Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 05 Season 2


Kenan baru terbangun dari tidurnya, perlahan ia meraba sisi tempat tidur istrinya dengan mata yang masih tertutup, Kenan segera membuka matanya saat merasa istrinya sudah tidak ada lagi di sampingnya.


Saat menyandarkan badannya di kepala tempat tidur Kenan mendengar suara Diva dari kamar mandi, sepertinya sedang mengajak anaknya berbicara, Kenan tersenyum mendengar Diva sesekali tertawa Kenan tentu tau sedang apa istrinya itu di dalam kamar mandi jika bukan memandikan baby Khay. Karena tidak mungkin Diva berbicara sendirian kan, apalagi terlihat perlengkapan Beby khay sudah lengkap di samping boxnya.


Kenan segera beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju sofa, Kenan meneguk segelas air minum hingga tandas, lalu meraih ponselnya yang sejak semalam ia letakkan di atas meja, di saat Kenan serius memeriksa beberapa e mail yang dikirim sekertarisnya Luci, sambil menyandarkan badannya di sofa, Diva keluar dari kamar mandi sambil menggendong Beby Khay yang hanya menggunakan handuk.


"Selamat pagi Ayah ... " Sapa Diva kepada Kenan dengan nada bicara anak-anak sambil melambai-lambaikan tangan mungil Baby Khay.


Kenan langsung mengalihkan atensinya yang semula serius dengan ponselnya, kini ia tersenyum menatap istri dan anaknya itu yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Pagi juga jagoannya ayah, sini dulu sayang !"Pinta Kenan membuka kedua tangannya ingin menggendong putra kecilnya itu.


"By', lebih baik sekarang kamu cuci muka dulu !" Lagian baby Khay harus pakai baju dulu nanti dia masuk angin." Ujar Diva Kemudian menidurkan baby Khay di tempat tidur.


Kenan bukannya berjalan masuk ke kamar mandi, dia malah langsung memeluk Diva, saat Diva ingin mengambil perlengkapan baby Khay yang tadi ia letakkan di samping boxnya.


"By', nanti baby Khay jatuh loh." Diva menoleh melihat babynya yang ia baringkan sedikit di pinggir kasur.


"Nggak bakalan yank, dia belum bisa merangkak." Kenan tak menghiraukan ucapan Diva, Kenan semakin menjadi dan menempelkan tubuh Diva ke tubuhnya, tanpa pikir panjang Kenan mencium bibir istrinya itu, dengan l*****n lembut, tangannya pun tak mau tinggal diam. Di saat keduanya sudah terbuai dengan ciuman panas mereka di pagi itu tiba-tiba mereka harus menghentikannya karena tangisan baby Khay.


"Astagaaa Baby Khay nggak ngertiin ayahnya banget deh." Ujar Kenan.


"Sabar ayah sayang, sepertinya baby Khay kedinginan." Diva segera menghampiri anaknya, dengan cepat memakaikan minyak telon, takut babynya masuk angin.


Begitupun Kenan ikut membaringkan dirinya di samping baby Khay, memperhatikan Diva yang telaten memakaikan pakaian kepada anaknya.


"By', buruan mandi ! setelah itu kita gantian." Ujar Diva.


"Mandi bareng Yuk ! Udah lama kita nggak ngelakuin itu Yank." Ajak Kenan menaik turunkan alisnya.


"Astaga by', pikirannya jangan aneh-aneh dulu ya sayang, kalau kita mandi bareng baby Khay siapa yang jagain, lagian aku tahu maksud kamu mandi bareng." Ucap Diva.


"Yank, udah lama loh aku puasanya, masa kamu nggak ngerti sih." Ujar Kenan cemberut.


"Maaf ya by', aku belum terbiasa membagi waktuku untuk kamu juga baby Khay." Sesal Diva.


Kenan meraih tangan Diva, lalu mencium punggung tangannya.


"Nggak apa-apa sayang, tadi aku cuma bercanda doang kok." Sahut Kenan tersenyum.


"Ya sudah aku mandi dulu ya Bunda." Lanjut Kenan kemudian beranjak dari berbaring nya, sebelum benar-benar meninggalkan Diva masuk ke kamar mandi Kenan menyempatkan mencium kening istrinya sekilas.


Saat baru akan memutar knop pintu kamar mandi, tiba-tiba ponsel Kenan berdering tanda panggilan masuk, Kenan mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar mandi, dan mendahulukan untuk menjawab telpon masuk tersebut, takut itu hal penting.


Saat melihat nama Ayah yang menelponnya, buru-buru Kenan menjawabnya.


