Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 33 Season 2


Pada sore harinya Kenan dan Diva pulang dari kantor, dan langsung menuju ke restoran yang sebelumnya sudah di reservasi Luci untuk mengadakan pertemuan dengan Calista.


Saat tiba di Restoran Calista sudah berada di sana, nampak Calista duduk dengan sangat anggun, dengan pakaian formal yang ketat tapi terlihat sangat elegan.


"Selamat Sore nona Calista." Sapa Kenan saat sudah berdiri di depan Calista.


Calista yang tadinya sedikit menunduk karena sedang memainkan ponselnya, langsung mendongakkan kepalanya, saat mendengar Kenan menyapanya, namun saat melihat keberadaan Diva di samping Kenan yang sedang merangkul lengan suaminya itu, Calista merasa kesal karena hal itu. Namun buru-buru Calista menormalkan ekspresinya agar Kenan tak mencurigainya.


"Selamat sore juga pak Kenan, dan Ibu Kenan." Ucap Calista lalu mempersilahkan Kenan dan Diva duduk.


Kenan menarik kursi agar Diva segera duduk, lalu ikut duduk di samping Diva, sedikit menarik kursinya agar lebih dekat dengan istrinya.


"Mau minum apa, Pak Kenan juga ibu Kenan apa ?" Tanya Calista ingin segera memanggil pelayan restoran.


"Tidak perlu nona Calista, kami langsung aja pada pembahasan kerjasama kita, soalnya baby kami hanya di temani Baby siternya di rumah." Tolak Kenan.


"Ah, baiklah Pak, silahkan di lanjutkan !" Ujar Calista.


"Begini nona, mengenai proyek di kota S, saya percayakan kepada istri saya untuk bertanggungjawab akan hal ini, karena kebetulan saya tidak bisa turun tangan langsung, di karenakan sekarang saya sangat banyak pekerjaan akhir-akhir ini." Jelas Kenan.


"Maaf pak, saya tidak bermaksud untuk meremehkan kemampuan Ibu Diva, tapi hanya sedikit ragu dengannya, karena setau saya ibu Diva sama sekali tidak memiliki pengalaman soal seperti ini." Ujar Calista.


"Nona Calista tenang saja, walaupun saya belum memiliki pengalaman apapun, tapi saya cukup kompeten akan hal seperti ini, apalagi akan ada suami saya yang terus mengajarkan saya." Sahut Diva menekankan setiap kata yang ia sampaikan.


"Benar apa yang di katakan istri saya, karena saya juga sangat memilih soal pekerja, dan saya juga tidak sembarang mempercayakan orang untuk bertanggungjawab dengan proyek sebesar ini, karena jangan sampai Anda berpikir saya melepas tanggungjawab ini, karena dia istri saya, jika benar seperti itu Anda salah besar, karena saya percaya dengan kemampuan istri saya." Jelas Kenan panjang lebar.


Calista terdiam mendengar semua yang di katakan Kenan, ia merasa sangat kesal karena bukan Kenan yang akan pergi bersamanya di kota S, melainkan Diva. Calista mengepalkan tangannya yang berada di pangkuannya.


"Baiklah pak Kenan, jika itu menurut bapak baik, saya akan ikut keputusan yang bapak ambil." Ucap Calista setelah cukup diam beberapa menit.


"Dan selamat Bu Diva, semoga kita bisa bekerjasama dengan baik." Lanjut Calista lalu mengulurkan tangannya kepada Diva, dan langsung di balas oleh Diva.


"Terimakasih." Sahut Diva menatap Calista dengan tatapan datar.


"Sayang ayo kita pulang ! Sudah sangat lama kita meninggalkan baby Khay di rumah." Ajak Kenan dan langsung di angguki Diva.


"Kalau begitu kami permisi nona Calista." Ucap Diva lalu ikut berdiri setelah Kenan sudah berdiri duluan.


"Iya, Kalian hati-hati !! Dan saya akan segera menghubungi Anda jika kita akan mengunjungi proyek." Ujar Calista dan langsung di angguki Diva sembari menampilkan senyum datarnya.


🍀🍀🍀


Setibanya di rumah sepasang suami istri muda itu langsung menuju kamar mereka untuk bersih-bersih, sebelum menemui buah cintanya yang sedang bermain di ruang bermainnya, Kenan sengaja tidak menampakkan dirinya terlebih dahulu kepada baby Khay, karena jika itu terjadi sudah pasti baby Khay akan menempel terus pada ayahnya, sedangkan Kenan tidak ingin menggendong anaknya, karena ia baru pulang dari aktivitasnya di luar rumah. Kenan termasuk Ayah yang sangat protektif dengan kebersihan dan lingkungan anaknya.


Saat tiba di kamar Kenan langsung memeluk Diva dari belakang saat Diva sedang berjalan menuju walk in closed untuk menyiapkan pakainya juga pakain suaminya.


"Yank, lanjut yang tadi sempat tertunda yuk !! Ucap Kenan menciumi tengkuk Diva.


