
"Wahhhh gila, ini bahkan lebih lengkap dari bengkel yang bakal gue datengin." Ucap Kemal setelah melihat-lihat isi garasi milik Kia yang begitu lengkap, namun tak kalah lengkap dari garasi Kia yang ada di kota Xx.
"Ini kalau dijadikan bengkel bisa nih..." Ujarnya lagi.
"Sorry gue lama, tuh minuman sama cemilannya langsung aja diminum, gak usah sungkan !" Seru Kia yang datang dari arah samping garasi tersebut di ikuti seorang bibi yang membawa nampan minuman dan cemilan.
"Ngapain repot-repot sih Ki." Sahut Kemal masih asik memperhatikan sudut ruangan tersebut.
"Woiii Ki, garasi kamu lengkap banget, bisa nih buka bengkel." Celetuk Kemal melihat ke arah Kia yang kini duduk disalah satu kursi yang ada disana.
"Makanya gue ajak loh kesini, dari pada harus repot-repot ke bengkel kan, dan ini belum seberapa dari garasi milik gue di kota Xx." Sahut Kia cuek kemudian beranjak memeriksa motor milik Kemal yang terparkir di depan garasi.
"Beneran kamu, ini aja udah gede dan lengkap banget." Ucap Kemal kemudian menyusul mendekati motornya.
"Emmm... Dan disana juga banyak koleksi-koleksi motor gue." Sahut Kia.
"Motor loh, mau loh apain ?" Tanya Kia.
"Gue mau merubah sedikit tekanan gasnya, dan ada beberapa onderdil yang mau gue ganti." Jawab Kemal.
"Oh itumah gampang serahin aja Ama gue." Ujar Kia menepuk dadanya sombong.
"Kok gue gak yakin ?" Kemal sedikit tak percaya mendengar ucapan Kia barusan.
"Ya sudah kalau loh gak yakin, loh bisa bawa motor loh di bengkel !" Seru Kia.
"Ya sudah deh gue percaya sama loh." Sahut Kemal pada akhirnya walaupun dalam hatinya ia masih belum percaya sepenuhnya.
Kia pun mulai mengeluarkan beberapa onderdil yang ia butuhkan dibantu Kemal, kemudian mulai mengerjakan mengutak-atik motor milik Kemal, Kemal yang melihat ketelitian dan ketelatenan Kia mengerjakan motornya langsung specles, dan kagum, batu kali ini ia nemuin cewek yang bisa dan menguasai otomotif seperti Kia, bahkan dirinya saja yang penyuka otomotif tidak bisa menguasai soal mengutak-atik mesin baik itu motor maupun mobil.
"Nah selesai, loh coba pake, cukup keliling kompleks sini doang !!" Seru Kia setelah menyelesaikan pekerjaannya.
"Kemal mulai menaiki motornya dan melakukannya keluar dari halaman rumah tersebut, tak lama Kemal kembali dengan senyum mengenangnya.
"Gilaaa, gue bener-bener salut, kamu bisa ngelakuin ini." Ujar Kemal merasa puas dengan apa yang dikerjakan Kia.
"Makanya loh jangan pandang enteng gue." Sahut Kia jengah kemudian membereskan peralatan yang ia gunakan tadi, kemudian Kemal pun membantunya.
"Terus berapa yang mesti gue bayar, buat mengganti onderdil kamu yang dipasang dimotor gue ?' Tanya Kemal.
"Hak usah lah, itumah hobi gue, dari dulu juga gue gitu sama teman-teman gue dikota Xx." Sahut Kia.
"Tapi Ki, itu gak sedikit loh, apalagi gue perhatikan itu onderdil yang cukup mahal loh." Ujar Kemal sedikit tak enak.
"Gak usahlah, kalaupun elo mau gantiin entar aja kalau ada yang kurang disini, gue bakal tagi." Sahut Kia meletakkan kotak penyimpanan kunci-kunci yang ia gunakan tadi di atas sebuah peti besar yang ada disudut ruangan garasi.
Kemudian keduanya pun duduk di salah satu bangku yang ada di depan garasi yang langsung menghadap taman yang ada di depan rumah opa Salman, kebetulan garasi tersebut terpisah dari rumah, tempat tersebut bekas garasi opa Salman menyimpan mobil-mobil klasiknya, namun setelah Kia berencana membuat garansi, terpaksa opa Salman mengalah dan memindahkan semua mobil koleksinya, dan membuat garasi sendiri di belakang rumah.
Tanpa Kia dan Kemal sadari ada sepasang mata yang memperhatikannya sejak tadi, karena kebetulan gerbang rumah tersebut terbuka lebar-lebar.
"Lucu, saingan aku anak kecil." Ucap Kavi yakin sejak tadi memperhatikan aktivitas Kia juga Kemal dari dalam mobilnya.
