Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 96 Season 2


Kini Kenan berada di bagian administrasi untuk mengurus administrasi perawatan putrinya, karena perginya ke rumah sakit dalam keadaan panik, Kenan lupa membawa dompet dan ponselnya.


"Maaf sus boleh saya pinjam telfonnya, saya mau menghubungi keluarga saya untuk segera membawakan keperluan saya, saya lupa membawa ponsel." Izin Kenan kepada salah satu perawat yang bertugas disana.


"Silahkan Tuan ! Apakah Anda tuan Kenan pemilik dari perusahaan D&KA Group. ?" Perawat itu balik bertanya.


"Iya sus, kalau begitu saya pinjam telfonnya sebentar." Ucap Kenan lalu segera menghubungi orang di rumahnya.


Saat Kenan berbicara di telepon, Perawat yang ada disitu terus memperhatikan wajah tampan Kenan, apalagi saat ini Kenan terlihat masih sedikit basah, membuat tampilannya tambah terlihat keren dan sangat berkharisma.


"Terimakasih Sus, kalau begitu saya kembali ke ruangan dimana anak saya di rawat, untuk administrasinya nanti Asisiten saya datang untuk mengurusnya." Ucap Kenan setelah meletakkan kembali gagang telepon.


"Sama-sama tuan." Sahut perawat tersebut.


Kenan kembali dimana dedek Kia dirawat, tadinya Kenan ingin menghubungi orang rumah, namun ia teringat akan lebih baik jika ia menghubungi langsung ayahnya untuk segera mengirim pak Anton untuk mengurus administrasi perawatan, sekalian membawakan perlengkapannya juga Diva, karena jika bi Siti yang membawakan dari rumah, Abang Khay tidak akan ada yang menjaganya, dan tidak mungkin untuk membawanya ikut kerumah sakit karena rumah sakit yang di tempati dedek Kia sekarang tidak di izinkan untuk anak-anak masuk. Sedangkan bunda Vivian tidak sedang berada dirumah, tadi bunda Vivian ikut ke perusahaan bersama dengan pak Salman.


"Bagaimana keadaan dedek Yank ?" Tanya Kenan setelah masuk dan langsung duduk di kursi samping brangkar yang di tempati dedek Kia, sedangkan Diva duduk di atas brangkar.


"Masih belum bangun by', tapi dokter sudah berhasil mengeluarkan air yang masuk kedalam tubuhnya, dan kata dokter sebentar lagi akan di pindahkan di ruang perawatan." Jelas Diva.


"By, apa kamu baik-baik saja ?" Tanya Diva masih mengkhawatirkan keadaan kaki suaminya itu.


"Aku tidak apa-apa Yank, aku rasa aku sudah pulih kembali." Sahut Kenan tersenyum.


"Alhamdulillah by', apa ayah sama bunda sudah mengetahui hal ini" Tanya Diva lagi.


"Belum yank, aku sengaja tidak memberitahu mereka, biar menjadi kejutan." Ujar Kenan.


"Mereka pasti sangat terkejut by', Aku aja sampai tak sadar kalau dedek sedang dalam bahaya tadi." Ujar Diva, wajahnya tak bisa berbohong kalau saat ini dirinya sangat bahagia atas kesembuhan suaminya.


"Tapi saat ini aku sedang mengkhawatirkan dedek Yank." Ucap Kenan menatap putri kecilnya dengan selang infus yang terpasang di kaki sebelah kirinya.


"Kata dokter dia akan baik-baik saja by'." Ucap Diva ikut menatap putrinya itu.


"Mudah-mudahan saja yank, apa perlu kita pindahkan ke rumah sakit yang lebih lengkap yank." Usul Kenan.


"Tidak perlu lah by', aku rasa disini sudah cukup baik." Sahut Diva.


🍀🍀🍀


Sedangkan di kediaman keluarga Kenan terlihat Abang Khay sedang menangis mencari-cari ayahnya, membuat bi Siti dan beberapa pelayan lainnya kewalahan menenangkan anak laki-laki itu.


"Tuan muda tenang dulu ya, ayah lagi bawa dedek ke rumah sakit." Ucap Bi Siti mencoba memberikan pengertian bocah laki-laki itu yang terus menangis di pangkuannya.


"Tapi aku mau ikut bi, sekalang juga bibi antalkan aku kesana !!" Seru Abang Khay sambil terisak.


"Kata Ayah sama bunda, anak kecil enggak boleh kesana tuan muda, sambil nunggu ayah bagaimana kalau kita maem es krim, bagaimana ?" Ujar bi Siti lalu menawarkan es krim.


"Aku tidak mau es klim, pokoknya aku mau sama ayah." Kekeh Abang Khay.


"Tapi anak kecil enggak boleh kesana." Ucap Bi Ratih ikut menimpali lalu di angguki yang lainnya yang ada di sana.


"Tapi kok dedek Kia nya dibawah ?" Tanya Abang Khay.


"Dedek Kia kan lagi sakit tuan muda." Jawab bi Siti.


"Tuan mau apa ? Biar bibi ambilkan ya." Tanya bi Ratih.


"Aku tidak mau apa-apa, aku mau pelgi sama Ayah." Abang Khay semakin kencang nangisnya.


Bi Siti dan Bi Ratih sudah tak tau lagi harus berbuat apa, ia sudah bingung, karena ia ingin menghubungi Kenan dan Diva, kedua majikannya itu sama sekali tak membawa ponsel, sampai akhirnya bi Ratih menghubungi Bunda Vivian.


