
Di episode ini khusus buat Arka dan Vara
Pagi yang terik memancarkan sinarnya menembus celah cendela kamar, disana terlihat pria dan wanita tengah tertidur lelap saling mendekap.
" Hooaammm.... Vara menguap perlahan membuka matanya ia langsung melihat sebuah dada bidang didepannya, ia segera mendongakkan kepalanya melihat siapa pemilik dada bidang tersebut.
" Arka..." Gumam Vara saat melihat Arka sedang mendekapnya.
ya, sepasang pria dan wanita itu adalah Arka dan Vara.
Pelan-pelan Vara segera memindahkan tangan Arka yang memeluk pinggangnya, ketika ia mencoba untuk bangun tiba-tiba ia merasakan sakit dibagian intimnya, ia langsung melihat kearah bawah selimutnya betapa terkejutnya saat mendapati dirinya dan juga Arka sama-sama tidak menggunakan sehelai benangpun.
Vara kembali membaringkan dirinya membelakangi Arka yang tengah tertidur lelap, Seketika air mata Vara keluar begitu saja membasahi pipi mulusnya.
" Apa yang telah aku lakukan. " Gumam Vara sesekali menyekah air matanya.
Arka sayup-sayup mendengar seorang sedang terisak, perlahan ia membuka matanya, dan melihat Vara membelakanginya sedang terisak, terlihat bahu Vara bergetar berusaha menahan tangisnya agar tidak pecah.
Arka mendekat dan memeluk Vara dari belakang.
" Maafkan aku. " Sahut Arka mempererat pelukannya.
Vara yang merasa Arka memeluknya dan mendengar ucapan Arka, seketika tangisnya pecah.
" Apa yang telah kita lukakan salah, sekarang aku bukanlah wanita suci lagi, aku wanita yang kotor sekarang, Ka. " Ucap Vara merutuki dirinya.
" Kamu jangan bicara seperti itu, aku yang salah tidak bisa mengontrol diri aku bee, aku akan bertanggungjawab akan hal ini. " Ucap Arka membalikkan tubuh kekasihnya itu membawa kepelukannya.
Vara terus saja menangis memeluk erat tubuh kekasihnya dan membenamkan wajahnya di dada bidang Arka.
" Maafin aku ya, aku telah sangat menyakitimu bee. " Ucap Arka tidak ada henti-hentinya meminta maaf, karena ia juga merasa sangat bersalah karena tidak bisa mengontrol dirinya.
Vara Hanya menggunakan kepalanya terus memeluk Arka.
" Kamu janji jangan pernah tinggalkan aku. " sahut Diva, masih sedikit terisak.
" Iya aku janji bee, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, karena aku sangat mencintaimu. " Jawab Arka sambil mengusap pelan punggung Vara.
" Sekarang kamu mandi, aku akan memesankan pakaian untukmu. " Ujar Arka setelah merasa Vara sudah lebih tenang.
Vara melepaskan pelukannya dan mencoba untuk bangun.
" Ish..." tiba-tiba ia meringis karena sakit dibagian intimnya.
Arka yang melihat kekasihnya kesakitan segera bangun dan meraih handuk dari gantungan khusus handuk tak jauh dari tempat tidurnya.
Ia langsung mengangkat tubuh Vara dengan selimut menuju kamar mandi setelah ia memakai handuk.
Arka mendudukkan Vara di atas closed dan segera ia mengisi bathup dengan air hangat dan sedikit aromaterapi.
" Kamu berendam dulu bee. " Sahut Arka berniat untuk mengangkat Vara menuju bathup, namun Vara buru-buru menghentikan Arka.
" Kamu keluar saja, aku bisa sendiri. " Ucap Vara.
" Kamu yakin bisa sendiri bee ?" Tanya Arka khawatir karena ia melihat Vara sedikit meringis saat melihat kekasihnya mencoba untuk berdiri.
Vara hanya mengangguk dan tersenyum kearah Arka.
Arka Mencium kening kekasihnya dan berlalu untuk keluar dari kamar mandi.
dua puluh menit kemudian Vara keluar dari kamar mandi hanya menggunakan jubah mandi.
Ia melihat Arka sudah berpakaian rapi, karena tadi Arka mandi di kamar sebelah.
Arka segera berdiri membawa paper bag yang berisi pakaian untuk Vara lengkap dengan dalemanny.
" Ini pakaian kamu bee, di situ sudah lengkap, tadi aku sudah pesan lewat online, semoga saja cocok kamu pakai. " Ucap Arka terus menatap kekasihnya.
Vara yang merasa terus ditatap seperti itu menundukkan kepalanya karena ia malu saat mengingat kejadian semalam.
