Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 54 Season 2


Setibanya di apartemen Kenan langsung masuk ke kamarnya, karena Noval kali ini tak langsung pulang, Noval dan Jova langsung keluar bersama sepulang dari kantor tadi. Setelah Kenan membersihkan badannya, Kenan sudah terlihat sangat segar, karena hari masih sore Kenan memutuskan untuk bersantai di balkon kamarnya sambil memainkan ponselnya, membuka-buka sosial medianya, ia melihat beberapa potret kebersamaan dirinya beserta anak dan istrinya.


Kenan keluar dari aplikasi salah satu sosmednya, kemudian mencoba untuk menghubungi Diva, setelah beberapa panggilan Diva baru menjawabnya.


📞 "Hmmm ada apa ?" Ucap Diva tampak sinis kemudian meletakkan ponselnya di depannya, sepertinya di meja makan, saat ini Kenan menghubunginya lewat video call.


📞 "Maaf." Ucap Kenan memelas.


📞 "Buat apa kamu minta maaf, aku yang salah karena sudah menelepon mu di waktu yang tidak tepat tadi." Ujar Diva lalu tampak Diva membersihkan mulut baby Khay.


📞 "Kamu tidak salah yank, aku yang salah karena sudah mengabaikan kalian tadi, itu Abangnya lagi ngapain yank ?" Ujar Kenan kemudian bertanya setelah melihat baby Khay seperti menarik-narik tangan Bundanya.


📞 "Dia lagi makan." Sahut Diva kembali menyuapi putranya yang ia dudukkan di salah satu kursi khusus bayi seumurannya.


📞 "Abang, kangen ayah tidak ? Maaf ya tadi ayah mengabaikan abang." Ucap Kenan melambaikan tangannya.


Baby Khay yang mendengar suaranya langsung beralih ke arah ponsel bundanya yang ada tak jauh di depannya, baby Khay berusaha meraih ponsel Diva, seakan ia ingin berada di gendongan ayahnya.


📞 "Pappap aannana Nana." Celoteh baby Khay melambai-lambaikan tangannya kearah ponsel.


📞 "Anak ayah sudah pintar ya sekarang, ayah jadi tambah kangen abang." Ucap Kenan gemas melihat tingkah putra kesayangannya.


Sedangkan Diva hanya diam memperhatikan interaksi ayah dan anak itu, dalam hati Diva sangat gemas melihat keduanya, namun sebisa mungkin ia memperlihatkan wajah kesalnya kepada Kenan, karena sudah mengabaikannya tadi.


📞 "Abang, itu bundanya kenapa ya ? Sepertinya bunda lagi ngambek tuh bang, bujukin gih, bilang sama bunda jangan ngambekkan nanti cantiknya hilang !!" Seru Kenan.


📞 "Tanya sama ayah kamu bang, tidak usah ngegombal, kalau salah ya salah aja !!" Ujar Diva tanpa melihat ke arah ponselnya yang masih menampakkan wajah suaminya yang sebenarnya yang sangat ia rindukan.


📞 "Bang, bilang sama bunda lagi, kalau ayah kangen, sudah dong ngambeknya.


📞 "Bilang sama ayah kamu, kalau bunda tidak kangen sama sekali, sebentar bunda mau keluar ke basecamp bunda dulu."


📞 "Yank, jangan coba-coba kamu ke basecamp, kalau aku sampai tahu kamu ke basecamp hari ini juga aku terbang pulang ke sana, biarkan saja pekerjaan aku di sini terbengkalai." Ancam Kenan.


📞 "Apa peduli kamu." Sengit Diva.


📞 "Yank aku enggak main-main ya, dan peduli aku, aku enggak mau kamu sampai kenapa-napa." Ujar Kenan tiba-tiba ekspresinya berubah menjadi khawatir.


📞 "Aku tidak akan kenapa-napa, malam ini aku tidak akan ke basecamp, tapi rencananya besok aku mau ke dealer."


📞 "Dealer, ngapain ?


📞 "Buat beli pengganti soulmate aku yang pernah kamu jual, kata teman aku ada motor jenis itu keluaran terbaru." Jelas Diva.


📞 "Enggak, pokoknya kamu tidak boleh lagi mengendarai motor yank, please !!" Mohon Kenan.


📞 "Besok aku pulang yank, tunggu aku !!" Lanjut Kenan.


📞 "Emangnya kerjaan kamu sudah selesai ?" Tanya Diva.


📞 "Belum, aku rasa Noval bisa mengatasinya, toh tinggal pembukaan Office saja, pokoknya besok aku pulang." Tegas Kenan.


📞 "Tapi, ap....


📞 "Tidak ada tapi-tapian Yank, pokoknya besok kamu jemput aku di bandara." Kenan menyela ucapan istrinya lalu memutuskan sambungan video callnya.


Setelah memutuskan sambungan teleponnya, Kenan menghubungi Noval untuk segera memesankan tiket untuknya pulang, Noval sempat kaget dan khawatir soal pembukaan office saat mendengar Kenan akan segera pulang tanpa memberinya kejelasan yang pasti karena apa Kenan mendadak balik ke tanah air.


