Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 72


Saat panggilan teleponnya berakhir Kenan berusaha untuk menahan sakit disertai pusing di kepalanya yang kembali menyerang, dan kali ini bukan hanya bagian kepalanya tapi saat ini Kenan juga merasakan ngilu dibagian punggung bagian bawahnya. Kenan meringkuk menahan rasa sakit yang menyerangnya.


"Kenan !" Pekik Ray saat masuk kedalam kamar sahabatnya itu untuk melihat keadaannya, dan benar saja Ray mendapati Kenan meringkuk dengan keringat di wajahnya karena menahan sakit.


Ray segera mengambilkan beberapa jenis obat dan juga segelas air.


"Minum obat dulu Nan !" Ujar Ray membantu Sahabatnya itu bangun.


Dengan segera Kenan langsung memasukkan beberapa obat yang di berikan Ray kedalam mulutnya, kemudian meneguk air sedikit.


"Minum yang banyak Nan !" Ucap Ray.


Kenan hanya menggelengkan kepalanya.


"Nan apa perlu kita kerumah sakit ?" Tanya Ray dengan guratan khawatir di wajahnya.


"Nggak perlu, lagian besok kita ujian, setelah obatnya beraksi sakitnya akan berkurang." Terang Kenan lalu menyandarkan dirinya di kepala tempat tidur, sambil memejamkan mata. Terlihat jelas diwajah Kenan kalau ia sedang menahan sakit.


Ray ikut naik ketempat tidur, Kenan yang merasakan pergerakan disampaikannya, sedikit membuka matanya kemudian kembali memejamkan mata, setelah melihat Ray ikut bersandar di sampingnya.


"Ngapain lu disitu, mending lu istirahat di kamar lu." Ujar Kenan lirih.


"Gue mau nemenin lu Nan, gue khawatir dengan keadaan elu." Sahut Ray memainkan ponselnya.


"Ray ...." Panggil Kenan masih dengan posisi menyandar sambil memejamkan mata.


"Apa ?" Sahut Ray masih memainkan ponselnya, sepertinya ia sedang berbalas pesan dengan Lani.


"Ray Gue minta, lu janji jangan ceritakan soal keadaan gue saat ini kesiapa pun, dan apapun hasil laboratorium gue mohon lu tetap merahasiakan semuanya." Ucap Kenan.


"Tapi Nan, Kam....


"Aku mohon Ray." Kenan langsung menyela ucapan Ray, beralih menatap sahabatnya itu dengan sarat akan permohonan.


"Gue nggak mau membuat mereka mengkhawatirkan keadaan gue, gue nggak sanggup melihat mereka bersedih, terlebih itu Diva." Lanjut Kenan.


"Ok Nan, gue janji, dan gue harap hasil tesnya tidak akan menyatakan penyakit apa-apa, gue yakin ini semua karena elu terlalu memporsir pekerjaan, jadilah elu langsung drop seperti ini." Ujar Ray berusaha membuang pikiran negatifnya.


"Mudah-mudahan saja yang lu pikirkan itu benar Ray." Sahut Kenan kembali memejamkan matanya.


"Nan, gue sholat magrib dulu, kalau ada apa-apa panggil gue." Ujar Ray beranjak dari tempat tidur.


Kenan mengangguk masih memejamkan matanya.


"Terimakasih ya Ray, lu sudah repot-repot, nemenin gue." Ucap Ray.


"Kayak siapa aja lu." Ujar Ray berjalan meninggalkan kamar Kenan.


Saat makan malam Ray geleng-geleng Kepala melihat Ray hanya makan dengan sedikit, Kenan merasa tidak nafsu makan.


Pagi-pagi Kenan bersiap-siap untuk berangkat sekolah, hari ini hari pertama ujian. Kenan sudah terlihat sehat dan baik-baik saja. Setelah bersiap-siap Kenan segera keluar kamar menuju meja makan untuk sarapan.


"Bagaimana keadaan lu sekarang ?" Tanya Ray saat Kenan mendudukan dirinya di meja makan.


"Sudah lebih baik." Jawab Kenan meminum susu yang sudah di siapkan bi'Ati.


"Lu nggak makan Ray ?" Ray kembali bertanya sambil mengernyitkan keningnya karena melihat Kenan hanya meminum susu.


"Nggak nafsu gue Ray." Jawab Kenan.


"Makan sedikit saja Nan, lu harus minum obat !" Ujar Ray sudah seperti emak-emak.


"Gue sudah sehat Ray, Gue tidak perlu minum obat lagi." Sahut Kenan datar kembali meminum susunya hingga tandas.


Ray tidak lagi menanggapi Kenan, kemudian melanjutkan sarapannya dengan tenang.


10 Menit kemudian Kenan dan Ray segera kesekolah, Kenan mengemudikan mobilnya dengan sedikit cepat karena mereka sudah agak kesiangan, takut akan terlambat.


Di Kota Z


Diva dan teman-temannya sudah berada di ruangan kelas bersiap menghadapi hari pertama ujian, dengan mata pelajaran BHS.Inggris. Lembar soal ujian sudah di bagikan oleh pengawas, para siswa-siswi berdoa sebelum memulai ujian mereka.


Setelah 60 Menit satu persatu siswa-siswi keluar meninggalkan ruangan tak terkecuali Diva CS.


