
Di sebuah rumah mewah, seorang wanita menatap foto dirinya bersama seorang pria dengan air mata yang terus membasahi wajah wanita itu.
" Aku akan merebut mu kembali Kenan. " Gumam wanita itu mengepalkan tangannya menatap dirinya didepan cermin meja riasnya.
Wanita itu adalah Sarla.
" Aku akan melakukan apapun demi memisahkan kalian, yang sudah menyakiti perasaan ku. " Ucap Sarla penuh penekanan.
" Jika aku tidak bisa lagi memilikimu, maka aku akan membuat kamu akan merasakan apa yang saya rasakan Kenan, akan ku buat istri yang sangat kau cintai, meninggalkan mu, seperti kau meninggalkanku saat aku sangat mencintaimu. " Ucap Sarla dengan mata yang sangat memerah penuh dengan Amara dan dendam.
Di kediaman keluarga Salman
Setelah Kenan dan Diva sampai rumah mereka langsung menghampiri orang tuanya yang berada di ruang keluarga.
" Assalamualaikum, Yah, Bun. " Ucap Kenan dan Diva hampir bersamaan kemudian bergantian untuk menyalami tangan Ayah Salman dan Bunda Vivian.
" Walaikumsalam.wr.wb." jawab Ayah dan Bunda.
" Kalian dari mana ?" tanya pak Salman yang sedang duduk santai bersama dengan Bunda.
" Kami habis jalan-jalan yah. " Jawab Kenan.
" Kalian sudah makan ?" Tanya Bunda Vivian.
" Sudah kok Bun, tadi kami makan dulu baru pulang. " Jawab Diva.
" Nan, bagaimana perkembangan Distro kamu ?" Tanya pak Salman tanpa mengalihkan pandangannya dari Televisi.
" Alhamdulillah semuanya lancar yah, semua karyawan dari outlet daerah A, sudah menempati posisi masing-masing. " jawab kenan.
" Yah, Bun, Kenan berniat untuk mengganti nama distro Kenan yah. " Ucap Kenan kepada kedua orang tuanya.
Karena nama Distro yang sekarang KA, yang berarti Kenan Al Fariziq.
" Kamu mau ganti apa emangnya ?" Tanya ayah Salman.
" Kenan mau ganti dengan D & KA, Yah. " Jawab Kenan.
" Yang artinya Diva dan Kenan Al Fariziq, lebih tepatnya bukan ganti sih Yah, tapi hanya menambahkan. " Lanjut Kenan menjelaskan.
Diva mendengar Ucapan Kenan, langsung menoleh kearah suaminya.
" Apa ini tidak berlebihan Nan ?" Tanya Diva.
Tak enak hati dengan mertuanya.
" Tidak Yank, itu sudah menjadi keputusan aku, sebelum kita menikah, saat seminggu kita akan menikahkan aku sudah memikirkan hal ini. " Jawab Kenan menjelaskan dan menggenggam tangan Diva.
" Baiklah kalau itu menurut kamu, dan ayah sangat setuju. " Sahut ayah Salman tersenyum kearah menantunya karena ia tau menantunya itu merasa tidak enak terhadap dan juga bunda Vivian.
" Ada satu lagi yah, Pihak YOSI FASHION, mengajukan kerjasama Ke distro aku, untuk memasok produknya di setiap outlet di dalam maupun diluar kota yah. " Ucap Kenan.
" Bukannya itu bagus, karena setau ayah, Bukannya YOSI FASHION salah satu brand ternama di negara kita. " Ucap ayah Salman.
" Bukan itu masalahnya yah, YOSI FASHION, ternyata milik keluarga Sarla. " Ucap Kenan Cemas.
Pak Salman yang melihat kecemasan Kenan, mengerti bahwa pasti ada yang menjanggal pikiran anaknya itu.
" Kamu istirahat saja dulu, besok kita bicarakan ini, besok kamu datang kekantor ayah, sekalian kamu bantu ayah mengerjakan pekerjaan ayah. " Ucap ayah Salman
" Iya yah, Bunda Kenan pamit dulu. " pamit kenan kepada bundanya yang sibuk melihat majalah tentang fashion terbaru bersama istrinya.
" Yuk, sayang. " ajak Kenan menarik tangan Diva supaya berdiri.
" Bunda, Ayah, Diva pamit dulu, kalian juga segeralah istirahat. " Ucap Diva kepada kedua mertuanya.
setelah Kenan dan Diva pergi tinggallah ayah, dan bunda Vivian diruang keluarga.
" Apa ada sesuatu yang terjadi sama Kenan yah ?" Tanya Bunda Vivian, karena sedari tadi juga sedikit memperhatikan Kenan Cemas.
" Sepertinya Sarla akan membuat masalah dalam hubungan Kenan dan menantu kita Bun. " Jawab ayah Salman memikirkan alasan yang baik untuk membatalkan kerjasama antara Perusahaan Kenan, dan YOSI.
" Ayah secepatnya selesaikan masalah ini, aku tidak mau terjadi sesuatu dengan anak dan menantu kita Yah. " Ucap Bunda Vivian.
" Besok aku akan menyelidiki semuanya, sebelum Diva kembali kekota Z. " Jawab ayah Salman . "
Di kamar Kenan dan Diva
Setelah Kenan dan Diva membersihkan tubuh mereka, mereka segera naik ketempat tidur untuk istirahat.