📞 "Assalamualaikum Nya." Ucap Bi Ratih setelah bunda Vivian menjawab telponnya.


📞 "Walaikumsalam bi, ada apa ?" Tanya bunda Vivian.


📞 "Gini Nya, tuan muda dari tadi menangis terus, ia mencari keberadaan tuan Kenan." Jelas Bi Ratih.


📞 "Oh bibi coba tenangkan dulu, ini saya sudah berada di depan rumah sakit, setelah saya tiba di tempat dedek di rawat, nanti saya hubungi kembali, dan menyuruh Kenan untuk berbicara dengan Abang." Jelas bunda Vivian.


📞 "Baik Nya." Ucap Bi Ratih.


🍀🍀🍀


Kembali kerumah sakit.


"Siapa Bun ?" Tanya pak Salman.


Kini keduanya berjalan menyusuri koridor menuju ruang perawatan, karena saat ini dedek Kia sudah di pindahkan ke ruang VIP setelah tadi pak Anton tiba lebih dulu untuk mengurus administranya.


"Bi Ratih yah, katanya Abang lagi nangis cari ayahnya." Terang bunda Vivian geleng-geleng kepala.


Pak Salman tersenyum mendengar perkataan istrinya itu.


"Benar-benar mirip." Ucap Pak Salman.


"Iya, Abang benar-benar mirip dengan Kenan, waktu Kenan kecil dia juga lebih nempel sama ayah kan di bandingkan aku, bundanya." Ucap bunda Vivian mengingat Kenan saat kecil dulu, sikap dan tingkah nya benar-benar mirip dengan Khay putranya.


"Sepertinya ruangannya yang ini Bun." Ujar pak Salman setelah berada di depan ruang perawatan anak VIP.


"Iya Yah, itu nama dan nomor ruangannya sama yang di katakan perawat di luar tadi." Ucap bunda Vivian lalu membuka pintu bercat biru langit tersebut.


Benar saja saat ia membuka pintu di sana terlihat Diva duduk di samping brangkar dedek Kia, dan Kenan berdiri di samping Diva, hal tersebut membuat pak Salman dan Bunda Vivian membulatkan matanya, dan sedikit membuka mulutnya karena terkejut melihat Kenan yang sudah bisa berdiri, bahkan tanpa berpegangan.


"Ke....Nan...." Ucap Pak Salman dan Bunda Vivian hampir bersamaan masih pada posisinya berdiri di depan pintu.


"Assalamualaikum Yah, Bunda..." Ucap Kenan tersenyum mengembang ke arah orangtuanya.


"Apa kamu benar-benar sudah bisa berdiri ?" Tanya bunda Vivian masih belum percaya apa yang ia lihat sekarang.


"Bahkan aku sudah bisa jalan dan berlari Bun." Sahut Kenan berjalan kearah orangtuanya.


"Benar Bun, bahkan dia juga sudah bisa kebut-kebutan di jalan tadi pas menuju kesini." Tambah Diva.


"Akhirnya." Ucap pak Salman mengusap wajahnya tanda ia bersyukur.


"Akhirnya apa Yah ?" Tanya Kenan bingung.


"Akhirnya aku sudah bisa kembali ke kota Z, kemudian kembali mengurus perkebunan, aku tidak perlu lagi mengurus perusahaan yang membuat aku tambah baik darah." Terang Pak Salman.


"Tapi rencananya, aku masih mau ambil cuti selama sebulan, aku ingin liburan bersama keluarga ku Yah." Ucap Kenan.


"Pokoknya tidak ada hal seperti itu, ayah sudah terlalu capek menangani tanggungan jawab kamu, ayah sudah ingin kembali ke kota Z, TITIK...." Ujar pak Salman menekankan kata terakhirnya.


"Ayah enggak ada pengertiannya banget, kali aja ayah dapat cucu lagi kalau aku liburan." Ujar Kenan jengah, namun terlihat menyebalkan di mata Diva.


"Enak banget kamu ngomong !" Anak masih kecil aja sudah pengen nambah lagi." Ujar bunda Vivian dan langsung di angguki Diva.


"Benar tuh Bun." Ucap Diva membenarkan.


"Abang Khay aja jaraknya enggak jauh dari usia dedek Kia yank." Rengek Kenan.


"Enggak pokoknya." Sahut Diva tegas.


"Sudah-sudah !! Kamu juga sih Nan, kamu itu baru saja pulih, enggak usah mikirin hal begituan dulu !!" Lerai bunda Vivian berjalan mendekati brangkar cucunya.


"O iya Nan, anak kamu di rumah lagi ngamuk-ngamuk cariin kamu, orang-orang rumah sudah kewalahan nenengin dia, lebih baik kamu pulang dulu !!" Lanjut Bunda Vivian.


"Baiklah Bun, aku akan jemput Abang bawa dia kesini." Ucap Kenan.


"Tapi peraturan rumah sakit sini, anak-anak enggak boleh masuk by'." Sahut Diva.


"Kamu tenang saja, aku akan bicara dengan pihak rumah sakit, kalaupun tidak bisa kita akan pindahkan dedek Kia ke rumah sakit lain." Ujar Kenan dan di angguki semuanya.


Bersambung......


Jangan lupa like, Koment, dan juga kasih vote, maaf kalau Upnya lama, soalnya author masih dalam masa pemulihan. 🙏🙏🙏


Terimakasih 🤗🤗🤗❤️❤️❤️