
"Bagaimana keadaan dan kandungannya dok ?" Tanya Rendra khawatir di angguki Nendra.
Iya, saat ini Enzy sudah di baringkan ke tempat tidurnya dikamar, untung saja, Rendra dan Nendra datang tepat waktu, sehingga Enzy tak sampai terjatuh, hingga bisa membahayakan kandungannya.
Karena sebelumnya Enzy memang sudah menghubungi saudara kembar tersebut, ia ingin menceritakan semua masalahnya, pada sahabatnya itu.
"Syukurlah dia dan kandungannya tidak terjadi apa-apa, tapi hanya saja, jangan biarkan ia stres, atau banyak kegiatan diluar sehingga membuatnya kelelahan, karena itu bisa mempengaruhi kandungannya, ternyata kandungannya lemah, ditambah lagi dia kelelahan dan itu membuatnya semakin lemah." Jelas dokter yang memeriksa Enzy, bahkan Enzy belum sadarkan diri juga.
"Kalau begitu, saya permisi dulu, resep obat dan vitaminnya agar segera ditebus, dan berikan dia secara teratur !" Pamit dokter.
"Baik dok, mari kami antar sampai ke depan." Ujar Nendra.
Setelah kepergian dokter juga si kembar, Enzy mulai tersadar, perlahan ia membuka matanya, memegangi kepalanya yang terasa pusing dan berat.
Enzy bangun, lalu bersandar di kepala tempat tidur, Enzy beralih mengusap lembut perutnya.
"Maafkan mommy sayang, mommy sampai tak memikirkan mu, sampai kamu jadi terancam tadi." Ucao Enzy berbicara pada anaknya yang masih dalam kandungan.
Air mata Enzy kembali keluar di saat ia kembali teringat dengan apa yang ia lihat dicafe tadi.
"Sudah gak usah dipikirkan !" Ucap Rendra yang datang tiba-tiba membawa sepiring makanan juga segelas susu.
"Iya Rend, sorry ya, aku merepotkan kalian." Ucap Enzy tersenyum.
"Kayak siapa aja, gak usah gak enak seperti itu, gue juga Nendra ikhlas kok bantuin kamu, kamu itu bukan hanya sahabat kamu, tapi juga saudara kami." Ucao Rendra.
"Terimakasih, tapi Nendra kemana ?" Sahut Enzy lalu menyatakan Nendra karena tak melihatnya.
"Dia ke apotik depan, dia mau menebus obat kamu." Jawab Rendra.
"Nih, makan dulu, kamu pasti belum makan kan ?" Rendra kemudian memberikan sepiring makanan lengkap dengan lauk pauknya.
"Aku sudah makan tadi Rend, sekarang aku lagi gak nafsu." Enzy menolak makanan yang di berikan Rendra.
"Dikit doang, ini sudah hampir dini hari, kamu harus makan, setelah itu minum obat nanti, jangan keras kepala !" Ujar Rendra tak ingin dibantah.
Enzy tak bisa lagi menolaknya, ia langsung makan tanpa sisa, lalu meminum susunya hingga habis. Tak lama Nendra datang membawa sekantong obat, Nendra langsung memberikan itu pada Enzy dan langsung menyuruhnya untuk diminumnya, tanpa menolak Enzy pun dengan segera meminumnya.
"Sekarang kamu istirahat, besok saja kita bicarakan masalah kamu !" Seru Nendra.
"Tapi aku sudah gak bisa tidur." Sahut Enzy.
"Nzy, kamu jangan keras kepala, apa kamu ingin terjadi apa-apa dengan kandungan kamu !" Timpal Rendra.
"Tapi Rend, Nend, aku benar-benar gak bisa tidur, dan yakinlah aku merasa lebih baikkan sekarang." Kekeh Enzy.
"Lalu bagaimana ?" Tanya Rendra kemudian.
"Gak tahu Rend, aku masih bingung." Jawab Enzy menatap lurus kedepannya.
"Nzy, begini ya, gue gak bermaksud untuk memperkeruh masalah kalian, tapi perlu kamu tahu, gue juga Rendra pernah melihat Khay di mall, bersama dengan gadis itu, sepertinya dia masih SMA, dan dilihat dari seragamnya dia sekolah di yayasan milik papi." Jelas Nendra.
"Kapan kamu melihatnya mereka ?" Tanya Enzy penasaran.