Kenan yang melihat Diva memejamkan matanya, kanan menyandarkan punggungnya di kepala tempat tidur, Diva merasakan pergerakan Kenan langsung membuka matanya.
Diva sedikit meninggikan posisi bantalnya dan segera bersandar mengalihkan pandangannya menatap Kenan, Diva tersenyum melihat Kenan yang sedang tersenyum melihatnya.
" Yank... " sahut Kenan
" Apa ?" Tanya Diva
" Aku mau makan Yank. " Jawab Kenan terus menatap Diva.
" Kamu mau makan apa, sebentar saya ambilkan ?" Tanya Diva menyibakkan selimut untuk segera turun mengambilkan Kenan makanan.
Kenan yang melihat Diva, yang ingin beranjak dari tempat tidur segera menahan lengan Diva.
Kenan Manarik Diva dan langsung memposisikan tubuh Diva berada dibawahnya, dengan kedua lengannya menjadi tumpuan Kenan supaya tidak menindih tubuh Diva.
" Bukannya mau makan, makanan yank, tapi aku mau makan kamu. " Ucap Kenan terus menatap manik mata Diva.
Kenan yang melihat kebingungan Diva, semakin mendekatkan wajahnya.
" Aku Minta hak aku Yank. " Ucap Kenan.
" Apa boleh Yank ?" Tanya Kenan.
Diva menganggukkan kepalanya pertanda dia setuju.
Kenan langsung mencium kening Diva, kedua mata Diva, dan turun ke bibir Diva sedikit me****tnya.
Malam itu menjadi malam pertama mereka, mereka melakukannya hingga jam 2 Dini hari.
Kenan mencium kening Diva lama setelah melakukan malam pertama mereka.
" Terimakasih yank, sudah menjaga kehormatan mu untuk ku. " Ucap Kenan mencium seluruh wajah Diva.
Diva Hanya tersenyum menanggapi ucapan Kenan, karena sudah lelah, dan sedikit merasa sedikit perih dibagian intinya.
" Apa masih sakit Yank ?" Tanya Kenan sedikit merasa bersalah.
" Yank, aku minta maaf. " Ucap Kenan mempererat pelukannya didalam selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
Diva hanya menganggukkan kepala.
" Ini sudah menjadi kewajiban aku By'. " Jawab Diva membalas pelukan Kenan.
Kenan yang mendengar panggilan Diva kepadanya, langsung menatap Diva.
" Apa Yank, tadi kamu manggil aku By' ?" Tanya Kenan.
" Iya, mulai sekarang aku manggil kamu By' yang artinya hubby/suami. " Jawab Diva kembali menatap Kenan.
Kenan kembali mencium semua begian wajah Diva,dan kembali memeluknya.
Kini pasangan suami-istri itu tertidur lelap saling memeluk dibalik selimut, yang menutupi tubuh polos mereka.
Di pagi hari, Diva membuka matanya karena merasa ingin buang air kecil, diva segera beranjak bangun.
" Ishh....Diva meringis merasakan sedikit perih dibagian intimnya.
Kenan yang mendengar Diva meringis sedikit membuka matanya karena masih sangat mengantuk, Tanpa merubah posisi tidurnya.
Kenan saat bangun, ketika mendengar Diva.
" Kamu kenapa Yank ?" Tanya Kenan, dengan mata yang masih sedikit tertutup.
" Aku mau kekamar mandi, tapi aku susah jalannya karena masih sedikit perih by'. " Jawab Diva.
Kenan segera membuka matanya lebar-lebar, karena mendengar ucapan istrinya, Kenan beranjak bangun mengambil semua pakaiannya yang berserakan karena ulah mereka semalam.
setelah Kenan memakai pakaiannya, ia Langsung menggendong Diva ala bridal style, menuju kamar mandi.
Setelah sampai dikamar mandi Diva menyuruh Kenan, supaya menunggu di walk in closed saja.
" Kamu beneran bisa sendiri Yank, ?" Tanya Kenan.
" Iya, sana keluar, kamu lupa aku siapa By', " Jawab Diva.
" Iya iya, kamu cewek bar-bar Yank.." Sahut Kenan berlalu keluar menuju walk in closed.
Setelah beberapa menit Diva keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan jubah mandi.
" Kamu juga mandi By' nanti ayah nungguin kamu. " Ucap Diva, berjalan kearah lemari khusus pakaiannya.
Kenan beranjak dari duduknya dari sofa yang berada diwalk in closed, segera menuju kekamar mandi.
Diva yang selesai berpakaian, juga menyiapkan pakaian Kenan yang akan ia kenakan kekantor.
Diva keluar dari walk in closed untuk merapikan tempat tidur mereka dan juga mengganti sepreinya.
Lima belas menit kemudian Kenan keluar dari arah walk in closed dengan pakaian yang sudah rapi dengan pakaian formalnya.
" Yank, turun yuk..." Ucap Kenan memeluk pinggang Diva dari samping.
Setelah sampai ruang makan, di sana sudah ada bunda Vivian menyiapkan sarapan untuk ayah Salman.
Kenan dan Diva ikut sarapan bersama.
" Nan, segera kekantor ayah, ada hal penting yang harus ayah bicarakan. " Ucap ayah Salman beranjak dari duduknya dan memakai jasanya.
*Bersambung.....
jangan lupa
like
cement
vote
salam kenal dari Author yang masih amatir.
maaf kalau masih banyak kesalahan.
🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏*