Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 52


"Woissss ... pengantin baru lagi nih" Sahut Arka saat melihat Kenan dan Diva berjalan menghampiri mereka di meja makan.


"Nan, kamu kapan datangnya ?" Tanya Bunda Hani sedikit kaget melihat kedatangan menantunya yang tiba-tiba.


"Tadi siang Bun." Jawab Kenan.


Sedangkan ayah Fikram geleng-geleng Kepala melihat menantunya itu selalu tampak datar.


"Kamu libur Nan?" Tanya Ayah Fikram.


"Aku bolos, Yah." Jawab Kenan melihat kearah mertuanya itu.


Ayah dan Bunda mengangkat kedua alisnya. "Bolos" Sahut ayah dan bunda hampir bersamaan.


"Iya Yah, Bunda, gara-gara anak ayah itu, aku terpaksa bolos, entah hukuman apa aku dapat nanti disekolah." Ujar Kenan.


"Lah, kok Aku." Sahut Diva menunjuk dirinya.


"Lah jelas kamu lah yank, siapa suruh kamu kirim pesan kek gitu, terus kirim foto juga." Jawab Kenan menoleh kearah istrinya.


"Foto apa ?" Tanya Bunda Hani.


Kenan kembali melihat kearah kedua mertuanya, dan menceritakan semuanya dari awal Kenan ngambek karena Diva dekat-dekat dengan laki-laki lain, dan berniat memberi Diva pelajaran, untuk tidak menghubunginya sebelum Diva meminta menghubunginya duluan, dan sampai ia berniat mengerjai Diva dengan mengatakan kalau ia tidak bisa hadir ke acara nikahannya Arka, dan Diva mengirim fotonya bersama dengan Rafa dengan pose cukup mesra menurut Kenan.


"Ada-ada aja kalian." Ujar Ayah Fikram geleng-geleng kepala melihat pasangan muda itu.


"Pantesan aja muka Diva akhir-akhir ini lecek banget, kek pakaian kotor udah seminggu kagak di cuci." Ucap Arka.


"Sudah-sudah kalian mau makan apa mau ribut aja." Sahut Bunda Hani melerai keributan mereka di meja makan.


Mereka seketika pada diam dan langsung makan tanpa ada lagi yang berbicara, hanya terdengar sendok dan garpu saling beradu dengan piring.


Setelah menyelesaikan acara makan malam mereka, mereka langsung masuk ke kamar masing-masing, karena semua merasa sangat lelah dengan aktivitas hari ini yang cukup padat.


Diva yang duduk di sofa sambil memperhatikan Kenan yang sedang mengerjakan sesuatu di Laptopnya dimeja belajar Diva, Diva terus saja menatap Kenan walaupun sedang bekerja masih saja terlihat sangat tampan.


"Ngeliatnya tidak usah seperti itu yank, aku tau suamimu ini memang sangat tampan." Ujar Kenan tanpa mengalihkan pandangannya dari benda pipih ditangannya.


"Tidak usah ke PDan by', siapa juga yang ngeliatin kamu." Ujar Diva


"Apa kamu tidak capek, kerja Mulu by'." Ucap Diva kemudian berjalan kearah tempat tidur.


Kenan yang melihat itu, ikut naik ketempat tidur, Kenan menengkurapkan badannya melanjutkan kembali pekerjaannya. sambil memeluk Diva dengan sebelah tangannya. Diva memiringkan badannya sambil melihat Kenan sedang bekerja.



Setelah Satu jam Kenan menyelesaikan pekerjaannya dan menyimpan laptopnya diatas nakas.


"Kenapa tidak tidur Yank." Tanya Kenan membalikkan badannya.


"Aku nungguin kamu by'."


"By', aku minta maaf atas pesan dan foto yang aku kirim tadi pagi." Ujar Diva mendongak melihat kearah Kenan yang sedang memeluknya.


Kenan melepaskan pelukannya dan bersandar dikepala tempat tidur, begitupun Diva juga ikut bersandar di dada bidang Kenan.


"Aku sudah maafin kamu Yank, tapi kamu harus janji, kamu tidak akan lagi seperti itu, aku tidak mau hanya karena gara-gara seperti itu aku harus bolos, entah hukuman apa nanti yang aku terima disekolah Yank." Terang Kenan mengusap pelan rambut Diva, sesekali mencium pucuk kepala istrinya itu.


