?" Tanya Rendra.


"Siapa yang memberitahumu ?" Tanya Enzy balik.


"Tentu saja bokap gue lah, kamu lupa gue ini anak siapa ?" Sahut Rendra tak lupa lagi-lagi membanggakan dirinya.


"Tahu, gak usah sombong gitulah !" Ujar Enzy jengah.


Saat mereka mengobrol, tiba-tiba ponsel Enzy berdering tanda panggilan masuk.


📞 "Walaikumsalam sayang, ini aku mau bilang kalau aku ada meeting dengan klaiyen di cafe yang tak jauh dari kantor." Jelas Khay diseberang sana.


📞"Oh ya sudah, kamu hati-hati ya yank, kalau udah mau pulang jangan lupa belikan aku ayam kremes yang ada disana !" Seru Enzy.


📞 "Terus apa lagi ? Tanya Khay.


📞 "Gak itu aja." Jawab Enzy setelah beberapa detik memikirkan apa kiranya yang dia inginkan.


📞 "Sayang, kamu sama siapa disitunya ?" Tanya Khay


📞 "Sama Rendra." Jawab Enzy.


📞 "Ya sudah kalau gitu aku tutup dulu ya sayang, setelah aku sampai aku kabari, love you istriku, ummmuuuaaaaccc." Ucap Khay.


📞 "Iya kamu hati-hati, love you to." Balas Enzy.


"Love....lovean segala, dulu aja boro-boro love, yang ada ribut Mulu loh." Cibir Rendra.


"Sekarang mah udah beda, jadi kalau iri bilang aja !" Sahut Enzy cuek.


"Cih, gue iri sama kalian, enggak mungkin, kalau gue udah dapat wanita yang tepat gue bakalan lebih uwauu dari kalian, apalagi kalau gue jadi adik ipar kalian." Ucap Rendra tak mau kalah.


"Maksudnya, kamu sama Kia gitu ? Ueekkk mana mau Kia sama kamu." Tanya Enzy lalu berlagak akan muntah.


"Ya siapa tau aja, jodoh mana ada yang tahu, lagian selama ini gue sama Kia sangat dekat, hanya saja akhir-akhir ini kami kurang komunikasi karena kesibukan masing-masing." Terang Rendra.


Rendra dan Enzy pun mengobrol hingga jam lima sore, Rendra pun pamit pulang, karena sudah hampir malam, dan sejak tadi maminya sudah beberapa kali menelponnya menyuruhnya segera pulang, membuat Enzy mengejeknya habis-habisan.


"Dasar anak mami !" Cibir Enzy.


"Biarin." Sahut Rendra acuh kemudian pergi dari sana tanpa pamit oleh sang pemilik rumah.


...----------------...


"Pak, bagaimana jika pihak proyek tadi lepas dari tangan kita ?" Ucap Rian sekertaris Khay khawatir, mengingat ada banyak saingan dari perusahaan lain yang juga menginginkan proyek tersebut.


"Kamu tenang saja, saya yakin kita yang akan mendapatkan proyek tersebut, mengingat cara kamu menyampaikan detail pengajuan proyek kita dan itu sudah cukup untuk meyakinkan mereka." Sahut Khay santai keduanya berjalan meninggalkan Cafe tersebut menuju parkiran, Khay berjalan menundukkan kepalanya sambil memainkan ponselnya, ia mengirim pesan kepada istrinya kalau ia akan segera pulang.


"Oh iya pesan yang saya pesan tadi sudah ada kan ?" Tanya Khay menoleh sejenak kepada sekertarisnya itu, Khay sengaja mengangkat sekertaris seorang pria karena permintaan sang istri.


"Sudah pak, ini !" Rian mengangkat dan menunjukkan paperbag berlogo cafe tersebut.


"Ya sudah, sini biar saya yang membawanya, saya mau pulang! Kamu bawa mobil sendirikan ?" Khay mengambil alih paperbag berisi makanan yang di inginkan Enzy sebelum ia pergi ke cafe tersebut.


"Iya pak." Jawab Rian.


Khay hanya menganggukkan kepalanya, kemudian keduanya berjalan menuju dimana mobil mereka terparkir.


Baru saja Khay tiba di depan mobilnya, tiba-tiba seseorang menabrak bahunya, sehingga paperbag yang ia bawa terjatuh.


"Maafkan aku.... Maaf." Ucap seorang wanita yang tak sengaja menabraknya, sambil membantu Khay mengambil paperbag tersebut.


"Sita ?"


"Kak Khay ?"


Ucap keduanya bersamaan saat Sita memberikan paperbag tersebut. Keduanya sempat berpandangan sejenak, kemudian dengan cepat Khay mengambil paperbagnya lalu ingin segera masuk ke dalam mobilnya, namun dengan cepat Sita menahan lengannya, membuat langkah Khay terhenti, kembali menoleh melihat tangan Sita yang masih memegang lengannya, perlahan Khay melepaskan pegangan gadis tersebut, kemudian melanjutkan langkahnya.


"Kak Khay, Tunggu !" Seruan Sita membuat Khay tak jadi membuka pintu mobilnya, lalu menatap datar gadis tersebut.


Bersambung..........


Jangan lupa terus berikan dukungan Like Komen dan Vote sebanyak-banyaknya, setelah membaca setiap episodenya, dan jika masih ada kesalahan, mohon berikan kritik dan sarannya....


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...