"Sekitar beberapa minggu yang lalu, tapi yang aku lihat Khay berusaha menghindari gadis itu, dan mencoba untuk menjelaskan sesuatu, tapi gadis itu ngeyel tak mau mendengarkan." Terang Nendra.
"Apa yang mereka bicarakan ?"
"Kami juga kurang tahu sih Nzy, soalnya kami cukup berada jauh dari mereka, tapi yang kami lihat, Khay berusaha untuk menghindarinya." Timpal Rendra menjelaskan.
"Gue harus temui gadis itu." Ujar Enzy dengan kilatan mata tajam, membuat Rendra dan Nendra sedikit bergidik melihatnya.
"Apa yang ingin kamu lakukan dengan gadis itu ?" Tanya Rendra.
"Kita lihat saja nanti, apa yang bisa aku lakukan." Jawab Enzy.
"Tadi kamu bilang dia sekolah di yayasan uncle Ray kan ?" Tanya Enzy di angguki si kembar secara bersamaan.
"Itu berarti Kia mengetahui gadis itu." Ucao Enzy.
"Tapi Kia tidak ada disini, dan setau kami dia juga siswa baru disana, dia terkenal introvet pada teman-teman sekolahnya." Jelas Nendra.
"Kia tidak ada disini, tapi teman Kia, masih ada disekolah itu, bukan ?" Enzy menyeringai.
"Maksudnya ?" Rendra dan Nendra semakin bingung dibuatnya.
"Prilly, dia teman dekat Kia di sekolah, dia bisa membantu kita, menemui gadis itu." Terang Z
Enzy.
"Bagaimana kita menemui Prilly, apa kamu tahu nomornya ?"
"Astaga Rendra, kamu sekolah tinggi-tinggi apa yang kamu dapat sih, kok kamu makin to*"l sih ?" Jengah Enzy meraih ponselnya yang ada di atas nakas.
Enzy menghubungi adik iparnya itu. Karena sudah larut malam, Kia lama baru menjawabnya.
📞 "Hallo siapa sih ganggu aja tengah malam begini ?" Tanya Kia diseberang sana dengan suara bangun tidur.
📞 "Astga kak Enzy ngapan nelpon malam-malam begini, apa kakak sudah ingin melahirkan ?" Kia terdengar kaget diseberang sana.
📞 "Ngaco aja kamu Ki, mana ada mau melahirkan, belum juga sembilan bulan." Ucao Enzy merasa lucu dengan kepanikan adik iparnya itu.
📞 "Ki, kakak mau minta tolong dong, kakak mau minta nomor ponsel Prilly teman kamu." Jelas Enzy kemudian.
📞 "Ngapain kak, ada masalah apa ?" Tanya Kia.
📞 "Kamu kenal siswi yang bernama Sita di sekolah kamu yang dulu, tidak ?" Jelas Enzy.
📞 "Sepertinya gak ada yang bernama Sita yang aku kenal deh kak, emangnya ada apa ?"
📞 "Sepertinya kamu emang kenal, dia siswi baru soalnya, dia orangnya introvet juga, katanya." Jelas Enzy.
📞 "Oh, kalau siswi baru yang introvet itu aku tahu kak, tapi hanya sekedar tahu doang sih." Sahut Kia.
📞 "Ya sudah aku minta nomor Prilly aja deh, bisa kan ?"
📞 "Iya kak, entar aku kirim buat kakak."
📞 "Ya sudah, kalau gitu aku tutup ya Ki, maaf karena telah menganggumu malam-malam begini." Ucap Enzy.
📞 "Iya kak, gak apa-apa, salam sama ayah, bunda, juga bangkhay." Ucap Kia. kemudian panggilan keduanya terputus.
"Beres." Ucap Enzy tersenyum.
Tak lama ponselnya berbunyi tanda notif masuk, dan itu dari Kia, mengirimkan nomor kontak Prilly, karena semenjak Kia di berikan kebebasan bersama Kavi, Kenan kembali mengembalikan ponsel lamanya, sehingga Kia bisa kembali berkomunikasi dengan teman-temannya yang berada di kota Xx.
...----------------...
Ke esokannya di kediaman Kenan.
Terlihah Khay menuruni anak tangga, menuju meja makan, dimana Kenan dan Diva sudah ada disana, untuk sarapan.
"Loh, bang, Enzy mana ?" Tanya Diva tak melihat menantunya.