"Ki, kok perasaan gue ada seseorang di dalam mobil itu deh sedang memperhatikan kita." Ucap Kemal melihat ke arah mobil jenis sedan hitam tepat berada di depan rumah Kia.
Kia melihat ke arah mobil yang dimaksud Kemal.
"Perasaan lu donag kali." Ucap Kia acuh kemudian meneguk minuman kaleng yang sejak tadi dibawa oleh bibi.
"Gak Ki, gue yakin ada seseorang di dalam mobil sana, terus apa mungkin ada mobil yang terparkir sembarangan gitu di depan rumah orang, kalaupun mobil tamu, harusnya dia markirnya dihalaman rumah kan ?" Ucap Kemal membuat Kia langsung kepikiran Kavi, apa jangan-jangan itu mata-mata yang dikirim Kavi untuk mengawasinya, pikiran itu langsung terlintas di otaknya.
"Ya sudah yuk Mal, lebih baik kita ngobrolnya di dalam aja." Ajak Kia kemudian beranjak dari duduknya.
"Lain kali aja deh Ki, lagian ini juga udah sore banget, gue juga udah mau cabut, salam buat oma." Ucap Kemal ikut beranjak kemudian menyelampirkan tas ranselnya di punggung.
"Ya udah deh, tapi sepertinya Oma sama Opa gue masih di rumah Opa Fikram juga Oma Hani deh." Jelas Kia.
"Ya sudah gue cabut ya, sampai ketemu besok pagi di sekolah, dan thanks banget atas semuanya." Ucap Kemal menaiki motornya, sedangkan Kia berdiri tepat disamping motor Kemal.
"Ok, hati-hati loh." Ucap Kia.
Kemal pun meninggalkan kediaman Kia dan opa omanya, Kemal sempat memelankan laju motornya saat melintasi mobil milik Kavi, memperhatikan apakah benar didalam mobil tersebut ada seseorang, namun sayang ia tak bisa melihatnya, karena kaca mobil tersebut hitam pekat dan tak dapat melihat dalamnya.
Setelah Kemal sedikit menjauh, Kavi memberanikan diri untuk keluar dari mobilnya, langsung menghampiri Kia yang baru saja melangkahkan kakinya untuk masuk, namun baru beberapa langkah Kavi memanggilnya.
"Kia....!" Panggil Kavi mengejar langkah gadis yang di rindukannya itu.
Sebelum Kia menoleh Kia sempat kaget mendengar suara yang sangat tidak asing baginya, dan jantungnya berdetak lebih cepat, bahwa yang dipikirkan tadi memang benar, tapi ia juga salah karena bukanlah orang suruhan Kavi yang memata-matainya, namun Kavi langsung yang berada didalam mobil yang sejak tadi terparkir di depan rumahnya.
"Ki, tunggu Kia, aku mau bicara, pleaseee berikan om kesempatan untuk berbicara denganmu." Ucap Kavi yakin kini berdiri tepat disampingnya.
"Maaf Om, saya rasa tak ada lagi yang perlu dibicarakan, dan apa om belum juga menyerah, bagaimana jika ayah mengetahui kalau om sedang berada disini." Ucap Kia tak berani melihat ke arah pria dewasa yang ada disampingnya sekarang.
"Aku gak peduli Ki, yang jelas sampai kapanpun aku akan tetap berusaha meyakinkanmu dan tak akan menyerah sampai aku benar2 bisa mendapatkanmu, bukan hanya kamu tapi juga hati kamu, tentunya dengan restu keluarga kamu terutama pada ayah kamu." Jelas Kavi panjang lebar.
"Terserah om, dan sekali lagi saya tekankan, kalau itu tak akan pernah terjadi." Ucap Kia kemudian pergi dari sana dengan langkah sedikit berlari.
"Kia om sangat mencintaimu, dan aku janji aku berjanji, cepat atau lambat aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan." Teriak Kavi. Namun Kia tetap tak menghiraukan teriakan Kavi, ia terus berlari kecil.
Kavi menatap kepergian Kia, sampai gadis itu tak terlihat karena sudah masuk melalui pintu yang ada di samping rumah mewah tersebut.
"Apa yang kau lakukan disini ?" Tanya seseorang dengan suara bariton tegasnya dari arah belakang Kavi dimana saat iniasih berdiri terpaku menatap arah kepergian Kia.
Bersambung..........
Tetap budayakan LIKE, KOMENT, dan VOTENYA..... Jangan lupa juga awal bulan may cerita baru author bakal rilis yang berjudul Dendam Membawa Cinta dan dijamin tak kalah seru berbeda dari cerita sebelumnya....
...TERIMAKASIH...
... 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...