📞 "Assalamualaikum Yah...


📞 ......


📞 "Baik Yah, hari ini juga aku pulang, untuk masalah Office sudah aku serahkan lewat pengacara, dan pelakunya sudah di tangani pihak berwajib."


📞 ......


📞 "Aku naik mobil saja Yah, kalau naik pesawat harus nunggu penerbangan siang lagi.


📞 ......


📞 "Iya Yah, Walaikumsalam...


Kenan mengela nafas beratnya, benar-benar masalahnya saat ini sungguh membuatnya sedikit stres, dan tertekan. Kenan kembali meletakkan ponselnya di atas meja.


"Kenapa by' ?"


🍀🍀🍀


"Jika butuh bantuan segera hubungi Ayah, atau kakak kamu Arka, jangan menghadapi masalah sendirian, dan katakan juga ini pada ayah kamu ! Kami di sini selalu siap membantu, kita ini keluarga jadi jangan pernah merasa sungkan !" Ujar Pak Fikram.


"Terimakasih sebelumnya Yah, kalau begitu kami pamit dulu, maaf jika kami tidak bisa tinggal berlama-lama." Pamit Kenan kemudian menyalami tangan kedua mertuanya, di ikuti Diva sambil menggendong Beby Khay.


"Nak, hati-hati bawa mobilnya, dan kalau merasa lelah dalam perjalanan segeralah istirahat, ingat kamu bersama dengan anak istrimu !" Pesan Bunda Hani.


"Bunda doakan agar masalahnya cepat selesai." Tambah Bunda Hani.


"Iya Bun insyaallah saya akan hati-hati, dan terimakasih atas doanya." Sahut Kenan.


"Kak Arka, Kak Vara kami balik dulu." Pamit Kenan kepada kakak-kakak iparnya.


"Iya, hati-hati, segera hubungi kami jika telah sampai ! Dan benar kata Ayah jangan pernah sungkan meminta bantuan kepada kami, kami akan senang hati untuk membantu." Ujar Arka menepuk punggung Adik iparnya itu.


Setelah berpamitan, Kenan menjalankan mobilnya meninggalkan pelataran kediaman keluarga mertuanya.


🍀🍀🍀


Di Rumah Kiki


Noval memberanikan diri untuk menyambangi kediaman Kiki, ia ingin meminta maaf, atas apa yang telah keluarganya perbuat, lebih tepatnya perbuatan mamanya.


Tok...Tok...Tok....


Cukup lama Noval mengetuk pintu rumah sederhana Kiki, barulah wanita paru baya muncul di samping rumah Kiki itu.


"Maaf Den Cari siapa ? Tanya ibu-ibu itu.


"Saya cari Kiki dan neneknya Bu'." Jawab Noval sopan.


"Oh... Kiki dan neneknya masih di rumah sakit Den, sudah Tiga hari neneknya di rawat.


"Kalau boleh tau neneknya sakit apa ya Bu ?"


"Kalau setau ibu sih, neneknya memiliki penyakit jantung, dan harus segera di operasi." Terang Ibu itu.


"Maaf Bu, kalau boleh tau di rawat di rumah sakit mana ya Bu ?"


"Setau saya di rawat di RS kota Z Den.


"Aden ini siapa ya ? Tanya balik ibu-ibu itu.


"Aku kerabat jauh dari Kiki bu.


"Pasti keluarga dari papanya ya den, soalnya dari pakaian dan mobil Aden, sepertinya Aden ini dari keluarga yang mampu.


"Iya Bu, saya saudara jauh dari pihak ayahnya Kiki.


"Maaf ya kalau ibu sedikit lancang mencampuri Keluarga Aden, tapi aku kasian aja sama Kiki dia benar-benar kesulitan sekarang, bahkan saat ini dia sangat kesusahan mencari dana untuk biaya pengobatan neneknya, di tambah lagi biaya operasi jantung neneknya yang secepatnya harus di lakukan." Terang ibu-ibu itu yang biasa membantu Kiki merawat nenek Kiki saat Kiki harus berangkat kuliah dan bekerja.


"Terimakasih infonya ya Bu, kalau begitu saya permisi saya mau kerumah sakit sekarang Bu." Pamit Noval.


Noval segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit kota Z, dia bertekad akan membantu biaya pengobatan nenek Kiki, karena ia merasa ini kesalahan keluarganya lah menyebabkan keluarga Kiki dalam kesulitan seperti sekarang ini.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak Like, Coment, dan Vote setelah membaca setiap episodenya, dan berikan kritik dan saran kalian.


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗🤗❤️❤️❤️❤️