Diva mengangguk kemudian semakin mempererat pelukannya, Diva merasa sangat beruntung memiliki suami yang sangat menyayangi dan mencintainya.


"I love you my hubby." Ucap Diva.


"I love you to My Wife." Jawab Kenan langsung menarik dagu Diva dan mengecup bibirnya sampai mereka terbawa suasana dan kembali meluapkan kerinduan mereka, seakan belum puas dengan permainan mereka tadi sore. Mereka terus saling mencecap bibir masing-masing dan saling m*****t satu sama lain.


(maka terjadilah yang harusnya terjadi)


"By', Sudah siang, aku harus mandi, nanti aku telat kesekolah." Sahut Diva.


"Morning Kiss dulu yank, baru aku lepas." Ujar Kenan masih memejamkan matanya.


Diva langsung mencium kening suaminya itu, namun Kenan kembali mencium bibir Diva sekilas.


Kenan segera bangun dan mengangkat tubuh Diva ala bridal styl, menuju kekamar mandi, Mereka mandi bersama untuk mempersingkat waktu.


Setelah sekitar dua puluh menit Diva selesai dengan seragam sekolahnya, begitupun kenan dengan pakaian formalnya.


"Kamu mau Kemana by', kenapa berpakaian seperti itu?" Tanya Diva.


"Aku mau ketemu klaiyen, untuk membahas outlet yang akan buka dikota ini Yank, Dan selama aku disini akulah yang bertugas untuk menjemput kamu setiap harinya." Sahut Kenan berjalan kearah Diva dan memeluk pinggangnya.


"Ya, harusnya memang seperti itu by'." Ucap Diva mengalungkan tangannya dileher Kenan.


Kenan tersenyum dan mencubit gemas hidung Diva.


Dan mereka segera turun untuk sarapan sebelum berangkat.


Setelah sarapan bersama, Kenan dan Diva berpamitan kepada Ayah dan Bunda Hani untuk berangkat.


"By' aku masuk dulu." Ucap Diva saat mobil Kenan sudah sampai tepat didepan sekolah Diva.


"Tunggu dulu yank." Sahut Kenan menarik lengan Diva langsung memeluknya.


"Yank, aku akan terus bahagiain kamu, dan ingat kamu jangan dekat-dekat sama laki-laki lain."


Diva hanya menganggukkan kepalanya dalam pelukan Kenan.


"Kamu hati-hati by', dan awas kamu jangan genit-genit diluar." Ujar Diva melepaskan pelukannya kemudian memicingkan matanya kearah Kenan.


"Gak mungkin aku genit yank, aku masih sayang dengan masa depan aku." Sahut Kenan sambil melirik bagian bawahnya.


Kemudian melanjutkan ucapannya.


"Lagian istri aku saja sudah cantik gini kok, unik lagi." ujar Kenan mencubit gemas kedua pipi Diva.


"Sudah, gombal Mulu dari tadi, aku masuk dulu by', kamu hati-hati." Ucap Diva dan langsung keluar dari mobil.


Kenan menurunkan kaca mobilnya, lalu melambaikan tangannya kearah Diva, begitupun Diva membalas lambaian tangan suaminya itu, kemudian masuk ke sekolah.


Diva terus berjalan menuju kelasnya, ia terlihat sangat bahagia, mengingat hubungannya dengan Kenan baik-baik saja.


Setelah sampai kelas Diva mengerutkan keningnya melihat sahabat-sahabatnya sedang tertunduk sedih, bahkan Lani yang biasanya bar-bar jika pelajaran belum dimulai juga ikut terdiam dan menundukkan kepalanya.


Lani mendongakkan kepalanya dan melihat kedatangan Diva, langsung berjalan kearah Diva dan memeluknya.


"Div ... Rafa sama Sisi kecelakaan." Lirih Lani.


Bersambung....


jangan lupa beri pendapat, kritik, dan saran kalian setelah membaca, aku sebagai penulis yang masih amatir butuh kritik dan saran kalian, dan tinggalkan jejak


Like


Coment


Vote


Salam sayang dari Author


🤗🤗🤗🤗❤️❤️❤️❤️