
Tepat jam setengah lima sore Khay baru saja memasuki apartemennya, seperti biasa ia langsung menuju dapur untuk mengambil minuman di kulkas, saat masuk dapur Khay mendapati istrinya sibuk memilih-milih bahan makanan di dalam kulkas untuk ia masak untuk makan malam mereka.
"Lagi ngapain, sayang ?" Tanya Khay membuat Enzy terkejut karena tiba-tiba Khay memeluknya dari belakang.
"Astaga, Khay ! Kamu membuatku kaget." Ujar Enzy memukul pelan lengan Khay yang melingkar di perutnya.
"Hehehe maaf sayang, btw serius amat sih, emangnya kamu mau ngapain ?" Khay hanya terkekeh menanggapi ucapan istrinya, kemudian bertanya.
"Masak, oh iya kamu mau makan apa malam ini ? Soalnya dari tadi aku bingung mau masak apa." Sahut Enzy berbalik menghadap Khay kemudian bertanya.
"Mau makan kamu aja, sayang." Sahut Khay tersenyum lalu mencium sekilas bibir Enzy.
"Apaansih, aku serius." Ucap Enzy salah tingkah, tak berani menatap pria dihadapannya itu.
"Aku juga serius loh, sayang." Sahut Khay masih gencar menggoda istrinya, Khay sangat suka melihat rona merah diwajah wanitanya itu jika sedang malu.
Sedangkan Enzy hanya geleng-geleng kepala, kemudian kembali berbalik menghadap kulkas, ingin mengeluarkan beberapa jenis sayuran dan daging ayam, baru saja Enzy ingin mengeluarkan daging ayam, namun Khay mencegahnya.
"Enggak usah di keluarin sayang, malam ini kita makan diluar, kebetulan sahabat-sahabat aku memintaku untuk mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan hubungan kita." Jelas Khay.
"Lalu ?"Tanya Enzy kembali berbalik menghadap Khay.
"Lalu, aku mengadakan pesta di restoran Blizt, malam ini kita akan kesana." Terang Khay.
"Tapi aku merasa malu dengan sahabat-sahabat kamu." Ucap Enzy.
"Gak usah malu-malu sayang, aku kan disana bersamamu, lagian aku juga mengundang Rendra sama Nendra, kok, jadi kamu disana ada temannya selain aku." Seru Khay mencubit gemas hidung istrinya.
"Ya sudah, kamu mandi dulu sana, aku mau beresin peralatan masak yang terlanjur aku keluarin tadi !" Seru Enzy lalu berjalan ke arah dekat kompor untuk membereskan beberapa peralatannya disana.
"Sayang...." Panggil Khay.
"Apa ? Tanya Enzy tanpa beralih dari aktivitasnya.
"Sayang, kalau saya perhatikan bunda nih ya, setiap ayah baru pulang, bunda langsung nawarin minum ayah loh." Ujar Khay membuat Enzy langsung menoleh menatapnya.
"Astaga aku lupa, kamu mau minum apa?" Ucap Enzy lalu menawarkan.
"Udah terlambat, biar aku ambil sendiri." Sahut Khay mengambil minuman dari dalam kulkas yang sudah tersedia lalu menuangkan di gelas.
"Udah, aku ke kamar dulu ya sayang, aku tunggu !" Pamit Khay sambil membawa gelas berisi jus jeruk.
"Iya." Sahut Enzy.
Tak lama pekerjaan Enzy selesai, kemudian langsung menuju kamar, ingin membersihkan badannya, juga menyiapkan baju apa yang akan dia dan Khay kenakan nanti malam.
Saat masuk kamar Enzy mendapati Khay duduk disofa sambil mengerjakan sesuatu di laptopnya, pria tersebut bahkan belum juga mandi, karena terlihat masih menggunakan pakaian yang ia gunakan sejak pagi.
"Kok belum mandi ?" Tanya Enzy berjalan ke arah lemari pakaiannya.
