Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 60


"Apa yang kalian lakukan?" Bentak seseorang dengan tatapan penuh kemarahan.


"Ka Arka ...


"Jadi ini yang elu lakukan, berani-beraninya lu ngekhianatin adek gue." Ucap Arka dengan emosi yang memuncak.


"Kak, aku bisa jelasin, ini tak seperti yang kakak liat, kakak salah paham." Ujar Kenan berjalan mendekat kearah Arka setelah tadi mendorong Disti sampai Disti tersungkur.


"Be****k." Arka langsung melayangkan tinjunya ke wajah Kenan."


"Apa yang kau lakukan?" Teriak Disti saat Arka memukul Kenan, Disti berusaha membantu Kenan agar berdiri, setelah tersungkur kelantai saat Arka memukulnya, Namun Kenan lagi-lagi menepisnya.


"Hebat kamu Nan, aku salut dengan sandiwara kamu selama ini, kamu berpura-pura, seakan-akan kamu sangat mencintai Diva, membuat kami semua bo**h karena mempercayaimu." Geram Arka geleng-geleng kepala.


"Mulai sekarang jangan pernah lagi kau menghubunginya, gue akan menceritakan semuanya, dan setelah ini tunggu surat perpisahan kalian, gue tidak akan sudih adik kesayangan gue jatuh ke tangan laki-laki br****k seperti kau ini." Ucap Arka semua dengan penuh penekanan, sambil menarik seragam Kenan.


Arka melepaskan cengkraman nya, dengan kasar membuat Kenan yang tidak memiliki keseimbangan kembali jatuh kelantai. Arka meninggalkan ruangan Kenan dengan membanting pintu sangat kasar, membuat mbak Lusi yang berada disitu terlinjang kaget sambil mengusap dadanya.


Disti mencoba memegang pundak Kenan namun Kenan kembali menepisnya.


Kenan beranjak lalu mencengkeram kuat pergelangan tangan Disti memutarnya lengan Disti kebelakang.


"Mulai sekarang kerjasama kita putus, gue akan segera mengembalikan semua kerugiannya, dan satu lagi perlu kau tau, papa kau itu tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan, dan hari dia pertama kerja dia akan dipecat, dan untukmu tunggu balasan apa yang akan kau dapat." Semua Yang di ucapkan Kenan penuh penekanan, dan semakin mencekam tangan Disti, mumbuat disti meringis kesakitan.


Kenan melepas kasar Disti hingga membuat Disti tersungkur. Kenan segera keluar dari ruangannya berniat mengejar kakak iparnya.


Sedangkan Disti mulai ketakutan dengan semua yang Kenan utarakan. Ia juga memikirkan nasib papanya, ia juga tidak menyangka kalau papanya bekerja di perusahaan keluarga kenan. Disti tau betul sifat Keluarga Al Fariziq, Jika sudah berkata seperti itu maka mereka tidak akan segan-segan menghancurkan orang yang berani mengusiknya.


Saat tiba di lobi Kenan sudah tidak lagi menemukan kakak iparnya, Kenan segera menghubungi Arka, tapi panggilannya selalu di tolak.


Ray mencoba menghubungi Ray meminta bantuannya untuk mencari keberadaan Arka, sebelumnya ia ceritakan semua kejadiannya.


Setelah menelpon Kenan langsung berlari keparkiran dimana motornya berada.


Sedangkan di sisi Arka, Arka terlihat sangat marah, Arka mencengkeram kuat kemudi mobilnya.


Arka segera kembali ke hotel di mana ia menginap selama dua hari ini.


Arka dan Vara memang sedang berada di kota Xx, Arka ditugaskan untuk menemui klaiyen, karena saat ini Ayah Fikram sedang kurang sehat, sekalian ia mengajak Vara istrinya hitung-hitung bulan madu mereka.


Setelah Pertemuannya selesai ia berniat mengunjungi adik iparnya yang ia tahu jam begini Kenan sedang berada di Office.


Sesampainya di hotel Arka langsung menuju kamarnya. Ketika sampai kamarnya Arka langsung masuk dengan wajah penuh amarah membuat Vara yang melihatnya bergidik. Siapa lagi yang membuat singa mengamuk seperti ini, Pikir Vara.


Vara mendekati suaminya yang duduk di sofa mengusap pelan punggungnya mencoba untuk meredakan amarahnya.


"Ada apa, Kenapa pulang-pulang langsung marah-marah seperti itu Hem.?" Tanya Vara lembut saat melihat Arka sudah lebih baik.


Arka menghela nafas mengeluarkan secara perlahan, setelah ia merasa lebih tenang Arkapun menceritakan semua kejadian dikantor Kenan.


"Kamu percaya Kenan seperti itu?" Tanya Vara menatap suaminya.


"Aku tidak tau Mi, aku tidak menyangka aja Kenan bisa berbuat seperti itu." Sahut Arka menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Makanya kamu dengarkan dulu penjelasan Kenan seperti apa, kamu jangan langsung mengambil kesimpulan hanya melihat kejadiannya, tanpa mendengar penjelasan Kenan terlebih dulu." Ucap Vara lembut.


Kemudian Vara meraih tangan suaminya itu di genggamannya mencoba menenangkan pikirannya.


"Kamu jangan sampai seperti dulu, kamu masih ingatkan, gara-gara kamu tidak membiarkan Kenan menjelaskan semua, Diva hampir saja .... Vara tak lagi melanjutkan ucapannya karena Arka langsung menutup mulut istrinya itu menggunakan telunjuknya, Arka tidak mau lagi mendengar Diva kalau Diva pernah meninggalkan mereka.