"Raf, beneran jadi keluar negeri ?" Tanya Jova saat mereka sudah berada di kantin.


"Jadi." Jawab Rafa datar.


Semenjak kecelakaan, Rafa sekarang lebih banyak diam, lebih datar, dan juga dingin terhadap orang-orang yang tidak dekat dengannya.


"Lan, sepertinya lu juga harus kecelakaan dulu deh, supaya elu bisa kalem, seperti mereka berdua." Ujar Jova asal menunjuk Rafa dan Diva menggunakan dagunya, Ucapan Jova itu sukses menghadiahinya jitakan keras dari Lani.


"Ngapain lu jitak gue sih Lan." Pekik Jova sambil mengusap kepalanya.


"Kagak ada akhlak emang lu jadi sahabat." Omel Jova memajukan bibirnya.


"Itu sama saja elu ngedo'ain gue kecelakaan Siti." Lanjut Lani mengeratkan giginya kesal.


"Mungkin dia belum rela kalau elu bakal tunangan sama Ray Lan." Hera ikut menimpali. Dan di angguki semua sahabatnya kecuali Rafa.


"Bukan itu maksud gue Lan, tapi lu liat aja noh si Diva ama Rafa, setelah mereka kecelakaan mereka berdua lebih kalem, terlebih Rafa di sudah seperti Es kutub tau nggak, sebelas dua belas sama lakinya Diva." Terang Jova.


Rafa dan Diva yang mendengar penuturan Jova hanya geleng-geleng kepala dengan tersenyum simpul, tapi itu juga tidak bisa ia pungkiri toh kenyataannya memanglah seperti itu.


"O iya Raf, lu rencananya mau kemana?" Tanya Hera.


"Emang kenapa lu nanya-nanya, mau ikut lu." Ujar Lani.


"Papa gue maunya gue kuliah di luar negeri." Jawab Hera.


"Emangnya, lu rencananya kemana Raf?" Kiki mengulangi pertanyaan Hera tadi.


"New York." Jawab Rafa.


"Kalau elu Ra?" Diva balik bertanya kepada Hera.


"Gue belum tau Div, ini semua baru rencana papa gue, dia yang akan atur semuanya.


"Jadi kita bakalan kepisah-pisah dong, sedih hayati bang." Ujar Jova lebay.


"Diva, Lani ke kita Xx, Rafa, Hera ke luar negeri, terus gue ke Singapore, dan Kiki tetap di sini." Jelas Jova.


"Kita masih bisa komunikasi Jov, lu mau apakan itu sosmed lu." Sahut Kiki dan di angguki semua sahabatnya.


Kembali ke kota Xx


Setelah pulang sekolah Kenan langsung menuju rumah sakit, namun Ray tidak bisa menemaninya karena Ray mendapat telfon dari papanya, memintanya untuk segera pulang karena ada hal yang penting.


Ray ingin menolak panggilan papanya namun Kenan menyuruh Sahabatnya itu untuk pulang.


Saat sampai Rumah sakit, dengan perasaan yang tak karuan, detak jantung yang berdegup kencang menemani langkahnya menuju ruangan dokter Bayu, sebelumnya ia tanyakan kepada suster yang berjaga di meja resepsionis.


Saat sampai depan pintu yang bertuliskan nama dokter Bayu, Kenan mengatur nafasnya, mencoba untuk rileks dan tidak tegang, lalu mengetuk pintu bercat putih tersebut.


Tok...Tok....


"Masuk."


Kenan langsung masuk saat mendengar sahutan dari dalam.


"Selamat siang Dok." Sapa Kenan.


"Siang, silahkan duduk." Balas Dokter Bayu, mempersilahkan Kenan untuk duduk di kursi depan mejanya.


"Bagaimana keadaan kamu sekarang?" Tanya dokter Bayu.


"Sudah lebih baik dok, sakit dan pusing di kepala saya sudah tidak lagi, namun saat ini saya sering merasa nyeri di bagian pinggang belakang saya Dok." Terang Kenan.


Dokter Bayu hanya mengangguk mendengar penuturan Kenan, kemudian menghela nafas.


"Apa ada masalah yang serius Dok." Tanya Kenan mengernyitkan keningnya melihat ekspresi dokter Bayu.


Dokter Bayu tidak menjawab pertanyaan Kenan, kemudian sedikit memperbaiki posisi duduknya, dan mengambil amplop putih dari laci mejanya, dan memberikan kepada Kenan.


"Ini hasil tesnya, bisa kamu liat sendiri." Ujar dokter Bayu.


Kenan pun menerima dan membaca isi dari hasil lab tersebut, Kenan langsung melihat kearah dokter Bayu, seakan ia tak percaya dengan hasil tes tersebut.


Pikirannya langsung kepada sang istri, ia tidak tau harus bagaimana sekarang ini.


"Jadi benar dugaan saya akhir-akhir ini, apa ini artinya saya...?"


Kenan mengantungkan ucapannya menatap dokter Bayu seolah meminta pembenaran. Dan itu langsung di angguki oleh dokter.


Bersambung.......


Kira-kira Kenan kenapa 🤔🤔🤔


Jangan lupa tinggalkan jejak dukungan kalian.


Like


Coment


Vote


Salam sayang dari Author


🤗🤗🤗🙏🙏🙏❤️❤️❤️