Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 93 Season 3 (Next Generasi)


Sudah seminggu Kavi masih di sibukkan dengan permasalahan perusahaannya di Bangkok, Thailand. Kavi masih belum mendapatkan seorang investor yang ingin bekerjasama dengan perusahaannya, membuatnya prustasi, ia tak tahu harus bagaimana, apakah ia harus menjual seluruh sahamnya di perusahaan tersebut dan fokus hanya di Chanel Line yang ada di Indonesia, tapi Kavi juga sangat menuangkan jika harus menjualnya, karena itu adalah perusahaan peninggalan keluarga dari mamanya.


Kavi kembali menemui pak Jey selalu penasehat perusahaannya.


"Bagaimana ini pak Jey, tindakan apa yang harus kita lakukan untuk menyelematkan perusahaan ini ?" Tanya Kavi terdengar sangat prustasi.


"Kita coba lagi untuk mencari suntikan dana tuan, atau kita menjual hanya sebagian dari saham kita." Usul pak Jey.


"Baiklah, Bella, lakukan apa yang seharusnya dilakukan sesuai usul dari pak Jey !" Seru Kavi kepada sekertarisnya itu, kemudian mengehela nafas lelahnya.


Seminggu ini Kavi benar-benar terfokus pada permasalahan perusahaannya, ia bahkan melupakan untuk mencari tahu keberadaan Kia, gadis kecil yang di cintainya.


...----------------...


Kembali ke Indonesia


Siang ini setelah pulang kampus, Khay meminta ijin pada Enzy setelah pulang kampus tadi untuk menemui klaiyennya di salah satu restoran yang tak jauh dari gedung apartemennya, sebenar Khay sudah mengajak istrinya itu untuk ikut bersamanya karena pertemuannya dengan klaiyen hanya sebentar, rencananya setelah pertemuannya selesai Khay ingin mengajak istrinya itu jalan-jalan, namun karena Enzy merasa sangat lelah dan malas untuk ngapa-ngapain, maka dari itu wanita itu menolak ajakan dari suaminya itu.


"Saya sangat bangga dengan Anda tuan Khay, walaupun Anda pewaris dari perusahaan terbesar di negara ini bahkan di Asia, tapi Anda masih ingin mengembangkan perusahaan sendiri dari nol." Puji klaiyen Khay.


"Saya rasa Anda terlalu berlebihan, perusahaan yang saya kelola sekarang itu karena pemberian ayah saya, yang memang terbilang masih belum seberapa, dan tentu saya tidak memulainya dari nol." Ujar Khay.


"Saya pun masih butuh banyak belajar." Lanjut Khay merendah.


"Anda benar-benar putra dari tuan Kenan, sifat anda benar-benar persisi, selalu merendah dan bersikap baik kepada semua kalangan." Ucap klaiyen tersebut.


"Kalau begitu terimakasih atas pujian-pujian yang bapak berikan untukku." Ucap Khay.


"Tapi saya sungguh penasaran dengan rupa adik Anda tuan, kenapa tuan Kenan tak pernah mempublishnya ?" Tanya klaiyen tersebut.


"Keluarga kami ada alasan tersendiri untuk itu pak, Anda tentu tahu bagaimana kerasnya di dunia yang kita jalani sekarang ini." Ujar Khay membuat klaiyennya itu hanya mengaguk setuju.


"Baiklah tuan, kalau begitu saya permisi lebih dulu, dan pertemuan berikutnya nanti kami berikan informasinya." Ucap klaiyen tersebut.


"Baiklah pak, kami tunggu !" Sahut Khay.


Keduanya saling bersalaman, kemudian klaiyen tersebut pergi meninggalkan tempat tersebut. Khay sengaja belum beranjak dari sana, ia menunggu pesanan yang di minta istrinya tadi, saat sedang duduk menundukkan wajahnya sambil memainkan ponselnya.


"Kak Khay..." Sita Tiba-tiba datang dan mengejutkannya.


Khay langsung beralih dari ponselnya melihat siapa yang kiranya berani mengejutkannya.


"Boleh aku duduk disini denganmu ?" Tanya Sita memperlihatkan senyum cantiknya.


Khay hanya mengagukkan kepalanya, dengan semangat Sita duduk tepat disamping pria itu.


Khay merapikan berkasnya yang ada di atas meja, kemudian memasukkannya ke dalam tas ranselnya.


"Sit, gue harus pergi, sepertinya pesanan saya sudah selesai." Ujar Khay segera beranjak dari duduknya.


"Tunggu kak Khay, aku perlu bicara denganmu." Cegah Sita.


Khay hanya tersenyum, kemudian mulai bicara.


"Tapi gue tidak ingin membicarakan apapun lagi denganmu, jadi gue mohon kamu gak usah lagi menemuiku !" Ujar Khay datar.


"Lagian gue buru-buru, gue harus pulang." Lanjut Khay.


"Kak Khay tunggu !!" Cegah Sita dengan menahan tangan Khay.


Khay melihat tangannya yang di pegang gadis berseragam SMA itu, begitupun Sita yang melihat tangan mereka.


