Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 67 Season 3 ( Next Generatoin )


Kini mereka sudah berada di salah satu restoran bernuansa Jepang, tapi di restoran tersebut tidak hanya menyajikan hidangan Jepang, namun berbagai jenis makanan lokal ataupun eastern.


"Apa kalian ingin memesan yang lain ?" Tanya Rendra memberikan buku menu pada Clarie yang kebetulan duduk berdekatan. Nendra juga sudah ikut bergabung setelah tak lama mereka tiba di restoran.


"Semua makanan disini enak-enak, gue sering makan disini." Ujar Rendra lagi pada Clarie.


"Emm... Apa hidangan spesial mereka" Tanya Clarie melihat-lihat menu.


"Makanan Jepang, salah satu makanan favorit Enzy disini." Jelas Rendra menunjukkan salah satu menu yang ada di buku.


"Sepertinya aku lebih memilih memesan makanan lokal saja, yang ini !" Seru Clarie menujuk salah satu menu.


"Ok !" Sahut Rendra, lalu memberitahu pada pelayan yang masih setia berdiri di sana, menunggu tambahan pesanan mereka.


Setelah semua memesan makanan yang di inginkan, pelayan itu pergi.


"Ngomong-ngomong Khay, apa kamu sudah membuka kado yang aku berikan ?" Tanya Clarie.


"Sudah, tapi aku harap kamu tidak lagi memberiku hadiah seperti itu." Sahut Khay datar.


"Jangan menolak hadiah ku Khay, aku sudah melakukan ini sejak dulu !" Seru Clarie.


"Tapi itu dulu Khay, sekarang semuanya sudah berubah, kalau pun bisa kamu lebih baik tidak memberiku apa-apa, aku tidak ingin istriku salah paham dengan sikapmu itu." Jelas Khay.


"Baiklah jika itu mau kamu Khay, tapi aku akan tetap melakukan kebiasaan yang sudah aku lakukan sejak dulu, aku tidak peduli kamu mau menerima dan membuangnya, itu terserah kamu." Ujar Clarie tetap kekeuh.


Rendra dan Nendra yang melihat situasi sedikit dingin, mencoba untuk mencairkan suasana sedangkan Enzy dari tadi hanya diam mendengarkan perbedaan Khay dan Clarie.


"Enzy gue pesan Sashimi dengan saus pedas untukmu, itu hidangan yang kau suka kan di restoran ini." Ucap Nendra.


"Terlihat sangat lezat...Tapi....sayang sekali, Khay tak bisa memakan itu." Sahut Clarie melihat makanan yang baru saja di antar pelayan tersebut.


"Cobalah ! Itu tidak terlalu pedas." Imbuh Enzy pada Khay.


"Khay tidak memakan makan mentah atau pedas." Timpal Clarie seolah-olah ia mengenal Khay lebih jauh, dari pada Enzy.


Sedangkan Enzy yang mendengar seruan Clarie, menoleh menatap Khay tajam.


"Benar begitu ? Aku sama sekali tak mengetahui kalau kamu sebenarnya tak menyukai makanan seperti itu." Ucap Enzy menekankan perkataannya.


"Bukan begitu, hanya saja tidak semua makanan mentah aku bisa makan." Sahut Khay mencoba meyakinkan istrinya yang sudah terlihat jelas kilatan amarah dimatanya.


"Hah ? Bukannya kamu benar-benar tidak bisa memakan makanan seperti itu, apapun jenisnya, kamu pasti akan memuntahkannya, bukan ?" Sahut Clarie lagi.


Enzy semakin marah mendengar semua yang di ucapkan Clarie, Enzy merasa Khay telah membohonginya, karena beberapa hari yang lalu saat Enzy mengajak Khay makan di restoran Jepang, Khay sama sekali tak mengatakan apapun, bahkan Khay terlihat memakan makanan yang di berikan Enzy saat itu, walaupun hanya dua suap tapi Khay terlihat menikmati, menurut Enzy.


"Clarie sudah cukup !" Seru Khay meninggikan nada bicaranya.


"Apa aku melakukan kesalahan lagi, aku bahkan sudah menjaga jarak darimu, bukan ?" Sahut Clarie santai tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Aku bilang stop Clarie, kamu sudah sangat banyak bicara !" Seru Khay mulai kesal menatap tak suka pada gadis itu.


"Tapi sungguh Khay aku tak mengerti." Ujar Clarie sengaja bersikap seperti orang bodoh.


"Aku akan pergi, silahkan nikmati makanan kalian !" Ucap Enzy langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.


Saat Khay akan mengejarnya, namun dengan cepat Clarie menahannya.


Saat tiba di depan Enzy menghentikan taksi, yang kebetulan lewat, saat akan masuk ke dalam taksi tiba-tiba lengannya di tarik oleh seseorang, Enzy menoleh dan kaget melihat siapa orang yang telah menahannya, kemudian Enzy menatap jengah orang tersebut.