Vara memeluk suaminya itu membawa kepala Arka bersandar di bahunya.


"Aku tahu kamu sangat menyayangi Diva, tapi kamu juga memikirkan kebahagiaan nya, apa kamu pikir Diva akan merasa baik-baik saja jika mendengar suaminya itu sedang bermesraan dengan wanita lain, apalagi itu belum tentu benar." Ucap Vara.


Arka membaringkan dirinya di sofa berbantalkan paha Vara, Arka meraih tangan istrinya itu, terus ia ciumi, sedangkan Vara hanya tersenyum melihat tingkah suaminya itu sambil mengusap pelan rambutnya.


"Terimakasih karena kamu selalu berada disamping aku Mi, selalu mengingatkan ku saat aku dikuasai amarah ku sendiri." Sahut Kenan lalu memeluk pinggang istrinya itu.


"Iya, karena itu sudah menjadi kewajiban aku sebagai istri, aku harus selalu melengkapi semua kekurangan dirimu, begitupun kamu yang selalu membahagiakan ku, aku tidak akan pernah lelah untuk mengingatkan mu jika jiwa singa suamiku ini muncul." Ucap Vara dengan sedikit candaan di akhir kata-katanya.


"Sekarang kamu hubungi Kenan, aku yakin dia sangat khawatir dengan masalah ini." Ujar Vara sedikit melepas pelukan Arka.


"Tapi Pi...Dia ak....


Ucapan Vara terputus saat suara bel kamar hotel mereka berbunyi.


"Apa aku bilang Mi, kamu jangan meremehkan kekuasaan Kenan di kota ini." Sahut Arka baranjak duduk.


"Aku akan mengerjainya sedikit, sekarang tolong kamu buka pintunya Mi !" Ucap Arka tersenyum menyeringai.


Vara segera berdiri lalu berjalan kearah pintu, saat ia membuka pintu, benar saja Kenan juga Ray sudah berada di depannya, dengan sudut bibir sedikit mengeluarkan darah. Vara yakin kalau itu perbuatan Suaminya.


"Kak apa kami boleh masuk, saya harus ketemu dengan kak Arka." Sahut Kenan.


"Ada apa lagi kau ingin menemuiku, apa kau masih belum puas dengan pukulan gue." Sahut Arka yang tiba-tiba berada di belakang Vara.


Sedangkan Vara hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya itu, Ray jangan di tanya ia sudah mergidik ngeri melihat tatapan tajam Arka kepada sahabatnya itu.


Sedangkan Kenan yang di tatap seperti itu, hanya biasa-biasa saja.


"Kak, aku bisa jelasin semua, dia klaiyen aku, dia desainer, yang sudah memasok rancangannya ke outlet kami, aku juga tidak tau kalau ternyata dia bisa berbuat senekat itu, di saat ia mencoba memelukku kebetulan kak Arka tiba-tiba masuk.


Tapi kak Arka tenang saja, aku sudah membereskan nya, dan aku jamin dia tidak akan berani mengusik hubungan aku lagi bersama Diva." Terang Kenan namun wajah masih datar.


Arka berdecak dalam hati, bisa-bisanya Kenan masih berwajah datar seperti itu, walau dirinya sedang dalam masalah besar.


"Gue tidak percaya, lebih baik sekarang kalian pergi dari sini." Sahut Arka, ingin menutup pintu kamarnya, Namun Kenan buru-buru menahannya, langsung melangkah masuk begitu saja.


Ray yang melihat kelakuan Kenan sedikit kaget, dia tidak habis pikir dengan sahabatnya itu, bisa-bisanya ia mengusik singa yang dalam mode on mengamuk.


Sedangkan Arka dibuat melotot tingkah adik iparnya.


"Kamu sepertinya kalah garang dengan adik ipar Pi." Bisik Vara terkekeh lalu masuk menyusul Kenan sedang duduk santai di sofa.


"Setuju tidak setuju saya akan membawa istri saya jauh dari negara ini, kami akan memulai kehidupan kami, tanpa ada gangguan seperti kejadian tadi." Ujar Kenan datar saat Arka dan Ray sudah duduk di sofa.


"Benar-benar kamu Nan, saya pikir kamu diam-diam begitu ternyata sangar juga." Ucap Arka geleng-geleng kepala.


"Maksud Kakak apa?" Tanya Kenan.


"Aku sudah tau, soal kelicikan wanita ular tadi." Sahut Arka berbohong karena ia tidak mau Kenan mengira kalau Arka benar-benar percaya akan penjelasan Kenan.


"Tapi kamu tidak perlu membawa Diva kemana-mana." Lanjut Arka tak kalah datar.


"Siapa juga yang mau bawah, orang gue mau bawah dia berlibur doang saat ujian kita selesai." Sahut Kenan santai.


Vara dan Ray seketika tertawa menertawakan Arka yang menurut mereka telah dikerjain oleh Kenan.


Sedangkan Arka mendengus kesal, lalu melempar Kenan menggunakan botol minum. Kenan yang dilempar hanya tersenyum samar lalu kembali kemuka datarnya.


"Uh ... hwekk .... Tiba-tiba Vara berlari kekamar mandi karena marasakan mual.


Bersambung......


jangan lupa tinggalkan jejak


Like


Coment


Vote


Mampir juga kekarya aku


KINARA OF JOURNEY


salam sayang dari Author amatir


🙏🙏🙏🤗🤗🤗🤗