Khay terdiam tanpa menjawab pertanyaan bundanya, membuat Kenan dan Diva kompak saling tatap.
"Bang, jawab dengan jujur kemana istri kamu, apa kalian bertengkar ?" Tanya Kenan tegas.
Khay masih diam, sedikit menundukkan wajahnya.
"Bang, ayah tanya sekali lagi, dimana istri kamu ?" Kenan mengulangi pertanyaannya, dengan suara yang meninggi.
"Ma...maaf Yah, Bun, tapi semalam Enzy pergi dari rumah, dia marah sama aku Yah, Bun." Khay menjawab pada akhirnya, tak berani menatap kedua orangtuanya yang berada di sebelah dan didepannya itu.
"Apa ? Pergi ! Pekik Diva menutup mulutnya.
"Kesalahan apalagi yang sudah kau perbuat, tidak mungkin istrimu pergi saat malam begitu, apalagi ia sedang hamil, jika kamu tak berbuat masalah." Sahut Kenan.
"Yah, aku keluar menemui Sita, adiknya Alex teman lama ku dulu." Jawab Khay.
"Sita ? Ada hubungan apa kau dengar gadis itu, apa kamu berbuat macam-macam ?" Tanya Kenan mulai geram dengan putranya itu.
"Abang ceritakan yang sebenarnya apa yang telah terjadi, dan jelaskan juga mengenai gadis itu, karena bunda yakin, Enzy pergi karena itu kan ?" Seru Diva.
Khay pun menceritakan soal Sita yang pernah menjadi kekasihnya dulu, dan bagaimana hubungan mereka dulunya, sampai Sita memutuskannya sepihak tanpa alasan yang jelas, sehingga Minggu ini, bahkan kurang lebih dua bulan, Khay dan Sita kembali bertemu, dan Sita memintanya untuk kembali, bahkan Sita nekad menghubunginya dan menganggunya, bahkan Sita berencana untuk merebut Khay kembali, sampai Enzy melihatnya semalam bertemu dengan gadis itu.
"Khay, perlu ayah beritahu kamu sekarang, jika ada sesuatu masalah dalam hubungan itu, kita perlu berkata jujur, sepahit apapun itu, ayah sudah pernah melewati hal bodoh seperti itu dulu, sampai sekarang pun ayah masih menyesalinya, jangan sampai kamu juga akan menyesal pada akhirnya, jadi ayah mau, kamu segeralah selesaikan masalahmu, jelaskan pelan-pelan agar istrimu mau mendengarkan mu, mengerti ?" Ucap Kenan menasehati putranya.
"Iya Yah, masalahnya aku tidak tahu sekarang Enzy ada dimana, sejak semalam aku menghubunginya tapi dia tak mau menjawabku." Terang Khay.
"Maka dari itu, kamu gunakan otak kamu, bagaimana caranya kamu bisa menemukan istri kamu itu, kamu sudah dewasa Khay, sudah seharusnya kamu mandiri, jangan apa-apa selalu berharap pada ayah, ayah mau kamu juga bisa mandiri, bijaksana, dan bisa membinah rumah tanggamu sendiri, karena tidak semuanya ayah akan bisa bantuin kamu." Ujar Kenan.
"Tapi Yah, aku benar-benar butuh bantuan ayah." Pinta Khay.
"Tidak Khay, kamu urus sendiri masalah kamu ! Kamu tidak tahu, dulu ayah bahkan jauh lebih muda darimu, tapi ayah bisa menyelesaikan masalah ayah sendiri, bahkan ayah sampai hampir kehilangan bunda kamu untuk selamanya waktu itu, hanya karena kesalahpahaman, jadi sebelum masalah kamu membesar, segeralah selesaikan, dan bijaklah dalam bertindak ?!" Jelas Kenan menepuk punggung putranya itu.
"Baiklah Yah, aku akan mencoba mencarinya, mudah-mudahan saja Enzy mau mendengarkan ku, dan mau kembali kerumah." Sahut Khay.
"Ya sudah, sekarang kamu makan sarapan kamu, dan bawalah menantu, dan calon cucu bunda segera kembali !" Timpal Diva.
Bersambung...........
Jangan pernah lupa selalu tinggalkan jejak Like, Komen, dan Vote nya...
Mampir juga ke karya aku lainnya
***DENDAM MEMBAWA CINTA.
...TERIMAKASIH...
...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏***...