Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 75 Season 2


Dor...Dor...Dor...


Kenan langsung jatuh terkapar dengan darah bercucuran dari bagian dada kirinya, begitupun dengan Disti jatuh di dekat Kenan dengan darah yang tak kalah banyak yang keluar dari bagian perutnya yang terkena tembakan dari polisi di saat bersamaan ia melepaskan timah panasnya ke Kenan. Pak Anton yang melihat jatuh terkapar langsung menghampirinya dan memangku kepalanya.


"Bertahanlah tuan !!" Seru Pak Anton menahan aliran darah yang terus keluar dari dada Kenan menggunakan jasanya yang sudah ia lepas.


"P...pa...kk to...tol..ong cari ist...tri dd...aannn... aann....aaakkk saya pak." Ucap Kenan terbata dengan nafas tersengal-sengal.


"Baik tuan, saya akan mencari mereka tapi saya mohon bertahanlah demi mereka, apakah tuan mau membuat non Diva meresakan apa yang pernah ia rasakan saat tuan koma dulu, kumohon bertahanlah !!" Ucap Pak Anton tak terasa air matanya menetes karena ia tak tega melihat keadaan bosnya itu.


Kenan hanya tersenyum, perlahan-lahan Kenan menutup matanya sambil meringis kesakitan.


"Tuan...Tuan... jangan sampai tuan menutup mata tuan, kita akan segera ke rumah sakit ku mohon bertahanlah !!" Pak Anton menepuk-nepuk pipi Kenan dengan sedikit keras, ia tak mau sampai Kenan menutup matanya.


"Bayu... Bayu... Cepat bantu saya membawanya kerumah sakit !!" Teriak Pak Anton kepada salah satu pengawalannya.


pengawal yang bernama Bayu itupun dengan cepat mengangkat bosnya itu di bantu oleh salah satu rekannya.


"Pak, tolong urus semuanya, saya akan membawa tuan Kenan kerumah sakit, jika ada yang perlu di tandatangani hubungi saya saja pak !!" Ujar Pak Anton kepada komandan polisi yang ikut bersamanya, setelah mengatakan itu ia segera menyusul Kenan.


Sedangkan nasib Disti sekarang ia sudah ikut tak sadarkan diri, pihak polisi dan beberapa pengawal turun membantu untuk mengevakuasi tubuh Disti, Disti langsung di bawah kerumah sakit tahanan, di sana juga memiliki dokter yang profesional dan fasilitas lengkap.


🍀🍀🍀


Sekitar hampir 1 jam perjalanan kini Pak Anton dan yang lainnya tiba di rumah sakit, disana sudah ada Sarla yang menunggu karena sebelumnya Pak Anton sudah menghubunginya untuk mengurus semua administrasi di rumah sakit, agar Kenan cepat di tangani.


Tubuh Kenan di dorong langsung masuk ruang operasi, jangan di tanya lagi kenapa bisa seperti itu, karena Sebelumnya pak Anton berbicara dengan dokter yang sudah di siapkan Sarla sebelumnya mengenai keadaan Kenan dan luka tembaknya tepat di bagian dada sebelah kiri.


"Nona, ini ponsel milik tuan, saya titip sebentar saya ingin ke toilet untuk membersihkan pakaian saya !" Seru pak Anton memberikan ponsel Kenan dan juga dompetnya, setelah keduanya berada di depan ruang operasi.


"Baik pak, bagaimana jika ada yang menghubungi, apa perlu saya menjawabnya ?" Tanya Sarla.


"Di jawab saja nona, siapa tau saja itu dari suruhan kami atau itu dari non Diva." Ujarnya lalu pamit ke toilet.


Saat Sarla duduk di kursi tunggu, ponsel Kenan berdering tanda panggilan masuk, namun nomor tersebut tidak terdaftar dalam kontak Kenan.


Sarla pun langsung menggeser tombol hijau di layar ponsel Kenan.


📞 "Hallo... Hallo.... Hallo maaf dengan siapa saya bicara ?" Sarla terus berkata Hallo karena tak ada sahutan dari seberang telpon. Tak lama panggilan itupun terputus, Sarla hanya menaikkan kedua bahunya.


"Mungkin hanya salah sambung." Gumam Sarla kembali memasukkan ponsel Kenan kedalam tasnya.


🍀🍀🍀


Sedangkan di tempat lain, Diva hanya tersenyum getir mengingat siapa yang menjawab panggilan telepon yang di tujukan Kenan.


Diva merasakan sesak di dadanya, ia mendengar suara wanita yang menjawab telponnya dan ia yakin kalau itu adalah Sarla.


"Kenapa kamu sudah menghubunginya sayang ?" Tanya bunda Hani yang baru keluar dari mini market yang ada di kecamatan.


"Sudah Bun." Sahut Diva dengan senyum sedikit ia di paksakan.


"Bagaimana apa dia baik-baik saja ?" Tanya Bunda Hani lagi Diva hanya mengangguk sebagai jawabannya.


"Apa bunda bilang itu hanya perasaan mu saja, mungkin karena bawaan hamil."


"Ya sudah lebih baik kita cepat pulang, jangan lupa kartu simnya dibuang !!" Tambah Bunda Hani.


Diva dan bunda Hani langsung pulang menggunakan kendaraan umum, Diva sengaja ingin menggunakan kendaraan umum agar ia memiliki alasan jika ia terlambat pulang.


Dalam perjalanan Diva terus memikirkan suara yang telah menjawab panggilannya.


