Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 31


" Lu siapa ? Tanya Diva dengan ekspresi kebingungan melihat Kenan.


Kenan yang mendengar ucapan Diva yang tidak mengenalinya mengenyitkan keningnya, Kenan beralih menatap kedua orangtuanya dan juga kakak iparnya, Arka yang mengerti dengan tatapan Kenan hanya menggelengkan kepalanya begitupun dengan orang tuanya.


" Yank, ini aku suami kamu ?" Jawab Kenan kembali menatap Diva yang masih kelihatan bingung.


" Kak apa bener dia suami gue, persaan gue belum pernah nikah, kok bisa gue punya suami. ?" Tanya Diva terlihat kebingungan.


" Dia memang bukan suami kamu. " Jawab Arka datar.


" Kak, apa yang kau katakan, jelaskan kepadanya kalau aku ini suaminya. " Ucap Kenan memegang lengan Arka.


" Kata dokter dia amnesia, dia hanya mengingat sebagian ingatannya, sepertinya dia melupakan kalau kalian sudah menikah. " Terang Arka.


" Sudahlah Nan, dia hanya mengingatku. " sahut Rafa sedikit tersenyum.


" Kamu jangan paksakan dia Nan, lebih baik kamu keluar dulu. " Sahut Ray menimpali Ucapan Rafa.


" Yank, beneran kamu tidak mengingatku yank, Apa kamu lupa kata kamu kamu mau keparis, kamu lupa sama malam pert....." Ucapan Kenan terhenti saat Diva memukul lengan Kenan, saat Kenan secara gamblang hampir menceritakan malam pertama mereka, sedangkan disana masih banyak orang.


" Yank kamu ngerjain aku ?" Tanya kenan, kemudian beralih menatap ketiga pria di samping brankar Diva, Siapa lagi kalau bukan Arka, Rafa, dan juga Ray.


sedangkan ketiga pria itu hanya menampilkan senyuman tanpa berdosa.


" Emmm..." Jawab Diva hanya berdehem karena merasa kesal dengan suaminya itu dengan terang terangan ia menceritakan soal malam pertama mereka.


Kenan langsung memeluk tubuh istrinya, dengan tubuh bergetar tanda ia menangis, diva yang merasa kalau suaminya itu tengah menangis ia membalas pelukannya tak kala erat, bagaimanapun ia juga sangat merindukan Suaminya.


" Yank, kamu jangan pernah lagi meninggalkan aku Yank..." Ucap Kenan sambil terisak.


Diva hanya mengangguk, Mengusap punggung suaminya, dan juga ikut menangis.


" Eekkmmm...ekmmm....Dunia serasa milik mereka berdua, kita ini hanya tamu, ya ampun mata suci gue ternodai..." Sahut Ray


Kenan melepaskan pelukannya menghapus air mata Diva, dan mencium keningnya.


" Woi, disini masih ada anak di bawah umur woi.." Sahut Ray kembali, sambil memukul lengan sahabatnya itu.


Tiba-tiba saja pintu ruangan Diva terbuka, karena kedatangan teman-teman Diva.


" Biang rusuh udah pada datang nih. " Sahut Rafa menarik tangan Arka untuk duduk disofa.


" Kalau begitu ayah sama Bunda pamit dulu Nak. " Ucap Bunda Vivian kemudian mencium kening menantunya itu.


" Nanti malam ayah sama Bunda kesini lagi. " Ucap ayah Salman ikut mencium pucuk kepala menantunya.


" Iya Yah, Bun, Kalian hati-hati. " Ucap Diva kepada kedua mertuanya.


" sayang aku ikut pamit juga ya, " Ucap Rafa mendekati brankar Diva, berniat untuk memeluk Diva, namun Buru-buru Kenan mendorong Rafa menjauhi istrinya.


" Tidak usah mau peluk segala, dan satu lagi, kagak usah manggil sayang, cuma gue yang berhak. " Ucap Kenan menatap sinis Rafa.


" Ckk.....dasar posesif. " Decak Rafa mencium kening Diva, dan langsung berlari keluar, tanpa menghiraukan teriakan Kenan.


Arka, Ray, dan teman-teman Diva hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Kenan dan Rafa yang sulit untuk akur.


Teman-teman Diva mendekat kearah brangkarnya.


" Div, gimana keadaan Lo ?" Tanya Kiki.


" Baik, kalian kenapa baru datang ?" jawab Diva kemudian kembali bertanya.


" Bagaimana mau datang, kami baru tau saat Jova menghubungi kami, pas tengah malam ia dapat kabar dari kak Vara. " Terang Hera.


Diva dan teman-temannya mengobrol, sesekali terdengar mereka tertawa, karena tingkah Jova yang aneh, dan itu membuat teman-teman mereka terhibur.


Sedangkan Kenan dan Ray duduk disofa, Ray terus memperhatikan Lani.


Ray saat terus memperhatikan Lani



Arka sudah pulang sekalian mengantar Vara pulang, berbarengan dengan Rafa.


" Nan, liat deh tu, temen bini lu satu itu, dia sebelas duabelas tingkah bini lu. " Ucap Ray menunjuk Lani dengan dagunya.


" Oh.. kalau tidak salah namanya Lani, dia sama dengan Diva hobinya moge, bahkan mungkin lebih dari Diva, dilihat dari penampilannya." Jawab Kenan menjelaskan.


" Kamu suka sama dia ?" Tanya Kenan.


" Entahlah.." Jawab Ray menaikkan bahunya.


Kenan beranjak dari duduknya mendekati brankar Diva, Ray yang melihat itu mengikutinya.


" Yank aku mau keluar dulu sebentar buat cari makan, kamu mau nitip apa ?" Ucap Kenan, kemudian bertanya.


" Terserah kamu aja by'. " Jawab Diva melihat kearah suaminya.


" cie .. cieeeee, panggilan sayangnya by'. " Ucap Jova menggoda Diva.


"Iri, bilang bos. " Sahut Lani menonyor kepala bagian belakang Jova.


Ray terus melihat kearah Lani, sedangkan Jova yang melihat Ray, Mode genit Jova langsung on.


" Eh...ada pangeran. " Ucap Jova melihat Ray.


" Genit lu. " sahut Lani kembali menyentil kening Jova.


" Dasar lu Mak lampir, tidak bisa liat cowok bening. " Ucap Hera menimpali.


" Kalian kesini mau jenguk orang sakit apa berantem ha ?" Tanya Kiki melerai mereka.


" Kami diam mami, kami anak baik. " Ucap Jova dan Hera, sedangkan Lani hanya diam.


Kenan menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman-teman istrinya itu.


Jova langsung mengulurkan tangannya dengan mode genit on.


" Jova, tapi kalau mau panggil chagiya juga tidak apa-apa. " Ucap Jova.


" Ray. " ucap Ray tersenyum menanggapi ucapan Jova, dan menerima uluran tangannya.


" Ray. " Ucap Ray mengulurkan tangannya kearah Lani.


" Lani. " Jawab Lani dingin menerima uluran tangan Ray.


Hera dan Kiki juga kenalan dengan Ray dengan bersalaman.


" Ya udah yank, aku keluar dulu. " Ucap Kenan kemudian mencium kening Diva.


Kemudian Kenan dan Ray keluar mencari makan, karena sedari tadi ia merasa lapar, karena memang ia belum makan apapun.


satu jam kemudian Kenan dan Ray kembali keruangan Diva, disana masih ada teman-teman Diva.


Lani nampak duduk disofa dengan serius ia main game di ponselnya.


Ray segera duduk disamping Lani.


" serius banget. " Ucap Ray basa-basi kepada Lani.


Lani hanya tersenyum menanggapi ucapan Ray, Tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.


Ray sedikit melirik ponsel Lani, yang sibuk main game balapan MotoGP.


Teman-teman yang lain menghampiri Lani untuk mengajaknya pulang.


" Woi pulang yok. " Sahut Jova mengajak Lani pulang.


" Kalian duluan aja, nanggung ini, bentar lagi gue menang. " Jawab Lani tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.


Jova, Hera, dan Kiki pulang tanpa menunggu Lani.


" Ray, Lu kagak pulang ?" Tanya Kenan.


" Gue tunggu ayah dan bunda Vivian, nanti gue pulang bareng dia, lagian gue tidak tau rumah elu. " jawab Ray memainkan ponselnya.


" Yesssss menangkan gue. " Teriak Lani saat memenangkan permainannya.


" Div gue pulang dulu, cepat sembuh lu, nanti kita ngetrck bareng. " Ucap Diva beranjak dari duduknya mengambil jaketnya kemudian menyelampirkan kebahunya.


"Habis ini elu mau kemana Lan. ?" Tanya Diva.


" Gue mau langsung pulang. " Jawab Lani.


" Gue minta tolong, elo anterin Ray pulang, kasihan, dia belum istirahat. " Ucap Diva.


" Tapi gue tidak tau rumah Kenan Div. " sahut Lani.


" Lu antar dia kerumah gue aja. " Jawab Diva.


" Ok...Ayo.." Ucap Lani kemudian melihat kearah Ray dan mengajaknya pulang.


Ray segera beranjak mengikuti Lani, sebelum itu pamit kepada Kenan dan Diva.


Setelah kepergian Ray dan Lani, Kenan beranjak mendekati Diva, dan langsung naik kebrankar istrinya ikut berbaring memeluk Diva dari samping.


Diva mengelus lengan Kenan yang berada diatas perutnya.


Terlihat bahu Kenan bergetar pertanda ia menangis.


" By', Kamu kenapa ?" Tanya Diva saat merasa suaminya itu tengah menangis.


Kenan tidak menjawab pertanyaan Diva, ia malah semakin mempererat pelukannya.


" By'. " Ucap Diva membalikkan badannya menghadap suaminya.


" Yank, aku minta maaf, aku takut kamu meninggalkan aku, aku sangat sangat mencintaimu. " Ucap Kenan menatap istrinya.


" Aku sudah tau semuanya by', ayah sudah menceritakan semuanya, dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu, karena aku juga mencintaimu. " Jawab Diva sambil mengelus pipi Kenan yang basah karena air mata.


" Kata kak Arka hampir aja aku punya suami gila by'. " Ucap Diva tersenyum kearah suaminya.


"Aku gila karena kau meninggalkanku Yank. " Jawab Kenan kembali memeluk erat istrinya.


Tiba-tiba pintu ruangan Diva dengan keras, hingga menimbulkan suara sedikit ribut, Kenan dan Diva langsung menoleh kearah pintu.


Bersambung....


Bonus visual


Lani




*Jangan lupa


like


coment


vote


Mohon dukungan para readers


🤗🤗🤗🙏🙏🙏*