Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 107 Season 3 (Next Generasi)


Minal Aidin walfaizdin, semoga sebulan penuh kita kemarin menjalankan kewajiban kita sebagai seorang muslim, mendapatkan pahala yang berlipat, dan amalan kita senantiasa diterima oleh Allah SWT...


Mohon maaf jika baru sempat up, di karenakan kemarin-kemarin authornya sibuk mempersiapkan idul Fitri.


Sekali lagi author dan seluruh keluarga mengucapkan MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 🙏🙏🙏🙏


...❤️HAPPY READING ❤️...


Setelah membicarakan hubungan Kavi dan Kia, juga mengenai kerjasama opa Salman dengar perusahaan Kavi, akhirnya Kavi pamit untuk pulang ke kota Xx karena ada hal yang penting untuk harus ia selesaikan di perusahaan, Kavi sempat makan malam terlebih dahulu karena permintaan Opa Salman juga Opa Fikram, sedangkan Kenan tak banyak bicara, ia hanya menimpali.


Setelah kepergian Kavi, opa Fikram dan Oma Hani pamit untuk segera pulang, sedangkan Raydan ia memilih untuk bermalam, karena ia ingin main game bersama Kia adik kesayangannya.


"Yah, Bun, kalau begitu aku pamit untuk istirahat, besok pagi aku akan kembali ke kota Xx." Ujar Kenan pada kedua orangtuanya.


"Kenapa secepat itu sih Nan, apa kamu gak kangen kami ?" Sahut Oma Vivian pada putra satu-satunya itu.


"Kangen Bun, tapi aku sudah terlalu lama meninggalkan pekerjaan, pasti sudah sangat menumpuk, bunda tahu sendirikan, Abang lebih memilih mengelola perusahaannya di bandingkan membantuku." Jelas Kenan merasa tak enak pada bundanya itu.


"Cih, lebay kamu, baru juga dua hari ninggalin kerjaan, apa itu sudah terlalu lama menurutmu, bilang aja kalau kamu sudah gak peduli lagi sama kami." Timpal opa Salman sinis.


"Astagafirullah yah, akutuh selalu peduli sama kalian, tapi ini benar-benar penting yah, aku ada pertemuan dengan klaiyen besok siang." Ujar Kenan.


"Uang kamu tuh udah banyak, ngapain juga kamu susah-susah sih mikirin klaiyen, biarpun kamu gak kerja lima tahun, kamu juga masih mampu menghidupi keluaragamu sampai tujuh turunan." Opa Salman kembali berujar sinis.


"Bukan masalah materi yah, tapi...


"Alah, sudahlah kamu diam aja !" Opa Salman memotong ucapan putranya itu.


Sebenarnya opa Salman sengaja berkata seperti itu, pria baru baya itu sebenarnya kangen dengan perdebatan-perdebatan kecil seperti itu, juga kangen masa-masa keduanya sering bercanda sebelum Kenan sibuk dengan kerjaannya.


"Yah, bukannya kami gak peduli sama kalian, tapi kami benar-benar tidak bisa berlama-lama disini, soalnya Enzy juga sangat membutuhkan kami, saat ini kandungannya masih lemah, aku takut jika tak turun langsung mengontrolnya, Enzy melupakan itu, dan berbuat bisa membahayakan kandungannya sendiri, apalagi Khay saat ini sibuk-sibuknya dengan perusahaan yang baru saja ia rintis." Kini Diva ikut menimpali dan mencoba untuk menjelaskan pada ayah mertuanya itu.


"Ayah mengerti kok Nak, ayah tak bermaksud untuk menahan kalian hanya saja ingin bermain-main dengan suami bodoh mu itu." Ujar opa Salman enteng membuat Kenan mendengus kesal.


"Bun, sepertinya ayah ada dendam pribadi deh sama aku." Celetuk Kenan kemudian beranjak dari duduknya.


"Kalau iya emang kenapa ? Kamu mau berbuat apa sama ayahmu ini, hah ?" Tantang opa Salman tak mau kalah.


"Gak ada, ayah selalu menang." Sahut Kenan malas.


"Yuk sayang, kita istirahat !" Kenan menarik tangan Diva agar ikut bersamanya.


"Bilang aja kamu ada maunya sama menantu ayah, ingat Nan, kamu udah tua, gak seharusnya kamu melakukan hal-hal seperti itu lagi." Sahut opa Salman memajukan bibir bawahnya, tanda meremehkan putranya itu.


"Ayah aku masih tiga puluhan ya, aku belum setua itu, dan asalkan ayah tahu, aku masih bisa membuatkan adik untuk Kia, kalau bisa." Sahut Kenan tak terima dikatakan sudah tua.


"Sudah-sudah, Nan, jika kamu mau istirahat buruan gih, bunda udah capek mendengar perdebatan tak berfaedah kalian, ayah juga stop bertingkah ke kanak-kanakan seperti ini, lebih baik ayah juga istirahat !!" Seru Oma Vivian menengahi suami dan anaknya, kemudian melihat keduanya bergantian dengan tatapan tak ingin di bantah.