"Sedang apa kau disini ?" Tanya Enzy menatap malas Clarie, yang sudah berani mencegahnya.


"Apa kamu sedang baik-baik saja ?" Clarie malah balik bertanya dengan tatapan mengejeknya.


"Emm....Bahkan aku sangat baik dari sebelumnya." Sahut Enzy tak mau kalah, ia tetap bersikap seperti Enzy yang angkuh dan sombong, sebenarnya Enzy sangat geram ingin menghajar gadis di hadapannya itu, namun ia teringat kalau gadis centil itu adalah anak dari aunty Jova dan uncle Noval, selaku sahabat dari mendiang orangtuanya, bahkan mereka juga termasuk menggantikan kedua orangtuanya.


"Apa kamu tahu, aku sangat menyukai suamimu, ya.. walaupun akhir-akhir ini dia bersikap dingin padaku, tapi aku yakin, dia tidak akan tega menjauhiku, karena dia selalu menganggapku adiknya, dan aku akan memanfaatkan itu untuk mendapatkannya." Ucap Clarie panjang lebar.


"Satu lagi, aku hampir mengatakan ini padamu ( Clarie mendekat pada telinga Enzy lalu berbisik ) Aku dan dia sudah pernah berciuman." Bisik Clarie kemudian menarik dirinya, sedikit menjauh.


Sementara Enzy mengepalkan tangannya, wajahnya memerah karena emosi yang memuncak, namun ia tetap berusaha menahannya.


Clarie yang melihat perubahan wajah Enzy tersenyum miring, lalu pergi meninggalkan tersebut, kembali ke dalam restoran.


...----------------...


Sore harinya, Khay baru pulang, saat masuk Khay mendapati Enzy duduk diruang tengah sambil menonton drama China kesukaannya, namun saat Enzy melihat kedatangan Khay buru-buru ia mematikan televisi, lalu pergi menuju kamarnya tanpa mempedulikan Khay. Khay yang melihat sikap istrinya itu, menghembuskan nafas beratnya, kemudian menyusulnya dengan langkah seribu.


"Enzy ada apa denganmu ? Bicaralah padaku." Seru Khay saat ia berhasil menyusul Enzy yang baru saja membuka pintu kamar.


"Bicaralah padaku !" Imbuh Khay sedikit menunduk, melihat Enzy yang sejak tadi tak ingin menatapnya.


"Aku tak ingin mengatakan apapun padamu." Sahut Enzy berusaha menahan kekesalannya.


"Maafkan aku jika aku tidak memberitahumu kalau aku tidak bisa makan makanan seperti itu." Ucap Khay.


"Kenapa kamu tidak memberitahuku ?" Tanya Enzy mulai memberanikan diri mengangkat kepalanya melihat suaminya.


"Sebenarnya, tidak semua mak....


"Jangan berbohong lagi padaku Khay, sudah cukup dengan semua yang telah kamu lakukan, aku tahu kamu tidak bisa dan menyukai makan mentah apapun jenisnya." Seru Enzy cepat menyelanya, mata Enzy sudah sangat memerah dengan emosi yang mencuat, karena lagi-lagi Khay mau membohonginya.


"Kamu benar, aku tidak bisa dengan makanan seperti itu." Sahut Khay melemah.


"Lalu kenapa kamu tidak memberitahuku waktu itu, hah ?" Geram Enzy tak bisa lagi menahan amarahnya, sampai-sampai Enzy menarik kasar kerah baju yang di gunakan Khay.


"Aku memilih tempat itu karena saat itu aku sangat menginginkan makanan seperti itu, dan aku juga pikir kamu bakal menyukainya." Lagi-lagi Enzy meninggikan suaranya, lalu melepaskan kasar kerah baju Khay tanpa sengaja Enzy memutuskan kalung yang selama ini Khay gunakan, dan tak pernah ia lepaskan, karena itu kalung kesukaannya.


"Apa kamu sengaja berpura-pura, dan membodohi ku, Hem ?" Ucap Enzy lagi.


"Ok, aku jujur aku berpura-pura menyukainya, tapi aku tidak berniat untuk membodohimu, dan aku melakukan itu karena aku melihatmu sangat bersemangat dan menyukainya, bahkan kamu terlihat sangat bahagia, aku tak ingin merusak kebahagiaan kamu itu.karena aku ibgi melihatmu terus bahagia." Jelas Khay masih saja bersikap baik, berusah agar tak ikut kebawa emosi.


"Tapi aku tidak ingin kamu melakukan itu." Seru Enzy lagi-lagi meninggikan suaranya.


"Jadi, apa yang ingin kamu, aku lakukan ?" Tanya Khay.


"Kamu hanya perlu jujur padaku, beritahu aku semua apa yang tidak sukai dan tidak, ceritakan semua tentang dirimu yang belum aku ketahui !" Jawab Enzy.


"Kapanpun aku memberitahumu kamu tidak akan mau mendengarkan ku." Ujar Khay mulai tersulut emosi.


