Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 33


Jam 4 Sore Ray keluar dari kamar menuju ke arah dapur karena merasa haus, tapi sebelum Ray sampai dapur, ia melihat ayah Fikram, bunda Hani, dan juga Arka tengah duduk santai diruang keluarga, dan Ray langsung menghampiri mereka.


" Selamat sore om, Tante. " Ucap Ray sambil menyalami tangan ayah Fikram dan Bunda Hani.


Ayah Fikram dan Bunda Hani terlihat bingung melihat melihat Ray, karena ia belum mengetahui Ray sebenarnya.


" Sore juga. " Jawab ayah dan bunda tersenyum.


Arka yang melihat kebingungan orangtuanya Langsung memperkenalkan Ray.


" Kenalkan Yah, Bun, dia Ray sahabat Kenan dari kota xx, dia datang bersama om Salman dan Tante Vivian. " Ucap Arka.


" Oh...maaf ya Nak. " Ucap bunda Hani tersenyum kearah Ray.


" Iya Tante tidak apa-apa, harusnya saya yang minta maaf, tadi saya langsung kesini, karena saya tidak tau rumah om Salman, tadi om Salman pulang duluan, untung tadi ada teman Diva yang mengantar saya kesini. " Ucap Ray menjelaskan dan merasa tidak enak.


" Rafa, diakan tau rumah Salman. " Tanya ayah Fikram.


" Bukan Om, cewek tapi dia bawah motor, namanya Lani. " Jawab Ray.


" Oh... Itu Lani yah, yang Sifat dan kelakuannya mirip dengan anak perempuan Ayah itu. " Sahut Bunda Hani mengingatkan karena ia melihat suaminya kebingungan.


Ayah Fikram tersenyum mendengar ucapan istrinya itu.


" Kamu masih sekolah juga ?" Tanya ayah Fikram.


" Masih om, saya satu sekolah dengan Kenan, kami berteman sejak kami SMP.


ayah Fikram hanya mengangguk mendengar jawaban Ray.


" Kamu tidak perlu sungkan disini, anggap ini rumah kamu sendiri, asal jangan kamu jual. " Ucap ayah Fikram sedikit bercanda.


" Om bisa aja, aku tidak akan berani om, takut sama anak om yang itu. " Jawab Ray sambil menunjuk Arka dengan lirikan matanya.


" Emangnya dia Kenapa ?" Tanya ayah Fikram.


" Om tidak memperhatikan muka Kenan babak belur begitu, Kenan aja yang jago taekwondo babak belur begitu dihajar dia, apa lagi gue Om, bisa-bisa gue di ofname selama seminggu. " Jawab Ray bergidik membayangkan nya.


" Kamu lucu juga. " Ucap ayah Fikram tersenyum mendengar ucehan Ray.


" he...he...he...kata mama aku memang gitu om, saking lucunya mama saya malu ngakuin saya sebagai anaknya kalau lagi kepesta. " sahut Ray.


" Kenapa memangnya ?" Kali ini Bunda Hani yang bertanya, karena ia merasa gemes melihat Ray yang terus mengoceh tanpa sungkan padahal mereka baru ketemu.


" Karena aku suka gerogoti makanan dan makan banyak Tante, kayak marmut, marmutkan lucu Tante. " Jawab Ray asal.


" Apa lagi kalau jam-jam begini saya suka laper Tante. " Sambung Ray tanpa malu mengatakan itu.


" Bilang aja, kalau kamu pengen makan. " Sahut Arka melempar Ray menggunakan bantal sofa.


" Pake mutar-mutar segala lagi. " Sahut ayah Fikram tersenyum.


" Kan kalau langsung tidak seru om, nanti pembacanya pada malas, kasihan authornya, udah capek-capek nulis. " Jawab Ray.


Author : kok jadi bawah-bawah gue lu Ray. ?"


Ray : sekalian aku bantu promo Thor.


Ray : Makanya lu buat aku jadian sama Lani thor.


Author : Liat nanti lah.


Ray : jahat lu thor.


Author : lu ngatain gue jahat ha, gue bikin lu mati di gigit marmut mau lu ?"


Ayah Fikram : sudah kenapa kalian jadi ribut.


Ayah Fikram : Kembali kecerita Thor.


Author : baik ayah mertua 🙋🙋


Ray beranjak dari ruang tamu menuju dapur setelah pamit kepada semua yang ada di situ.


" Yah, Bun, apa kalian tidak kerumah sakit ?" Tanya Arka.


