Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 139 Season 3 (Next Generasi)


Kemal dan si kembar naik ke atas panggung, Kavi yang melihat Kemal mulai naik ke pelaminan mulai waspada, Kavi sudah menebak kalau bocah tengil itu bakal buat rusuh, atau mengganggu momennya.


"Hay sayangku..." Sapa Kemal langsung memeluk Kia, tanpa mempedulikan tatapan tajam dari pria yang kini menjadi suami dari wanita yang ia peluk sekarang.


"Kok kamu baru datang sih, siang tadi kamu kemana aja ?" Ucap Kia setelah pelukan mereka terlepas.


"Oh, tadi aku sibuk." Jawab Kemal.


"Sibuk ngapain ? Sok sibuk kamu !" Ujar Kia memutar bola matanya jengah.


"Sibuk memikirkan rencana untuk membawa mu lari dari tempat ini, atau menggagalkan pernikahan kalian." Jawab Kemal tanpa sedikitpun rasa takut, bahkan Kemal seolah mengabaikan Kavi yang kini benar-benar kesal.


"Kurang asem kamu, pergi sana !" Seru Kavi mulai kesal menarik kera jas yang di gunakan Kemal.


"Om, apaan sih, orang aku mau ngobrol sama pujaan hati aku." Sungut Kemal melepas tangan Kavi yang menarik jasnya.


"Diam ! Om juga, apa tidak malu di lihatin banyak orang, udah tahu Kemal emang suka godaain om. " Tegur Kia.


"Sayang, tapi....." Rengek Kavi namun ia mengentikan ucapannya saat melihat tatapan jengah Kia padanya, lalu Kia beralih pada Nendra dan Rendra pria yang selalu menjadi kakak sekaligus kedua pria itu selalu ada untuknya dikala ia butuh saat di kota Xx.


"Kak Rend, kak Rend." Kia langsung berhambur memeluk si kembar bersamaan, begitupun kedua saudara kembar itu balas memeluknya.


"Cieee yang udah panggil kakak ke kita." Goda Nendra karena selama ini Kia tak pernah menyebut keduanya kakak, Abang atau apalah itu.


"Ya sudah aku tidak akan manggil kalian dengan embel-embel seperti itu." Kia melepaskan pelukannya dengan cemberut menatap keduanya.


"Gak usah ngambek, cewek bar-bar kayak kamu gak cocok." Ujar Rendra membuat Kia semakin memberenggut.


"Ishh nyebelin ! Mana hadiah aku ?" Kia menangadahkan kedua tangannya pada si kembar.


"Ada kok dibawah, sesuai apa yang kamu request." Jawab Rendra, pasalnya Kia sudah mengirimkan pesan hadiah apa yang di inginkannya.


"Ok thanks kakak-kakak ku yang ganteng." Girang Kia kembali memeluk keduanya bersamaan, beda lagi saat Kia memeluk Kemal, Kavi akan sangat marah, tapi jika si kembar Kavi sama sekali tak mempermasalahkan itu.


"Selamat ya atas pernikahan kamu, semoga selalu bahagia, menjadi keluarga samawa." Ucap Rendra.


"Dan cepat beri kami ponakan yang lucu, tapi jangan bar-bar kek emaknya !" Tambah Rendra.


Si kembar kemudian beralih pada Kavi, memeluk dan memberikan ucapan yang sama seperti Kia.


"Jaga adik kami ya om, jangan pernah menyakitinya, walaupun dia terlihat tegar dan kuat tapi sebetulnya ia sangat menja dan rapuh." Ucap Rendra di angguki Nendra.


"Tentu, saya akan selalu menjaganya tanpa kalian minta." Sahut Kavi.


"Ya sudah kami kembali bergabung sama yang lainnya ya Ki, Om, sekali lagi selamat buat kalian !" Ucap Nendra.


"Thanks ya." Jawab Kavi menepuk pundak Rendra sambil tersenyum.


Kalau Kemal ia pamit terlebih dahulu karena tiba-tiba saja ia kebelet.


...----------------...


Setelah menerima para tamu undangan di pelaminan, kini kedua mempelai turun dari pelaminan ikut bergabung para tamu, menyapa mereka, terutama kolega-kolega Kavi.


"Sayang, kamu tunggu sini aja dulu ya, aku akan menyapa kolega aku dulu yang di sebelah sana." Ucap Kavi kepada istrinya.


Kia hanya menjawab dengan anggukan sambil tersenyum mengembang.


"Iya Kav, kamu tenang aja, bunda, ayah sama yang lainnya ada disini kok, istri kamu pasti akan baik-baik aja." Ucap Diva dengan senyum menggoda menantu barunya itu.


"Terimakasih ya Bun, kalau gitu aku kesana dulu, gak enak soalnya." Ucap Kavi.


"Cantik banget sih pengantin baru." Goda Jova setelah Kia ikut duduk dimana para orangtua dan saudara-saudaranya yang lain berada.


"Siapa dulu dong, anak aku." Sahut Diva ikut membanggakan dirinya.


"Ckkk.... Anaknya Kenan itumah, kamu mah kalau gak modal skincare mahal sama perawatan salon mahal kamu pasti gak akan secantik sekarang." Ujar Lani memutar bola matanya malas.