"Kamu punya kesempatan untuk mengatakannya waktu itu, lalu, kenapa kamu tak mengatakan apapun."


"Bagaimana bisa aku memberitahumu waktu itu ? Apa aku harus bilang "Aku membenci makanan seperti ini, aku tidak menyukainya" Apa seperti itu maksud kamu ? Lalu, setelah aku mengatakan itu, kamu pasti akan kecewa, dan tak lagi senang dan menikmatinya, sedangkan aku tidak ingin membuatmu seperti itu, bahkan aku tak ingin melihatmu kehilangan kebahagiaan kamu sedikitpun." Jelas Khay.


"Jadi kamu menyalahkan semuanya padaku."


"Tidak !"


"Tapi kamu melakukan itu, Khay ! Seru Enzy.


"Baik, aku memang tak pernah mendengarkan mu, dan selalu bersikap cuek kepadamu, tak pernah mempedukikanmu, apa yang kamu sukai, dan tidak, tapi aku juga sangat membenci saat aku harus mengetahui semuanya dari wanita yang menyukai suaminku." Lanjut Enzy.


"Apa yang kamu ingin, aku lakukan sekarang ?" Tanya Khay.


"Jangan pernah menemuinya dan menghubunginya lagi !" Seru Enzy penuh penekanan.


"Kenapa aku harus melakukan apa yang kamu katakan ?


"Karena aku tidak menyukainya."


"Aku tidak harus melakukan sesuai keinginanmu, pada Clarie hanya karena kamu membencinya, dia adalah gadis yang sudah aku anggap sebagai seperti adikku sendiri, dan dia juga anak dari kedua orangtua kita, aku tidak ingin mengecewakan mereka hanya karena gara-gara kita ini." Jelas Khay.


"Sebenarnya apa yang telah ia lakukan padamu, sampai kamu membencinya seperti ini ? Ucap Khay memerah menahan emosinya sejak tadi, bahkan ia terus berusaha agar tak ikut meninggikan suaranya.


"Kamu tidak perlu mengetahui apa yang telah dia lakukan padaku, yang perlu kamu tahu adalah, kalau aku sangat membencinya." Seru Enzy dengan mata berkaca-kaca karena emosi.


"Kamu tak perduli...( Menelan ludahnya kasar ) pada perasaanku rupanya." Ucap Khay.


"Terserah apa yang kau katakan, tapi Khay ! aku peringatkan kamu jangan bertemu dengannya lagi !" Imbuh Enzy penuh penekanan.


"Bagaimana kalau aku tak memenuhi permintaanmu ?"


"Kita pisah saja kalau begitu." Ucap Enzy tanpa pikir panjang, dan air matanya lolos begitu saja bahkan dadanya dirasa begitu sesak dan sakit, saat ia mengatakan kata pisah. Begitupun dengan Khay tiba-tiba menegang, bibirnya bergetar, dadanya dirasa sakit, matanya memerah menahan tangisannya, mendengar kata pisah yang keluar dari mulut wanita yang sangat ia cintai itu.


Khay berusaha menahan gemuruh di dadanya, yang membuatnya sesak, beberapa kali Khay menelan ludahnya kasar, sambil menatap Enzy, tanpa ia sadari air matanya lolos begitu saja.


"Kamu benci...( Kembali menarik nafas ) Untuk mempelajari tentang diriku dari Clarie.... Tapi apa kamu tahu ? Clarie wanita yang kamu benci itu....Lebih memahamikku dari pada kamu...Karena jika dia ada disini...(Mengusap air matanya kasar yang keluar tak terbendung lagi, bahkan suara Khay terdengar serak karena hidungnya tersumbat karena tangis) Jika dia ada disini, dia pasti akan memberitahumu kalau aku sangat membenci.....(Menatap Enzy lekat-lekat, dan penuh amarah) aku sangat membenci kata PISAH!" Ucap Khay sesekali berhenti karena tak sanggup bicara karena perasaannya benar-benar dihancurkan oleh istrinya sendiri, Khay juga menekankan kata terakhirnya. Setelah mengatakan semuanya ia langsung berjalan meninggalkan Enzy yang berdiri mematung mendengar dan memikirkan semua apa yang telah terjadi, mencerna baik-baik apa yang dikatakan Khay barusan, Khay masuk ke kamar mandi menutup pintunya kasar, membuat Enzy terlonjat kaget, Enzy memperhatikan pintu kamar mandi yang sudah tertutup itu. Seketika Enzy luruh kelantai menundukkan wajahnya menatap lantai, sambil terisak, saat Enzy ingin beranjak tiba-tiba ia melihat kalung milik Khay yang tergeletak dilantai dalam keadaan putus, kemudian Enzy mengambilnya, ia kembali terisak menangis terdengar sangat pilu, sambil menggenggam erat kalung tersebut di depan dadanya.


Bersambung.......


Maaf soal kemarin karena hanya bisa up satu episode karena ada pekerjaan di luar dari menulis...


Like, Koment, dan Vote....


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