"By', emangnya kamu enggak capek apa ? Aku aja capek banget loh yank." Ujar Diva memegang lengan Kenan yang melingkar di perutnya.


"Kalau sudah bareng kamu kayak gini, capek aku seolah sirnah semua yank, lanjut yuk !! Ucap Kenan tangannya sudah tidak bisa lagi diam.


"Lebay !! Ucap Diva melepaskan tangan Kenan yang berada di atas dadanya.


"Yank sekali doang, aku sudah enggak bisa nahan ini." Ucap Kenan lalu mendorong Diva ke sofa yang berada di walk in closed dan langsung menindihnya. Saat Kenan akan memulai aksinya, tiba-tiba bi Ratih mengetuk pintu kamarnya, membuat Kenan mengerang prustasi sambil mengusap wajahnya kasar.


"Sabar by', kali aja ada yang penting, nanti bisa di lanjutin lagi, tapi enggak sekarang !!" Ucap Diva bangun dari sofa sedikit memperbaiki bajunya yang sedikit berantakan lalu berjalan ke arah pintu kamar.


"Ada apa bi ?" Tanya Diva.


"Suruh tunggu sebentar ya Bu !! Saya sama Kenan mau mandi terlebih dahulu." Ucap Diva.


Diva kembali masuk ke kamarnya, dan langsung menyiapkan pakaian untuk dirinya juga Kenan, sedangkan Kenan sudah masuk ke kamar mandi terlebih dahulu.


Sepuluh menit kemudian Kenan baru keluar dari kamar mandi dengan wajah datarnya, Diva tau kalau suaminya sedang merajuk gara-gara aktivitasnya gagal.


"Kenapa tuh muka ? Datar amat kek tripleks." Ucap Diva berjalan melewati Kenan yang masih berdiri di dekat sofa untuk memakai pakaiannya yang sudah di siapkan Diva.


Kenan masih diam, tanpa menghiraukan ucapan Diva, ia langsung mengenakan pakaiannya.


"By', setelah berpakaian segeralah keluar, Ray sama Lani ada di bawah." Teriak Diva karena sudah berada di kamar mandi.


Setelah berpakaian, dan sedikit menyemprotkan sedikit parfum, Kenan segera keluar dari kamarnya, dan langsung menghampiri Ray juga Lani yang ternyata sudah berada di ruang bermain baby Khay.


"Kalian ngapain di sini ?" Tanya Kenan sedikit jutek karena masih kesal karena birahinya belum di tuntaskan.


"Ngapa loh, jutek amat ? Enggak dapat jatah ?" Tebak Ray tersenyum mengejek.


"Gue tanya ngapain pada kesini ? Udah mau magrib juga." Ucap Kenan ingin segera berjalan ke arah dapur namun tiba-tiba baby Khay menangis karena melihat Kenan yang tidak langsung menggendongnya.


Langkah Kenan berhenti, lalu berbalik mengambil anaknya, yang sedang menangis menatapnya.


"Aduhhh jagoan Ayah, ternyata kamu liat ayah yah ? Sini ayah gendong !" Kenan langsung mengangkat baby Khay yang sedang tengkurap di lantai yang di lapisi karpet yang empuk, seluruh ruangan bermain Kenan di lapisi karpet seperti itu.


Kenan tanpa sengaja melihat Ray juga Lani tak melepaskan sepatunya, saat masuk di ruangan bermain tersebut langsung menatap horor Ray.


"Apa lu, natap gue seperti itu ?" Tanya Ray tak mengerti sama sekali.


"Woii sepatu elu buka !! Sahut Kenan sinis.


"Ngapain mesti di buka sih Nan, lagian enggak kotor juga kan." Protes Ray dan di angguki Lani.


"Ini daerah baby Khay, jadi kalian harus steril dari kotoran atau kuman semacamnya !!" Peringatan Kenan.


"Astagaaaa, Nan ini kamu kan ? Kenan Al Fariziq sahabat gue, suaminya Diva sahabat bini gue. ?" Ray heran melihat sahabatnya ini ternyata sanagat bawel.


"Lu kira siapa ?" Kenan memutar bola matanya jengah.


"Buka nggak sepatu kalian !! Kenan kembali memperingati.


"Ayo sayang, kita buka sepatutnya, bapak-bapak lagi ngantuk." Ray keluar dari area bermain tersebut, lalu melepaskan sepatunya dan menyimpannya di rak sepatu yang sudah di siapkan depan ruangan tersebut.


Bersambung....


Maaf baru bisa Up, soalnya kemarin lagi enggak enak badan, ini masih agak sedikit pusing, tapi rakut readers nya pada nungguin lama buat Up-nya jadi sebisanya saya Up.


Terus berikan Like, Komentar, juga vote sebanyak-banyaknya, dan doakan authornya cepat sembuh.


mampir juga ke karya aku lainnya


-PERMATA HATI.


-CINTA YANG KUNANTIKAN


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️