" Besok saja disana sudah ada Kenan, lagian adik kamu butuh istirahat yang cukup, besok sekalian barengan sama om Salman dan Tante Vivian, katanya mereka juga tidak jadi kerumah sakit hari ini. " Jawab ayah Fikram sambil menyalakan televisi.


Kenan tampak telaten menyuapi Diva yang sedang bersandar dibrankar yang sedikit dilipat agar Diva nyaman untuk bersandar.


" Udah by', aku sudah kenyang. " Sahut Diva.


" dikit lagi yank, kamu baru beberapa suap loh ini. " Ucap Kenan menyodorkan sendok kedepan mulut Diva yang berisi bubur.


" Tapi aku sudah kenyang by', lagian tenggorokan aku terasa pahit kalau nelen. " Ucap Diva sedikit mendorong sendok yang disodorkan Kenan.


" Ya..udah, kalau gitu kamu minum obat dulu Yank. " Ucap Kenan menyimpan mangkok bubur diatas nakas, kemudian mengambil bungkusan obat yang ada di laci nakas.


" Aku malas buat minum obat by', pahit. " sahut Diva sedikit manja.


Kenan yang melihat istrinya bertingkah manja, membuat ia gemes.


" Kenapa jadi manja gini sih yank, mana bisa kamu sembuh kalau kamu malas buat minum obat. " Ucap Kenan menarik gemas hidung Diva.


" Tapi beneran aku tidak bisa minum obat apalagi obatnya banyak kayak gitu. " Sahut Diva melirik bungkusan obat yang ditangan Kenan.


Kenan beranjak berjalan menuju sofa, kemudian mengambil masing-masing macam obat, dan menghaluskannya menggunakan sendok, kemudian memberikan sedikit air obat yang sudah dihaluskan kesendok lain.


" Buka mulut kamu Yank, langsung telan, kemudian minum air yang banyak. " Sahut Kenan menyodorkan obat yang sudah ia haluskan tadi.


Diva langsung meminumnya dan cepat-cepat ia minum air yang banyak.


" Bagaimana masih pahit yank ?" Tanya Kenan setelah menerima gelas yang diberikan Diva bekas dia minum.


" Masih sedikit pahit by'. " Jawab Diva.


Kenan mendekatkan wajahnya kearah Diva, sedikit memiringkan kepalanya, ia meraih dagu Diva dan langsung mencium bibir Diva, sedikit me****tnya, Diva membalas ciuman Kenan, mereka berciuman agak lama, setelah dirasa Diva mulai kehabisan nafas, Kenan segera melepaskan ciumannya menatap manik mata istrinya.


" Aku mencintaimu Yank. " Ucap Kenan mengusap bibir Diva.


" Aku juga mencintaimu by'. " Jawab Diva Menangkup kedua sisi leher Kenan kemudian tersenyum kearah suaminya itu.


Kenan kembali mendaratkan ciumannya dikening Diva, kemudian memeluk erat tubuh istrinya.


" Kamu makan dulu by', Kamu belum makan sedari tadi, ini sudah sore loh, entar kamu sakit. " Ucap Diva melepaskan pelukannya.


" Yah, sudah aku makan dulu yank. " Ucap Kenan dan segera beranjak kearah sofa dimana makanan yang ia pesan tadi ia letakkan.


Kenan makan dengan lahap, karena ia memang sudah merasa sangat lapar, sesekali Kenan melihat kearah istrinya itu dan tersenyum.


Diva terus memandangi suaminya yang sedang makan dengan lahap nya, ia tahu kalau Kenan baru makan dengan benar karena dari kemarin Kenan hanya terus mengkhawatirkan dirinya.


Diva tersenyum saat Kenan melihatnya.


" Kamu kenapa Yank, liatinnya gitu amat, Kamu kangen sama...?" Tanya Kenan mengantungkan ucapannya, dan mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda istrinya itu.



Diva yang mengerti arah ucapan Kenan langsung mengalihkan pandangannya mencebikkan bibirnya, ia juga merasa malu dengan Ucapan Kenan yang menurutnya vulgar.


Kenan yang melihat istrinya salah tingkah hanya tersenyum dan melanjutkan makannya.


Diva kembali menatap Kenan setelah Kenan melanjutkan makannya.


" Aku sangat mencintaimu by', aku bahkan sangat takut kamu meninggalkan ku. " Batin Diva memandang suaminya yang sedang makan.


*Bersambung....


maaf kalau alurnya sedikit ngeblank, soalnya otak aku juga ngeblank...


jangan lupa, selalu budayakan


like


coment


vote


Salam sayang dari Author yang masih amatir


🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏*


❤️❤️❤️