"Enak aja kamu ngomong, akutuh dari Otok udah cantik, jadi walaupun tanpa skincare atau perawatan salon itu aku masih tetap cantik." Sahut Diva tak terima dengan ucapan Lani.


"Ampun kanjeng mami." Kompak Diva, Lani dan Jova berucap sambil menyatukan kedua telapak tangan mereka, lalu membungkukkan sedikit badannya seolah mereka patuh pada sang kanjeng.


Sontak mereka semua tertawa, mereka kembali teringat masa-masa remaja mereka, dimana selalu saja bertingkah bobrok juga bar-bar terutama Diva juga Lani.


Di saat asik tertawa mereka langsung diam, membuat para suami mengerutkan keningnya lalu saling menatap satu sama lain.


"Yank, ada apa ?" Tanya Kenan memegang bahu istrinya.


"Gak apa-apa kok, tiba-tiba saja teringat dengan mendiang Rafa juga Hera." Jawab Diva matanya mulai berkaca-kaca.


Enzy yang berada disana juga ikut menegang mendengar mertuanya mengingat orangtuanya.


Kiki yang melihat raut wajah Enzy berubah buru-buru berdehem, lalu memberi kode pada sahabat-sahabatnya agar melihat ke arah Enzy yang kini menatap lurus kedepan.


"Sayang, kamu baik-baik saja ?" Tanya Khay menarik istrinya bersandar pada bahunya.


Enzy tersenyum samar, lalu mengangguk.


"Aku gak apa-apa kok." Jawab Enzy.


Lani yang melihat itu buru-buru mengalihkan pembicaraan, ia tak mau wanita yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri merasa sedih mengingat mendiang orangtuanya.


"Ki, gak kerasa ya sekarang kamu udah nikah aja, sama Kavi lagi." Ucap Lani tersenyum lembut pada Kia.


"Iya Tante, doakan ya, agar pernikahan kami baik-baik saja." Sahut Kia.


"Div, kamu gak mau mengucapkan sesuatu pada putrimu, aku perhatikan sejak tadi kamu belum mengatakan apapun." Ujar Jova.


Diva tersenyum mendengar perkataan Jova, sebenarnya Diva tidak tahu harus mengatakan apa, ia takut jika mengatakan sesuatu pada putrinya tak bisa menahan tangisannya, ia tak mau terlihat sedih di depan kebahagiaan putrinya.


"Gak ada, toh semuanya sudah disampaikan sama ayahnya." Sahut Diva.


"Gak bisa gitu dong Div." Ucap Lani.


"Iya Div, setidaknya sampaikan sepatah katapun buat putrimu, berikan dia doa terbaik untuk pernikahan mereka kelak." Timpal Kiki.


Kenan yang mengerti perasaan istrinya, kemudian ia usap punggung wanitanya.


"Katakan sesuatu yank !" Seru Kenan dan di jawab anggukan oleh Diva.


Diva sedikit memiringkan tubuhnya lalu memegang bahu kanan putrinya itu yang duduk disampingnya.


"Sayang, putri bunda, mulai saat ini kamu memiliki keluarga sendiri, dan mulai saat ini juga kamu harus menjadi pilar sekaligus rumah untuk suamimu." Ucap Diva lembut.


"Iya Bun." Sahut Kia, Diva mengusap pipi anak bungsunya itu sambil tersenyum.


"Kamu terlihat sangat cantik malam ini sayang, Ingat saat pertama kali kamu menerima lamarannya, ayah juga bunda pernah memberimu kesempatan untuk memikirkannya kembali sebelum benar-benar menerimanya, jadi karena ini pilihan kamu, bunda ayah, dan yang lainnya akan selalu mendoakan mu agar selalu menjadi keluarga bahagia dan tentunya samawa." Ucap Diva lagi.


"Insyaallah Bun, dan saya terimakasih sebanyak-banyaknya, mungkin jika aku berterimakasih seumur hidupku, itu tidak aka pernah cukup mengingat apa yang ayah sama bunda lakukan dan berikan untukku selama ini." Ucap Kia lalu masuk kedalam pelukan hangat sang bunda, air matanya sudah jatuh membasahi wajahnya, untung saja makeup, makeup kelas atas dan dilakukan oleh meke up artist profesional yang sengaja Kavi siapkan untuk memake up istrinya.


"Yah, Bun..." Ucap Kia melepaskan pelukannya dari Diva kemudian beralih menatap kedua orangtuanya secara bergantian.


"Apa sayany ?" Sahut Kenan lembut.


"Ayah, Bunda, Aku akan membuat keluarga seperti keluarga kita, bagaimana bunda menjadi istri dan ibu yang baik buat anak-anaknya, juga suaminya." Jawab Kia.


"Oihhh.... Sepertinya anak putri kecil ayah ini, benar-benar ingin bersaing dengan bundanya." Goda Kenan lalu ketiganya saling berpelukan, posisinya Kia duduk di tengah-tengah orangtuanya.


Jangan lupa terus berikan LIKE, jika layak diberikan LIKE menurut kalian, dan juga KOMENTAR, jika ada saran ataupun masukkan dari kalian, dan juga menurut perasaan readers mengenai episode ini, Dan satu lagi VOTE jangan lupa jika memang pantas bisa untuk diberikan VOTE....


Mampir juga ke cerita author berjudul DENDAM MEMBAWAH CINTA....


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...