"Biasanya kita selalu bergandengan tangan seperti ini." Ucap Sita menatap wajah Khay yang semakin tampan dan dewasa.


Khay melepas tangan Sita secara perlahan dari tangannya, kemudian menghela nafas lelahnya, lalu Khay kembali duduk di kursi yang ia duduki tadi.


"Aku ingin membicarakan sesuatu yang penting padamu kak." Sahut Sita.


"Kakak pasti sangat marah dan kecewa kepadaku." Lanjutnya ingin kembali meraih tangan Khay, namun dengan cepat Khay menjauhkan tangannya dari jangkauan gadis itu.


"Gue sudah tak ingin membahasnya Sit, dan perlu kamu tahu gue sudah tak lagi marah atau merasa kecewa denganmu, dan gue mohon sekali lagi kamu tidak perlu lagi membicarakan soal ini, lupakan semuanya ! Lagian ini sudah lebih dari setahun." Seru Khay datar melihat ke arah gadis tersebut yang ada di sampingnya sekarang.


"Maafkan atas apa yang kulakukan." Ucap Sita.


"Aku sudah memaafkanmu, dan jika kamu ingin mengatakan sesuatu, katakanlah !" Sahut Kha.


Bukannya mengatakan apapun, Sita malah diam menatap dalam wajah Khay, namun yang ditatap mengabaikannya dan melihat ke arah lain, seolah tak ingin melihatnya lagi.


"Sebenarnya, apa yang ingin kamu katakan ? Jika tidak ada gue akan pergi, sudah kukatakan gue harus segera pulang." Ujar Khay sudah mulai jengah.


"Ummm...Aku tidak tau harus bagaimana menjelaskan atau memberitahumu, tapi aku memiliki alasan untuk melakukan itu semua pada mu saat itu." Sita menundukkan wajahnya tak lagi bisa menatap wajah pria yang masih ia cintai itu, sambil menangis.


"Jika kamu menyadari itu, beritahu Alex, dan minta dia bicara denganku !" Seru Khay melihat keselilingnya, karena merasa tak enak ada seorang gadis yang menagis di dekatnya, ia tak mau orang lain beranggapan yang tidak-tidak dengannya.


"Gue harus pergi !" Lanjut Khay kemudian beranjak kembali dari kursinya.


"Tapi aku tak pernah ingin putus darimu." Ucap Sita sedikit meninggikan nada bicaranya membuat pengunjung restoran menatap kearahnya dan Khay.


Khay merasa sangat malu dengan sikap Sita yang menurutnya sudah berlebihan, Khay tersenyum kaku melihat mata orang-orang tertuju padanya.


"Tapi kenapa kamu baru mengatakan ini ? Geram Khay pelan namun terdengar sangat mengerihka, membuat Sita menunduk ketakutan.


Khay yang melihat itu mengehela nafas kasar.


"Maafkan gue, Sit...." Ucapan Khay mulai melemah, tapi karena ucapan maafnya itu membuat Sita mengira kalau sebenarnya Khay masih menyukainya.


Sita kembali memegang tangan Khay, lalu menatapnya dengan masih tersisa air mata dimatanya.


"Tapi, sungguh kak, aku tidak ingin putus darimu." Ucapnya lagi membuat Khay lagi-lagi membuang nafasnya prustasi.


Khay menarik tangannya dari genggaman Sita.


"Tapi kenapa dulu kamu meninggalkan ku, dan mengambil keputusan sendiri, apakah gue melakukan yang buruk padamu ?" Ujar Khay.


"Sungguh, aku tidak bisa memberitahumu, tapi...tolong maafkan aku kak !" Mohon Sita.


"Bagaimana kalau gue tidak ingin menerima maafmu ?"


"Aku akan terus meminta maaf, dan mengejarmu sampai kakak mau memaafkanku, dan kembali lagi padaku." Jawab Sita.


"Kenapa kamu melakukan itu semua, apa yang kamu inginkan sebenarnya ?" Khay mulai emosi dengan sikap keras kepala Sita.


"Sudah ku katakan sejak tadi, aku masih sangat mencintaimu kak, aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, aku benar-benar sangat mencintaimu, dan selalu seperti itu, aku mau kakak memberiku kesempatan kedua." Terang Sita lagi-lagi ingin memegang tangan Khay namun Khay menepisnya.


"Sit, gue....


"Jangan menolakku, kak !" Sita dengan cepat memotong ucapan Khay.


"Pleaseee kak, berikan aku kesempatan sekali lagi untuk hubungan kita dulu, aku mohon !!" Sita sangat memohon, membuat Khay merasa iba melihat Sita seperti itu. Khay menatap perihatin gadis tersebut, tiba-tiba ponselnya yang ia pegang sejak tadi bergetar, dan terlihat jelas disana kalau My Wife ❤️ telah menghubunginya.


"Sit, gue harus pergi !" Ucap Khay kemudian pergi disana meninggalkan Sita yang terus memanggilnya.


Bersambung........


Jangan lupa LIKE, KOMEN dan VOTE setelah membaca setiap episodenya.


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...