"Aku sudah benar-benar yakin untuk mengakhiri semuanya Nan, kamu tak sedikitpun memikirkan kami, kamu benar-benar melupakan kami Nan, semoga kamu bahagia bersamanya." Diva terus membatin dengan sesak yang teramat di dadanya, tapi sebisa mungkin ia menahan tangisannya, ia tidak mau keluarganya mengetahui hal ini karena itu bisa membuat keluarganya tambah membenci Kenan, terutama ayah dan kakaknya yang terlanjur kecewa dengan sikap Kenan.


🍀🍀🍀


Di kota Z


Pak Salman dan Bunda Vivian belum menyadari kepergian besan sekaligus sahabatnya itu, karena sejak kemarin ia belum menemui mereka karena kesibukannya di perkebunan yang mengalami sedikit masalah.


Siang itu terlihat Pak Salman dan Bunda Vivian menyantap makan siang mereka, bunda Vivian sejak tadi merasakan perasaan yang sangat aneh, ia merasa tak tenang dan gelisah.


"Perasaan aku tidak enak Yah, aku takut terjadi sesuatu dengan anak-anak di kota Xx, dari aku mencoba menghubungi Diva namun sama sekali tidak bisa dihubungi, aku hubungi Kenan sejak pagi dia juga tak menjawab panggilan dariku." Jelas Bunda Vivian gelisah.


"Coba teruskan dulu makannya, nanti ayah yang menghubungi Pak Anton untuk menanyakan semuanya." Ujar Pak Salman dan langsung di angguki bunda Vivian.


Sekitar lima belas menit Pak Salman dan Bunda Vivian menyelesaikan makanannya, kemudian mereka pindah keruang tengah.


"Yah, cepat hubungi Pak Anton !!" Seru Bunda Vivian sudah tak sabar.


"Iya Bun ini juga ayah mau menghubunginya." Ujar Pak Salman menempelkan ponselnya ke telinganya.


Tak lama panggilannya pun langsung di jawab oleh Pak Anton.


📞 "Assalamualaikum, Pak Anton." Ucap Pak Salman.


📞 "Walaikumsalam Tuan." Jawab pak Anton ia bingung harus mengatakan apa kepada majikannya itu.


📞 "Pak apa Kenan dan keluarganya baik-baik saja ?" Tanya Pak Salman to the poin.


📞 "An...anu tuan...Tuan Kenan sedang dalam tidak baik-baik saja, ia terkena luka tembakan." Jelas Pak Anton takut-takut.


📞 "Apa...?" Pak Salman sedikit berteriak membuat bunda Vivian ikut tersentak.


📞 "Iya tuan, sebaiknya tuan dan nyonya kesini, karena keadaan sekarang kacau tuan, nanti setelah tuan kesini akan saya jelaskan semuanya tuan, tapi alangkah baiknya jika tuan kerumah tuan Fikram terlebih dahulu untuk memberitahukan akan hal ini." Ujar Pak Anton.


📞 "Ada apa sebenarnya ?" Pak Salman penasaran apa yang telah terjadi.


📞 "Non Diva pergi dari rumah tuan ia membawa serta tuan muda, non Diva di bawah oleh Tuan Arka." Jelas Pak Anton.


📞 "Pergi ? Bagaimana bisa Diva pergi ?" Pak Salman lagi-lagi di kagetkan dengan berita yang ia dapatkan.


📞 "Ceritanya panjang tuan, nanti setelah tuan sampai saya akan menceritakan semuanya." Sahut Pak Anton.


📞 "Baiklah, sekarang juga saya kesana, saya akan lewat jalur darat, karena penerbangan ke kota Xx paling cepat sebentar malam." Jelas Pak Salman langsung menutup telponnya.


"Bun, sekarang juga kita kerumah Salman setelah itu kita berangkat ke kota Xx !!" Seru pak Salman lalu memanggil sopirnya.


"Ada sebenarnya Yah, apa yang telah terjadi ?" Bunda Vivian sudah terlihat khawatir dan juga panik.


"Kenan sekarang berada di rumah sakit, dan menantu dan cucu kita pergi dari rumah." Ucap Pak Salman membuat bunda Vivian langsung lemas seketika mendengar kabar tersebut.


"Bun, sebaiknya kita kerumah Fikram sekarang, kita mengabari akan hal ini karena ayah yakin dia juga tak mengetahui akan hal ini."


"Aku ambil tas dulu yah." Ujar Bunda Vivian kemudian berjalan masuk ke kamarnya.


"Sekalian dengan dompetku Bun !!" Seru pak Salman sedikit meninggikan suaranya.


🍀🍀🍀


Setibanya di rumah pak Fikram, pak Salman langsung turun, dan langsung masuk kedalam, karena sudah terbiasa seperti itu.


"Tuan, apakah tuan ingin menemui Tuan ?" Tanya salah satu Art di rumah itu.


"Iya, apakah dia ada dirumah ?" Tanya pak Salman.


"Maaf tuan, tapi sejak tadi malam Tuan dan Nyonya pergi dengan terburu-buru tuan, tuan tampaknya sangat marah." Jelas art tersebut.


"Apakah dia mengatakan akan kemana?"


"Tidak Tuan, bahkan mereka pergi menggunakan mobil sewaan tuan." Jelas art lagi.


"Baiklah Bi, biar nanti saya menghubunginya, kalau begitu saya permisi." Ujar Pak Salman lalu oergi dari rumah besannya tersebut.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak Like, Komen, dan vote untuk Author, agar authornya tetap semangat nulis walaupun authornya akhir-akhir ini sedang sibuk di dunia nyata.


Terimakasih 🙏🙏🤗🤗❤️❤️❤️