Jika Nyonya besar sudah berbicara seperti itu, dan tatapan seperti itu pula, kedua laki-laki itu tak akan ada lagi yang bisa membantahnya.


"Baik Bun, kalau begitu aku pamit untuk istirahat, siapa tau aja bisa....


...----------------...


"Bi, jangan seperti ini ih, aku capek mau istrirahat !!" Seru Diva menyingkirkan tangan suaminya itu yang sejal tadi tak mau diam menggerayangi tubuh bagian depannya.


Posisi mereka saat ini Diva yang tidur membelakangi Kenan, lalu Kenan memeluknya erat dari belakang, tak lupa pula menenggelamkan wajahnya di celuruk leher istrinya itu.


"Aku Kangen loh yank, lagian ini balasan saat kamu mengataiku kakek tempo hari, dan aku mau membuktikan kalau kakek ini masih bisa membuat nenek ini mendesah seksi di bawahku." Ucap Kenan sangat pulgar menurutnya Diva.


"Tapi by, aku capek, mau istirahat, besok aja ya kalau kita udah sampai rumah." Diva mencoba meyakinkan suaminya itu agar malam ini mereka tak melakukan hubungan suami istri pada umumnya.


"Ya sudah, kamu tidur aja !" Kesal Kenan kemudian melepaskan pelukannya, lalu berbalik badan ikut membelakangi Diva.


Diva yang tahu kalau saat ini suaminya tengah merajuk karena menolak permintaannya, mengubah posisinya, bergantian kali ini ia yang memeluk suaminya itu dari belakang.


"By kamu marah ?" Tanya Diva lembut sambil mengusap bahu suaminya.


"Gak, lebih baik kamu sekarang istrirahat ! Katanya kamu capek, kan ?" Sahut Kenan malas sambil memejamkan matanya.


"Beneran kamu mau aku istrirahat ?" Goda Diva kemudian tangan yang tadi mengusap bahu prianya itu, kini tangan itu beralih pada dada Kenan, membuat Kenan birahinya semakin meningkat, namun ia meninggikan egonya agar tak tergoda dengan sikap istrinya itu.


"By, padahal aku nyusul kesini bukan hanya masalah adek loh, tapi ada hal lain yang membuatku tanpa pikir panjang langsung menyusulmu." Diva masih belum menyerah, kali ini Diva tak lagi mengusap dada sumainya, tapi beralih ke bagian perut pria itu, dengan usapan yang sensual tentunya.


"Yank, aku bilang lebih baik kamu istirahat, aku juga udah capek, dan satu lagi ! Aku gakau dengar apapun lagi, aku juga capek pengen istrirahat." Sahut Kenan lagi-lagi berusaha keras menahan birahinya.


"Ya sudah, selamat istirahat suamiku sayang, ummuaaa..." Ucap Diva mencium punggung suaminya, kemudian tangannya m****as pelan bagian bawah perut Kenan, setelah melakukan itu, Diva dengan cepat membalikkan badannya memunggungi Kenan.


"By, ?" Diva terkaget saat tiba-tiba saja suaminya itu membalikkan badannya lalu menindihnya.


"Biarkan aku melakukannya malam ini sayang, tadinya aku akan membiarkanmu beristirahat, tapi kamu malah menggodaku, jadi...." Kenan menjeda ucapanya lalu mengusap lembut wajah milik istrinya, kemudian beralih pada bibir yang selalu menjadi candunya selama puluhan tahun setelah mereka menikah.


Sedangkan Diva menelan ludahnya kasar, ia takut melihat tatapan suaminya yang sudah diliputi gairah, dan di saat bersamaan ia merasakan banyak kupu-kupu yang menggelitik perutnya.


Kenan melihat Diva tak menolaknya, langsung melancarkan aksinya, dimulai ia mencium dan me*""at bibir Diva, kemudian melepaskan sejenak.


"Jadi jangan salahkan aku jika esok kamu merasakan sakit di seluruh badan kamu Yank, akibat kelelahan." Lanjut Kenan yang sempat ia jeda tadi.


"Emmm,,, lalukan apa mau mu by', alu juga sudah merindukanmu." Sahut Diva kemudian menarik tengkuk Kenan agar bibir keduanya saling bertaut, sampai malam ini menjadi malam yang panjang dan panas bagi pasangan kedua insan itu, bahkan di umur mereka yang sekarang tak menghalangi keduanya untuk tetap saling bersikap romantis, tak ada sedikitpun yang berubah saat mereka muda dulu.


Bersambung......


Hay...Hay....Maaf jika alurnya sedikit belok ya readers, entah kenapa author kangen dengan keromantisan Kenan dan Diva,maka dari itu author sengaja menyelipkan cerita mereka.....


ATAS NAMA KELUARGA BESAR AUTHOR MENGUCAPKAN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 🙏🙏🙏


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...