"Sebentar lagi sayang, ini nanggung, besok aku harus presentasikan di depan calon investor." Jelas Khay.
"Oh, tapi setelah itu mandi ya ! Sahut Enzy.
"Ngomong-ngomong acara sebentar malam formal atau bagaimana ? Aku mau nyiapin baju kamu." Tanya Enzy.
"Kasual sayang, ini acara biasa-biasa aja kok, hanya ada Doni, Leo, Priska, dan juga si kembar, udah itu doang kok." Jelas Khay melihat sejenak ke arah Enzy lalu kembali fokus pada pekerjaannya.
"Oh..." Enzy hanya beroh ria saja mendengar penjelasan suaminya, kemudian ia melangkah masuk ke kamar mandi.
Sekitar hampir dua puluh menit, Enzy keluar dari kamar mandi, dengan tubuh yang segar, di saat bersamaan pula Khay baru menyelesaikan pekerjaannya.
"Akkhhhhh..." Khay merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku, kemudian beranjak dari duduknya menghampiri Enzy yang sudah duduk di kursi depan meja riasnya.
"Mending kamu mandi, ini sudah jam lima lewat loh !" Seru Enzy ketika Khay memeluknya dari belakang sambil menumpuhkan dagunya di atas kepala Enzy.
"Bentar aja sayang, aku masih pengen seperti ini, aku suka aroma kamu setelah mandi." Sahut Khay memejamkan matanya menikmati aroma segar istrinya itu.
Enzy tak lagi bicara, ia membiarkan suaminya itu seperti itu, kemudian Enzy melanjutkan aktivitasnya, memulai memoleskan cream diwajahnya.
"Sayang, kamu jangan panggil aku nama dong." Ujar Khay masih memejamkan matanya.
"Terus kamu mau di panggil apa ?" Tanya Enzy tetap pada aktivitasnya.
"Ya terserah kamu lah, seperti nama kesayangan gitu, baby, sayang, yank, atau apa gitu, yang romantis." Terang Khay.
"Emmm...Enzy terlihat berpikir sejenak, membuat Khay membuka matanya lalu menatap istrinya itu dari pantulan cermin.
"Bagaimana kalau Bangkhay juga, sama seperti Kia, kedengarannya lucu deh." Ujar Enzy sengaja menggoda suaminya, pasalnya ia tahu kaali Khay sangat tidak suka panggilan dari adiknya itu.
Karena ucapan Enzy membuat Khay cemberut, sedangkan Enzy tersenyum melihatnya.
"Terus aku panggil apa dong ?" Tanya Enzy.
"Terserah kamu, aja !" Ujar Khay sedikit kesal.
"Kok kesal gitu sih Yank ?" Tanya Enzy menambahkan kata yank di akhir kalimatnya membuat Khay tersenyum senang mendengarnya.
"Coba ulangi sayang !" Seru Khay.
"Yank..." Sahut Enzy kemudian kembali melanjutkan mengaplikasikan make-up nya.
"Aku jadi makin sayang deh, mulai sekarang sampai seterusnya kamu harus manggil aku seperti itu, dimanapun dan kapanpun, Ok sayang !" Ujar Khay panjang lebar kemudian menciumi pipi istrinya itu dari belakang.
"Pokoknya harus, supaya orang-orang tahu kalau kamu milik aku, dan aku milik kamu !" Ujar Khay tegas lalu melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk bersiap-siap.
...----------------...
Kini pukul setengah 7 malam Khay dan Enzy keluar dari apartemen menuju basemen, keduanya tampak sangat serasi dengan Enzy menggunakan dres selutut, sementara Khay menggunakan pakaian kasual dengan Enzy menggunakan rok hitam dipadukan dengan kaos putih juga blazer hitam, sedangkan Khay menggunakan jens juga kaos polos di padukan dengan blezer abu-abu.
Sekitar hampir sejam akhirnya mobil sport milik Khay tiba di sebuah salah satu restoran terkenal dikalangan muda mudi di kota Xx tersebut.
Khay turun lebih dulu, kemudian membukakan pintu untuk istrinya, semua mata tertuju pada pasangan suami-istri muda itu, mengagumi visual mereka, yang bisa dibilang sangat sempurna.
"Woissshhhh.... Pasangan yang kita tunggu-tunggu sudah datang." Seru Doni heboh ketika melihat Khay dan Enzy menghampiri meja mereka, Enzy terlihat merangkul lengan Khay, sedangkan Khay merangkul pinggang istri cantiknya dengan posessif.
"Sorry kita telat." Ucap Khay kemudian menarik salah satu kursi untuk Enzy.
"Iya, kita ngerti kok." Sahut Leo.
Sedangkan Priska tersenyum melihat Enzy yang duduk di dekatnya, karena meja mereka melingkar.
"Hay, nama aku Priska, aku salah satu sahabat Khay juga." Sapa Priska memperkenalkan dirinya, sambil mengulurkan tangannya.
"Hay, aku Enzy, salam kenal." Balas Enzy menerima uluran tangan gadis di sebelahnya sambil tersenyum.
"Sebelumnya aku sudah kenal kamu, kamu sungguh terkenal." Ujar Priska.
"Oh iya ?" Sahut Enzy.
"Iya, aku mengenalmu saat fotomu di unggah di media kampus, dan berita kamu mencuat saat itu, tapi aku tak menyangka kalau kamu istri dari sahabat kami." Jelas Priska membuat yang lainnya langsung diam dan menatap ke arahnya. Khay langsung merangkul pinggang istrinya itu, karena khawatir Enzy merasa akan tersinggung dengan ucapan Priska.
Enzy berbalik menatap suaminya itu yang ternyata juga menatapnya. Enzy tersenyum lalu memegang tangan Khay yang berada di pinggangnya seolah mengatakan kalau ia tak apa-apa.
"Woiiii.... Tatap-tatapan bentar aja kita masih disini !" Seru Rendra membuat pasangan tersebut kembali memperbaiki posisinya.
"Bener tuh kata Nendra...
"Gue Rendra." Timpal Rendra menyela ucapan Doni yang mengira kalau dia adalah Nendra.
"Sorry-sorry soalnya wajah kalian mirip sih, jadi gak bisa bedain." Sahut Doni.
"Namanya juga kita twins." Sahut Nendra Rendra jengah, sambil memutar bola matanya malas.
"Oh iya, gue lupa, Btw Khay kalau mau mesra-mesraan, nanti pas dirumah aja, kasihanilah kami yang para jomblo ini." Ujar Doni lalu beralih pada Khay yang duduk di dekatnya.
"Apa yang kamu bicarakan, kami bahkan tak mesra-mesraan." Sahut Enzy.
"Emmm..." Timpal Khay berdehem.
"Jangan pura-pura no***h, kami juga tahu kali, kalian bersikap seolah-olah dunia ini hanya ada kalian." Terang Leo menimpali.
"Kamu salah Le, duniaku tidak hanya di isi oleh dia saja...(menoleh menatap Enzy sejenak lalu kembali menatap sahabatnya itu) Tapi... Dia juga adalah orang yang penting bagiku, dan mewarnai duniaku." Jelas Khay lalu kembali merangkul bahu Enzy, membuat Enzy malu, karena seketika semua yang ada dimeja itu menyorakinya.
Bersambung............
Jangan lupa like, Koment, dan vote....
Maaf soal kemarin yang tidak sempat buat up, soalnya otak lagi ngebelnk, lagi kalut karena banyak pikiran, karena pekerjaan di dunia nyata sedikit ada masalah.....
Doa kan author agar masalah pekerjaannya cepat mendapatkan titik terang, agar bisa kembali up, seperti biasanya....
Terimakasih.....🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Penampilan Khay dan Enzy saat pergi makan malam dengan sahabat-sahabatnya
Visual sahabat-sahabat Khay.
Priska
Leo
Doni
Bonus Visual si kembar kepo
Rendra
Nendra