Kini Kenan membereskan pakaiannya, juga barang-barang pentingnya, ia masukkan kedalam sebuah kopernya yang berukuran sedang, setelah semuanya beres Kenan mengganti pakaiannya dengan pakaian kasual, ia berencana keluar untuk mencarikan oleh-oleh untuk istri dan anaknya, serta keluarga lainnya.


"Pak Kenan kebetulan sekali kita bertemu di sini, bapak sedang apa ?" Tanya Calista.


"Saya ingin berbelanja, permisi !!" Kenan buru-buru meninggalkan Calista.


Calista tampak sangat kesal karena Kenan mengabaikannya, Calista mengikuti Kenan, ia berencana untuk mendekatinya.


Kenan berjalan menyusuri jalan sambil melihat-lihat barang apa yang kiranya cocok untuk anaknya, karena pertama-tama ia akan membelikan anaknya terlebih dahulu, karena istrinya ia sudah tau ia harus membelikannya apa begitu juga dengan bunda, bunda mertuanya juga Vara, sedangkan para laki-laki ia berencana untuk membelikan mereka jam tangan.


Sekitar tiga puluh menit berkeliling akhirnya Kenan menemukan barang apa yang kiranya cocok untuk putra dan ponakannya, setelah membelinya, Kenan melanjutkan ke tempat di mana ia bisa menemukan barang untuk para orangtua yang kebetulan di tempat yang sama. Kenan memasuki salah satu toko brand ternama, Kenan memilih jam tangan untuk Pak Salman, Pak Fikram beserta Arka, setelah sudah di dapatkan sekiranya cocok untuk mereka kini giliran Kenan membeli oleh-oleh untuk para wanita yang ia cintai yaitu istri, bunda, bunda mertuanya, dan kakak iparnya.


Kenan memilih beberapa Tas dengan model yang berbeda-beda. Saat semuanya selesai, Kenan berjalan ke arah kasir sambil melihat-lihat barang yang mungkin cocok untuk dirinya.


Brukkk....


Kenan menabrak seorang wanita, sehingga membuat tas yang di pegang wanita itu terjatuh, Kenan mencoba membantunya tapi di saat bersamaan wanita itu juga ingin mengambil tas yang ia jatuhkan, untung tas tersebut bukan termasuk tas yang limited yang jika di pegang harus menggunakan kaos tangan, tangan keduanya tanpa sengaja bersentuhan, Kenan dengan cepat menarik tangannya, saat wanita itu mengangkat wajahnya, Kenan maupun wanita tadi sama-sama kaget.


"Sarla


"Kenan....


Ucap keduanya bersamaan, Kenan maupun Sarla tampak canggung.


"Maaf...Maaf..." Kenan meminta maaf.


"Ti...tidak apa-apa tuan." Ucap Sarla gugup dengan berbicara secara formal.


"Tidak usah seformal itu, kita tidak sedang bekerja !!" Ujar Kenan.


Sarla hanya tersenyum lalu mengangguk menanggapi, kemudian pamit untuk segera meninggalkan tempat tersebut, ia tidak mau berlama-lama bersama dengan Kenan.


"Tunggu, ada hal yang ingin saya bicarakan !!" Kenan mencegah Sarla.


Sarla menghentikan langkahnya, lalu membalikkan badannya.


"Sorry, saya ada urusan lain, permisi !!" Sarla kembali membalikkan badannya, baru saja ia akan melangkahkan kakinya tapi lagi-lagi Kenan mencegahnya, kali ini Kenan menarik tas yang ia selampirkan di bahu kanannya.


"Tunggu, ini penting !! Saya membayar belanjaan saya dulu !!" Tegas Kenan tak ingin di bantah. Sarla hanya terdiam tanpa menolak tapi tak juga meninggalkan tempat tersebut.


Setelah beberapa menit Kenan kembali menghampiri Sarla sambil membawa beberapa paper bag berlogo brand ternama tersebut, dan tak lupa paper bag oleh-oleh untuk putranya juga ponakannya yang ia titipkan di tempat penitipan tadi.


"Kita sekalian makan malam saja, mari ikut saya !" Ajak Kenan lalu mereka berjalan berdampingan menuju salah satu restoran yang ada di mall tersebut.


Tanpa Kenan sadari Calista mengambil potret kebersamaan Kenan dan Sarla mulai dari Kenan ingin membantu Sarla mengambil tas yang ia jatuhkan, saat Kenan mencegah Sarla pergi dengan menarik tas yang di gunakan Sarla, sampai Kenan berjalan berdampingan dengan Sarla menuju restoran.


Calista tersenyum smirk sambil memperhatikan potret-potret yang ia ambil.


"Ini akan syaa gunakan untuk memisahkan kamu dengan Diva, Kenan aku tidak perlu susah-susah melancarkan rencana yang sudah aku buat." Ucap Calista menyeringai lalu meninggalkan tempat tersebut.


Bersambung....


Budayakan like, komen, dan Vote....


Bagaimana para reader, ini baru awal konflik, terus ikuti ceritanya, yakin akan membuat kalian bagaikan bermain rolerkoster dengan alur cerita nantinya....


Terimakasih 🤗🤗🤗🙏🙏🙏❤️❤️❤️