Arka yang melihat Vara malu-malu, ia langsung Menangkup wajah kekasihnya.
" Kenapa malu, Hem ?" Tanya Arka.
Vara Hanya tersenyum dan mengambil paperbag ditangan Arka, dan kembali masuk kamar mandi untuk memakai pakaiannya.
Lima menit kemudian Vara Keluar dari kamar mandi dengan pakaian persis seperti selera pakaiannya dan ukurannya pas dibadan Vara.
" Kamu sedang apa bee ?" Tanya Vara saat sudah berada didepan meja dapur.
Arka langsung menoleh kearah Vara.
" Ini lagi nyangkul bee. " Jawab Arka ngasal sambil tersenyum kearah kekasihnya.
" Lagi masak lah bee. " Sahut Arka kemudian Kembali melanjutkan masakannya.
" Emang kamu bisa masak ?" Tanya Vara sedikit ragu.
" Bisalah, kalau di rumah aku yang selalu bantuin bunda masak, kalau Diva mah boro-boro masak, masuk dapur aja dia malas bee. " Jawab Arka terus saja sibuk dengan acara memasaknya.
" Mau dibantu nggak ?" Tanya Vara mendekat kearah Arka.
" Tidak usah sayang, kamu duduk manis aja di meja, ini bentar lagi selesai kok. " Jawab Arka sambil mengaduk rebusan spaghettinya.
Vara berjalan keluar menuju meja makan.
tak lama makanan Arka pun siap.
" makanan sudah siap. " Sahut Arka dari belakang, Vara segera menoleh melihat Arka datang membawa dua piring spaghetti.
" silahkan makan bee. " Sahut Arka saat telah meletakkan piring spaghetti di depan Vara, dan segera menuang jus jeruk digelas mereka masing-masing.
" Enak loh bee. " Sahut Vara saat mencicipi masakan Kekasihnya itu.
" Jelas enaklah bee, dibuat penuh cinta dan sayang dari aku. " Jawab Arka menaikkan kedua alisnya.
Vara tidak lagi menanggapi ucapan Arka, dan melanjutkan makannya.
setelah mereka makan Arka segera mengantar Vara Untuk pulang.
Selama perjalanan Vara terlihat diam dan menatap lurus keluar, sambil menyandarkan kepalanya di jendela mobil.
Arka sedari tadi memperhatikan kekasihnya itu segera meminggirkan mobilnya.
" Bee. " Sahut Arka setelah meminggirkan mobilnya, namun ia tak mendapat jawaban.
Vara terus saja memikirkan apa yang mereka telah lakukan, tiba-tiba saja air matanya keluar begitu saja.
" Bee.... sayang.." Sahut Arka lagi.
Lagi-lagi Vara tidak menjawabnya, Arka melepaskan seat beltnya dan menari kedua bahu kekasihnya itu agar menghadap dirinya dan menatapnya.
Arka mengusap Air mata kekasihnya itu menggunakan ibu jarinya dan menariknya masuk ke dalam pelukannya, mereka berpelukan cukup lama sambil mengusap pelan bahu Vara mencoba untuk menenangkannya.
" Aku benar-benar minta maaf. " Entah sudah berapa kali Kenan mengucapkan kata itu, ia segera melepaskan pelukannya kemudian mencium kening Vara agak lama.
setelah lama terdiam akhirnya Vara angkat bicara.
" Kamu tidak sepenuhnya salah dalam hal ini, ini juga kesalahan aku. " Vara sedikit menjedah ucapannya kemudian melanjutkan kembali setelah mengusap air matanya yang masih saja keluar.
" Aku hanya khawatir, apa yang akan terjadi nanti, bagaimana kalau aku hamil sebelum kamu menikahi ku. " Jelas Vara kemudian beralih menatap Arka.
Arka meraih tangan kekasihnya itu, dan menggenggamnya erat seolah-olah ia tidak akan melepaskannya.
" Setelah aku sampai rumah aku akan membicarkan hal ini kepada kedua orang tuaku, sudah bee, kamu jangan nangis lagi, dan tidak usah khawatir lagi, hemm..." Ucap Arka kemudian mengecup tangan kekasihnya itu.
" Sekarang kita pulang, dan segeralah istirahat. " Ucap Arka melepaskan genggaman tangannya, beralih mengusap pelan rambut Vara dan tersenyum.
Vara menganggukkan kepalanya, kemudian Kenan kembali melajukan mobilnya.
Bersambung.....
*sampai sini dulu yah readers aku bingung mau lanjutin alurnya kek gimana lagi, Tolong beri saran si kolom komentar.
Jangan lupa
like
coment
vote
🤗🤗🤗🙏🙏🙏*